http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/issue/feed Jurnal Ners 2024-06-12T00:58:39+00:00 Zurrahmi Z.R [email protected] Open Journal Systems <p>Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, sebagai wadah bagi peneliti, baik yang berada di dalam kampus maupun dari luar kampus dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Ners sudah memiliki ISSN Online dengan ISSN 2580-2194. Jurnal Ners terbit sebanyak 2 kali dalam satu tahun, pada bulan April dan Oktober.</p> <p>. <a title="Google Scholar ID" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=RTw1DtIAAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=1"><img src="https://obsesi.or.id/public/site/images/fauziddin/bingkai_Google_Scholar.jpg" alt="" width="223" height="89" /></a> <a title="Garba Rujukan Digital Ristekdikti" href="http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/17429"><img src="https://obsesi.or.id/public/site/images/fauziddin/Bingkai_Garuda.jpg" alt="" width="165" /></a> <a title="BASE" href="https://www.base-search.net/Search/Results?type=all&amp;lookfor=jurnal+ners+universitas+pahlawan&amp;ling=1&amp;oaboost=1&amp;name=&amp;thes=&amp;refid=dcresen&amp;newsearch=1"><img src="https://obsesi.or.id/public/site/images/fauziddin/Bingkai_BASE1.jpg" alt="" width="165" /></a> <img src="https://obsesi.or.id/public/site/images/fauziddin/Bingkai_PKP_Index.jpg" alt="" width="165" /> <img src="https://obsesi.or.id/public/site/images/fauziddin/Moraref_News.jpg" alt="" width="245" height="98" /> <img src="https://jbasic.org/public/site/images/fadhilaturrahmi/Bingkai_Indonesia_One_Search.jpg" alt="" width="267" height="105" /></p> http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/28666 Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Perubahan Tanda Vital dan Skor Nyeri Pada Tindakan Pungsi Vena Pediatri 2024-05-30T06:46:34+00:00 Muhammad Yusuf Makkaraeng [email protected] Fahmi Maruapey [email protected] Laura B. S. Huwae [email protected] Ony W. Angkejaya [email protected] <p>Rasa nyeri yang diakibatkan tindakan pungsi vena sering dialami anak- anak dan dapat menyebabkan pengaruh buruk. Nyeri yang tidak ditangani dapat meningkatkan skor nyeri dan perubahan pada tanda vital. Pemberian kompres dingin dapat meminimalkan rasa nyeri dengan cara menghambat impuls serabut myelin kecil dan nonmyelin serabut C, sehingga dapat mengurangi kenaikan jumlah rangsangan nosiseptor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap skor nyeri dan tanda vital akibat tindakan pungsi vena pada anak usia 6-12 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <em>consecutive sampling </em>dengan jumlah sampel 40 orang yang terdiri dari 20 orang kelompok eksperimen dan 20 orang kelompok kontrol. Waktu pengambilan data dilakukan selama bulan Juli 2018. Hasil uji <em>mann-whitney </em>menunjukkan kompres dingin dapat menurunkan nyeri secara signifikan (p=0.001). kompres dingin juga dapat menurunkan tekanan darah sistole (p=0.000), tekanan darah diastole (p=0.025), frekuensi nadi (p=0.008), dan frekuensi napas (p=0.000). Kompres dingin sangat efektif digunakan selama tindakan pungsi vena untuk meminimalkan rasa nyeri dan respons fisiologis. Diharapkan kompres dingin dapat digunakan untuk manajemen nyeri nonfarmakologi sebagai perawatan rutin terutama saat tindakan pungsi vena.</p> 2024-06-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/28425 Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Tingkat Nomophobia Pada Siswa SMA Negeri 1 Salo Tahun 2024 2024-05-29T17:05:35+00:00 Rizki Rahmawati Lestari [email protected] Zurrahmi Z.R [email protected] Dessyka Febria [email protected] Etri Gustiana [email protected] <p>Penggunaan<em> smartphone </em>yang berlebihan pada siswa sekolah menengah atas dapat mempengaruhi kesehatan mental yang mengakibatkan cemas, gelisah dan khawatir berjauhan dari <em>smartphone</em>. Masalah yang disebabkan penggunaan <em>smartphone </em>yang berlebihan dikenal dengan <em>Nomophobia (No Mobile Phone Phobia), </em>yang merupakan masalah kesehatan mental baru yang belum terdaftar pada <em>Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder</em> (DSM-5)<em>. </em>Intensitas pengunaan media sosial merupakan salah satu faktor penyebab <em>nomophobia.</em> <em>Nomophobia</em> memiliki tingkatan yaitu ringan, sedang dan berat. Saat ini banyak siswa yang mengalami <em>nomophobia</em> yang mengkibatkan ketergantungan dan merasa gelisah, cemas, khawatir apabila tidak kontak dengan <em>smartphone</em>.<em> Penelitian ini </em>bertujuan untuk mengetahui “Hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat nomophobia pada siswa SMA Negeri 1 Salo tahun 2024”. Jenis penelitian ini non eksperimen dengan desain <em>cross sectional</em>. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6-15 Mei 2024 dengan jumlah populasi 273 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 162 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>proporsionate</em> <em>stratified random sampling.</em> Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data univariat dan bivariat dengan uji <em>chi-square</em>. Hasil analisa univariat diperoleh 120 siswa (74,1%) intensitas penggunaan media sosial tinggi mengalami <em>nomophobia</em> sedang, ada hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat <em>nomophobia</em> pada siswa SMA Negeri 1 Salo tahun 2024 (p value = 0,000). Diharapkan siswa mengurangi penggunaan <em>smartphone</em> dan meningkatkan kontrol diri serta menggunakan media sosial dengan bijak agar terhindar dari <em>nomophobia</em></p> 2024-06-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/24546 Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Hinua 2024-05-07T16:27:52+00:00 Devi Devi [email protected] Wita Oileri Tikirik [email protected] Nini Sahrianti [email protected] Andi Nursanti [email protected] Tenny Tarnoto [email protected] Nasrullah Nasrullah [email protected] <p>Apabila harapan pasien terpenuhi, berarti pelayanan tersebut telah di anggap sebagai suatu kepuasan pelayanan. Sebaliknya apabila harapan pasien tidak tercapai, maka diartikan kualitas pelayanan tidak memenuhi apa yang diharapkan pasien. Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Hinua Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju dengan pendekatan 5 dimensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik <em>accidental</em> sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang datang berobat di Puskesmas Hinua pada bulan juni 2023 sebanyak 85 jiwa. dengan hasil penelitian menunjukkan dari 70 sampel yang di teliti bahwa gambaran tingkat tinggi lebih besar dari 55,7% sedangkan gambaran tingkat rendah kurang dari 55,7%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien yang ada di Puskesmas Hinua Kecamatan Bonehau tentang kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian dalam kategori puas 39 orang dengan persentase 55,7%, kategori tidak puas 31 orang dengan persentase 44,3%, dengan adanya penelitian ini diharapkan adanya upaya untuk mengembangkan pengetahuan dan memperluas wawasan tentang pentingnya pelayanan kefarmasian kepada pasien</p> 2024-06-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/28228 Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Di Ruang Bersalin RSUD Kabupaten Sumedang 2024-05-30T07:28:57+00:00 Syawalia Fitri Subagja [email protected] Emi Lindayani [email protected] Diding Kelana Setiadi [email protected] <p>Kejadian bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab angka kematian bayi (AKB). BBLR dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah dipengaruhi oleh usia ibu. Bayi dengan BBLR akan mengalami beberapa gangguan seperti gangguan imunitas berupa lemahnya sistem imun sehingga akan sering terkena infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSUD Kabupaten Sumedang. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan subjek retrospektif menggunakan data sekunder di instalasi rekam medik RSUD Kabupaten Sumedang. Peneliti menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 1.010 data. Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan nilai signifikansi p-Value = 0.283 yang berarti tidak ada hubungan antar usia dengan kelahiran bayi BBLR. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu faktor usia ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian BBLR di RSUD Kabupaten Sumedang.</p> 2024-06-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27991 Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Perut dengan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Guru Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Padang 2024-05-30T08:00:16+00:00 Salsabila Nadyah [email protected] Abdiana Abdiana [email protected] Siti Nurhajjah [email protected] Ulya Uti Fasrini [email protected] Roza Mulya [email protected] <p>Insidensi Diabetes melitus (DM) mengalami kenaikan secara global termasuk di Indonesia. Peningkatan kejadian obesitas merupakan salah satu faktor penyebabnya. Obesitas dapat dinilai dengan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar perut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan IMT dan lingkar perut dengan kadar gula darah sewaktu (GDS) pada guru di dua Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 dan 13 Padang melibatkan 62 guru. Data penelitian ini diantaranya IMT, lingkar perut, dan kadar GDS. Data dikategorikan sebelum diolah menggunakan uji analisis statistik. Penelitian ini menggunakan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antara kategori IMT dan lingkar perut dengan kadar GDS. Hasil penelitian menunjukkan dari 62 guru paling banyak berjenis kelamin perempuan (79%) dengan rentang usia 46-55 tahun (30,6%). Sebagian besar guru memiliki IMT overweight (79%) dan obesitas sentral (75,8%); namun kadar GDS sebagian besar normal (82,3%). Tidak terdapat hubungan secara statistik antara IMT dan kadar GDS dengan nilai p&gt;0,05 (0,431). Pada penelitian ini hubungan antara lingkar perut dengan kadar GDS tidak dapat ditentukan. Penelitian ini menyimpulkan tidak terdapat hubungan IMT dengan kadar GDS pada guru SMAN 2 dan 13 Padang. Meskipun demikian, hampir seluruh guru dengan IMT overweight memiliki kadar GDS yang lebih tinggi.</p> 2024-06-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27792 Pengaruh Media Whatsapp Chat Bot Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Anemia Dan Tablet Tambah Darah Di SMKN 2 Sumedang 2024-05-30T07:47:07+00:00 Suwarno Suwarno [email protected] Dedah Ningrum [email protected] Emi Lindayani [email protected] <p>Anemia remaja masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Hal ini akan berdampak buruk jika tidak segera ditangani. Remaja putri adalah salah satu kelompok rentan mengalami anemia yang diakibatkan oleh kehilangan darah pada saat menstruasi. Hal ini diperparah dengan pola makan tidak sehat yang kurang asupan zat besi. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan mengenai anemia dan tablet tambah darah dirasa perlu sebagai pencegahan preventif secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media WhatsApp <em>chat bot</em> terhadap pengetahuan remaja putri mengenai anemia dan Tablet Tambah Darah (TTD). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif <em>quasi eksperimental</em> <em>one group</em> <em>pre-test post-test</em> dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden yang merupakan siswi kelas 10 SMKN 2 Sumedang. Hasil uji statistik didapatkan rata-rata nilai <em>pre-test</em> 88,51 dan <em>post-test</em> 91,96 dengan <em>p</em> <em>value</em> sebesar 0,011. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap pengetahuan remaja putri sebelum dan setelah pemberian pendidikan kesehatan menggunakan WhatsApp <em>chat bot</em>.</p> 2024-06-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27500 Analisis Faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Pulang Pisau 2024-05-12T14:52:16+00:00 Bayu Soesanto [email protected] Zairin Noor [email protected] Bahrul Ilmi [email protected] Eko Suhartono [email protected] Fauzie Rahman [email protected] <p>Pemanfaatan pelayanan kesehatan hanya mencapai 32,14% penduduk Indonesia datang ke Puskesmas. Keberadaan Puskesmas Pulang Pisau dalam rangka pemerataan dan upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau. Mengetahui hubungan antara persepsi sehat-sakit, tingkat pendidikan, pendapatan, dan kepemilikan asuransi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pulang Pisau. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan pendekatan <em>cross sectional </em>dengan 100 orang sebagai sampel menggunakan teknik<em> purposive Sampling.</em> Instrumen penelitian adalah kuesioner. Variabel terikat:pemanfaatan pelayanan kesehatan. Variabel bebas: persepsi sehat-sakit, tingkat pendidikan, pendapatan, dan kepemilikan asuransi. Analisis bivariat menggunakan <em>chi square</em> dan multivariat menggunakan <em>regresi logistik berganda</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi sehat-sakit (p=0,000), tingkat pendidikan(p=0,000), pendapatan (p=0,006), dan kepemilikan asuransi (p=0,003). Variabel persepsi sehat-sakit paling berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pasien. (Exp(B)= 31,200. Terdapat hubungan antara persepsi sehat-sakit, tingkat pendidikan, pendapatan, dan kepemilikan asuransi. Variabel yang paling berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah persepsi sehat-sakit.</p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27488 Gangguan Mental Emosional Pada Anak Sekolah Dasar 2024-05-12T14:52:16+00:00 Umy Yonaevy [email protected] Ratih Prananingrum [email protected] <p><em>Mental and emotional disorders experienced by primary school children are a significant problem that requires special attention. The aim of this study was to find the components that contribute to mental emotional disorders in elementary school-aged children. Family environmental factors, genetic factors, and social factors were studied to understand their impact on the mental and emotional state of children. This was done through surveys and data analysis. The study found that environmental, genetic, and social factors are critical to a child's mental health. Another study found that healthy and harmonious family dynamics, sufficient social support, and knowledge of genetic factors can help prevent and overcome mental emotional disorders in elementary school children</em></p> 2024-06-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27356 Pengaruh Penambahan Tepung Tempe dan Tepung Kelor Terhadap Kandungan Gizi Formula Teko (Tempe Kelor) 2024-05-30T07:21:02+00:00 Meirina S Loaloka [email protected] Asweros Umbu Zogara [email protected] Anak Agung Ayu Mirah Adi [email protected] Santa Luciana Da Costa [email protected] Maria F.D.P Kewa Niron [email protected] <p>Nutrition problems in Indonesia are still a serious health problem with 28,47% of children are in a condition of malnutrition and malnutrition. Efforts to develop materials Nutritious and affordable food is very necessary. This research was conducted to prove The impact of giving skim milk with the substitution of tempeh flour and moringa flour improve nutritional status in children with malnutrition. This research uses design completely randomized, namely with 4 treatments with 1 standard treatment. Based on the results above showed that the addition of tempeh flour and moringa flour had an effect on the levels The nutritional content of the product produced, especially protein, is 3.076. This is due to because the portion of carbohydrates was replaced with tempeh flour and moringa flour, it increased tempe flour and moringa flour are supplemented or added to the teko formula, the protein content in the formula becomes high so the teko formula is Substituted with tempeh flour and moringa flour, it can be consumed by malnourished toddlers can meet their nutritional needs.</p> 2024-06-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27323 Hubungan Response Time Perawat Berdasarkan Level Canadian Triage Acuity Scale (CTAS) Dalam Penanganan Kegawatan di IGD RSUD Sumedang 2024-05-30T07:27:50+00:00 Nisa Yoelia Nur Allif [email protected] Popon Haryeti [email protected] Ayu Prameswari Kusuma Astuti [email protected] <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit terdepan dalam penanganan pasien kritis di rumah sakit. Kecepatan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">waktu respons</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;yang optimal sangat penting untuk menjamin keamanan dan kepuasan pasien. Evaluasi terhadap waktu respon perawat berdasarkan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Canadian Triage Acuity Scale (</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> CTAS) menjadi suatu mengingat keharusan jumlah kunjungan pasien yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">waktu respon</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;perawat berdasarkan level CTAS dalam penanganan kegawatan di IGD. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">cross-sectional</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> , dilaksanakan di IGD RSUD Sumedang. Populasi terdiri dari 34 perawat IGD yang menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">waktu respon</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;perawat dan tingkat CTAS di IGD RSUD Sumedang. Hal ini diperkuat dengan hasil uji </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Mann-Whitney</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;yang menunjukkan nilai </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">p-value</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;sebesar 1.000 </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">(p &gt; 0.05),</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;serta dari hasil uji </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Spearman Rho</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;diperoleh </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">p=0.344 (p&gt;0.05)</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;menunjukkan adanya hubungan positif antara level CTAS dan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">waktu respon</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> perawat di IGD RSUD Sumedang. Dengan demikian, dari data yang diamati bahwa di IGD RSUD Sumedang Semakin tinggi level CTAS, semakin cepat </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">respon time</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;perawat.</span></span></p> 2024-06-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26203 Pengaruh Air Rebusan Daun Salam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Systematic Literature Review 2024-05-02T01:14:07+00:00 Febby Anggraeni Rochmah [email protected] Ahmad Purnama [email protected] Amanda Puspanditaning [email protected] <p>Hipertensi merupakan pemicu utama kematian global yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler. Data World Health Organization (WHO) dan The International Society of Hipertensi (ISH) menunjukkan di seluruh dunia ada sebanyak 600 juta yang menderita hipertensi saat ini. Angka ini terus mengalami peningkatan tiap tahun. Di Kabupaten Sumedang penderita hipertensi mencapai 230.490 jiwa dan Kecamatan Cimalaka dengan kejadian hipertensi terbanyak yaitu sebanyak 12.404 yang memiliki potensi angka peningkatan kejadian hipertensi pada tahun 2025. Terdapat 2 cara penanganan hipertensi yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu contoh nonfarmakologis yaitu pemberian air rebusan daun salam. Tujuan literature review ini ialah untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian dengan menggunakan Google Scholar, Scopus, PubMed, dan Cochrance dengan rentang tahun 2013-2023. Systematic literature review ini menggunakan 21 artikel sesuai dengan inklusi dan eksklusi.