RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN KONTROL JEMURAN PAKAIAN BERBASIS IOT

Authors

  • Risnadona Putra Milandika Politeknik Negeri Semarang
  • Widhi Bagus Nugroho Politeknik Negeri Semarang
  • Tri Raharjo Yudantoro Politeknik Negeri Semarang
  • Wahyu Sulistiyo Politeknik Negeri Semarang
  • Wiktasari Politeknik Negeri Semarang

Keywords:

automatic, light sensor, rain sensor

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia pasti akan melakukan kegiatan kebersihan mulai dari hal kecil seperti membersihakan diri sendiri hingga hal besar seperti membersihkan rumah. Salah satu kegiatan kebersihan yang dilakukan hampir setiap hari oleh manusia di setiap rumah tangga adalah membersihkan pakaian dengan cara mencuci hingga bersih lalu menjemurnya supaya kering. Meski dilakukan hampir setiap hari, membersihkan pakain bukan berarti tidak memiliki kendala. Karena kegiatan ini sering dilakukan oleh orang-orang di usia produktif  dan sibuk dengan kegiatan mereka sehingga mereka lupa untuk memonitor pakaian yang dijemur. Jika terjadi hujan pakaian yang sudah dicuci dan dijemur dan tidak segera di angkat atau diteduhkan maka akan basah kembali, sehingga harus dicuci ulang yang berarti membutuhkan waktu dan tenaga lebih untuk membersihkan pakaian kembali. Selain itu, di usia produktif ini, tak jarang orang-orang yang pilangnya terlambat hingga larut malam karena kesibukannya dan tidak bisa mengangkat jemurannya ketika sudah sore hari dan pakaian masi di luar ruangan dapat mengakibatkan pakaian lembab dan bau apek dan harus dicuci kembali. Untuk memudahkan mengontrol dan memonitor pakaian yang dijemur, diperlukan sebuah alat yang dapat meneduhkan pakaian yang dijemur secara otomatis jika terjadi hujan. Alat ini menggunakan beberapa sensor yang dapat membantu memonitor status jemuran. Menggunakan sensor hujan untuk mendeteksi hujan sehingga dapat melakukan aksi yaitu berupa meneduhkan jemuran supaya tidak kehujanan dan sensor cahaya (LDR) untuk mendeteksi cahaya matahari, ketika cahaya matahari redup yang diakibatkan mendung atau sore hari, alat dapat melakukan aksi meneduhkan jemuran supaya tidak lembab dan harus dicuci ulang kembali.

Author Biographies

Risnadona Putra Milandika , Politeknik Negeri Semarang

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia pasti akan melakukan kegiatan kebersihan mulai dari hal kecil seperti membersihakan diri sendiri hingga hal besar seperti membersihkan rumah. Salah satu kegiatan kebersihan yang dilakukan hampir setiap hari oleh manusia di setiap rumah tangga adalah membersihkan pakaian dengan cara mencuci hingga bersih lalu menjemurnya supaya kering. Meski dilakukan hampir setiap hari, membersihkan pakain bukan berarti tidak memiliki kendala. Karena kegiatan ini sering dilakukan oleh orang-orang di usia produktif  dan sibuk dengan kegiatan mereka sehingga mereka lupa untuk memonitor pakaian yang dijemur. Jika terjadi hujan pakaian yang sudah dicuci dan dijemur dan tidak segera di angkat atau diteduhkan maka akan basah kembali, sehingga harus dicuci ulang yang berarti membutuhkan waktu dan tenaga lebih untuk membersihkan pakaian kembali. Selain itu, di usia produktif ini, tak jarang orang-orang yang pilangnya terlambat hingga larut malam karena kesibukannya dan tidak bisa mengangkat jemurannya ketika sudah sore hari dan pakaian masi di luar ruangan dapat mengakibatkan pakaian lembab dan bau apek dan harus dicuci kembali. Untuk memudahkan mengontrol dan memonitor pakaian yang dijemur, diperlukan sebuah alat yang dapat meneduhkan pakaian yang dijemur secara otomatis jika terjadi hujan. Alat ini menggunakan beberapa sensor yang dapat membantu memonitor status jemuran. Menggunakan sensor hujan untuk mendeteksi hujan sehingga dapat melakukan aksi yaitu berupa meneduhkan jemuran supaya tidak kehujanan dan sensor cahaya (LDR) untuk mendeteksi cahaya matahari, ketika cahaya matahari redup yang diakibatkan mendung atau sore hari, alat dapat melakukan aksi meneduhkan jemuran supaya tidak lembab dan harus dicuci ulang kembali.

