PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL REMAJA MELALUI EDUKASI PSIKOLOGI POSITIF DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI SMAN 16 PALEMBANG

Authors

  • Putu Lusita Nati Indriani Universitas Kader Bangsa
  • Eka Afrika Universitas Kader Bangsa
  • Reffi Dhamayanti Universitas Kader Bangsa
  • Wahyu Ernawati Universitas Kader Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.31004/cdj.v6i6.54599

Keywords:

Pernikahan Dini, Remaja, Psikologi Positif, Edukasi Sekolah, Kesehatan Mental

Abstract

Pernikahan usia dini masih menjadi persoalan yang serius di Indonesia, termasuk di Kota Palembang, dengan dampak signifikan terhadap pendidikan, sosial, dan kesehatan mental remaja. Kurangnya pemahaman, tekanan budaya, serta ketidaksiapan emosional menjadi faktor utama yang mendorong pernikahan dini. Pendekatan psikologi positif dipercaya mampu memperkuat ketahanan mental remaja dalam menghadapi tekanan tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran diri, dan ketahanan psikologis remaja dalam mencegah pernikahan dini melalui edukasi berbasis psikologi positif. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 16 Kota Palembang dengan melibatkan 35 siswa usia 15–17 tahun. Pelaksanaan dilakukan melalui empat sesi interaktif yang mencakup pengenalan psikologi positif, refleksi diri, simulasi keputusan masa depan, dan kampanye mini. Evaluasi dilakukan dengan instrumen pre-test dan post-test, serta produk kampanye siswa. Terjadi peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta dari 49% (pre-test) menjadi 87% (post-test), dengan peningkatan tertinggi pada aspek kemampuan menetapkan tujuan hidup (naik 39%). Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran diri dan menghasilkan produk kreatif yang menggambarkan komitmen untuk menunda pernikahan dini. Edukasi psikologi positif terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan mental remaja dan dapat menjadi strategi psikoedukatif preventif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

References

Amelia, R., & Sari, N. (2022). Ketidaksiapan Emosional dan Ketidakstabilan Rumah Tangga pada Pernikahan Usia Muda. Jurnal Psikologi Sosial, 10(2), 113–125.

Ayudiputri, H., Wibowo, D., & Anjani, L. (2024). Profil Demografi dan Sosial Remaja Kota Palembang. Palembang: Pusat Kajian Kependudukan Sumatera Selatan.

BKKBN Sumatera Selatan. (2019). Laporan Data Penduduk dan Perkawinan Usia Dini di Sumatera Selatan Tahun 2019. Palembang: BKKBN Sumsel.

Lestari, S., & Handayani, R. (2020). Dampak Pernikahan Dini terhadap Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(1), 45–54.

Permana, A., Nursanti, R., & Andika, R. (2024). Pernikahan Anak di Kota Palembang: Analisis Statistik dan Sosial Budaya. Palembang: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya.

Putri, M. D. (2021). Dampak Psikologis Pernikahan Dini pada Remaja di Indonesia. Jurnal Ilmiah Psikologi Remaja, 9(1), 25–33.

Rahayu, F., & Wulandari, M. (2023). Pelatihan Psikologi Positif untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Siswa SMA. Jurnal Psikologi Terapan, 11(3), 211–223.

Santrock, J. W. (2012). Life-span Development: Perkembangan Masa Hidup (Edisi 13). Jakarta: Erlangga.

Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A Visionary New Understanding of Happiness and Well-being. New York: Free Press.

UNICEF Indonesia & Bappenas. (2020). Analisis Situasi Perkawinan Anak di Indonesia: Strategi Percepatan Pencegahan Perkawinan Anak. Jakarta: UNICEF Indonesia.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Indriani, P. L. N., Afrika, E., Dhamayanti, R., & Ernawati, W. (2025). PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL REMAJA MELALUI EDUKASI PSIKOLOGI POSITIF DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI SMAN 16 PALEMBANG. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(6), 6487–6491. https://doi.org/10.31004/cdj.v6i6.54599

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.