</p> 2024-05-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/22425 Peran Personal Hygiene Dalam Kejadian Skabies: Tinjauan Literatur 2024-05-01T15:46:51+00:00 Shoimatul Fitriyah Ashari [email protected] Ernawati Ernawati [email protected] <p>Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabei. Skabies ditetapkan sebagai Neglected Tropical Disease (NTDs) oleh WHO. Salah satu faktor risiko yang secara signifikan memengaruhi kejadian skabies adalah personal hygiene dimana semakin tidak baik personal hygiene yang dimiliki, maka kejadian skabies seseorang menjadi lebih tinggi. Salah satu alasannya mungkin adalah kebersihan pribadi yang buruk dalam jangka waktu yang lama karena kekurangan air yang dapat &nbsp;digunakan untuk kebersihan pribadi seperti &nbsp;mandi dan mencuci tangan. Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu literature review yang mengevaluasi pengaruh dari personal hygiene dengan kejadian skabies. Komponen personal hygiene yang harus ditegaskan pada masyrakat berisiko yaitu &nbsp;mandi secara teratur setiap hari, minimal 2 kali dalam sehari dan mencuci tangan dengan sabun sehingga tungau dapat hilang terbawa oleh air dan sabun, memotong kuku satu kali dalam seminggu, sering mengganti pakaian, dan menjaga kebersihan pakaian dengan mencuci dan menjemur pakaian di bawah sinar matahari serta menjaga kebersihan dari alas tidur dengan sering mengganti sprei dan menjemur tempat tidur di bawah terik sinar matahari.</p> 2024-05-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23138 Anesthesia Management on Neonatal Atresia Duodenum with Gastric Outlet Obstruction: Case Report 2024-05-01T15:46:42+00:00 Dwi Hidayanti [email protected] Swanita Woyka [email protected] <p class="abstrak" style="margin: 0cm 2.85pt 6.0pt 0cm;"><span lang="EN-US" style="font-size: 11.0pt;">This case report presents a thorough investigation into the condition of a 1-day-old male neonate diagnosed with Atresia Duodenum, elucidating the complexities of clinical manifestation, diagnostic assessments, surgical intervention, and post-operative care. The neonate displayed a spectrum of symptoms, encompassing vomiting, neonatal pneumonia, and gastric outlet obstruction, coupled with a history of low birth weight, BBLR, and polidaktili. The management of neonates with Atresia Duodenum is underscored as challenging, emphasizing the indispensable role of a multidisciplinary approach for optimal outcomes. Born at 36 weeks gestation through caesarean section due to polyhydramnion, the neonate presented distinct clinical features alongside relevant laboratory irregularities. Radiographic confirmation of the diagnosis revealed stomach dilatation with minimal air in the distal intestine. The subsequent Atresia Duodenum bypass procedure on October 10, 2023, was executed with scrupulous attention to intraoperative vital signs and anesthesia management. Post-operatively, the neonate demonstrated spontaneous breathing and stable vital signs but exhibited weakness upon NICU transfer. This in-depth analysis underscores the intricate nature of Atresia Duodenum, accentuating the complexities inherent in its diagnosis, surgical intervention, and post-operative care. Radiographic modality played a pivotal role in confirming the diagnosis, while the surgical procedure underscored the significance of timely and precise intervention. The post-operative phase unveiled persistent challenges, emphasizing the systemic impact of Atresia Duodenum and necessitating vigilant multidisciplinary care. This case report contributes nuanced insights to medical literature, emphasizing the imperative of a collaborative and multidisciplinary approach involving neonatologists, surgeons, and anesthesiologists. Ongoing research and shared experiences will further refine comprehension and elevate care standards for neonates with Atresia Duodenum.</span></p> 2024-05-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23387 Managing Refractory Myasthenia Gravis In-Depth Multidisciplinary Exploration: Case Report 2024-05-01T15:46:39+00:00 Given Kentanto [email protected] Sunaryo Sunaryo [email protected] <p>Our case of a 38-year-old female patient with refractory Myasthenia Gravis (MG) is presented, emphasizing the intricate and evolving nature of the disease. The patient exhibits predominant cranial and upper respiratory muscle involvement, characteristic of ocular MG, accompanied by diurnal symptom variation. The case underscores the imperative of individualized therapeutic strategies aimed at achieving disease stability and enhancing the patient's quality of life. Additionally, it highlights the pressing need for ongoing research and advancements in MG management, emphasizing tailored care and a multidisciplinary approach to address refractory cases effectively. This clinical journey exemplifies the complexities and opportunities inherent in the management of refractory MG within the context of contemporary medical practice.</p> 2024-05-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23389 Eyelid and Lacrimal Canaliculus Rupture in an Elderly Patient: A Case Report and Management Approach 2024-05-01T15:46:32+00:00 Bay Hepi Kosasih [email protected] Anissya Rima [email protected] Muhammad Rizal Permana [email protected] Oktarina Nila Juwita [email protected] <p><em>Canalicular lacerations resulting from eyelid or periorbital area injuries are considered ophthalmologic emergencies. This condition transcends age groups and primarily affects the lower canaliculi, potentially leading to canaliculus stenosis and lacrimal dysfunction characterized by epiphora if not promptly addressed. In this medical journal abstract, we present a case study involving an elderly male patient who sustained eyelid and lacrimal canaliculus injuries. The management approach consisted of inserting a silicone tube and using a 6-0 nylon suture for eyelid reconstruction. Notably, the procedure was successful without any complications, resulting in a favorable outcome for the patient. This case underscores the importance of timely intervention and the efficacy of the described surgical technique in addressing canalicular lacerations.</em></p> 2024-05-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27168 Analisis Yuridis Pelimpahan Wewenang oleh Dokter terdahap Perawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Studi Rumah Sakit Pabatu 2024-05-08T07:38:48+00:00 Rianiari Rangkutir [email protected] Irsyam Risdawati [email protected] <p>Perawatan pasien di Ruang Intensive Care Unit (ICU) memerlukan kolaborasi erat antara dokter dan perawat. Praktik pelimpahan wewenang oleh dokter kepada perawat di ICU Rumah Sakit Pabatu mengungkapkan dinamika kompleks dan tantangan yang ada dalam penerapannya. Kesenjangan profesional dan kurangnya kejelasan regulasi menjadi sorotan utama yang mempengaruhi efektivitas kerja sama tim dalam menyediakan perawatan kesehatan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis yuridis pelimpahan wewenang oleh dokter kepada perawat di ICU dan mengidentifikasi kesenjangan serta tantangan yang dihadapi, khususnya dalam konteks hukum dan praktik profesional.Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-sosiologis, menggabungkan analisis dokumen hukum yang relevan dan wawancara dengan dokter dan perawat di ICU Rumah Sakit Pabatu untuk mengumpulkan data mengenai praktik pelimpahan wewenang. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakjelasan dalam regulasi yang mengatur pelimpahan wewenang di ICU, yang berpotensi menyebabkan praktik pelimpahan yang tidak konsisten dan menimbulkan risiko hukum bagi dokter dan perawat. Selain itu, ditemukan pula kesenjangan dalam pengakuan profesional dan koordinasi tim yang mempengaruhi kualitas perawatan pasien.Penelitian ini merekomendasikan pengembangan regulasi yang lebih spesifik tentang pelimpahan wewenang, peningkatan pelatihan bersama dokter dan perawat, serta penerapan mekanisme pemantauan untuk memastikan praktik pelimpahan yang aman dan bertanggung jawab. Rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama tim dan kualitas perawatan pasien di ICU.</p> 2024-05-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23422 Upaya Pencegahan TBC dengan Demonstrasi Etika Batuk di Wilayah Kerja Puskesmas Kresek, Tangerang 2024-05-01T15:46:28+00:00 Chesia Angelina [email protected] Clement Drew [email protected] <p>Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular melalui udara yang ditularkan melalui batuk, bersin, atau pembuangan dahak yang tidak memadai. Dalam konteks global pada tahun 2021, sekitar 10,6 juta orang didiagnosis menderita TBC paru. Jumlah kasus yang dilaporkan di Indonesia adalah sekitar 969.000 pada tahun yang sama. Berdasarkan data Januari-Juli 2023, Puskesmas Kresek mencatat adanya peningkatan kasus baru TBC paru sebanyak 75 kasus. Meningkatkan kesadaran akan penyakit TBC paru di kalangan masyarakat Desa Kresek, menekankan pentingnya etika batuk yang benar dan praktik mencuci tangan yang efektif.: Intervensi ini dilakukan melalui pendekatan diagnosis komunitas, menggunakan Paradigma Blum untuk mengidentifikasi masalah dan metode Delphi tanpa skoring untuk menentukan prioritas masalah. Diagram tulang ikan digunakan untuk analisis akar permasalahan. Strategi intervensi, yang berfokus pada mendidik warga tentang teknik batuk yang benar, dirancang menggunakan pendekatan kerangka logis yang berorientasi pada tujuan. Angka kejadian kasus baru TBC paru di wilayah operasional Puskesmas Kresek tertinggi tercatat di Desa Kresek. Penilaian pra-intervensi untuk mengukur pemahaman tentang etika batuk yang benar di antara peserta menunjukkan bahwa hanya 6 dari 20 yang dapat melakukan etika batuk. Pasca intervensi, yang melibatkan demonstrasi komprehensif, semua peserta dapat melakukan etika batuk yang benar. Pendekatan diagnosis komunitas memastikan Desa Kresek memiliki prevalensi TB paru tertinggi. Melalui diagnosis ini, faktor-faktor yang berkontribusi diidentifikasi, dan intervensi yang ditargetkan diterapkan. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman masyarakat setempat tentang etika batuk yang efektif (p=0,002), yang mendorong langkah-langkah mitigasi penyebaran tuberkulosis di Desa Kresek.</p> 2024-05-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27165 Yurisdiksi Mediator Kesehatan Dalam Penyelesaian Sengketa Medis Melalui Alternative Penyelesaian Sengketa 2024-05-08T07:37:45+00:00 Fhika Maisyarah Mufrizal [email protected] Irsyam Risdawati [email protected] Rahmayanti Rahmayanti [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan yurisdiksi mediator kesehatan sebagai fasilitator dalam penyelesaian sengketa medis melalui metode alternatif penyelesaian sengketa (APS). Dengan meningkatnya kasus sengketa medis, pentingnya proses mediasi untuk menawarkan solusi yang efektif, efisien, dan memuaskan bagi kedua belah pihak menjadi sangat signifikan. Penelitian ini juga menyoroti dukungan legislatif untuk mediasi dalam sengketa medis sebagai upaya untuk mengurangi beban pengadilan dan memperkuat hubungan antara pasien dan penyedia layanan kesehatan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi literatur dan analisis dokumen terkait yurisdiksi mediator kesehatan dalam undang-undang kesehatan dan peraturan terkait lainnya. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan wawancara dengan mediator kesehatan yang berpengalaman serta pihak-pihak yang pernah terlibat dalam mediasi sengketa medis untuk memperoleh perspektif praktis tentang proses dan tantangan mediasiHasil penelitian menunjukkan bahwa mediator kesehatan memiliki peran penting dalam menyelesaikan sengketa medis, dengan berfokus pada pencapaian solusi win-win bagi kedua belah pihak. Regulasi seperti Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa memberikan landasan hukum yang kuat untuk praktik mediasi. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk perbedaan pengetahuan medis antara pasien dan penyedia layanan kesehatan serta masalah kepercayaan terhadap proses mediasi. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk meningkatkan pelatihan dan sertifikasi untuk mediator kesehatan, meningkatkan kesadaran publik tentang mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa, dan memperkuat kerangka hukum yang mendukung mediasi dalam konteks kesehatan. Selain itu, integrasi proses mediasi ke dalam sistem kesehatan secara luas dapat memfasilitasi akses yang lebih mudah bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan untuk menggunakan mediasi.</p> 2024-05-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23423 Penanggulangan Demam Berdarah Melalui Kontrol Vektor dengan Edukasi dan Identifikasi Wadah dan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Wilayah Puskesmas Gembong 2024-05-01T15:46:25+00:00 Lestari Simatupang [email protected] Tom Surjadi [email protected] <p>Demam berdarah merupakan penyakit menular yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan secara global. Penelitian ini berupaya menerapkan strategi berorientasi masyarakat di wilayah Puskesmas Gembong untuk mengidentifikasi wadah jentik dan mencegah demam berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat tentang demam berdarah, memungkinkan mereka mengenali faktor-faktor risiko dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Dengan menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan survei, penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data dengan penilaian pengetahuan Masyarakat mengenai identifikasi wadah jentik nyamuk. Analisis statistik menggunakan metode univariat dan uji McNemar untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan pasca edukasi. Intervensi ini menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan demam berdarah. Sebagian besar penduduk pada awalnya tidak mengetahui tatacara identifikasi jentik dan wadah yang seringkali menjadi lokasi jentik. Namun setelah mendapat edukasi, terjadi peningkatan yang signifikan (p=0,001). Pemahaman ini bertujuan supaya masyarakat dapat mengidentifikasi faktor risiko demam berdarah dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Temuan penelitian ini menyoroti peran penting pendidikan yang berfokus pada masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan tentang identifikasi dan pencegahan demam berdarah. Dengan membekali individu dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, mendorong masyarakat untuk mengenali faktor risiko demam berdarah dan mengambil langkah proaktif untuk mengurangi dampaknya.</p> 2024-05-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23598 Intermittent Fasting: Unveiling the Therapeutic Potential in Metabolic Health Management - A Literature Review 2024-05-01T15:46:21+00:00 Fitri Aqila [email protected] Alexander Halim Santoso [email protected] <p><em>With the global prevalence of obesity and metabolic syndrome increasing, innovative therapeutic strategies are needed to reduce this prevalence. One approach being explored is Intermittent Fasting. This study aims to evaluate the effectiveness of Intermittent Fasting in managing Metabolic Syndrome, obesity, type 2 diabetes mellitus (T2DM), and cardiovascular risk factors. Literature searches were conducted for the period from 2010 to 2023. The analysis focused on randomized controlled trials, clinical studies, case reports, case series, and review articles assessing the effects of Intermittent Fasting on metabolic syndrome. It was found that Intermittent Fasting contributes to weight loss, improved insulin sensitivity, and modulation of leptin and adiponectin levels. Although some studies show results similar to traditional calorie restriction, Intermittent Fasting has shown potential in improving lipid profiles and reducing blood pressure. Despite its promising potential, the implementation of Intermittent Fasting in clinical practice requires a deeper understanding of its mechanisms. Furthermore, additional research is needed to evaluate the feasibility of adopting Intermittent Fasting as a lifestyle. Intermittent Fasting shows benefits in managing obesity, metabolic syndrome, and cardiovascular risk factors.</em></p> 2024-05-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23649 Perbandingan Terapi Metformin dan Insulin Pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) 2024-05-01T15:46:18+00:00 Natasya Rahma Dewi Pawestri [email protected] Diana Novitasari [email protected] <p>Diabetes adalah kondisi yang umum dan memiliki dampak signifikan pada berbagai sistem tubuh, dengan sekitar 40% kasus diabetes menjadi lebih rumit dengan Penyakit Ginjal Kronis (CKD). Komplikasi ini termanifestasi melalui ketidaknormalan persisten dalam fungsi ginjal, yang sering kali ditandai dengan peningkatan ekskresi albumin dalam urin atau penurunan Tingkat Filtrasi Glomerulus (GFR). Memahami pengelolaan diabetes dalam konteks CKD sangat penting untuk mengoptimalkan perawatan pasien. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk secara komprehensif mendeskripsikan dan mengevaluasi penggunaan obat antidiabetes oral dan suntikan insulin khususnya pada pasien CKD dengan diabetes. Di antara banyaknya obat antidiabetes yang tersedia, metformin menjadi agen hipoglikemik oral garis depan yang direkomendasikan dalam sebagian besar pedoman diabetes kontemporer. Namun, penggunaannya dikontraindikasikan pada individu dengan GFR kurang dari 30 mL/menit/1,73m² karena kekhawatiran terkait asidosis laktat. Saat ini, tidak ada konsensus standar atau pedoman yang diterima secara luas mengenai penggunaan optimal insulin pada pasien CKD dengan diabetes. Ketidakjelasan dalam bidang ini membutuhkan investigasi komprehensif lebih lanjut dan pemahaman yang lebih dalam tentang interaksi antara diabetes, CKD, dan strategi pengelolaan yang tepat, khususnya dalam penggunaan insulin. Memecahkan ketidakpastian ini sangat penting untuk menyempurnakan protokol perawatan dan memastikan keamanan serta efektivitas pengelolaan diabetes pada individu dengan CKD bersamaan. Oleh karena itu, tinjauan dan analisis mendalam terhadap data yang ada, bersama dengan studi prospektif, sangat diperlukan untuk menetapkan rekomendasi yang terdefinisi dengan baik untuk pengelolaan diabetes pada pasien CKD, terutama dalam penggunaan insulin.