Widhi Bagus Nugroho , Politeknik Negeri Semarang

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia pasti akan melakukan kegiatan kebersihan mulai dari hal kecil seperti membersihakan diri sendiri hingga hal besar seperti membersihkan rumah. Salah satu kegiatan kebersihan yang dilakukan hampir setiap hari oleh manusia di setiap rumah tangga adalah membersihkan pakaian dengan cara mencuci hingga bersih lalu menjemurnya supaya kering. Meski dilakukan hampir setiap hari, membersihkan pakain bukan berarti tidak memiliki kendala. Karena kegiatan ini sering dilakukan oleh orang-orang di usia produktif  dan sibuk dengan kegiatan mereka sehingga mereka lupa untuk memonitor pakaian yang dijemur. Jika terjadi hujan pakaian yang sudah dicuci dan dijemur dan tidak segera di angkat atau diteduhkan maka akan basah kembali, sehingga harus dicuci ulang yang berarti membutuhkan waktu dan tenaga lebih untuk membersihkan pakaian kembali. Selain itu, di usia produktif ini, tak jarang orang-orang yang pilangnya terlambat hingga larut malam karena kesibukannya dan tidak bisa mengangkat jemurannya ketika sudah sore hari dan pakaian masi di luar ruangan dapat mengakibatkan pakaian lembab dan bau apek dan harus dicuci kembali. Untuk memudahkan mengontrol dan memonitor pakaian yang dijemur, diperlukan sebuah alat yang dapat meneduhkan pakaian yang dijemur secara otomatis jika terjadi hujan. Alat ini menggunakan beberapa sensor yang dapat membantu memonitor status jemuran. Menggunakan sensor hujan untuk mendeteksi hujan sehingga dapat melakukan aksi yaitu berupa meneduhkan jemuran supaya tidak kehujanan dan sensor cahaya (LDR) untuk mendeteksi cahaya matahari, ketika cahaya matahari redup yang diakibatkan mendung atau sore hari, alat dapat melakukan aksi meneduhkan jemuran supaya tidak lembab dan harus dicuci ulang kembali.

Tri Raharjo Yudantoro, Politeknik Negeri Semarang

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia pasti akan melakukan kegiatan kebersihan mulai dari hal kecil seperti membersihakan diri sendiri hingga hal besar seperti membersihkan rumah. Salah satu kegiatan kebersihan yang dilakukan hampir setiap hari oleh manusia di setiap rumah tangga adalah membersihkan pakaian dengan cara mencuci hingga bersih lalu menjemurnya supaya kering. Meski dilakukan hampir setiap hari, membersihkan pakain bukan berarti tidak memiliki kendala. Karena kegiatan ini sering dilakukan oleh orang-orang di usia produktif  dan sibuk dengan kegiatan mereka sehingga mereka lupa untuk memonitor pakaian yang dijemur. Jika terjadi hujan pakaian yang sudah dicuci dan dijemur dan tidak segera di angkat atau diteduhkan maka akan basah kembali, sehingga harus dicuci ulang yang berarti membutuhkan waktu dan tenaga lebih untuk membersihkan pakaian kembali. Selain itu, di usia produktif ini, tak jarang orang-orang yang pilangnya terlambat hingga larut malam karena kesibukannya dan tidak bisa mengangkat jemurannya ketika sudah sore hari dan pakaian masi di luar ruangan dapat mengakibatkan pakaian lembab dan bau apek dan harus dicuci kembali. Untuk memudahkan mengontrol dan memonitor pakaian yang dijemur, diperlukan sebuah alat yang dapat meneduhkan pakaian yang dijemur secara otomatis jika terjadi hujan. Alat ini menggunakan beberapa sensor yang dapat membantu memonitor status jemuran. Menggunakan sensor hujan untuk mendeteksi hujan sehingga dapat melakukan aksi yaitu berupa meneduhkan jemuran supaya tidak kehujanan dan sensor cahaya (LDR) untuk mendeteksi cahaya matahari, ketika cahaya matahari redup yang diakibatkan mendung atau sore hari, alat dapat melakukan aksi meneduhkan jemuran supaya tidak lembab dan harus dicuci ulang kembali.

