PENYULUHAN KESEHATAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN NYERI PUNGGUNG BAWAH

Authors

  • Desy Kartikasari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Paulus Alexander Supit Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Nita Kurniawati Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Ferdinand Erwin Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/cdj.v4i6.22061

Keywords:

Nyeri Punggung Bawah; Disabilitas; Penyuluhan Kesehatan

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB), seperti yang didefinisikan oleh Persatuan Dokter Saraf Indonesia (PERDOSSI), merupakan persepsi nyeri yang terlokalisasi pada daerah punggung bagian bawah, dapat berupa nyeri lokal atau radikuler, atau keduanya. Nyeri ini terjadi di antara sudut iga terbawah dan lipat bokong bawah, yang merupakan daerah lumbal atau lumbosakral, seringkali disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. Berdasarkan penelitian multisenter PERDOSSI, sebanyak 18,37% dari 819 orang yang menjadi subjek penelitian pada 14 rumah sakit pendidikan Indonesia pada Mei 2002 mengalami NPB. Kejadian NPB ini terkait dengan berbagai faktor risiko, termasuk karakteristik pekerjaan, faktor lingkungan, aktivitas fisik, serta faktor genetik. NPB menjadi masalah kesehatan global yang umum, menyebabkan pembatasan aktivitas dan disabilitas kerja. Pentingnya penanganan NPB tercermin dalam data disabilitas terkait NPB di negara Barat, di mana sekitar 45-55% populasi pekerja mengalami NPB dalam periode 12 bulan. Penanganan NPB melibatkan pendekatan farmakologis dan non-farmakologis. Kegiatan ini merupakan kegiatan penyuluhan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat umum mengenai nyeri punggung bawah.

References

Astuti, I., Rosady, D. S., Romadhona, N., Achmad, S., & Kusmiati, M. (2019). Nyeri Punggung Bawah serta Kebiasaan Merokok, Indeks Massa Tubuh, Masa Kerja, dan Beban Kerja pada Pengumpul Sampah. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 1(1), 74–78. https://doi.org/10.29313/jiks.v1i1.4326

Harsono. (2009). Kapita Selekta Neurologi. Gadjah Mada University Press.

Pophof, B., Burns, J., Danker-Hopfe, H., Dorn, H., Egblomassé-Roidl, C., Eggert, T., Fuks, K., Henschenmacher, B., Kuhne, J., Sauter, C., & Schmid, G. (2021). The effect of exposure to radiofrequency electromagnetic fields on cognitive performance in human experimental studies: A protocol for a systematic review. Environment International, 157, 106783. https://doi.org/10.1016/j.envint.2021.106783

Seyed, M. A., & Mohamed, S. H. P. (2021). Low Back Pain: A Comprehensive Review on the Diagnosis, Treatment Options, and the Role of Other Contributing Factors. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 9(F), 347–359. https://doi.org/10.3889/oamjms.2021.6877

Varrassi, G., Moretti, B., Pace, M. C., Evangelista, P., & Iolascon, G. (2021). Common Clinical Practice for Low Back Pain Treatment: A Modified Delphi Study. Pain and Therapy, 10(1), 589–604. https://doi.org/10.1007/s40122-021-00249-w

Winata, S. D. (2014). Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Punggung Bawah dari Sudut Pandang Okupasi. Jurnal Kedokteran Meditek, 20(54).

Downloads

Published

2023-12-19

How to Cite

Kartikasari, D., Supit, P. A., Kurniawati, N., & Erwin, F. (2023). PENYULUHAN KESEHATAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN NYERI PUNGGUNG BAWAH. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(6), 12111–12114. https://doi.org/10.31004/cdj.v4i6.22061

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.