</p> 2024-05-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25872 Pemahaman Keluarga Terhadap Individu Dengan Hambatan Kejiwaan Di Wilayah Kerja Puskesmas Peundeuy Kabupaten Garut 2024-05-07T16:37:04+00:00 Andhika Lungguh Perceka [email protected] Tanti Suryawantie [email protected] Intan Islamiawati [email protected] <p>Patients with acute psychiatric constraints in Garut Regency in 2022 amounted to 4,054. Improper treatment and handling of patients with psychiatric obstacles can worsen the patient's condition. This study aims to understand family perceptions of care for ODGJ. This research uses a qualitative approach using a phenomenological approach. The population obtained was 40 patients who faced mental barriers by determining the elements of the review study that described the place of research, time, individuals, perceptions, demographics, and activities. The respondents used in this study were 3 (three) family members who have family members with severe ODGJ. The result obtained from this study is that the family's perception of ODGJ treatment is to bring in psychics, smart people, or ustad. This is due to the strong assumption that the cause of ODGJ is witchcraft or possession by spirits, so they decide to do supernatural treatment, in addition to other factors such as cost, as well as the lack of information about mental health programs at health service centers. It is concluded that the three informants believe that mental obstacles are caused by witchcraft and possession by spirits. Medical treatment becomes the last alternative in the treatment method for ODGJ, although in the end the informants can feel a better change after seeing a doctor compared to being taken to a shaman and an ustad.</p> 2024-05-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27009 The Correlation of Nutritional Status and Acute Respiratory Tract Infections for Children Under Five in West Halmahera 2024-05-08T07:38:15+00:00 Adi Yeremia Mamahit [email protected] Julita Legi [email protected] Verra Karame [email protected] Marlyn Anggelina Pondete [email protected] Inggita Natalia Tubol [email protected] <p><em>A</em><em>cute respiratory tract infections </em><em>(</em><em>ARIs</em><em>)</em><em> are still a public health problem at present. This disease is very dangerous because it can be a precursor to pneumonia and stunting in children. The aim of this research is to determine the relationship between nutritional status and the incidence of ARIs in Akelamo Village, East Sahu District, West Halmahera Regency, North Maluku Province, Indonesia. Crosssectional methods were used in this research. The total population was 52 children which were then calculated using proportional sampling techniques to obtain 37 children as the research sample. The research results show that the child's nutritional status and the mother's education level have a significant relationship with the occurrence of ARIs. Therefore, the role of health workers is very necessary to provide education about the use of local food to improve children's nutrition and education about preventing ARIs needs to be carried out more intensively.</em></p> 2024-05-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27244 Perlindungan Hukum Terhadap Dokter dalam Melakukan Tindakan Operasi di Indonesia 2024-05-08T07:44:49+00:00 I Gede Andre Arda Pratama [email protected] Ni Luh Gede Astariyani [email protected] <p>Hak dan kewajiban dokter masih menjadi masalah hukum yang harus dikaji terutama perlindungan hukum dokter dalam melakukan tindakan operasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap dokter dalam konteks tindakan operasi berdasarkan sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Kajian ini melibatkan pemahaman terhadap norma-norma hukum, etika medis, serta kewajiban dan hak dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Analisis mendalam dilakukan terhadap prinsip-prinsip kewajiban profesional dokter, persyaratan informed consent, jenis tindakan operasi yang dilindungi hukum, tanggung jawab profesional, perlindungan hukum dokter, dan kewajiban pelaporan. Hasil telaah diperoleh perlindungan hukum terhadap dokter dalam melaksanakan tindakan operasi di Indonesia merupakan rangkaian ketentuan dan regulasi yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan praktik medis yang aman, etis, dan profesional. Seperti Undang-Undang Kesehatan sebagai fondasi hukum, kode etik kedokteran sebagai pedoman etika, informed consent sebagai aspek penting, asuransi malpraktik untuk perlindungan tambahan, sertifikasi dan registrasi sebagai pengakuan kompetensi, peran otoritas kesehatan dan sistem pelaporan. Dengan adanya kerangka kerja hukum dan regulasi yang komprehensif ini, dokter dapat menjalankan tugas mereka dengan keyakinan dan memberikan pelayanan medis yang berkualitas, sambil menjaga hak-hak pasien dan menjauhi risiko hukum.</p> 2024-05-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27558 Keterkaitan Bobot Pekerjaan dan Situasi Kerja dengan Kedisiplinan Kerja Perawat 2024-05-07T16:36:59+00:00 Taufik Huda [email protected] Andhika Lungguh Perceka [email protected] Muhammad Rifki [email protected] N. Ai Erlinawati [email protected] Herlin Rusyani [email protected] <p><em>The successful implementation of the work of the health center when carrying out its role is indicated by the best quality of service. Excellent service, friendliness and timeliness of treatment provided to patients are closely related to nurses' work discipline. The instability of work weight is another manifestation of the beginning of fatigue, boredom and stress due to work, to the point that it affects the work discipline of nurses. Work discipline is a component that affects the work situation among several other components. This research has a direction </em>In 2021, <em>The goal was to evaluate how the workload and work environment relate to the level of work discipline among nurses at the Haurpanggung Health Center Garut.</em><em> This study employs a descriptive correlation design, with a sample of 42 nurses. The findings of this research indicate that the majority of nurses view their workload as substantial or burdensome, most of them find the work environment unfavorable, and a significant number of nurses at the Health Center lack discipline. The inference made is that there exists a relationship between the workload and the discipline of nurses, as well as a connection between the work environment and nurse discipline specifically within the Haurpanggung Garut.</em></p> 2024-05-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26280 Efektivitas Penggunaan Kelambu Berinsektisida Terhadap Angka Kejadian Malaria Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Sentani 2024-05-19T08:01:09+00:00 Crystin Evangelin Watunglawar [email protected] <p>Studi pendahuluan&nbsp; yang dilakukan di Puskesmas Sentani, peneliti mendapatkan&nbsp; informasi bahwa Ibu hamil yang terkena penyakit malaria 3 bulan terakhir tahun 2022 (Oktober, November dan Desember) sebanyak 21 kasus dan petugas kesehatan telah membagikan kelambu kepada ibu hamil dengan malaria. Wawancara yang dilakukan kepada 10 ibu hamil dengan malaria&nbsp; didapatkan 3 ibu hamil dengan malaria mengatakan setelah menggunakan kelambu tidak merasakan gejala-gejala malaria seperti panas tinggi dan tidak ada gigitan nayamuk setelah bangun pagi, 2 diantaranya mengatakan rutin menggunakan kelambu saat tidur di malam hari karena tidak mau terkena malaria dan takut terjadi sesuatu kepada janin, 5 diantaranya mengatakan masih suka lupa menggunakan&nbsp; kelambu, dipakai ketika ingat tetapi kalau sudah capek langsung tidur. Menganalisis Keefektifan Penggunaan Kelambu berintektisida Terhadap Angka Kejadian Malaria Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Sentani. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah merupakan analisis kuantitatif dengan desain <em>cross sectional, </em>sampel yang di ambil dari penelitian ini menggunakan <em>total sampling</em> ini adalah 99 ibu hamil. setelah dilakukan uji <em>Chi Square Test</em> mendapatkan nilai p sebesar 0.304 sehingga nilai p &gt; 0,05. Berdasarkan uji statistik dapat ditemukan bahwa tidak signifikan antara efektivitas penggunaan kelambu berinsektisida terhadap angka kejadian malaria pada ibu hamil di puskesmas sentani.</p> 2024-05-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/24925 Eft, Terapi Doa, dan Seft Untuk Mengurangi Tingkat Stres, Kecemasan dan Depresi: Literatur Review 2024-05-08T06:42:44+00:00 Andri Yan Prima Zani [email protected] Weni Widya Shari [email protected] <p>Kesehatan mental telah menjadi masalah serius di dunia ini. Beberapa bentuk penyakit mental yang dialami antara lain stres, kecemasan, dan depresi. Terapi komplementer diyakini dapat membantu mengatasi masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi literatur mengenai terapi komplementer yaitu <em>Emotional Freedom Technique</em> (EFT), Terapi Doa dan <em>Spiritual Emotional Freedom Technique</em> (SEFT) dalam mengatasi stres, kecemasan dan depresi. SEFT merupakan terapi yang menggabungkan terapi EFT dan terapi doa. Literatur yang dipilih dari Google Scholar dan PubMed, untuk periode 2018 hingga 2023. Hasil penelitian menemukan bahwa terapi komplementer EFT, Terapi Doa dan SEFT dapat menurunkan tingkat stres, kecemasan dan depresi untuk beberapa klien dengan kasus tertentu. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara penurunan stres, kecemasan dan depresi dengan peningkatan kinerja setelah terapi komplementer.</p> 2024-05-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23594 Isolasi dan identifikasi ekstrak etanol biji pare 2024-05-02T01:00:36+00:00 Rosnah Rosnah [email protected] Haryoto Haryoto [email protected] <p>WHO telah menyarankan pengobatan herbal untuk menjaga kesehatan, mencegah, dan mengobati penyakit, terutama penyakit degeneratif seperti hiperlipidemia. Biji pare (Momordica charantia) memiliki kandungan yang diduga memiliki efek pada hiperlipidemia adalah flavonoid, saponin, dan tanin. Selain itu, biji pare mengandung senyawa kimia seperti momordisin, momordin, karantin, asam trikosanik, resin, asam resinat, saponin, vitamin A dan C, serta minyak lemak seperti asam oleat, asam linoleat, asam stearat, dan asam oleostearat. Salah satu senyawa yang dapat dijadikan sebagai antioksidan adalah flavonoid, yang mana dapat menghentikan metabolisme asam lemak dengan menghentikan enzim lipase pancreas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan kandungan senyawa pada isolat biji pare. Maserasi digunakan sebagai metode ekstraksi, fraksinasi dilakukan dengan metode partisi cair-cair, isolasi dilakukan menggunakan kromatotron, dan senyawa diidentifikasi dengan menggunakan FTIR. Berdasarkan hasil maserasi diperoleh rendemen sebesar 24,08 dan hasil fraksinasi pada masing-masing pelarut diperoleh berat fraksi etil asetat sebesar 2,92 gram dengan rendemen sebesar 2,42% dan n-heksan 3,27 gram dengan rendemen 2,71%. Hasil isolasi yang diperoleh dari satu spot FTIR menunjukkan spektrum flavonol dengan gugus karboksil pada bilangan gelombang 1737,73 cm-1.<br />Kata Kunci: Momordica charantia, Isolasi, FTIR.<br />Abstract<br />WHO has recommended herbal medicine to maintain health, prevent and treat disease, especially degenerative diseases such as hyperlipidemia. Bitter melon seeds (Momordica charantia) contain ingredients that are thought to have an effect on hyperlipidemia, namely flavonoids, saponins and tannins. Apart from that, bitter melon seeds contain chemical compounds such as momordisin, momordin, quarantine, tricosanic acid, resin, resinic acid, saponin, vitamins A and C, as well as fatty oils such as oleic acid, linoleic acid, stearic acid and oleostearic acid. One compound that can be used as an antioxidant is flavonoids, which can stop fatty acid metabolism by stopping the pancreatic lipase enzyme. The aim of this research was to find the compound content in bitter melon seed isolates. Maceration was used as an extraction method, fractionation was carried out using the liquid-liquid partition method, isolation was carried out using a chromatotron, and compounds were identified using FTIR. Based on the maceration results, the yield was 24.08 and the fractionation results in each solvent showed that the weight of the ethyl acetate fraction was 2.92 grams with a yield of 2.42% and n-hexane was 3.27 grams with a yield of 2.71%. The isolation results obtained from one FTIR spot showed a flavonol spectrum with a carboxyl group at a wave number of 1737.73 cm-1.</p> 2024-05-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26933 Jumlah dan Umur Kehamilan sebagai Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil 2024-05-07T06:56:38+00:00 Hariyona Fitrin [email protected] Asri. C. Adisasmita [email protected] <p>Infeksi saluran kemih (ISK) masih menjadi infeksi paling umum terjadi selama kehamilan. Penyakit ini seringkali asimptomatik dan berdampak besar pada kehamilan jika tidak diobati dengan tepat. Tujuan dari penelitian ini akan mengidentifikasi faktor risiko ISK pada ibu hamil. Studi <em>cross-sectional</em> ini dilakukan di Puskemas Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada populasi ibu hamil yang melakukan perawatan antenatal (ANC) selama 2023. Data yang diteliti berasal dari rekam medis pasien, meliputi usia ibu, tingkat pendidikan, pekerjaan, jumlah dan umur kehamilan. ISK ditentukan berdasarkan keluhan genitourinaria atau sedimen leukosit &gt;+3 pada urinalisis. Analisis data menggunakan SPSS versi 27 secara univariat dan bivariat Chi-Square. Diantara 192 sampel ibu hamil yang melakukan ANC, prevalensi ISK terjadi pada 50 ibu hamil (26%). Penelitian ini mendapatkan ISK cenderung terjadi pada multigravida dan trimester II. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan dari faktor jumlah dan umur kehamilan terhadap risiko ISK pada ibu hamil (masing-masing p = 0,07; p = 0,344).</p> 2024-05-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27102 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pola Asuh Holistik Orang Tua Pada Balita Stunting Di Desa Ngalang Gunung Kidul 2024-05-15T16:42:25+00:00 Alfina Nur Kholisah [email protected] Tri Sunarsih [email protected] <p>Masalah gizi kronis yang terjadi pada balita yaitu stunting, dimana masa yang paling rentan kejadian stunting sepanjang hidup yaitu 1000 hari pertama setelah pembuahan. Adanya faktor penyebab stunting adalah pengetahuan yang kurang pada orang tua mengenai pola pengasuhan dan kebutuhan gizi pada anak. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pola asuh orang tua holistik pada balita stunting di Ngalang Gunung Kidul. Metode pada penelitian ini adalah pra-eksperimental berupa One-Group Pretest-Posttest dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh orang tua yang mempunyai balita stunting di Desa Ngalang Gunung Kidul dan sampel diambil menggunakan purposive sampling dengan jumlah 46 orang ibu yang memiliki balita stunting. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Analisis data bivariat Paired Sample t- Test. Hasil Statistik uji t memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pola asuh holistik orang tua pada balita stunting di Desa Ngalang Gunung Kidul. Kesimpulan terdapat pengaruh setelah diberikan pendidikan kesehatan terkait dengan pola asuh orang tua secara holistik terhadap balita stunting.</p> 2024-05-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25510 Hubungan Pelaksanaan Tugas Keluarga di Bidang Kesehatan Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran 2024-05-08T07:24:47+00:00 Madepan Mulia [email protected] <p>Diabetes&nbsp; melitus&nbsp; merupakan gangguan&nbsp; metabolik&nbsp; dengan kadar&nbsp; glukosa&nbsp; darah&nbsp; yang mengalami peningkatan akibat&nbsp; kerusakan sekresi&nbsp; insulin,&nbsp; kerja&nbsp; insulin&nbsp; atau&nbsp; keduanya. Keluarga merupakan unit pelayanan dasar di masyarakat yang juga merupakan perawat utama dalam anggota keluarga. Keluarga dipandang sebagai suatu sistem, dimana keluarga mempengaruhi seluruh keluarga dan sebaliknya keluarga mempengaruhi status kesehatan anggota keluarga yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan tugas keluarga di bidang kesehatan terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional. </em>Penelitian ini dilakukan terhadap 30 pasien yang mengalami diabetes mellitus, dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Untuk menguji hubungan digunakan analisis menggunakan uji <em>Chi-Square </em>dengan nilai kepercayaan 95% dan kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pelaksanaan tugas keluarga dibidang kesehatan dengan kejadian diabetes mellitus (p=0,000). Dari hasil penelitian ini disarankan kepada keluarga agar dapat mengatasi masalah kesehatan anggota keluarganya yang mengalami diabetes mellitus dengan melaksanakan tugas keluarga dibidang kesehatan.</p> 2024-05-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27161 Pengaruh Berlatih Mandiri di Rumah Dengan Supervisi Via Zoom Meeting Terhadap Kecepatan Dokter Muda Menjahit Luka Teknik Simple Interrupted 2024-05-08T07:38:24+00:00 Nicko Rachmanio [email protected] Muhammad Ariffudin [email protected] Taufiek Hikmawan Yuliarto [email protected] <p>Pendidikan jarak jauh (daring) dan kemajuan teknologi serta konsep yang baik dapat memberikan alternatif sebagai suatu metode pembelajaran. Suatu metode pembelajaran jarak jauh memerlukan konsep yang baik agar mendapatkan hasil yang optimal. Dalam suatu eksperimen pembelajaran menggunakan video conference untuk suatu pengawasan klinik, setiap peserta memiliki persepsi yang beraneka ragam. Mereka mengalami permasalahan mulai dari teknis, akses hingga komunikasi, protokol yang jelas sangat dibutuhkan hingga kompetensi dari setiap pengajar yang belum tentu sama. Konferensi melalui media konferensi online dapat memberikan kesempatan bagi pelajar dan pengawas untuk saling bertatap muka sehingga respon emosional dapat dibaca saat melakukan tinjauan terhadap suatu kasus atau materi pembelajaran. Hal ini menjadi nilai positif bagi pendidik untuk menilai secara langsung apakah pelajar mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan pembelajaran secara online tatap muka memiliki hal positif lainnya berupa efisiensi secara waktu dan tempat, baik mahasiswa maupun pengajar tidak perlu meluangkan waktu menempuh perjalanan dan berkumpul di suatu ruangan untuk belajar. Peneliti ingin melakukan evaluasi metode pembelajaran jarak jauh untuk mahasiswa Pendidikan Profesi Kedokteran yang sedang menjalani stase di Bagian Ilmu Bedah. Metode yang akan dievaluasi adalah dengan melakukan pengawasan jarak jauh latihan menjahit luka mandiri mahasiswa menggunakan media zoom meeting. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh berlatih mandiri di rumah dengan supervisi via zoom meeting terhadap kecepatan dokter muda menjahit luka teknik simple interrupted. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Jenis metode eksperimen semu (Quasi experiment) yang digunakan adalah jenis One Group Pretest-Postest. Pada penelitian ini peneliti berusaha menyelidiki pengaruh suatu perlakuan yang sengaja ditimbulkan terhadap suatu subjek. Peserta dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang sedang stase di Bagian Ilmu Bedah RS. PKU Muhammadiyah Gamping periode Februari s.d Juli 2023 dan telah menyatakan bersedia dengan menandatangani informed consent. Hasil Penelitian dilakukan penelitian terhadap 16 mahasiswa Pendidikan profesi yang menjalani stase di bagian Ilmu Bedah, diperoleh Dari hasil Uji Paired T-Test didapatkan nilai P&lt;0,05, yang artinya terdapat perbedaan signifikan dalam kecepatan menjahit luka mahasiswa sebelum dan sesudah berlatih mandiri dengan supervise via zoom online. Kesimpulan penelitian ini bahwa metode berlatih mandiri dengan supervisi secara online dengan media zoom dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif, melalui penelitian ini terbukti secara statistik memberikan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah berlatih baik dalam hal peningkatan kecepatan maupun ketepatan dalam menjahit luka.