Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Kepribadian Anak Sekolah Dasar Usia 7-12 Tahun

Authors

  • Dwi Agustia Kurnianingsih Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Yusri Khairani Pulungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Bagus Pribadi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Fauziah Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.10445

Abstract

Pola asuh orang tua sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak. Khususnya anak sekolah dasar usi 7-12 tahun dimana ia memerlukan arah dan juga belum sempurnanya pembentukan karakter yang baik pada dirinya. Penelitian ini dilakukan melalui studi literatur yang mengkaji dari beberapa sumber buku-buku, artikel dan jurnal-jurnal yang berhubungan dengan pola asuh orang tua terhadap kepribadian anak. Analisis data menggunakan analisis deskripstif, analisis isi, dan analisis kritis. Hasil pengkajian tersebut dijadikan referensi untuk menemukan pengaruh pola asuh orangtua terhadap pembentukan kepribadian anak terutama anak sekolah dasar. Pola asuh orangtua dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu pola asuh otoriter, pola asuh demokratis dan pola asuh permisif. Pada dasarnya setiap pola asuh yang diterapkan orang tua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pola asuh orangtua terhadap anak, diantaranya adalah karakteristik keluarga, karakteristik anak, dan lingkungan sekolah. Gaya pengasuhan yang tepat diterapkan pada anak sekolah dasar yang biasanya rata-rata berusia 7-12 tahun adalah pola asuh demokrasi. Dimana pola asuh ini lebih baik dalam mendidik kedisiplinan pada anak tetapi juga lebih fleksibel. Pola asuh ini membuat hubungan orangtua dan anak bersifat hangat dan komunikasi diantara keduanya bersifat mengasuh dan mendukung. 

Downloads

Published

2022-12-20

How to Cite

Kurnianingsih, D. A. ., Pulungan, Y. K. ., Pribadi, B. ., & Nasution, F. . (2022). Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Kepribadian Anak Sekolah Dasar Usia 7-12 Tahun. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(6), 12355–12362. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.10445

Most read articles by the same author(s)