Eft, Terapi Doa, dan Seft Untuk Mengurangi Tingkat Stres, Kecemasan dan Depresi: Literatur Review
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v8i2.24925Abstract
Kesehatan mental telah menjadi masalah serius di dunia ini. Beberapa bentuk penyakit mental yang dialami antara lain stres, kecemasan, dan depresi. Terapi komplementer diyakini dapat membantu mengatasi masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi literatur mengenai terapi komplementer yaitu Emotional Freedom Technique (EFT), Terapi Doa dan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dalam mengatasi stres, kecemasan dan depresi. SEFT merupakan terapi yang menggabungkan terapi EFT dan terapi doa. Literatur yang dipilih dari Google Scholar dan PubMed, untuk periode 2018 hingga 2023. Hasil penelitian menemukan bahwa terapi komplementer EFT, Terapi Doa dan SEFT dapat menurunkan tingkat stres, kecemasan dan depresi untuk beberapa klien dengan kasus tertentu. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara penurunan stres, kecemasan dan depresi dengan peningkatan kinerja setelah terapi komplementer.Downloads
Published
2024-05-23
How to Cite
Zani, A. Y. P., & Shari, W. W. (2024). Eft, Terapi Doa, dan Seft Untuk Mengurangi Tingkat Stres, Kecemasan dan Depresi: Literatur Review. Jurnal Ners, 8(2), 1241–1251. https://doi.org/10.31004/jn.v8i2.24925
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Ners
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).