</p> 2024-05-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25326 Capaian Peserta Aktif KB MKJP di Provinsi Jawa Timur : Analisis Spasial dan Faktor yang Mempengaruhi 2024-05-08T07:25:29+00:00 Amelia Dyah Kartika Sari [email protected] Sabarinah Prasetyo [email protected] Rohana Uly Pradita Siregar [email protected] <p>Penggunaan metode kontrasepsi merupakan salah satu upaya menurunkan angka kematian ibu. Namun, dalam 5 tahun terakhir capaian peserta aktif KB MKJP di Provinsi Jawa Timur masih belum mencapai target yang ditentukan oleh BKKBN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan capaian peserta aktif KB MKJP yang dilihat dari efek keruangan pada tingkat kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur tahun 2021. Desain penelitian ini adalah studi ekologi dengan menggunakan data Laporan BPS Tahun 2021 dan dianalisis menggunakan aplikasi GeoDa. Hasil pemetaan menunjukkan Sampang, Pamekasan dan Sumenep sebagai daerah dengan capaian rendah yang dikelilingi oleh daerah dengan karakteristik serupa. Selain itu hasil uji regresi spasial menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin dan proporsi klinik KB secara statistik mempengaruhi capaian peserta aktif KB MKJP di Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu pemerataan pembangunan di Pulau Madura dan wilayah tapal kuda perlu menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan lebih banyak masyarakat dapat mengakses pelayanan KB dengan mudah.</p> 2024-05-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25775 Hubungan Kebiasaan Penggunaan Peralatan Bersama dengan Kejadian Pediculosis Capitis Pada Santri di Pondok Pesantren 2024-05-07T16:36:56+00:00 Marlina Rajagukguk [email protected] <p>The incidence of Pediculosis capitis causes significant morbidity, such as psychosocial disorders, reduced sleep quality and impaired learning concentration so that there can be a decrease in learning achievement. This study aims to determine the relationship between the habit of using shared equipment and the incidence of Pediculosis capitis in students at the Usamah Bin Zaid Islamic Boarding School, Kec. Confusion. This research is an analytical research with quantitative methods and uses a cross sectional design. The population in this study were students at the Usamah Bin Zaid Islamic Boarding School, totaling 120 people. The sample size was 54 people obtained using stratified random sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate data analysis with the Chi Sqaure test. The results of the study showed that the habit of using equipment was mostly in the category of borrowing equipment, as many as 28 people (77.8%). Pediculosis capitis was in the positive category as many as 32 people (59.3%). There is a relationship between the habit of using equipment and the incidence of Pediculosis capitis (p = 0.000). And there is no relationship between hair condition and the incidence of Pediculosis capitis (p = 0.506). The dominant variable associated with the incidence of Pediculosis capitis is borrowing equipment and using it together.</p> 2024-05-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25799 Pengaruh Pepaya dan Kacang Hijau Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Anemia: Scoping Review 2024-05-08T07:25:11+00:00 Nova Dwi Pramesti [email protected] Emi Lindayani [email protected] Nunung Siti Sukaesih [email protected] <p>Anemia merupakan kondisi yang berisiko dialami ibu hamil karena kekurangan zat besi. Abortus, prematur, BBLR, dan perdarahan selama dan setelah persalinan merupakan risiko yang terkait dengan ibu hamil anemia. Penggunaan zat besi yang terkandung dalam pepaya dan kacang merupakan cara lain untuk menangani anemia ibu hamil selain mengonsumsi tablet tambah darah. Tujuan <em>scoping review</em> ini untuk mengetahui populasi dan intervensi penelitian, serta pengaruh pepaya dan kacang hijau dalam kaitannya dengan kadar hemoglobin ibu hamil anemia berdasarkan literatur yang di-<em>review</em>. Metode penelitian ini menggunakan <em>scoping review. </em>Google Scholar dan Pubmed digunakan sebagai <em>database</em> dengan rentang tahun publikasi jurnal 5 tahun, yaitu dari 2019-2023. Jurnal yang digunakan berbahasa Indonesia dan Inggris. Jenis penelitian yang diambil adalah <em>quasi experiment </em>dan <em>pre-experiment</em>. Penilaian kelayakan jurnal menggunakan JBI Critical Appraisal. Hasil <em>scoping review</em> ini, dari 10 jurnal yang ditinjau menunjukkan adanya pengaruh pepaya dan kacang hijau dalam kaitannya dengan kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Kesimpulan <em>scoping review</em> ini yaitu hemoglobin ibu hamil meningkat setelah mengonsumsi pepaya dan kacang hijau.</p> 2024-05-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27371 Karakteristik Faktor Risiko Penderita Stroke Iskemik Pada Era Pandemi Covid-19 2024-05-12T14:52:11+00:00 Ghita Shupiyesa S [email protected] Moch Erwin Rachman [email protected] Asrini Safitri [email protected] Achmad Harun Muchsin [email protected] Cahyono Kaelan [email protected] <p>Stroke adalah salah satu penyakit kronis yang tidak menular. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak atau terhalang oleh gumpalan darah sehingga terjadi hambatan pasokan oksigen dan nutrisi yang menyebabkan kerusakan pada jaringan otak. Penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan desain narrative review. Data yang digunakan berasal dari literatur-literatur yang berkaitan dengan rumusan masalah didapatkan dari database jurnal internasional maupun nasional. Hasil analisis dari 20 literatur menemukan bahwa karakteristik faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi usia ditemukan rerata usia ? 60 tahun, menyatakan laki-laki yang paling banyak, ras kulit hitam yang paling banyak, berdasarkan karakteristik faktor resiko yang dapat dimodifikasi hipertensi merupakan faktor risiko yang paling berperan. pemeriksaan laboratorium terdapat peningkatan hemoglobin, leukosit, neutrofil, limfosit, laktat dehidrogenase (LDH), Creactive protein (CRP), fibrinogen, d-dimer, dan ferritin, berdasarkan tingkat kematian terdapat peningkatan tingkat kematian yang terkonfirmasi Covid-19&nbsp; dibandingkan yang tidak terkonfirmasi covid-19. Karakteristik Faktor Risiko Penderita Stroke Iskemik Pada Era Pandemi Covid-19 rerata usia ? 60 tahun, menyatakan laki-laki yang paling banyak, ras kulit hitam yang paling banyak, hipertensi merupakan faktor risiko yang paling berperan. pemeriksaan laboratorium terdapat peningkatan, berdasarkan tingkat kematian terdapat peningkatan tingkat kematian yang terkonfirmasi Covid-19.</p> 2024-05-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23595 Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Infeksi Menular Seksual dengan Perilaku Seksual Pada Mahasiswa di Surabaya 2024-05-07T16:36:46+00:00 Widati Fatmaningrum [email protected] Dian Shalma Kartika [email protected] Ivon Diah Wittiarika [email protected] Lilik Djuari [email protected] <p>Perilaku seksual pada mahasiswa adalah perilaku yang muncul akibat dorongan hasrat seksual individu. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja, salah satunya yaitu pengetahuan tentang pesehatan reproduksi dalam hal ini pengetahuan mengenai IMS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang IMS dengan perilaku seksual pada mahasiswa di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> yang dilakukan di universitas negeri dan universitas swasta di Surabaya pada bulan September 2023 hingga Oktober 2023. Teknik sampling pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan perilaku seksual. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa di Surabaya dengan sample sebanyak 426 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa kuesioner yang disebar secara online. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistic <em>Rank Spearman</em>. Dari 426 mahasiswa, 20,2% memiliki tingkat pengetahuan baik, 64,3% memiliki tingkat pengetahuan cukup, 15,5% memiliki tingkat pengetahuan rendah. Menurut perilaku 23,7% tidak pernah melakukan perilaku seksual, 56,8% melakukan perilaku seksual kurang aman, dan 19,5% melakukan perilaku seksual berisiko. Hasil analisis bivariat dengan Uji Rank Spearman didapatkan p-value = 0,546. Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang IMS dengan perilaku seksual mahasiswa. Terdapat faktor lain yang mempengaruhi perilaku seksual pada mahasiswa.</p> 2024-05-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23639 Wanita 33 Tahun dengan Morbus Hansen 2024-05-02T01:00:30+00:00 Jennifer Grace [email protected] Gina Triana [email protected] Melinda Saragih [email protected] Nabila Stevany [email protected] <p>Kusta atau leprae atau Morbus Hansen’s Disease merupakan penyakit infeksi granulomatosa kronik yang terutama menginfeksi kulit dan saraf perifer disebabkan oleh organisme intraseluler obligat Mycobacterium Leprae. Menurut WHO, pada tahun 2021, di 135 Negara terhitung prevalensi terdaftar 133.781 kasus dan 140.546 kasus baru, dimana 55.346 (39%) di antaranya adalah perempuan. Kejadian ini sebagian besar terjadi di wilayah Afrika dan Asia Tenggara. Brasil, India, dan Indonesia, melaporkan sebagian besar kasus kusta baru global (74%) pada tahun 2021. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia pada tanggal 24 Januari 2022, terdapat sebesar 13.487 kasus per tahun dengan penemuan kasus baru sebanyak 7.146 kasus pertahun, dengan proporsi anak sebesar 11%. Transimisi infeksi M. Leprae tidak pasti, namun secara langsung terkait dengan kepadatan penduduk dan kebersihan yang buruk dan terjadi melalui kontak langsung dan inhalasi aerosol. Kusta diklasifikasikan dalam 2 bentuk stabil, kusta tuberculoid dan kusta lepromatosa dan kelompok garis natas antara 2 bentuk ini. Terapinya pada tipe tuberculoid dapat diberikan dapson (100 mg setiap hari) dengan rifampisin (600 mg setiap hari) selama 12 bulan. Pada tipe lepromatosa dapat diberikan dapson, rifampisin, dan klofazimin (50 mg setiap hari) selama 24 bulan.</p> 2024-05-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27021 Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tekanan Darah Mahasiswa FKIK Ukrida Angkatan 2023 2024-05-12T14:52:18+00:00 Marcel Antoni [email protected] Flora Rumiati [email protected] Rickie Rickie [email protected] Heriyanto Heriyanto [email protected] Mirza Indrajanti Satriabudi [email protected] William William [email protected] Indriani Kurniadi Sumadikarya [email protected] <p>Obesitas merupakan kondisi ketidakseimbangan antara masukan dan penggunaan energi, dimana kelebihan energi diakumulasikan dalam / berupa jaringan lemak. Meskipun, obesitas dapat dipicu oleh faktor-faktor lain dalam tubuh, namun obesitas juga menjadi faktor risiko utama penyakit-penyakit metabolik dan kardiovaskular; yang jumlah penderitanya terus bertambah di seluruh dunia. Kondisi obesitas dapat dinilai dengan menggunakan beberapa metode pengukuran antropometrik, diantaranya indeks massa tubuh (IMT). Hipertensi merupakan penyakit yang dapat dipicu oleh kondisi obesitas. Beberapa publikasi telah berusaha mengungkap hubungan antara obesitas dengan hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengkaji kembali hubungan antara kondisi gizi lebih terhadap tekanan darah dengan fokus utama pada kelompok populasi remaja akhir-dewasa awal. Desain penelitian ini deskriptif observasional, dimana subjek mahasiswa program studi kedokteran FKIK Ukrida Angkatan 2023 berjumlah 63 subjek. Penelitian dikerjakan dengan mengukur tekanan darah, berat badan dan tinggi badan untuk menentukan nilai IMT. Berdasarkan hasil uji <em>Fisher</em> didapatkan <em>p-value</em> = 0,092 (&gt;0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara nilai IMT terhadap tekanan darah. Hal ini mungkin disebabkan karakteristik usia subjek penelitian yang bersifat homogen, yaitu pada kisaran usia, dimana obesitas “belum cukup” memperlihatkan manifestasi klinis yang bermakna. Namun demikian, ditemukan 4,8% subjek yang mengidap hipertensi memang merupakan penderita obesitas 2.</p> 2024-05-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/24094 Perbedaan Self Wound Care Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Pendidikan Kesehatan: Video 2024-05-07T16:36:50+00:00 Sudaryanto Sudaryanto [email protected] Ananda Fero Hando [email protected] <p>Diabetes mellitus (DM) is a disease that is a global problem. A person is said to be suffering from DM if their blood sugar level 2 hours after eating is &gt;200 mg/dl. Apart from being a cause of death, DM can also cause various complications, one of which is diabetic ulcers. This type of research is quantitative with quasi-experiment and one group pretest posttest design. The research sample was 30 respondents using consecutive sampling. Data analysis using the paired T test to determine the effect of providing Health Education interventions using audio-visual video media on self-wound care skills. The results showed that respondents' self-wound care skills before the intervention: mean respondent skill score 26, 833, standar deviation D 7.4015, lowest score 15.0 and highest 39. Self-wound care skills after intervention: mean respondent skill score 45, 950 , standar deviation 13.5203, the lowest value 25.0 and the highest 71.5. The results of the paired T test show the effect of health education using videos on respondents' self-wound care skills (Sig 2 tailed 0.000 &lt;0.05). Health education with videos influences respondents' self-wound care skills at the Mumtaza Clinic, Sragen.</p> 2024-05-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/24669 Pengaruh Whatsapp Blast, Dukungan Guru dan Sikap Remaja Putri Terhadap Kepatuhan Minum Tablettambah Darah (TTD) di Wilayah Puskesmas Tampang Tumbang Anjir (Kajian Evaluasi Program Puskesmas Tampang Tumbang Anjir) 2024-05-07T16:36:22+00:00 Dian Magdalena [email protected] Edi Hartoyo [email protected] Djalalluddin Djalalluddin [email protected] Husaini Husaini [email protected] Harapan Parlindungan [email protected] <p>Remaja putri menjadi salah satu yang rentan mengalami anemia dan berpeluang sepuluh kali lebih rentan dibanding remaja putra, hal ini disebabkan karena remaja mengalami masa pertumbuhan yang pesat di masa pubertas dan rutin menstruasi sehingga memerlukan kadar zat besi yang lebih dibandingkan usia yang lain. Berdasarkan laporan pemeriksaan berkala Puskesmas Tampang Tumbang Anjir tahun 2021 kasus anemia pada remaja berjumlah 35% dari 3 (tiga) Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di wilayah Puskesmas Tampang Tumbang Anjir. (Laporan Puskesmas Tampang Tumbang Anjir, 2021). Tujuan penelitian ini adalah mengindentifikasi pengaruh <em>whatsapp blast,</em> dukungan guru dan sikap remaja putri terhadap kepatuhan minum tablet tambah darah (TTD) di wilayah puskesmas tampang tumbang anjir (kajian evaluasi program Puskesmas Tampang Tumbang Anjir). Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan <em>cros sectional</em>. Variabel independent pengaruh whatsapp blast, dukungan guru dan sikap remaja putri sedangkan variabel dependent kepatuhan minum tablet tambah darah (TTD). Sampel penelitian adalah remaja putri baik yang sudah mentruasi atau belum sebanyak 82 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji reabilitas dan validitasnya oleh peneliti.<strong>&nbsp; </strong>Hasil analisis variabel yang berhubungan bermakna dengan kepatuhan minum TTD adalah pemberian <em>Whatsapp Blast</em> (p = 0,001 &lt; a 0,05), &nbsp;remaja putri yang patuh memiliki sikap baik (<em>P value</em> &lt; alpha (0,003&lt;0,05), siswa yang patuh mendapat dukungan guru <em>P value</em> &lt; alpha (0,003&lt;0,05). Analisis multivariat menggunakan regresi logistik menghasilkan variabel yang signifikan yaitu variabel whatsapp blast" (<em>P Value</em> = 0,006), menunjukkan variabel whatsapp blast memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kepatuhan minum tablet tambah darah.<strong>&nbsp; </strong>Variabel yang berhubungan bermakna adalah pemberian <em>whatsapp blast</em>, dukungan guru dan sikap remaja putri. Berdasarkan uji multivariat menunjukkan variabel whatsapp blast memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kepatuhan minum tablet tambah darah.Sehingga WA Blast dapat digunakan sebagai pertimbangan dan referensi dalam upaya meningkatkan kepatuhan remaja dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).</p> 2024-05-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/24667 Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah 2024-05-07T16:35:52+00:00 Armelin Armelin [email protected] Triawanti Triawanti [email protected] Didik Dwi Sanyoto [email protected] Husaini Husaini [email protected] Ermina Istiqomah [email protected] <p><em>Stunting </em>merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan di Negara berkembang, termasuk Indonesia. Berdasarkan data prevalensi balita <em>stunting</em> yang dikumpulkan oleh <em>World Health Organization</em> (WHO), pada tahun 2020 sebanyak 22% atau sekitar 149,2 juta balita di dunia mengalami kejadian s<em>tunting. </em>Menurut UNICEF (2013) penyebab <em>stunting </em>disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian <em>Stunting </em>di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan <em>Case Control</em><strong>. </strong>Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan dengan besar sampel masing-masing kelompok sebanyak 97 responden. Teknik sampling menggunakan teknik&nbsp; <em>proportional sampling </em>dan uji statistik menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik. Berdasarkan hasil uji statistik variabel yang berhubungan dengan kejadian <em>stunting </em>adalah pekerjaan ibu(p 0,030&lt; 0,05), pendapatan (p 0,000&lt; 0,05), riwayat ASI Eksklusif (p 0,022&lt; 0,05) dan riwayat penyakit infeksi (p 0,000&lt; 0,05) serta faktor yang paling berhubungan adalah pendapatan keluarga dengan nilai OR 5,886 sedangkan riwayat ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi merupakan faktor <em>confounding.</em> Faktor yang paling berhubungan adalah pendapatan keluarga sedangkan riwayat ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi merupakan faktor <em>confounding</em></p> 2024-05-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27457 Evaluasi Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Remaja di Sekolah-sekolah Menengah dalam Mengurangi Angka Kehamilan Usia Dini 2024-05-12T14:52:16+00:00 Ropitasari Ropitasari [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja di sekolah-sekolah menengah dengan fokus pada pengurangan angka kehamilan usia dini. Metode studi literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber literatur yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program-program pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah menengah memiliki dampak yang bervariasi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait dengan kesehatan reproduksi. Faktor-faktor seperti keterlibatan guru, dukungan sekolah dan orang tua, serta relevansi materi dan metode pembelajaran mempengaruhi keberhasilan program. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang penting bagi penyusunan kebijakan dan implementasi program-program kesehatan reproduksi yang lebih efektif di sekolah-sekolah menengah.</p> 2024-05-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23843 Implementasi Artificial Inteligence (AI) Terhadap Pengembangan Desain User Interface (UI) Deteksi Covid-19 Dengan Pencitraan Medis Menggunakan Metode Waterfall 2024-05-02T01:00:25+00:00 David Helmi Bahari [email protected] Adi Maulana [email protected] Alfih Nadiansyah [email protected] RR. Hutanti Setyodewi [email protected] <p>Penyebaran penyakit menular dan infeksi seperti COVID-19 dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan perekonomian dunia. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO secara resmi memberi nama wabah ini COVID-19, dan virus tersebut dinamakan SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2). Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian global (PHEIC). Pada 20 September 2020 di Indonesia terdapat 240.687 kasus positif dan kematian sebanyak 9.448 orang. Standar deteksi Covid 19 adalah melalui tes PCR (polymerase chain reacting), yaitu dengan mendeteksi keberadaan materi genetik virus SARS-CoV-2 pada lendir atau cairan saluran nasofaring. Namun hasil tes PCR SARS-CoV-2 baru akan diketahui dalam waktu yang cukup lama. Hingga saat ini, penyakit virus corona baru (coronavirus) telah menyebabkan krisis kesehatan global, dan industri medis sedang mengembangkan solusi inovatif untuk mengendalikan pandemi penyakit virus corona (corona virus) dan menghentikan penyebarannya. Kami terus mengeksplorasi inovasi teknologi di bidang kesehatan untuk membantu masyarakat dalam diagnosis COVID-19. Kecerdasan buatan (AI) adalah teknologi yang dapat dengan mudah digunakan untuk melacak penyebaran virus ini, mengidentifikasi pasien, dan mengendalikan infeksi ini secara real time. AI dapat berkontribusi melalui skrining populasi, medis, notifikasi, dan saran pada mengendalikan penyebarannya secara efektif. Oleh karena itu, jurnal ini bertujuan untuk merancang mockup user interface untuk diagnosis penyakit menggunakan pencitraan medis berbasis Artificial Intelligence (AI), khususnya dalam mendeteksi infeksi COVID-19 dengan metode pengembangan Waterfall.</p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25039 Analisis Aktivitas Antioksidan Buah Blueberry (Ganus Vaccinium) Menggunakan Metode DPPPH 2024-05-24T16:56:30+00:00 Ida Royani [email protected] Ain Tajriani Rizqi [email protected] Rezky Putri Indarwati Abdullah [email protected] Fendy Dwimartyono [email protected] Asrini Safitri [email protected] <p>Senyawa yang bisa menghentikan, mencegah, ataupun menghambat oksidasi zat yang dapat teroksidasi oleh radikal bebas serta meminimalisir stres oksidatif. Apabila terbentuk banyak radikal, tubuh manusia membutuhkan antioksidan eksogen dikarenakan tubuh manusia tidak punya cukup antioksidan. Antioksidan eksogen dapat diperoleh dari tumbuh-tumbuhan di alam. Diantara tanaman yang memiliki kandungan senyawa antioksidan adalah buah <em>blueberry</em> <strong>. </strong>Demi mengetahui aktivitas kekuatan antioksidan dari buah blueberry memakai metode DPPH <strong>. </strong>Jenis penelitian ini dilakukan dengan desain analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah buah blueberry yang teknik pengambilan sampelnya dilakukan dengan teknik kuota sampling sampai jumlah(kuota) yang diinginkan terpenuhi. Pengujian aktivitas antioksidan pada sampel dijalankan memakai metode DPPH (2,2Difenil-1 Pikrihidrazil). Analisis data dalam pengkajian ini menghitung dan menganalisa nilai IC50 yang didapatkan.dari persamaan regresi linear memakai perangkat lunak Microsoft Excel Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai IC50 buah blueberry adalah 827.287 ppm. Nilai tersebut menunjukan bahwa kekuatan aktivitas antioksidan dari buah blueberry mempunyai kekuatan aktivitas antioksidan yang lemah. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak metanol buah blueberry (Ganus vaccinium) dengan metode DPPH mengungkapkan bahwasanya ekstrak mempunyai aktivitas antioksidan lemah, bernilai IC50 sejumlah 827.287 ppm</p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26278 Analisis Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Di Rumah Sakit Umum Tere Margareth Medan Tahun 2023 2024-05-24T16:56:32+00:00 Lenny Tiarmaida Siagian [email protected] Ismail Efendy [email protected] Rida Evalina Tarigan [email protected] <p>Rumah sakit memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Terciptanya kualitas pelayanan mutu tentunya akan menciptakan kepuasan terhadap pengguna layanan. Pelayanan dibentuk berdasarkan 5 prinsip <em>Service Quality </em><em>(Serqual) yaitu Reability,Assurance, Tangible,</em> <em>Emphaty </em>dan <em>Responsives</em>. Dari beberapa hasil studi menyatakan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap beberapa pelayanan di Rumah sakit Indonesia masih cukup rendah. Pada saat melakukan survey awal di Rumah sakit Margareth Medan pada 10 responden didapati hanya 8 yang mengaku puas dengan pelayanan yang menggunakan system jaminan dan 2 diantaranya merasa tidak puas akan hal tersebut,Jenis penelitian ini merupakan survei kuantitatif dengan pendekatan <em>Cross Sectional</em>. Penelitian dilakukan Rumah Sakit Tere Margareth Medan pada tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang berobat ke Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Tere Margareth Medan. Sampel dalam penelitian ini ditetapkan menggunakan rumus slovin dimana sampel berjumlah 83 orang.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada Ada pengaruh kepuasan pasien terhadap variabel yang diteliti dengan melakukan <em>uji Chi-Square, </em>yaitu<em> : Reabillity</em> <em>P value</em> = 0,001, <em>Assurance</em> <em>P value</em>= 0,012,<em> Tangibles</em> <em>P value</em> = 0,001, <em>Empaty</em> <em>P value</em> = 0,003, <em>Responsives</em> P value = 0,001. (&lt; 0,05). Variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pasien berdasarkan hasil uji <em>regresi logistik</em> adalah variabel <em>Empaty</em> dengan hasil akhir p <em>Value Sig</em> 0,000 dan Exp(B) atau Odd Ratio tertinggi yaitu 23.658. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh <em>reability, assurance, tangible, empaty dan responsives </em>dengan kepuasan pasien di rumah sakit Tere Margareth Medan tahun 2024. Saran rumah sakit perlu meningkatkan ketepatan waktu, keramahan kesopanan, kebersihan fasilitas umum, rasa peduli yang sama rata&nbsp; serta memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh pasien.</p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25556 Pengetahuan Pencegahan Seks Bebas dan HIV-AIDS Pada Remaja 2024-05-12T14:52:11+00:00 Angela Librianty Thome [email protected] <p>Kejadian seks bebas dan penularan HIV-AIDS pada kalangan remaja masih cukup tinggi dan menjadi masalah kesehatan di dunia. Perlunya pengetahuan akan hal ini oleh remaja agar sedini mungkin remaja terhindar dari perilaku seks bebas dan penularan HIV-AIDS. Tujuan dilakukannya penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan gambaran pengetahuan remaja tentang pencegahan seks bebas dan HIV-AIDS melalui pendekatan cross-sectional dan dianalisis dengan univariat. Hasil penelitian yang ditunjukkan adalah sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 47% pada 14 orang, pengetahuan pada kategori baik sebanyak 20% pada 6 orang, dan kategori kurang sebanyak 33% pada 10 orang remaja.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>pengetahuan, seks bebas, HIV-AIDS, remaja</em>.</p> <p> </p> <p><em>Abstract</em></p> <p><em>The incidence of free sex and transmission of HIV-AIDS among teenagers is still quite high and is a health problem in the world. It is necessary for teenagers to know about this so that as early as possible teenagers can avoid free sexual behavior and the transmission of HIV-AIDS. The air of this research is to explain the description of teenagers’ knowledge about preventing casual sex and HIV-AIDS through a cross-sectional approach and analyzed using univariate analysis. The results of the research shown were that the majority of teenagers had sufficient knowledge, 47% in 14 people, 20% in the good of category in 6 people, and 33% in the poor category ini 10 teenagers.</em></p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/24668 Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas Pada Personel Polri di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah 2024-05-07T16:35:58+00:00 Desi Ramayanti [email protected] Mohammad Bakhriansyah [email protected] Muhammad Abdan Shadiqi [email protected] Nelly Al Audhah [email protected] Izaak Zoelkarnain [email protected] <p>Obesitas adalah keadaan kelebihan berat badan yang terjadi karena akumulasi lemak yang berlebihan yang dapat menyebabkan beberapa manifestasi. Obesitas di Mapolda Kalimantan Tengah mengalami peningkatan dari tahun 2021(14,31%) ke 2022(14,46%). Mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, pengetahuan gizi, aktivitas fisik dan pola makan dengan kejadian obesitas di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan 115 sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Variabel terikat:kejadian obesitas pada personel Polri. Variabel bebas:Usia, jenis kelamin, pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan pola makan. Analisis bivariat dan multivariat menggunakan binomial logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan pola makan dengan kejadian obesitas pada personel Polri. Variabel pengetahuan gizi paling berhubungan dengan kejadian obesitas pada personel Polri (Adj.OR=20,029). Terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan pola makan dengan kejadian obesitas. Variabel yang paling berhubungan dengan kejadian obesitas adalah pengetahuan gizi.</p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/24670 Analisis Faktor Pelayanan yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin 2024-05-07T16:36:28+00:00 Ramadhan Maulana Hikmat [email protected] Mohammad Bakhriansyah [email protected] Mohammad Isa [email protected] Ardik Lahdimawan [email protected] Muhammad Abdan Shadiqi [email protected] <p>Kepuasan merupakan ungkapan emosi yang dapat berupa perasaan senang atau kecewa yang muncul setelah membandingkan sesuatu yang diharapkan atau diinginkan dengan hasil dari suatu produk pelayanan. Beberapa pakar menganggap bahwa kepuasan pasien dan kepuasan penyelenggara sebagai aspek psikososial dari keefektifan layanan kesehatan. Menganalisis hubungan waktu tunggu laboratorium, jenis pembiayaan, tingkat kegawatan, luaran, dan lama waktu tunggu di IGD terhadap kepuasan pasien IGD RS Sari Mulia Banjarmasin. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional berjumlah 211 responden pasien IGD RS Sari Mulia Banjarmasin dengan metode accidental sampling menggunakan kuisioner dan rekam medis dengan uji univariat dan uji regresi logistik multinomial untuk analisis bivariat dan multivariat Terdapat hubungan tingkat jenis pembiayaan umum dengan tingkat kepuasan baik (p=0,029) dan tingkat kepuasan sangat baik (p=0,005). Tidak terdapat hubungan kepuasan terhadap lama tingkat kegawatan (p&gt;0,05).&nbsp; Data tidak dapat dianalisis pada faktor lama waktu tunggu laboratorium dan luaran pasien karena terdapat variabel dengan jumlah 0 responden. Terdapat hubungan jenis pembiayaan umum dan tingkat kepuasan baik dan sangat baik pada pasien di IGD RS Sari Mulia Banjarmasin</p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26220 High Risk Human Papillomavirus & Risk Factors for Cervical Cancer 2024-05-08T07:37:26+00:00 Riani Agustini [email protected] Andi Yasmon [email protected] <p><em>Cervical cancer is caused by the non-enveloped, Papillomavirus, or HPV, is an example of a double-stranded DNA virus.. According to the 2020 Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) survey, a global study of female populations, cervical cancer is associated with a relatively high fatality rate. Cervical cancer is the second most prevalent form of the disease among women in Indonesia. Over 73% of instances of cervical cancer are known to be caused by high-risk HPV strains 16 and 18. The proteins E6 and E7 significantly prevent the tumor suppressors p53 and pRb from acting, which would otherwise cause cells to proliferate and become uncontrollably large. It is necessary to identify the risk factors that lead to cervical cancer in order to take the necessary preventive action.</em></p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26279 Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepemilikan Jamban Sehat Dalam Phbs Pada Tatanan Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Okbab Kecamatan Okbab Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua 2024-05-24T16:56:32+00:00 Rossa R. Mallo [email protected] Mappeaty Nyorong [email protected] Endang Maryanti [email protected] <p>Kesehatan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Di Indonesia pembangunan sanitasi merupakan permasalahan yang bertentangan dengan sosial budaya, salah satunya adalah budaya masyarakat yang masih terbiasa dengan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) disembarangan tempat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepemilikan jamban sehat dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga di Kecamatan Okbab Kabupaten Pegunungan Bintang Papua.Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan <em>cross sectional.</em> Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesma Okbab Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua pada tahun 2022. Populasi berjumlah 1125 orang kepala&nbsp; keluarga dan sampel &nbsp;92 orang Kepala Keluarga dengan menggunakan rumus slovin.Analisis data kuantitatif dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil uji chi-square diperoleh pada variabel tingkat pendidikan p= 0,000, pengetahuan p=0,000, sikap p=0,000, pendapatan p=0,000, dukungan sosial p=0,000, perilaku petugas kesehatan p=0,024 yang menunjukkan adanya faktor yang mempengaruhi. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, sikap, pendapatan, dukungan sosial dan perilaku petugas kesehatan terhadap kepemilikan jamban sehat di wilayah kerja puskesmas Okbab tahun 2022, dan dari semua faktor yang memengaruhi kepemilikan jamban sehat, faktor sikap merupakan yang paling dominan memengaruhi kepemilikan jamban sehat dengan nilai <em>Exp(B) </em>0,025<strong><em>.</em></strong>.</p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25180 The Relationship Between Maternal Education Level and Family Income on The Incidence of Stunting in Toddlers at The Madiun City Health Center 2024-05-08T06:43:46+00:00 Nurwasilah Nurwasilah [email protected] Sukma Sahadewa [email protected] Andiani Andiani [email protected] Fara Disa Durry [email protected] <p><em>Stunting is a condition that occurs in toddlers who experience growth failure due to chronic malnutrition based on a z-score (TB/U) value of less than -2 SD (Standard Deviation). Stunting can be caused by a low level of maternal knowledge. Family income is also a risk factor for stunting. The purpose of this study was to analyze the relationship between maternal education level and family income on the incidence of stunting in toddlers at the Madiun City Health Center. This study used an analytical observational method with a case control design. The population in this study was all mothers who had toddlers in Madiun City. Respondents in this study consisted of 34 people, obtained from questionnaires with the total sampling method. The results of Chi-Square &nbsp;analysis showed that there was no relationship between maternal education level (p = 0.290), no relationship between family income level (p = 0.628), maternal education level and family income level (p = 0.545) greater than p value = 0.05; showed that there was no relationship between maternal education level and family income level with the incidence of stunting in toddlers at the Madiun City Health Center. There is no relationship between maternal education level and family income with the incidence of stunting in toddlers at the Madiun City Health Center</em><em>.</em></p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26121 Faktor Yang Berhubungan Dengan Asupan Makanan Pada Pasien Rawat Inap Di RS UPTD Mulia Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah 2024-05-07T16:37:09+00:00 Paskalina Butu [email protected] Kurnia Yusuf [email protected] St. Uswatun Hasanah [email protected] St. Masithah [email protected] Andi Rahmaniar [email protected] <p>Asupan makanan pasien merupakan salah satu tolok ukur dari pelayanan gizi ruang rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan asupan makanan pada pasien rawat inap di RS UPTD Mulia Kabupaten Puncak Jaya Propinsi Papua Tengah tahun 2023. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>, sampel berjumlah 28 pasien di ruang rawat inap. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji univariat didapatkan jenis makanan tidak tepat 53.8%, menu tidak bervariasi 57.1%, cita rasa makanan kurang 67.9%, dan penampilan makanan cukup menarik 60.7%.&nbsp; Terdapat hubungan antara jenis makanan, variasi menu, cita rasa makanan, dan penampilan makanan dengan asupan makanan pasien. Diharapkan pihak instalasi gizi sebagai pengelola makanan di RS UPTD Mulia Kabupaten Puncak Jaya dapat melakukan edukasi gizi, dan peningkatan pelayanan makanan agar menghasilkan makanan yang menarik dan enak yang dapat membangkitkan selera makan sehingga asupan makanan pada pasien meningkat.&nbsp;</p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25267 Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja : Sistematik Review 2024-05-18T03:44:01+00:00 Syahrifah Aima [email protected] Dadan Erwandi [email protected] <p><em>Indonesian National Population and Family Planning Board defines youth as unmarried individuals aged 10-24 years. Globally, every year there are more than 1,2 million adolescent deaths due to preventable or treatable health problems and that were occurred due to lack of adequate information or limited access to health services. The purpose of this review to conclude and explore related to adolescent reproductive health services. This research is a systematic review using the search engines Pubmed, Science Direct and Google Scholar. Search result through search engines found as many as a 5 relevant articles and analyzed them. This review found two themes: the determinants of adolescent reproductive health services, including knowledge, perceptions, and needs; and barriers to adolescent reproductive health services, including facilities, costs, staff, lack of privacy and confidentiality, social culture and policies.</em></p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23880 Analisis Efektivitas Biaya Dialiser Single Use dan Reuse Layanan Hemodialisa Pasien Gagal Ginjal dan Pengaruhnya Terhadap Quality Of Life di RSUD Sekarwangi 2024-05-08T06:29:31+00:00 Firsa Novellasari [email protected] Delina Hasan [email protected] Nurita Andayani [email protected] <p>Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang prevalensinya terus meningkat, hemodialisis merupakan salah satu terapi untuk membantu fungsi ginjal. Untuk penghematan biaya, penggunaan dialiser sebagai komponen dalam hemodialisis menggunakan dialiser sekali pakai (single use) dan dialiser berulang (reuse).