DARI AMPAS MENJADI EMAS: KREATIVITAS IBU-IBU AISYIYAH DALAM TRANSFORMASI AMPAS SUSU KEDELAI MENJADI PRODUK BERNILAI JUAL
DOI:
https://doi.org/10.31004/cdj.v7i2.56833Keywords:
Kreativitas, Ampas Susu Kedelai, Pemberdayaan Perempuan, Produk Bernilai Jual, Ekonomi Kreatif.Abstract
Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu limbah yang sering dihasilkan dari proses pembuatan susu kedelai adalah ampas kedelai yang umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan ibu-ibu Aisyiyah dalam mengolah ampas susu kedelai menjadi produk pangan yang bernilai jual. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, serta pendampingan dalam proses pengolahan ampas kedelai menjadi berbagai produk olahan seperti kerupuk, nugget, dan kue berbahan dasar ampas kedelai. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengemasan produk dan strategi pemasaran sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ibu-ibu Aisyiyah memiliki antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pelatihan serta mampu mengolah ampas susu kedelai menjadi produk yang lebih kreatif, bernilai gizi, dan memiliki potensi ekonomi. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha rumahan, serta mendorong pemanfaatan limbah pangan secara lebih produktif dan berkelanjutan.References
Robert Chambers. (1997). Whose Reality Counts? Putting the First Last. London: Intermediate Technology Publications.
Jim Ife. (2013). Community Development in an Uncertain World: Vision, Analysis and Practice. Cambridge: Cambridge University Press.
Malcolm Knowles. (1984). The Adult Learner: A Neglected Species. Houston: Gulf Publishing Company.
Daniel L. Stufflebeam. (2003). The CIPP Model for Evaluation. Boston: Kluwer Academic Publishers.
Caroline O. N. Moser. (1993). Gender Planning and Development: Theory, Practice and Training. London: Routledge.
Haedar Nashir. (2016). Gerakan Islam Berkemajuan: Muhammadiyah sebagai Gerakan Tajdid. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
John O’Toole. (1999). Characteristics and use of okara, the soybean residue from soy milk production. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 47(2), 363–371.
Liangli Yu., et al. (2008). Nutritional and functional properties of okara (soybean residue). Journal of Food Science, 73(1), R1–R7.
Li, B., Qiao, M., & Lu, F. (2012). Composition, nutrition, and utilization of okara (soybean residue). Food Reviews International, 28(3), 231–252.
Rahmawati, R., & Nurhayati, S. (2018). Pemanfaatan ampas kedelai sebagai bahan pangan bernilai tambah. Jurnal Teknologi Pangan, 9(2), 45–52.
Sari, D., Putri, A., & Wahyuni, L. (2020). Pengolahan ampas kedelai menjadi produk pangan kreatif sebagai peluang usaha rumah tangga. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1), 25–32.
Utami, R. (2019). Pemberdayaan perempuan melalui pengembangan usaha mikro berbasis rumah tangga. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 112–120.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2020). Pembangunan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia. Jakarta: KPPPA.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ambar Wulan Sari, Khairun Niswa, Indra Maryanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









