PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMAHAMA KONSEP MATEMATIK DAN SELF-EFFICACY SISWA ANTARA SISWA YANG DIBERI MODEL PEMBELAJARAN PBL DENGAN INQUIRY
DOI:
https://doi.org/10.31004/jrpp.v6i4.23274Keywords:
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematik, Self-efficacy, Model PBL, Model Inquiry.Abstract
Penelitian ini berfokus pada kemampuan pemahaman konsep matematik dan self-efficacy siswa antara siswa yang diberi model pembelajaran PBL dengan inquiry.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: a) perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematik antara siswa yang diberi model pembelajaran PBL dengan inquiry; b) perbedaan self-efficacy siswa antara siswa yang diberi model pembelajaran PBL dengan inquiry; c) interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematik; d) interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap self-efficacy siswa. Jenis penelitian ini quasi eksperimen. Populasi seluruh siswa kelas IX SMP Daarul Istiqlal Marendal. Pengambilan sampel menggunakan random sampling yang terdiri dari dua kelas, kelas IX-1 diberi model pembelajaran PBL dan kelas IX-2 diberi model pembelajaran inquiry. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes KAM, kemampuan pemahaman konsep matematik, dan angket self-efficacy. Analisis data menggunakan ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematik antara siswa yang diberi model pembelajaran PBL dengan inquiry, dengan Fhitung > Ftabel yaitu 5,63 > 4,020. 2) Terdapat perbedaan self-efficacy siswa antara siswa yang diberi model pembelajaran PBL dengan inquiry, dengan Fhitung > Ftabel yaitu 5,555 > 4,020. 3) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematik, dengan Fhitung > Ftabel yaitu 5,926 > 3,168. 4) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap self-efficacy siswa, Fhitung > Ftabel yaitu 4,021 > 3,168.References
Abidin, Y. 2014. Desain Sistem pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: Refika Aditama
Abdurrahman, M. 2012. Anak Berkesulitan Belajar Teori, Diagnosis dan Remediasinya. Jakarta: Rineka cipta
Alam, B. I. 2012. Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Matematika Siswa SD Melalui Pendekatan Realistic Mathematics Eucation (RME). Prosiding. ISBN: 978-979-16353-8-7.
Asmin dan Mansyur A. 2012. Pengukuran dan Penilaian Hasil belajar dengan Analisis Klasik dan Modern. Medan: Larispa Indonesia
Hermawati, Ni W. M. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap PenguasaaKonsep Biologi dan Sikap Ilmiah Siswa Sma Ditinjau dari Minat Belajar Siswa.)
Moma., La. 2014. Peningkatan Self-Efficacy Matematis Siswa SMP Melalui Pembelajaran Generatif. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Cakrawala Pendidikan, Oktober 2014, Th. XXXIII, No. 3.
Ramadhani. 2015. Perbedaan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik dan Self-Efficacy Antara Siswa yang Mendapat Pembelajaran Penemuan Terbimbing Berbantuan Geogebra dengan Tanpa Berbantuan Geogebra di SMPN 22 Medan
Wahyuni, S. 2014. Perbedaan Kemampuan Pemahaman Konsep dan Berpikir Kritis Siswa SMA Antara yang Diberi Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pengajaran Langsung.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Yulia Tiara Tanjung
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.