&nbsp; Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi menyediakan jasa rawat jalan maupun rawat inap bagi pasien dengan penyakit ginjal kronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah penggunaan dialiser yang paling efektif dan efisien yang di gunakan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan prospektif dan retrospektif. Jumlah sampel yang dipilih adalah pasien rawat jalan yang menggunakan dialiser single use dibagi menjadi 30 pasien yang menggunakan dialiser A dan 30 pasien yang menggunakan dialiser B. Sedangkan yang menggunakan&nbsp; dialiser reuse dibagi menjadi 30 pasien yang menggunakan dialiser A dan 30 pasien yang menggunakan dialiser B yang aktif berobat selama tahun 2021. Data dianlisis dengan menggunakan metode Cost Effectiveness Analysis (CEA), pengukuran kualitas hidup dengan instrumen European Quality of Life-5 Dimension-5 level (EQ-5D-5L). Hasil analisis menunjukkan bahwa dialiser single use lebih efektif dalam menghasilkan perubahan outcome kreatinin, ureum, dan hemoglobin yang lebih baik dibandingkan dialiser reuse. Namun, dialiser reuse lebih efisien dari segi biaya dengan unit cost yang lebih rendah. Hasil juga menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien tidak berbeda signifikan dan menunjukkan kualitas hidup yang sama baik. antara penggunaan kedua jenis dialiser ini.</p> 2024-05-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25287 Situasi dan Kebutuhan Remaja Tentang Edukasi Kesehatan Reproduksi 2024-05-08T06:42:53+00:00 Siti Hannifah [email protected] Rita Damayanti [email protected] Titeu Herawati [email protected] <p>Andir is one of district that has the highest HIV and AIDS cases in Bandung. According to Bandung <br>AIDS Comission, it is confirmed that 224 PLWIH and estimated that 4,235 key populations, including sex <br>workers, LGBTQ+, people who inject drugs live in the district. Young people in Andir has become on of the <br>most risky population of HIV transmittion. The knowledge of sexual reproductive health, drug abuse and HIV <br>prevention among these young population needs to be improved in order to decrease new HIV cases. The <br>purpose of this rapid general assessment is to obtain a program design model that is right on target and according <br>to the needs of youth.<br>The method used in this assessment was to use a quantitative and qualitative approach involving 63 <br>teenage respondents and 7 stakeholder informants. The results of the assessment revealed: 60% of adolescents <br>understand reproductive health, 72% of respondents understand drugs, 60% of adolescents understand HIV and <br>AIDS; the desired form is through social media; 89% of respondents had been involved in youth activities, 79% <br>had been involved in planning an activity, and 62% of respondents had made decisions in activities; Facilities <br>and infrastructure owned by the District and Kelurahan are Youth Space, Musrembang, community funds, <br>Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)<br>corporate concern funds; The facilities owned by the Puskesmas are funds sourced from the BLUD (Regional <br>Public Service Agency), BOK (Health Operational Assistance), APBD (Regional Revenue and Expenditure <br>Budget), and cooperation with other parties (sponsorship).<br>The results of the assessment recommendations for youth and stakeholders include: regular information <br>on reproductive health, drugs, HIV and AIDS through social media with youth involvement (meaningful youth <br>involvement); Optimizing government facilities, community, CSR, BLUD (Regional Public Service Agency), <br>BOK (Health Operational Assistance), APBD (Regional Revenue and Expenditure Budget), as well as the <br>collaboration of academia, business, community, government and media (Pentahelix).<br>Keywords: content, formatting, article</p> 2024-05-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/24830 Efek Suplementasi Magnesium pada Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Tipe Ii: Evidence-Based Case Report 2024-05-08T06:29:27+00:00 Consistania Ribuan [email protected] Yohannessa Wulandari [email protected] <p>Diabetes merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas di dunia terutama di negara dengan penghasilan rendah dan menengah. Pada pasien diabetes melitus tipe II (DMT2) sering terjadi defisit magnesium terutama pada pasien dengan profil kontrol glikemik yang rendah. Magnesium merupakan ion yang esensial, merupakan kofaktor utama pada bebagai reaiksi enzimatik termasuk untuk glikolisis. Magnesium juga terlibat pada regulasi sinyal insulin, ambilan glukosa oleh sel yang dimediasi oleh insulin, dan terlibat dalam sekresi insulin. Sehingga magnesium dapat memperbaiki kontrol glikemik pada pasien DMT2. Studi ini ingin mengetahui efek suplementasi magnesium oral pada kontrol glikemik pasien DMT2. Pencarian literatur dilakukan dengan advanced searching pada PubMed, Cochrane Library. Digunaka MeSH term dan penyaringan terhadap judul/abstrak dengan kriteria eligibilitas sebelum peninjauan jurnal. 6 artikel dipilih berdasarkan kriteria eligibilitas dan relevansi dengan pertanyaan klinis (PICO). Tiga review sistematis dan dua studi RCT menunjukan suplementasi magnesium dapat memperbaiki kontrol glikemik pada pasien DMT2 secara signifikan. Sedangkan satu studi review sistematis menunjukan penurunan gula darah puasa yang tidak signifikan, walaupun terjadi perbaikan HOMA-IR secara signifikan dan penurunan gula darah puasa lebih signifikan pada durasi suplementasi yang lebih panjang, serta kondisi hipomagnesemia. Suplementasi magnesium oral dapat memperbaiki kontrol glikemik pasien DMT2.</p> 2024-05-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25050 Autoimmune Hemolytic Anemia in Pediatric: A Case Report 2024-05-08T06:43:27+00:00 Clara Alvionita Wongso [email protected] Isfandiyar Fahmi [email protected] <p>Anemia hemolitik autoimun (AIHA) atau <em>autoimmune hemolytic anemia </em>merupakan suatu anemia hemolitik yang disebabkan oleh produksi antibodi tubuh yang merusak sel darah merahnya sendiri. AIHA diklasifikasikan sebagai "hangat" atau "dingin" berdasarkan suhu optimal di mana antibodi menunjukkan reaktivitas maksimal dan sebagai primer atau sekunder tergantung pada adanya penyebab. Presentasi klinis secara general melibatkan tanda dan gejala non-spesifik berupa <em>jaundice</em>, urin berwarna gelap, kelelahan, splenomegali dan kemungkinan hepatomegali. Tatalaksana lini pertama dimulai dengan glukokortikoid, 1 – 2 mg/kg/hari dengan tujuan mengurangi hemolisis serta menstabilkan kadar hemoglobin. Transfusi sering diindikasikan untuk anemia yang bergejala berat yang dapat mengancam nyawa.</p> <p>Seorang pasien perempuan berusia 16 tahun datang dengan keluhan lemas, demam hilang timbul, pucat, dan urin berwarna gelap selama 1 bulan. Hasil pemeriksaan laboratorium darah diperoleh eritropenia, leukopenia, penurunan kadar Hb &lt;3 g/dL dan trombositopenia. Pada pemeriksaan apusan darah tepi didapatkan kesan pansitopenia et causa hemolitik (AIHA) dengan <em>viral infection</em>. Pasien di diagnosa menderita AIHA dan diberikan terapi lini pertama bersamaan dengan transfusi.</p> 2024-05-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26684 Pengaruh Pelatihan Manajemen Nyeri Bagi Perawat Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Penerapan Manajemen Nyeri di Irna Non Bedah Paru dan Saraf RSUP Dr. M Djamil Padang 2024-05-08T07:37:32+00:00 Wesnawati Wesnawati [email protected] Helmi Arifin [email protected] Nelwati Nelwati [email protected] <p>Salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan di ruang rawat inap adalah meningkatnya angka kenyamanan pasien atau nyeri terkontrol. Pengetahuan dan sikap yang akurat dalam penerapan manajemen nyeri merupakan prinsip penting dalam praktek keperawatan karena berdampak langsung terhadap pasien.Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap perawat mengenai manajemen nyeri adalah melalui pelatihan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pelatihan manajemen nyeri bagi perawat terhadap pengetahuan, sikap dan penerapan manajemen nyeri di IRNA Non Bedah Paru dan Saraf RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi-eksperiment </em>dengan pendekatan <em>one group pre-post test design</em>. Sampel penelitian ini adalah perawat pelaksana yang berjumlah 30 orang diambil secara <em>total sampling</em>. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisa data menggunakan uji <em>wilcoxon</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan, sikap, dan penerapan manajemen nyeri oleh perawat setelah pelatihan secara signifikan (p&lt;0,005). Pelatihan secara berkelanjutan dan evaluasi penerapan mengenai manajemen nyeri, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam melaksanakan manajemen nyeri.</p> 2024-05-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25302 Navigating The Challenges Of Congenital Anomalies Of Recurrent Preauricular Abscesses In Pediatrics: Case Report 2024-05-01T15:35:08+00:00 Sitanni O. Pasaribu [email protected] Tenty Tenty [email protected] <p><em>Preauricular abscesses, particularly in pediatric patients, are a clinical challenge often associated with congenital anomalies like preauricular pits. These conditions necessitate a comprehensive approach to diagnosis and management, emphasizing the importance of understanding their etiology, clinical presentation, and treatment strategies. A 15-month-old male presented with recurrent preauricular abscesses. Notably, he had congenital preauricular pits present since birth. The clinical presentation included localized swelling, erythema, and tenderness in the preauricular area. The history of recurrent infections and physical examination findings led to the diagnosis of preauricular abscess secondary to infected preauricular pits. The management of preauricular abscesses in pediatric patients involves a dual approach. Initially, appropriate antibiotic therapy is administered to address the acute infection. In cases of recurrence, as in our patient, surgical intervention for the removal of the pit or fistula is considered to prevent future infections. This case highlights the importance of recognizing congenital anomalies and tailoring treatment plans to address both immediate and long-term concerns. This case underscores the need for meticulous clinical assessment and a comprehensive treatment plan in managing pediatric preauricular abscesses. Recognizing the role of congenital preauricular pits in recurrent infections is crucial for effective management. The dual approach of medical and surgical intervention can significantly improve outcomes in pediatric patients with this condition.</em></p> 2024-05-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26207 Laporan Kegiatan Diagnosis Komunitas Dalam Upaya Menurunkan Jumlah Kasus Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Teluknaga 2024-05-01T15:35:00+00:00 Adinda Zhafira Dyanti Putri [email protected] Anggi Cahaya Millenia S Sirait [email protected] Mahardika Maghfirani Sadewa [email protected] Shania Latiza [email protected] Silviana Tirtasari [email protected] <p>Stunting didefinisikan sebagai tinggi badan menurut usia yang rendah akibat kekurangan nutrisi kronik. Di Indonesia, prevalensi stunting pada tahun 2022 mencapai 21,6%, jauh dari target 14% pada tahun 2024, menjadikan penanganan stunting prioritas utama. Pada Agustus 2023, Puskesmas Teluknaga mencatat 119 kasus stunting, dengan kasus tertinggi di Desa Kampung Melayu Barat. Mini survei menunjukkan pengetahuan mengenai stunting masih kurang. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting di wilayah kerja Puskesmas Teluknaga. Pendekatan diagnosis komunitas menggunakan Paradigma Blum dilakukan. Prioritas masalah ditentukan dengan teknik non-skoring Delphi dan akar penyebab masalah diidentifikasi melalui fishbone diagram. Data intervensi diperoleh dari pre- dan post-test, serta pengukuran antropometri. Pemantauan dilakukan dengan siklus plan-do-check-action (PDCA). Analisis menggunakan fishbone diagram menunjukkan masalah utama berupa gaya hidup. Hasil penyuluhan menunjukkan 10 kader (100%) mendapatkan nilai post-test &gt; 85 dan 24 masyarakat (89%) mendapatkan nilai post-test &gt; 80, dengan peningkatan nilai &gt; 10 poin dari nilai pre-test pada kedua kelompok. Intervensi menunjukkan 9 anak (90%) mengalami peningkatan berat dan tinggi badan. Berdasarkan intervensi yang dilakukan, terdapat peningkatan pengetahuan pada kader dan masyarakat mengenai stunting di wilayah kerja Puskesmas Teluknaga.</p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25288 The Critical Role of Timely Diagnosis in Preventing Complications: A Case Study of Matured Cataracts 2024-05-01T15:46:15+00:00 Aenun Azkiya Inayati [email protected] Heroe Joenianto [email protected] <p>Senile cataracts, prevalent in the elderly, especially in developing areas with limited healthcare access, pose significant challenges in geriatric patient management. This case study focuses on Mrs. S, a 66-year-old Indonesian woman with a mature-stage senile cataract, illustrating the difficulties in diagnosis and treatment in resource-constrained settings. Her symptoms, initially a white fog-like view, quickly worsened, highlighting the urgency of early cataract detection and intervention to prevent severe vision impairment. Examination revealed a uniformly cloudy lens in her right eye, leading to a diagnosis of Mature Stage Senile Cataract. The treatment plan included extracapsular cataract extraction with Intraocular Lens implantation. This case emphasizes the importance of early diagnosis in managing cataracts, the potential for less invasive surgical options with timely intervention, and the consequences of delayed diagnosis on patient well-being and treatment complexity. Early recognition and treatment are crucial in preserving visual function and minimizing complications associated with advanced cataracts, particularly in resource-limited healthcare settings.</p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25298 Penatalaksanaan Herpes Zoster dan Hipertensi Pada Pasien Laki-Laki Usia 64 Tahun Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga 2024-05-01T15:35:38+00:00 Aneza Dinanti Hakim [email protected] Tom Surjadi [email protected] <p>Herpes zoster (HZ) adalah reaktivasi virus varicella-zoster yang menetap laten di dalam ganglia (dorsal root ganglion) setelah serangan varisela. Komplikasi dari HZ yang sangat mempengaruhi kualitas hidup dan Kesehatan secara keseluruhan adalah post-herpetic neuralgia (PHN). Hal ini lebih sering terjadi pada lansia dan bila terapi terlambat diberikan. Telah ditemukan bahwa hipertensi&nbsp; dikaitkan dengan peningkatan risiko HZ. Secara bersamaan, HZ juga meningkatkan risiko terjadinya kejadian kardiovaskular. Laporan kasus ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan dokter keluarga yang holistik dan komprehensif, dan melakukan penatalaksanaan berbasis Evidence Based Medicine dengan pendekatan Family Approach pada seorang pasien bernama Tn. M berusia 64 tahun dengan herpes zoster dan hipertensi tidak terkontrol. Prinsip yang digunakan dalam pendekatan kedokteran keluarga adalah Mandala of Health. Pada pasien dilakukan intervensi medikamentosa bertujuan untuk mengurangi keluhan dan intervensi non medikamentosa berupa edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai faktor risiko penyakit, pencegahan, pola makan pasien. Penegakan diagnosis dan penatalaksanaan pada pasien ini telah dilakukan secara holistik, patient centered, family approach dan berdasarkan beberapa teori maupun penelitian terkini. Penatalaksanaan yang dilakukan secara holistik telah memberikan hasil pada Tn. M berupa penyembuhan lesi herpes zoster dan juga penurunan tekanan darah menjadi dibawah &lt; 140/90. <br><br></p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26204 Leukositosis Pada Pasien Dengan St-Elevation Myocardial Infarction, Apakah Perlu Diberikan Antibiotik ? – Laporan Kasus 2024-05-01T15:34:09+00:00 Angelica Joanna Charity Kamalo [email protected] Mustika Mahbubi [email protected] <p>Sindrom Koroner Akut (SKA) dapat menyebabkan aktivasi fase akut, yang mengawali rekrutmen leukosit ke lokasi miokardium yang mengalami infark. Peningkatan jumlah leukosit jauh lebih besar bila terdapat cedera signifikan terkait inflamasi iskemik.Kami mempresentasikan kasus ST-elevation Myocardial Infarction (STEMI) pada seorang pasien laki-laki berusia 72 tahun, dirawat di unit gawat darurat dengan keluhan nyeri dada dan sesak napas &gt;12 jam dengan syok kardiogenik. Pemeriksaan elektrokardiogram menunjukkan elevasi segmen ST pada sadapan II, III dan aVF dengan blok AV total. Dari hasil laboratorium, terjadi peningkatan leukosit (26.000/uL) dan neutrofil (72,59 %), serta penurunan limfosit (19,80 %). Terapi optimal untuk STEMI inferior telah diberikan. Pasien ini tidak diberikan antibiotik. Pasien membaik dalam evaluasi. Acute myocardial infact (AMI) berhubungan dengan peradangan sistemik, tercermin pada peningkatan monosit darah tepi dan neutrofil. Peradangan dapat menyebabkan pecahnya plak aterosklerotik dan trombosis. Peningkatan jumlah leukosit mengikuti timbulnya gejala penyakit iskemi.. Limfosit juga mempunyai peran penting dalam memodulasi respon inflamasi pada tahapan proses aterosklerotik. Dalam keadaan akut, limfopenia merupakan temuan umum selama respon stres. Limfopenia telah dikaitkan dengan komplikasi mekanis dan kematian setelah infark miokard. Leukositosis pada SKA tidak memerlukan antibiotik untuk terapi khusus. Dalam hal ini, leukositosis akan kembali normal setelah terapi AMI optimal. Peningkatan leukosit merupakan prediktor independen kematian penyakit jantung koroner, yang mungkin mengindikasikan peran peradangan dalam patogenesis penyakit jantung koroner.</p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26205 Peran Kortikosteroid Dalam Penanganan Pneumonia Pada Anak – Laporan Kasus 2024-05-01T15:33:25+00:00 Anggi Wulan Rahmadani [email protected] Hartono Hartono [email protected] <p>Community-acquired pneumonia (CAP) adalah infeksi serius yang paling umum terjadi pada masa kanak-kanak. Patofisiologi CAP melibatkan respon inflamasi kompleks yang juga dapat dikontrol dengan terapi kortikosteroid tambahan. Seorang pasien anak berusia 7 tahun dengan keluhan demam dan batuk selama 1 minggu didiagnosis pneumonia berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium, yang kemudian ditatalaksana dengan antibiotik dan kortikosteroid.&nbsp; Salah satu mekanisme yang diusulkan mengenai peran kortikosteroid yang menguntungkan adalah pengurangan pelepasan sitokin, sehingga mengurangi peradangan lokal di lokasi terjadinya infeksi. Pemberian kortikosteroid sebagai terapi tambahan pada pneumonia&nbsp; pada anak dibenarkan dan telah dilakukan pada pasien dalam kasus dalam jenis deksametason. Melalui mekanisme anti-inflamatorik, kortikosteroid dapat mempercepat penyembuhan dan mengatur keseimbangan proses inflamasi dalam tubuh.