Wahyu Sulistiyo, Politeknik Negeri Semarang

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia pasti akan melakukan kegiatan kebersihan mulai dari hal kecil seperti membersihakan diri sendiri hingga hal besar seperti membersihkan rumah. Salah satu kegiatan kebersihan yang dilakukan hampir setiap hari oleh manusia di setiap rumah tangga adalah membersihkan pakaian dengan cara mencuci hingga bersih lalu menjemurnya supaya kering. Meski dilakukan hampir setiap hari, membersihkan pakain bukan berarti tidak memiliki kendala. Karena kegiatan ini sering dilakukan oleh orang-orang di usia produktif  dan sibuk dengan kegiatan mereka sehingga mereka lupa untuk memonitor pakaian yang dijemur. Jika terjadi hujan pakaian yang sudah dicuci dan dijemur dan tidak segera di angkat atau diteduhkan maka akan basah kembali, sehingga harus dicuci ulang yang berarti membutuhkan waktu dan tenaga lebih untuk membersihkan pakaian kembali. Selain itu, di usia produktif ini, tak jarang orang-orang yang pilangnya terlambat hingga larut malam karena kesibukannya dan tidak bisa mengangkat jemurannya ketika sudah sore hari dan pakaian masi di luar ruangan dapat mengakibatkan pakaian lembab dan bau apek dan harus dicuci kembali. Untuk memudahkan mengontrol dan memonitor pakaian yang dijemur, diperlukan sebuah alat yang dapat meneduhkan pakaian yang dijemur secara otomatis jika terjadi hujan. Alat ini menggunakan beberapa sensor yang dapat membantu memonitor status jemuran. Menggunakan sensor hujan untuk mendeteksi hujan sehingga dapat melakukan aksi yaitu berupa meneduhkan jemuran supaya tidak kehujanan dan sensor cahaya (LDR) untuk mendeteksi cahaya matahari, ketika cahaya matahari redup yang diakibatkan mendung atau sore hari, alat dapat melakukan aksi meneduhkan jemuran supaya tidak lembab dan harus dicuci ulang kembali.

Wiktasari, Politeknik Negeri Semarang

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia pasti akan melakukan kegiatan kebersihan mulai dari hal kecil seperti membersihakan diri sendiri hingga hal besar seperti membersihkan rumah. Salah satu kegiatan kebersihan yang dilakukan hampir setiap hari oleh manusia di setiap rumah tangga adalah membersihkan pakaian dengan cara mencuci hingga bersih lalu menjemurnya supaya kering. Meski dilakukan hampir setiap hari, membersihkan pakain bukan berarti tidak memiliki kendala. Karena kegiatan ini sering dilakukan oleh orang-orang di usia produktif  dan sibuk dengan kegiatan mereka sehingga mereka lupa untuk memonitor pakaian yang dijemur. Jika terjadi hujan pakaian yang sudah dicuci dan dijemur dan tidak segera di angkat atau diteduhkan maka akan basah kembali, sehingga harus dicuci ulang yang berarti membutuhkan waktu dan tenaga lebih untuk membersihkan pakaian kembali. Selain itu, di usia produktif ini, tak jarang orang-orang yang pilangnya terlambat hingga larut malam karena kesibukannya dan tidak bisa mengangkat jemurannya ketika sudah sore hari dan pakaian masi di luar ruangan dapat mengakibatkan pakaian lembab dan bau apek dan harus dicuci kembali. Untuk memudahkan mengontrol dan memonitor pakaian yang dijemur, diperlukan sebuah alat yang dapat meneduhkan pakaian yang dijemur secara otomatis jika terjadi hujan. Alat ini menggunakan beberapa sensor yang dapat membantu memonitor status jemuran. Menggunakan sensor hujan untuk mendeteksi hujan sehingga dapat melakukan aksi yaitu berupa meneduhkan jemuran supaya tidak kehujanan dan sensor cahaya (LDR) untuk mendeteksi cahaya matahari, ketika cahaya matahari redup yang diakibatkan mendung atau sore hari, alat dapat melakukan aksi meneduhkan jemuran supaya tidak lembab dan harus dicuci ulang kembali.

Downloads

Published

2022-01-05