PENERAPAN DAGUSIBU DAN IMPLEMENTASI PENGGUNAAN TOGA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH PADA AISYIYAH RANTING PERENG

Authors

  • Irma Susanti Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • Afiv Wahyudi Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • Septian Dwi Mulyana Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • Popy Dwi Permata Sari Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • Vivi Tri Rusdiana Putri Jayanti Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • Haeny Sholichatin Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • M. Miftakhul Akhyar Universitas Muhammadiyah Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.31004/cdj.v7i2.54169

Keywords:

Dagusibu, Daya Tahan Tubuh, Toga

Abstract

Kebanyakan masyarakat di Dusun Pereng saat ini lebih memilih pengobatan yang dilakukan sendiri atau swamedikasi, biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, cacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Untuk menghindari medication error, maka masyarakat perlu mengenal DAGUSIBU meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Selain swamedikasi secara mandiri masyarakat lebih suka menggunakan bahan alami seperti jahe, serai, temulawak dan kunyit karena mudah didapat dan dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh, bahan alam dianggap lebih sedikit menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan penerapan DAGUSIBU dan pengelolahan TOGA untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan jamu dari TOGA. Metode yang digunakan yaitu ceramah, demonstrasi pemanfaatan TOGA, dan evaluasi. Kegiatan ini menggunakan kuisoner yang telah tervalidasi pada penelitian (Cholifatun et al., 2020). Untuk melihat perbandingan tingkat pegetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan, serta sebagai indikator keberhasilam kegiatan ini yang diolah menggunakan pengujian diskriptif. Hasil dari kegiatan ini masyarakat lebih memahami penerapan DAGUSIBU dan pemanfatan TOGA yang dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan rata-rata nilai pre-test yang didapat sebesar 81% dan pada rata-rata nilai post-test didapat sebesar 95%. Dari hasil tersebut, terdapat peningkatan sebesar 14% dari nilai pre-test dan post-test yang menandakan masyarakat dapat memahami mengenai materi yang disampaikan, terbukti dari peningkatan nilai yang didapat.

References

Atmojo, M., & Darumurti, A. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 100–109. https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8660

Cholifatun, D., Amananti, W., & Barlian, A. A. (2020). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu Obat Desa Karanggintung Kec. Sumbang Kab. Banyumas. Poltektegal, 9(1), 5–7. http://ejournal.poltektegal.ac.id/index.php/parape

Octavia, D. R., Susanti, I., & Negara, S. B. S. M. K. (2020). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Dan Pengelolaan Obat Yang Rasional Melalui Penyuluhan Dagusibu. GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 23–39. https://doi.org/10.30787/gemassika.v4i1.401

Pujiastuti, A., & Kristiani, M. (2019). Sosialisasi DAGUSIBU ( Dapatkan , Gunakan , Simpan , Buang ) obat dengan benar pada guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang. Indonesian Journal of Community Services, 1(1), 62–72. https://doi.org/10.30659/ijocs.1.1.62-72

Purwaningsih, D., Yasir, B., Hendrarti, W., Paluseri, A., & Burhan, A. (2022). Penerapan Budaya Sadar Obat Melalui Penyuluhan DAGUSIBU Pada Warga Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu-Takalar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Almarisah, 2022(1), 21–26. https://jurnalalmarisah.stifa.ac.id

Restiyono, A. (2016). Analisis Faktor yang Berpengaruh dalam Swamedikasi Antibiotik pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Kajen Kebupaten Pekalongan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 11(1), 14. https://doi.org/10.14710/jpki.11.1.14-27

Sembiring, E. V., & Makhdalena. (2024). Penyuluhan DAGUSIBU Obat dan TOGA pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung. Indonesian Journal of Community Empowerment (Ijce), 6(1), 1–6. https://doi.org/10.35473/ijce.v6i1.2540

Shoviantari, F., Widyaningrum, E. A., Pertiwi, K. K., Sugiyartono, Mawardika, H., Saputra, S. A., & Kristianingsih, I. (2024). Gerakan Opimba (Orang Tua Pintar Minum Obat): Penyuluhan dan Kaderisasi Orang Tua Cerdik dan Cermat dalam Penggunaan Obat Cair. JCEE : Journal Of Community Enggagement And Empowerment, 6(1), 22–27.

Yati, K., Hariyanti, Dwitiyanti, & Lestari, P. M. (2018). Pelatihan Pengelolaan Obat yang Tepat dan Benar di UKS Sekolah-. Jurnal SOLMA, 07(1), 42–49. https://doi.org/10.29405/solma.v7i1.656

Downloads

Published

2026-03-14

How to Cite

Susanti, I., Wahyudi, A., Mulyana, S. D., Sari, P. D. P., Jayanti, V. T. R. P., Sholichatin, H., & Akhyar, M. M. (2026). PENERAPAN DAGUSIBU DAN IMPLEMENTASI PENGGUNAAN TOGA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH PADA AISYIYAH RANTING PERENG. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 301–306. https://doi.org/10.31004/cdj.v7i2.54169

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.