KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA TSUNAMI BERBASIS PARIWISATA BERKELANJUTAN (STUDI KASUS DESA WISATA WATUKARUNG, KECAMATAN PRINGKUKU, KABUPATEN PACITAN)
DOI:
https://doi.org/10.31004/jrpp.v6i4.23557Keywords:
Kebijakan Becana, Penanggulangan Becana, Pengurangan Resiko Bencana.Abstract
Wilayah pesisir selatan Jawa memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana gempa dan tsunami. Namun gempa di selatan Jawa yang jarang terjadi mengakibatkan adanya seismic gap. Sehingga memiliki potensi gempa besar di waktu yang mendatang. Desa Watukarung sebagai salah satu desa yang berada di pesisir Jawa yaitu Kabupaten Pacitan pada tahun 2015 ditetapkan sebagai desa yang memiliki potensi tsunami tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah terkait dengan penyelenggaraan penanggulangan bencana tsunami berbasis pariwisata berkelanjutan di Desa Watukarung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan penanggulangan bencana, terutama bencana di wilayah pesisir masih belum sepenuhnya menjadi prioritas, dibandingkan dengan penanganan bencana banjir yang selama ini rutin membawa dampak kerugian dan kerusakan cukup besar. Padahal dalam jangka yang lebih panjang, dampak yang ditimbulkan sangat besar. Bencana tsunami memiliki potensi merusak secara parah mulai dari infrastruktur, lingkungan, dan perekonomian daerah. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan dalam persepsi mengenai urgensi dalam hal kebijakan penanggulangan bencana tersebut. Terlebih Desa Watukarung juga merupakan daerah destinasi wisata, sehingga memiliki implikasi dalam perencanaan penanggulangan bencana. Kebijakan yang diambil seharusnya mencakup aspek perlindungan terhadap wisatawan dan masyarakat setempat, serta bagaimana menggabungkan upaya penanggulangan bencana dengan pengelolaan destinasi wisata.References
Achmad, Z. A. (2020). Anatomi teori strukturasi dan ideologi jalan ketiga Anthony Giddens. Translitera: Jurnal Kajian Komunikasi Dan Studi Media, 9(2), 45–62.
Akbar, M. A. H, et al. (2020). Perencanaan Lanskap Mitigasi Tsunami Berbasis Ekosistem Mangrove di Kota Palu. Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 12 No. 2 2020.
Anam, K., Mutholib, A., Setiyawan, F., Andini, B. A., & Sefniwati, S. (2018). Kesiapan Institusi Lokal dalam Menghadapi Bencana Tsunami: Studi Kasus Kelurahan Air Manis dan Kelurahan Purus, Kota Padang. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 6(1), 15. https://doi.org/10.14710/jwl.6.1.15-29
Amri, I., Hikmasari, B. S., Nababan, C. A., Wijayanti, D. A., Ruslanjari, D., & Giyarsih, S. R. (2023). Tsunami Susceptibility Assessment Using Spatial Multi-Criteria Evaluation in Watukarung, Pacitan. JURNAL GEOGRAFI, 15(2), 195–207.
Anthony Giddens. (2010). Teori Strukturasi: Dasar-dasar Pembentukan Struktur Sosial Masyarakat, terjemahan Maufur & Daryanto. Pustaka Pelajar.
Aqiqah, N. K, Harkuti, P. (2020). Strategi Perencanaan Mitigasi Bencana Tsunami pada Pelaku Usaha Mice di Kawasan Tanjung Bunga. Jurnal Altasia. Vol. 2, No. 2, Tahun 2020.
Hall, S., Pettersson, J., Meservy, W., Harris, R., Agustinawati, D., Olson, J., & McFarlane, A. (2017). Awareness of tsunami natural warning signs and intended evacuation behaviors in Java, Indonesia. Natural Hazards, 89(1), 473–496. https://doi.org/10.1007/s11069-017-2975-3
George Ritzer. (2012). Teori Sosiologi Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern Edisi kedelapan 2012 (Delapan). Pustaka Pelajar.
Harada K, Imamura F. (2002). Study on the Evaluation of Tsunami Reducing by Coastal Control Forest for Actual Conditions. Proceeding of The Twelfth International Offshore and Polar Engineering Conferrence Japan 26-31 May 2002, Kitakyushu.
Miles, M. B. & Huberman, M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Nashir, H. (2012). Memahami Strukturasi dalam Perspektif Sosiologi Giddens. Jurnal Sosiologi Reflektif, 7(1), 1–9.
Nicholas Abercrombie, Stephen Hill, & Bryan S. Turner. (2010). The Penguin Dictionary Of Sociology. Pustaka Pelajar.
Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 128 Tahun 2011. Kampung Siaga Bencana.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2020. Rencana Induk Penanggulangan Bencana Tahun 2020-2044
Priyandono, W. A. (2011). Teori Strukturasi dalam Kepemimpinan Lokal. Transformasi, 14(21).
(81), 157-168.
Probosiwi, R. (n.d.). Peran Pemerintah Lokal Dalam Menghadapi Bencana Tsunami Di Pacitan Jawa Timur. 14.
Rahardjo, M. (2017). Studi kasus dalam penelitian kualitatif: Konsep dan prosedurnya.
Sania, S. R dan Yusuf, A. (2022). Strategi BPBD Kabupaten Pacitan dalam Upaya Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor. Jurnal Riset Inossa. Volume 4 Nomor 1 Tahun 2022
Watson, Thomas J. (2011). “Effective dan Adaptive Governance” in http://www.ppic.org/ content/pubs/report/R_211EHChapter8R.pdf
Wibowo, T. W., Mardiatno, D., & Sunarto, S. (2017). Pemetaan Risiko Tsunami terhadap Bangunan secara Kuantitatif. Majalah Geografi Indonesia, 31(2), 68. https://doi.org/10.22146/mgi.28044
Zaenuri, M. (2014). Mengelola Pariwisata-Bencana: Perlunya Perubahan Paradigma Pengeloaan Pariwisata Dari Adaptive Governance Menuju Collaborative Governance. Unisia,
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Diki Wahyudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