</p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26983 The Effect Of Occupational Safety And Health And Organizational Commitment On Soldier Performance By Using The Approach Partial Least Square – Sem Analysis 2024-05-24T16:56:34+00:00 Ari Tri Purnamasari [email protected] Vip Paramarta [email protected] Kosasih Kosasih [email protected] Chevie Wirawan [email protected] Etty Sofia M.A [email protected] <p>The background of this research is that the performance of Paspampres soldiers has yet to be discovered, and the factors that affect the performance of Paspampres soldiers still need to be discovered. Basedoon the background,,thissstudy attempts to examine the impacttof Occupational Safety and Health and OrganizationallCulture partially and directly on Soldier Performance and indirect influence through the intervening variable of Organizational Commitment. A descriptive verificative explanatory design wasuused in this research. In theqquantitative phase, The instrument offresearch wasuused to perform a survey on 144 Soldier which was then descriptively examine. . The data analysis technique uses SEM-PLS to test the outer model, inner model, and hypothesis test. The result show that the Paspampres Soldier Organization's Commitment and OccupationallSafety anddHealth have a positive and significant relationship..Occupational Safety and Health also positively and significantly affects Paspampres Soldiers' Performance, while Organizational Commitment has no significant affect and has a negative impact on Paspampres Soldiers' Performance. Moreover, Occupational Safety and Health and OrganizationalcCommitment both positivelyyand significantly affect Paspampres Soldiers' Performance at the same time. Research uses organizational commitment as a variable on soldier performance and does not have a significant effect in this research. Several previous research have examined the effect of organizational commitment variables onpperformance, showing significant differences in the research results that support the theory and suggest for more research.</p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26208 Psychogenic Non-Epileptic Seizure (Pnes) – Laporan Kasus 2024-05-01T15:35:03+00:00 Ferrel Briliyant Ursula [email protected] Adinda Zhafira Dyanti Putri [email protected] Hening Tri Utami [email protected] <p>Psychogenic Non-Epileptic Seizure (PNES) adalah kejadian paroksismal dan tiba-tiba yang menyerupai kejang epileptic namun tidak disebabkan oleh suatu gangguan organic, yang dibutkikan oleh rekaman elektroensefalogragi (EEG) yang menunjukkan bahwa aktivitas otak normal selama kejadian yang menyerupai kejang. Sebaliknya, gangguan ini merupakan manifestasi dari tekanan psikologis dan emosi yang belum terselesaikan. PNES dapat terjadi pada semua usia namun paling sering terjadi antara usia 15 - 35 tahun, dan lebih sering terjadi pada wanita. Gangguan ini sering salah didiagnosis sebagai epilepsi, sehingga menempatkan pasien pada risiko komplikasi iatrogenik.&nbsp; Kami telah melaporkan sebuah kasus PNES pada wanita usia 22 tahun yang mengalami kejang pada bagian kanan tubuh secara tidak sinkronik, yang awalnya ditatalaksana sebagai kejang epileptik namun tidak didapatkan gelombang epileptogenikk pada EEG sehingga didiagnosis PNES. Untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien, PNES harus dengan cepat dievaluasi dan ditangani secara psikiatrik. PNES juga berhubungan dengan berbagai kondisi komorbiditas psikiatri sehingga kondisi-kondisi ini juga harus ditatalaksana secara adekuat</p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25300 Deciphering The Immune Landscape: A Comprehensive Review Of Human Immune Responses To Malaria 2024-05-01T15:35:30+00:00 Jason Gunawan Lie [email protected] Yohanes Firmansyah [email protected] <p><em>This comprehensive review examines the complex human immune response to malaria, a significant global health challenge caused by Plasmodium parasites. The innate and adaptive immune systems play pivotal roles in defending against malaria, with mechanisms involving various immune cells like dendritic cells, natural killer cells, eosinophils, basophils, T cells, and B cells. These cells operate in a dynamic interaction, recognizing and responding to the parasite at different stages of its life cycle. Our review methodologically analyzed recent studies and literature on the immune response to malaria, focusing on the roles of different immune cells and the production of cytokines and antibodies. We also explored the epidemiology of malaria, with particular attention to regions like Indonesia, where climate, geography, and socio-economic factors influence transmission dynamics. The findings highlight the innate immune system's crucial role in early pathogen detection and response, particularly through PAMPs recognition by PRRs such as TLRs and scavenger receptors. Additionally, the adaptive immune response's complexity, including anti-sporozoite antibodies and T cell immunity, is emphasized, particularly in recognizing parasite-exported antigens and developing memory responses for long-term immunity. The immune response's intricacy, coupled with the challenges in vaccine and therapy development due to the parasite's complex life cycle and varying epidemiological patterns, underscores the need for continued research and innovation in malaria immunology and public health strategies. This review contributes to a deeper understanding of the immune mechanisms against malaria and the ongoing efforts to control and eradicate this pervasive disease.</em></p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25299 Comprehensive Management of Pediatric Epidural and Subdural Hematomas Following Traumatic Brain Injury: A Case Report 2024-05-01T15:35:34+00:00 Francisca Wuri Anzaz Sari [email protected] Oskar Ady Widarta [email protected] <p>This case report details the management and implications of a 13-year-old male patient who presented with Epidural Hematoma (EDH) and Subdural Hematoma (SDH) following a traumatic brain injury sustained from a fall. The patient's treatment involved decompressive craniotomy to relieve intracranial pressure and reduce the risk of further brain damage, followed by cranioplasty to reconstruct the cranial vault. The case highlights the complexities involved in pediatric neurosurgery, especially in managing EDH and SDH, which are common yet critical conditions in traumatic brain injury cases. These hematomas, while distinct in their location and nature, share a common etiology in trauma and require prompt and effective surgical intervention. The importance of decompressive craniotomy in such cases is emphasized, particularly for alleviating increased intracranial pressure and minimizing additional cerebral injury. However, the potential postoperative complications, including cerebrospinal fluid leaks, infections, and seizures, necessitate vigilant postoperative care and monitoring. The epidemiology of EDH and SDH in the context of traumatic brain injury underscores their prevalence and the significant impact they have on the pediatric population. The successful management of this case, with both immediate surgical intervention and comprehensive postoperative care, illustrates the effectiveness of current treatment protocols. This case also sheds light on the critical need for a multidisciplinary approach in the long-term rehabilitation of pediatric patients, ensuring optimal recovery and development post-injury. In conclusion, this report contributes to the understanding of the management of traumatic brain injuries in children, emphasizing the significance of timely surgical intervention, careful monitoring for complications, and the importance of a holistic approach to patient care for favorable outcomes.</p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26206 Unraveling The Shields And Swords: The Duel Of Innate And Adaptive Immunity Against Filarial Invaders 2024-05-01T15:34:35+00:00 Ririn Efranisa Sembiring Brahmana [email protected] Yohanes Firmansyah [email protected] <p>The immune system, comprising innate and adaptive components, is crucial for defending the human body against various infectious agents, including filarial parasites. Filariasis, caused by thread-like nematodes, poses a significant health risk in tropical and subtropical regions, affecting over 120 million people worldwide. Understanding the immune response to filarial infection is essential for developing effective treatments and preventive strategies. A comprehensive literature review was conducted, focusing on the human immune response to filarial infections, particularly the roles of the adaptive and innate immune systems. Systematic searches of databases such as PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar were carried out, with search terms including "lymphatic filariasis," "immune response to filariasis," and others. The immune response to filarial infection involves complex interactions between the innate and adaptive immune systems. The skin and mucous membranes act as the first line of defense, while specific immune cells and cytokines play crucial roles in the inflammatory response and parasite elimination. The adaptive immune response, particularly the Th2 response, is critical for clearing microfilariae from the bloodstream. However, the immune system's ability to effectively deal with filarial infections varies due to factors such as genetic susceptibilities, infection severity, and environmental exposures.</p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27115 Hubungan Konseling, Sosial Ekonomi dan Peran Suami Terhadap Pemilihan Kontrasepsi Post Partum di PKJN RSJ Dr.H. Marzoeki Mahdi Bogor Tahun 2024 2024-05-01T15:58:58+00:00 Fitri Andriyani [email protected] <p>Indonesia saat ini berada diurutan keempat Negara di dunia dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu 270,20 juta jiwa berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020. Meskipun laju penduduk di Indonesia dalam satu dekade terakhir mengalami penurunan 0,24% dari 1,49% pada periode 2000-2010 menjadi 1,25% pada periode selanjutnya 2010-2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan konseling, sosial ekonomi dan peran suami terhadap pemilihan kontrasepsi postpartum di PKJN RSJ dr.H. Marzoeki Mahdi Bogor tahun 2024. Metode penelitian menggunakan metode <em>cross sectional</em>. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu post partum di PKJN RSJ dr.H. Marzoeki Mahdi Bogor sebanyak 125 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah metode <em>accidental sampling</em> sebanyak 104 responden. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan bermakna antara dukungan suami (<em>p-value</em> = 0,000 &lt; 0,05) dan konseling (<em>p-value</em> = 0,000 &lt; 0,05)dengan pemilihan kontrasepsi postpartum. Dan tidak ada hubungan social ekonomi dengan pemilihan kontrasepsi postpartum dengan nilai v-value 0,618. Simpulan peran suami merupakan variabel yang paling besar hubungannya dengan pemilihan kontrasepsi postpartum (OR = 11,364).</p> 2024-06-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25505 Test the Effectiveness of Rose Flower Water ( Rosa Damascena Mill) As a Potential Herbal Drink Health 2024-05-15T16:38:44+00:00 Diyan Sakti Purwanto [email protected] Riyan Setiyanto [email protected] Putri Arsela [email protected] <p>Roses (Rosa damascena Mill) are a commodity that has economic value that is not utilized optimally. Research on roses shows that roses have potential as a source of natural antioxidants. Some of the chemicals contained in roses include tannin, geraniol, nerol, citronellol, geranic acid, terpenes, flavonoids, pectin polyphenols, vanillin, carotenoids, stearopten, farnesol, eugenol, phenylethyl alcohol, vitamins B, C, E, and K. There is a need for further research regarding the active compounds contained in rose water which can have the potential to be used as a herbal drink for human health that meets standards by showing appropriate tests.</p> <p>The aim of this research is to determine the value, total flavonoids and vitamin C value in waste and rose water. This research was designed with stages of determination of rose plants, preliminary tests, phytochemical screening of rose waste and water including: organoleptic observations, total flavonoids and vitamin C.</p> <p>From the research, it was found that the total value of flavonoids in mamar flower waste water was 1.24 ± 0.03, while in rose water it was 0.68 ± 0.02. The main flavonoid compound is quercetin which consists of lutein, luteoxanthin and ?-carotene and is correlated with antioxidant activity. The level of Vitamin C in C rose flower waste is 0.314 ± 0.0028, while in rose water it is 0.244 ± 0.0009, this is due to the ascorbic acid content. From the results, the value of vitamin C shows a correlation with flavonoids. The higher the flavonoid value, the higher the vitamin C value. With the flavonoid and vitamin C content, rose flower waste and water have the potential as a health herbal drink.</p> 2024-06-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25827 Asma Bronkial Persisten Ringan Serangan Berat Well-Controlled dengan Obat Pengendali pada Anak Usia 6 Tahun 2024-05-08T06:43:18+00:00 Shania Latiza [email protected] Hartono Hartono [email protected] <p>Asma adalah mengi berulang dan atau batuk persisten akibat hipereaktivitas jalan nafas terhadap berbagai rangsangan dengan karakteristik timbul secara episodik, cenderung pada malam atau dini hari, musiman, setelah aktivitas fisik, serta mempunyai riwayat asma atau atopi lain dalam keluarga atau penderita sendiri. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 mendapatkan angka prevalensi penyakit asma pada semua umur di Indonesia adalah 4,5%. Hasil penelitian pada anak sekolah usia 13-14 tahun dengan menggunakan kuesioner ISAAC (International Study on Asthma and Alergy in Children) tahun 1995 prevalensi asma masih 2.1%, sedangkan pada tahun 2003 meningkat menjadi 5.2%. Penegakan diagnosis asma pada anak mengikuti alur klasik diagnosis medis yaitu melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Anamnesis memegang peranan sangat penting mengingat diagnosis asma pada anak sbagian besar ditegakkan secara klinis.&nbsp; Keluhan wheezing dan atau batuk berulang merupakan manifestasi klinis yang diterima luas sebagai titik awal diagnosis asma. Pasien merupakan seorang anak berusia 6 tahun dengan keluhan sesak napas. Pasien juga mengeluhkan pilek yang sering hilang timbul 1 bulan ini. Pilek hanya timbul pada pagi hari saat pasien bangun tidur, sekret mengalir terus dari hidung, sekret berwarna bening. Pasien memiliki riwayat asma sejak 1 tahun yang lalu. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk memaparkan suatu kasus asma bronkial persisten ringan-sedang serangan berat pada anak dari mulai anamnesis hingga terapi yang diberikan.</p> 2024-06-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26190 Faktor Risiko Yang Berhubungan dengan Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Puskesmas Haji Pemanggilan Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023 2024-05-08T07:37:20+00:00 Dwi Rosmawati [email protected] Fitri Windari [email protected] Heni Anggraini [email protected] Tri Riwayati Ningsih [email protected] <p>Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang banyak menyerang bayi dan anak balita. Berdasarkan data Profil Kesehatan Propinsi Lampung 2022, 3 kabupaten penyumbang terbanyak kejadian kasus pneumonia pada balita menunjukan Lampung Tengah sebanyak 2.872 kasus, Bandar Lampung 2.468 kasus dan Lampung Timur 2.388 kasus. Tujuan penelitian ini diketahui faktor risiko yang berhubungan dengan&nbsp; pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Puskesmas Haji Pemanggilan kabupaten Lampung Tengah tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik pendekatan <em>case control</em>. Penelitian ini telah dilakukan pada Oktober tahun 2023, sample seluruh balita yang mengalami pneumonia dan balita yang tidak mengalami pneumonia dihitung dengan rumus uji hipotesis beda <em>Odds Ratio</em>, dengan perbandingan 1:1. Jumlah kasus 61 dan kontrol 61 sehingga jumlah responden 122. Analisis data secara univariat, bivariat (<em>chi square</em>) dan multivariat (regresi<em> logistik</em> ganda). Hasil analisis bivariat yaitu ada hubungan pengetahuan ibu (<em>p value &lt; </em>0,001 OR: 4,128), perilaku merokok (<em>p value </em>0,001 OR: 4,074), status gizi (<em>p value </em>0,001 OR: 7,470), status ekonomi (<em>p value </em>0,004 OR: 3,160), ventilasi (<em>p value &lt; </em>0,001 OR: 6,375), status imunisasi (<em>p value &lt; </em>0,001 OR: 4,834) dengan pneumonia pada balita. Faktor&nbsp; paling dominan yang berhubungan dengan pneumonia pada balita adalah status gizi<em>p-value = </em>0,001 OR 11.0. faktor risiko yang mempengaruhi pneumnia adalah pengetahuan ibu, perilaku merokok, status gizi, status ekonomi, ventilasi dan status imunisasi.Disarankan petugas kesehatan dapat memberikan informasi dan pemahaman bagi masyarakat khususnya ibu balita melalui penyuluhan tentang tanda gejala, penularan dan pencegahan agar balita tidak terkena pneumonia.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci :</strong> <strong>pneumonia, balita, status gizi, status imunisasi, ventilasi</strong></p> 2024-06-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/25830 Upaya Penurunan Jumlah Kasus Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Teluknaga Dengan Diagnosis Komunitas 2024-05-08T06:43:22+00:00 Sabina Ayu Nadia [email protected] Anissya Rima Oktavia [email protected] Ezra Michael Mulyadi [email protected] Puspa Dewanti [email protected] Silviana Tirtasari [email protected] <p>Anemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Kebutuhan fisiologis berbeda pada setiap orang, dimana dapat mempengaruhi jenis kelamin, tempat tinggal, perilaku merokok, dan tahap kehamilan. Berdasarkan WHO, anemia pada kehamilan ditegakkan apabila kadar hemoglobin (Hb) &lt;11 g/dL. Pada tahun 2019, <em>World Health Organization</em> (WHO) menyatakan sebesar 37% (32 juta) wanita hamil berusia 15–49 tahun menderita anemia. Berdasarkan data Puskesmas Teluknaga, dalam wilayah kerja Puskesmas Teluknaga pada Januari - November&nbsp;2022 sampai Januari - November 2023 menunjukkan peningkatan sebesar&nbsp;107,8%&nbsp; kasus dengan nilai Hb &lt;11 mg/dL. Melihat masih tingginya kasus Anemia Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Teluknaga, maka perlu dilakukan diagnosis komunitas. Diturunkan angka kejadian a<em>nemia ibu hamil</em> dengan cara meningkatkan pengetahuan di Wilayah kerja Puskesmas Teluknaga. kegiatan dilakukan dengan pendekatan diagnosis komunitas. Dilakukan analisis situasi untuk menentukan masalah identifikasi masalah menggunakan Paradigma Blum. Prioritas masalah dengan metode <em>non-scoring technique Delphi</em>. Diagram <em>Fishbone</em> untuk menentukan akar penyebab masalah. Rencana intervensi <em>technique</em> dengan <em>log frame goals</em>. Intervensi dilakukan melalui penyegaran materi anemia ibu hamil ke kader, penyuluhan mengenai anemia ibu hamil kepada ibu hamil. Setelah dilakukan intervensi, didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai penyakit Anemia Ibu Hamil &gt;80% pada kader serta ibu hamil Desa Teluknag. Kesimpulan: setelah dilakukan pendekatan diagnosis komunitas, didapatkan Desa Teluknaga sebagai desa dengan jumlah kasus Anemia Ibu Hamil terbanyak, telah diketahui penyebab serta dilakukan intervensi. Setelah penyuluhan, didapatkan peningkatan pengetahuan&nbsp; ibu hamil Desa Teluknaga mengenai Anemia Ibu Hamil.