Keunggulan Bersaing Usaha Mikro Hasil Olahan Kentang Usaha Dagang Inyak Berbasis Inovasi Produk

Authors

  • Anisa Khairina Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
  • Latifah Aini Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
  • Restika Musdalifah Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
  • Risma Sri Wahyuni Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
  • Yesi Agustia Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
  • Ramdani Bayu Putra Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

DOI:

https://doi.org/10.31004/innovative.v2i1.3482

Abstract

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Perusahaan Minyak belum sepenuhnya menerapkan konsep keunggulan bersaing, dalam artian penerapan keunggulan bersaing ini belum sepenuhnya mengaitkan relevansinya dengan teori yang ada. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa strategi inovasi yang dilakukan oleh Bisnis Inyak belum dalam skala besar. Dapat dilihat bahwa usaha Inyak menjual produknya di daerah sekitar Padang, baru mencoba berinovasi di luar daerah yaitu Sicincin dan berencana untuk memperluas usahanya ke daerah lain seperti Solok, Bukittinggi, Payakumbuh dll. Upaya Iyak untuk memasarkan produk di supermarket, tidak menggunakan media sosial dalam pemasaran. Di masa pandemi, masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah. Dalam hal inovasi produk, Usaha Inyak tidak hanya memproduksi kerupuk kentang tetapi terus berinovasi dalam menghasilkan produk lain seperti kerupuk jangek, balado bengkoang, kacang tanah dll. Berdasarkan keunggulan bersaing, Usaha Inyak melakukan inovasi produk, inovasi kemasan, inovasi desain produk agar lebih menarik dan diminati konsumen. Agar mampu bersaing dengan UKM kuliner lainnya. Semakin menarik suatu produk, semakin banyak konsumen dan pelanggan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-01-25

How to Cite

Khairina, A. ., Aini , L. ., Musdalifah , R. ., Wahyuni , R. S., Agustia , Y. ., & Putra , R. B. . (2022). Keunggulan Bersaing Usaha Mikro Hasil Olahan Kentang Usaha Dagang Inyak Berbasis Inovasi Produk. Innovative: Journal Of Social Science Research, 2(1), 357–361. https://doi.org/10.31004/innovative.v2i1.3482

Most read articles by the same author(s)