PENINGKATAN KEMANDIRIAN SUAMI PASANGAN BARU MENIKAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
DOI:
https://doi.org/10.31004/cdj.v7i2.54142Keywords:
Stunting; Pencegahan Stunting; Peran Suami; Pasangan Baru MenikahAbstract
Stunting merupakan isu kesehatan masyarakat prioritas nasional yang berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.. Salah satu faktor risiko terjadinya stunting adalah kurang optimalnya persiapan kehamilan, termasuk rendahnya pengetahuan dan keterlibatan suami dalam mendukung kesehatan ibu sejak masa pra-kehamilan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan peran suami pasangan baru menikah dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tanah Datar, Kabupaten Indragiri Hulu, yang merupakan salah satu wilayah lokus stunting. Metode pengabdian dilakukan melalui edukasi sebanyak dua kali pertemuan kepada 43 orang suami pasangan baru menikah dan pasangan belum memiliki anak, menggunakan metode ceramah, diskusi, curah pendapat, serta media infokus dan modul edukasi. Materi yang diberikan meliputi konsep stunting, persiapan kehamilan, kebutuhan ibu hamil, serta peran dan strategi intervensi suami selama masa kehamilan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman suami terkait peran dan tanggung jawab dalam mempersiapkan kehamilan istri, baik dari aspek fisik, psikologis, maupun dukungan terhadap pemeriksaan antenatal. Sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali langkah-langkah pencegahan stunting yang harus dilakukan sejak masa pra-kehamilan. Kegiatan ini penting sebagai upaya promotif dan preventif dalam pencegahan stunting melalui penguatan peran keluarga, khususnya suami, sejak awal siklus kehidupan.References
Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu. Prevalensi Stunting di Indragiri Hulu;2022
Juwita, S., & Ediyono, S. Dukungan Suami Terhadap Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita. KOSALA: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2023;11(1), 31–38.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2021–2024. Jakarta Kemenkes, R. I. Infodatin: Situasi Balita Pendek. Pusat Data dan Informasi. Jakarta;2016
Kementerian Kesehatan RI. Prevalensi stunting di Indonesia; 2023
Mulyani I, Dieny FF, Rahadiyanti A, Fitranti DY, Tsani AFA, Murbawani EA. Efek motivational interviewing dan kelas edukasi gizi berbasis instagram terhadap
Mustika, W., & Syamsul, D. Analisis Permasalahan Status Gizi Kurang Pada Balita di Puskesmas Teupah Selatan Kabupaten Simeuleu. Jurnal Kesehatan Global. 2018; 1(3), 127. https://doi.org/10.33085/jkg.v1i3.395
Rahmadhita, K Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 2020.11(1), 225–229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.253
Saputra, M. A., Rahmawati, A., & Suryani, S. K. Pengaruh edukasi terkait stunting terhadap tingkat pengetahuan pencegahan stunting pada ibu hamil: literature review; 2022
SB, E. M.. Hubungan Dukungan Suami Dengan Upaya Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stunting Pada Masa Kehamilan. Jurnal Kebidanan, 2023;13(2), 166–174
Saadah, N. Monograf Mencegah dan Menangani Stunting di Daerah Lokus Stunting. Media Sains Indonesia;2022
Tokhi, M., et al. (2020). Involving men to improve maternal and newborn health. BMC Pregnancy and Childbirth, 20(1), 1–13
UNICEF. (2021). The State of the World’s Children: On My Mind. New York: UNICEF
Sartika RAD. Penerapan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Gizi terhadap Perilaku Sarapan Siswa Sekolah Dasar. Kesmas Natl Public Heal J. 2012;7(2):76.
Tokhi, M., et al. (2020). Involving men to improve maternal and newborn health. BMC Pregnancy and Childbirth, 20(1), 1–13
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Deswita Deswita, Yulianto Yulianto, Ardenny Ardenny, Nur Aulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