</p> 2024-06-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26262 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Flipbook Digital Terhadap Tingkat Pengetahuan Menstrual Hygiene Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Kotakaler 2024-05-30T07:17:08+00:00 Novi Fitriani [email protected] Emi Lindayani [email protected] Akhmad Faozi [email protected] <p>Latar belakang: Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Terjadinya menstruasi dan kurangnya pengetahuan <em>menstrual hygiene</em> dapat menimbulkan permasalahan kesehatan reproduksi. Untuk mencegah permasalahan tersebut, maka remaja putri perlu pengetahuan yang baik mengenai <em>menstrual hygiene. </em>Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan <em>flipbook</em> digital terhadap tingkat pengetahuan <em>menstrual hygiene</em> remaja putri di SDN wilayah kerja Puskesmas Kotakaler. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian <em>quasi eksperimen</em> dengan rancangan <em>one-group pretest</em> dan <em>posttest design</em> yang dilaksanakan di lima SDN wilayah kerja Puskemas Kotakaler<em>. </em>Teknik sampel yang digunakan yaitu <em>total sampling</em> dengan jumlah70 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner <em>pretest </em>dan<em> posttest</em>. Hasil: hasil uji <em>Wilcoxon</em> didapatkan nilai sig 0,000 (&lt; 0,05) yang dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan tentang <em>menstrual hygiene</em> pada remaja putri di SDN wilayah kerja puskesmas kotakaler.</p> 2024-06-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26329 Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Remaja Putri Dalam Mengatasi Dismenore Di Smpn 2 Mentaya Hilir Selatan 2024-05-02T01:00:56+00:00 Mila Karmila [email protected] Hermanto Hermanto [email protected] Kristin Rosela [email protected] <p><em>Dismenore</em> merupakan nyeri yang dirasakan pada perut bagian bawah saat haid. Indonesia memiliki prevalensi <em>dismenore</em> mencapai 98,8%. Berdasarkan hasil survei pendahuluan pada 13 November 2023 di SMPN 2 Mentaya Hilir Selatan kepada 8 remaja putri didapatkan sebanyak 7 remaja putri mengalami <em>dismenore</em>. Dari 7 remaja putri yang mengalami <em>dismenore</em>, hanya 1 remaja putri yang menangani <em>dismenore</em> dan 6 remaja putri tidak melakukan penanganan ketika mengalami <em>dismenore</em>. <em>Dismenore</em> memberikan dampak bagi fisik, psikologi, sosial dan ekonomi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku remaja putri dalam mengatasi <em>dismenore</em> di SMPN 2 Mentaya Hilir Selatan. Desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional dan metode kuantitatif. Sampel berjumlah 45 responden menggunakan metode <em>simple random sampling</em>. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji <em>chi square</em>. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan tentang<em> dismenore</em> dengan kategori cukup sebanyak 26 (57,8%), kurang 11(24,4%), baik 8 (17,8%). Perilaku positif dalam mengatasi <em>dismenore</em> sebanyak 31(68,9 %) dan perilaku negatif 14 (31,1 %). Hasil uji <em>chi square</em> menunjukan adanya hubungan pengetahuan dengan perilaku remaja putri dalam mengatasi <em>dismenore</em> dengan <em>p-value</em> 0,000. Disarankan untuk memberikan edukasi <em>dismenore</em> melalui berbagai metode seperti penyuluhan, pemberian leaflet, poster dan <em>booklet</em>.</p> 2024-06-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26484 Pengaruh Sari Kacang Hijau dan Madu Terhadap Peningkatan Kadar Hb Pada Remaja Putri di MTS Al-Falah Karangtanjung Kabupaten Pandeglang Tahun 2023 2024-05-01T15:59:08+00:00 Ida Nuraida [email protected] Retno Sugesti [email protected] Fenni Valianda Amelia [email protected] <p>Anemia adalah keadaan dimana terjadi penurunan jumlah masa eritrosit (sel darah merah) yang ditunjukkan dengan penurunan kadar hemoglobin &lt; 12 g/dl, hematokrit dan hitung eritrosit. Hasil survey awal yang dilakukan oleh peneliti pada bulan Agustus tahun 2023 pada remaja putri, diperoleh data dari 26 remaja mengalami anemia diantaranya 21 orang yang mengalami anemia ringan dan 5 orang mengalami anemia sedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengaruh sari kacang hijau dan madu terhadap peningkatan kadar hb pada remaja putri di MTs Al-Falah karangtanjung kabupaten pandeglang tahun 2023<strong>. </strong>Metodelogi Penelitian ini menggunakan <em>quasy experimental design </em>ini menggunakan pendekatan <em>one group pretest-postest design. </em>Sampel ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yaitu Remaja Putri sebanyak 26 orang yang mengalami anemia. Hasil Penelitian ini terdapat pengaruh sari kacang hijau dan madu terhadap peningkatan kadar HB pada remaja putri di MTS Al-Falah Karangtanjung Kabupaten Pandeglang tahun 2023 dengan peningkatan kadar hemoglobin sebesar 2,873. Simpulannya adalah mengkonsumsi sari kacang hijau dan madu dapat meningkatkan kadar HB pada remaja putri di MTS Al-Falah Karangtanjung Kabupaten Pandeglang.</p> 2024-06-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26574 Hubungan Pemberian ASI Ekslusif dengan Tumbuh Kembang Bayi Usia 0-6 Bulan di Puskesmas Singgabur Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat 2024-05-08T07:24:41+00:00 Mega Lourentin Panggabean [email protected] Elvina Sari Sinaga [email protected] Melda Ayu Susanti [email protected] Meli Malaw [email protected] Melva Saly Tarigan [email protected] Merry Y Pasaribu [email protected] <p>ASI ialah suatu cairan khusus yang Tuhan ciptakan langsung keluar dari payudara seorang ibu untuk bayinya. ASI merupakan salah satu indikator pembentukan utama dalam masa pertumbuhan dan perkembangan terutama pada bayi yang berusia 0-6 bulan. Pemberian ASI Ekslusif untuk bayi yang berusia 0-6 bulan secara global dilaporkan kurang dari 40%. Secara nasional cakupan pemberian ASI Ekslusif untuk bayi sampai umur 6 bulan mengalami fluktuasi, yaitu 24,3% pada tahun 2020, kemudian meningkat pada tahuhn 2021 menjadi 34,3%, dan menurun pada tahun 2022 menjadi 33,6%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pemberian ASI Ekslusif dengan Tumbuh Kembang Bayi Usia 0-6 Bulan di Puskesmas Singgabur Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat. Desain penelitian dengan rancangan <em>observasional analitik </em>dengan pendekatan <em>cross sectiona </em>jumlah sampel 45 orang. Rata-rata bayi yang diberi ASI Ekslusif usia 0-6 bulan di Puskesms Singgabur sebanyak 24 ornang (53,3%). Pertumbuhan bayi normal sebanyak 34 responden (75,5%). Perkembangan normal pada bayi sebanyak 25 responden (55,5%). Terdapat hubunngan pemberian ASI dengan pertumbuhan bayi dengan hasil uji chu squer yaitu p value 0,001 dan terdapat hubungan antara pemberian ASI dengan perkembangan pada bayi dengan uji Chi Square, didapatkan hasil p value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Sinnggabur Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat.</p> 2024-06-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26671 Inovasi Teknologi Dalam Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Mata 2024-05-08T07:37:38+00:00 Muhammad Daffa [email protected] Heroe Joenianto [email protected] <p>Teknologi medis terus berkembang pesat, termasuk dalam bidang diagnosis dan pengobatan penyakit mata. Inovasi teknologi ini telah membawa banyak kemajuan dalam penanganan berbagai penyakit mata, meningkatkan akurasi diagnosis, dan menawarkan pilihan pengobatan yang lebih efektif dan minim invasif. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji inovasi teknologi berupa sistem pakar yang digunakan dalam diagnosis dan pengobatan penyakit mata. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian Systematic Literature Review. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yakni dengan studi literatur. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dalam tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi teknologi berupa sistem pakar dalam mendiagnosis dan pengobatan penyakit mata diantaranya adalah sistem pakar menggunakan metode fuzzy logic, fuzzy multi criteri decision making, certainty factor, foward chaining, convolutional neural network, TF-IDF, Naïve Bayes, Dempster Shafer Method, backward chaining, dan SVM.</p> 2024-06-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26785 Studi Kliniko-Epidemiologi Pasien di Poliklinik Dermatologi Non-Infeksi RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2020 – 2021 (Selama Pandemi Covid-19) 2024-05-12T14:52:16+00:00 Adianto Jaya Nagara [email protected] Rina Gustia [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kliniko-epidemiologi pasien yang berkunjung ke Poliklinik Dermatologi Non-Infeksi RSUP Dr. M. Djamil Padang selama periode pandemi COVID-19 tahun 2020 - 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data retrospektif terhadap catatan medis pasien yang telah terdaftar dalam poliklinik tersebut selama periode penelitian. Data yang dikumpulkan mencakup informasi demografis, diagnosa dermatologis, dan pola kunjungan selama pandemi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pola kunjungan pasien dan distribusi penyakit kulit selama masa pandemi, dengan peningkatan tertentu pada kondisi dermatologis tertentu yang mungkin terkait dengan dampak langsung atau tidak langsung dari COVID-19. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang adaptasi layanan kesehatan kulit selama masa pandemi dan dapat menjadi dasar untuk penyusunan strategi pengelolaan pasien dermatologi di masa mendatang.</p> 2024-06-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26324 Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Membawa Anak Balita Ke Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Mentaya Seberang 2024-05-30T07:07:15+00:00 Liustiawati Liustiawati [email protected] Hermanto Hermanto [email protected] Kristin Rosela [email protected] <p>Posyandu adalah bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat yang dikelola dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Berdasarkan fenomena yang terjadi saat ini banyak ibu tidak mengikuti posyandu balita yang dilaksanakan dengan alasan karena bekerja dan tidak sempat mengantarkan anaknya dan takut disuntik (anak demam setelah disuntik) sehingga banyak anak balita tidak terpantau tumbuh kembangnya. Dampak positif ke Posyandu bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi, ibu hamil, dan melahirkan nifas, membudayakan keluarga kecil bahagia sejahtera, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan kegiatan kesehatan. Dampak negatif apabila ibu tidak hadir di Posyandu dikhawatirkan informasi/pengetahuan tentang kesehatan tidak mencapai semua sasaran sehingga tujuan untuk mengubah perilaku sehari-hari agar berperilaku sehat sulit dicapai. Untuk mengetahui adanya hubungan&nbsp; pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tokoh masyarakat dengan kunjungan ibu membawa anak balita ke posyandu. Rancangan desain menggunakan analitik asosiatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel yang diambil sebanyak 36 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah <em>Quota Sampling</em>. Intrumen pengumpulan data berupa kuesioner dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan berupa <em>Chi-Square</em>. Berdasarkan hasil penelitian pekerjaan dengan kunjungan dari hasil uji statistik ditemukan bahwa tidak ada hubungan pekerjaan dengan kunjungan (?=0,102), tidak ada hubungan pengetahuan dengan kunjungan (? =0,373), tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan (?=0,064) dan adanya hubungan antara dukungan tokoh masyarakat dengan kunjungan (?=0,043). Berdasarkan hasil temuan penelitian ada hubungan dukungan tokoh masyarakat dengan kunjungan ibu serta tidak ada hubungan pekerjaan, pengetahuan dan dukungan keluarga.</p> <p>kan hasil penelitian pekerjaan dengan kunjungan dari hasil uji statistik ditemukan bahwa tidak ada hubungan pekerjaan dengan kunjungan (?=0,102), tidak ada hubungan pengetahuan dengan kunjungan (? =0,373), tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan (?=0,064) dan adanya hubungan antara dukungan tokoh masyarakat dengan kunjungan (?=0,043). Berdasarkan hasil temuan penelitian ada hubungan dukungan tokoh masyarakat dengan kunjungan ibu serta tidak ada hubungan pekerjaan, pengetahuan dan dukungan keluarga.</p> 2024-06-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26800 Studi Kasus: Pola Penanganan Stunting di Kabupaten Sumbawa Tahun 2023 2024-05-08T07:38:56+00:00 Has’ad Rahman Attamimi [email protected] Yunita Lestari [email protected] Fitri Setianingsih [email protected] Abdul Hamid [email protected] <p>Porsentase kasus stunting di Kabupaten sumbawa tahun 2022 berada pada angka 8,11% (menurun), namun penurunan tersebut cenderung melambat dibandingkan tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang anak dengan kasus stunting, masing-masing berusia 29 bulan dan 39 bulan. 1 subjek bersal dari wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sumbawa Unit 1 (an “R.P”) dan 1 subjek berasal dari wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Labuhan Badas Unit 1 (an “R”). Sementara instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan instrumen tambahan berupa drap wawancara, catatan observasi dan sejumlah dokumen. Untuk Analisa data, peneliti menggunakan Teknik Analisa data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola penangan terhadap kasus stunting terhadap kedua subjek penelitian. Pada subjek “R.P” tidak terdapat proses bahkan perencanaan penanganan terhadap kejadian stunting yang dialami, sedangkan pada subjek “R” telah dilakukan serangkaian upaya penanganan dimulai dari perencanaan tindakan sampai dengan pelaksanaan dan evaluasi Tindakan. Namun sampai dengan proses penelitian diakhiri, kondisi kedua subjek masih dalam status stunting. Oleh karena itu, disarankan kepada pihak terkait agar melakukan evaluasi mendalam terhadap pola penanganan, serta diperlukan inovasi yang dapat disesuaikan dengan kondisi subjek,baik dari segi sosial, ekonomi bahkan geografis.</p> 2024-06-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26839 Hubungan Persepsi, Sikap dan Dukungan Pasangan Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Menghadapi Menopause di Klinik Bougenville Ciekek Pandeglang Tahun 2024 2024-05-01T15:59:03+00:00 Nisviyani Nisviyani [email protected] Salfia Darmi [email protected] Uci Ciptiasrini [email protected] <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Peristiwa siklus hidup yang paling umum terjadi pada wanita adalah menopause, yang menandai dimulainya fase baru dan berakhirnya kesuburan. Persepsi, sikap, dan dukungan antarpribadi semuanya berperan dalam kecemasan wanita terhadap menopause. Di Klinik Bougenville Ciekek Pandeglang, wanita yang mengalami menopause diteliti untuk mengetahui bagaimana tingkat kecemasan mereka berkorelasi dengan pandangan, sikap, dan besarnya dukungan yang mereka dapatkan dari pasangannya. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan <em>cross-sectional.</em> Para ibu di Klinik Bougenville Ciekek Pandeglang, yang berusia antara 45 hingga 59 tahun, menjadi sampel penelitian yang dipilih secara tidak sengaja sebanyak 73 peserta. Nilai <em>?</em> = 0,005 menunjukkan bahwa wanita tersebut cemas menjelang menopause. Nilai <em>?</em> hubungan sikap wanita dengan tingkat kecemasan terkait menopause adalah 0,005. Pada akhirnya, nilai <em>?</em> sebesar 0,007 menunjukkan korelasi antara jumlah kekhawatiran yang dirasakan seseorang tentang menopause dan kualitas dukungan yang diterima dari pasangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga variabel independen yaitu persepsi, sikap, dan dukungan pasangan, yang paling besar pengaruhnya terhadap variabel dependen (tingkat kecemasan) adalah persepsi dan sikap. Hal ini disebabkan karena kedua variabel tersebut mempunyai nilai <em>?</em> yang sama yaitu 0,005 dan jika dibandingkan dengan dukungan pasangan maka nilai <em>?</em> persepsi dan sikap lebih besar atau sama dengan nilai <em>?</em> dukungan pasangan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>dukungan pasangan, menopause, persepsi, sikap.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Abstract</em></p> <p>The most prevalent life cycle event for women is menopause, which marks the beginning of a new phase and the end of fertility. Perceptions, attitudes, and interpersonal support all play a role in how anxious women feel about menopause. At the Bougenville Ciekek Pandeglang Clinic, women undergoing menopause are being studied to find out how their anxiety levels are correlated with their views, attitudes, and the amount of support they get from their partners. This study used a quantitative and cross-sectional technique. Mothers at the Bougenville Ciekek Pandeglang Clinic, whose ages ranged from 45 to 59, made up the study's accidentally selected sample of 73 participants. <em>?</em> value = 0.005 indicates that the women are anxious about menopause. The <em>?</em> value for the link between women's attitudes and the anxiety level related to menopause is 0.005. Ultimately, a <em>?</em> value of 0.007 indicates a correlation between the amount of worry one feels about menopause and the quality of support one receives from a spouse. The research results show that out of the three independent variables perception, attitude, and partner support the ones that have the most impact on the dependent variable (anxiety level) are perception and attitude. This is due to the fact that these two variables have the same <em>?</em> value 0.005 and when compared to partner support, the <em>?</em> value of perception and attitude is greater than or equal to the <em>? </em>&nbsp;value of partner support<em>.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><strong>:</strong> <em>attitude, menopause, partner support, perception.</em></p> 2024-06-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27013 Studi Kasus Stunting di Kecamatan Mampang Prapatan Berdasarkan Analisa Pemeriksaan Darah Rutin 2024-05-12T14:51:54+00:00 Fairuz Niken Prasasti [email protected] Wan Nedra [email protected] Harliansyah Harliansyah [email protected] <p>Stunting masih menjadi masalah gizi yang belum teratasi di Indonesia dengan prevalensi yang masih melebihi 20%. Pada anak stunting, tidak hanya pertumbuhan fisiknya yang terhambat, tetapi juga terhambat perkembangan otaknya yang secara alamiah dapat memengaruhi produktivitas, kemampuan, prestasi, dan kreativitas di <em>golden age</em>. Banyak faktor yang dapat menyebabkan stunting, salah satunya adalah infeksi yang berhubungan langsung dengan kadar leukosit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan case control yang dilakukan dengan melihat rekam medis anak yang didiagnosis stunting dan melakukan pemeriksaan darah lengkap di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan pada bulan Januari-Oktober 2023. Hubungan dan gambaran antara variabel diuji dengan Chi-Square. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian stunting dan leukosit usia 0-60 bulandengan <em>p-value </em>= 0,619 atau <em>p </em>&gt; 0,05.</p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/28337 Efektivitas Berkumur Air Rebusan Kulit Manggis (Garcinia mangostana Linn) Dalam Menurunkan Debris Indeks Pada Remaja 2024-05-30T07:57:09+00:00 Jeanne d’Arc Zafera Adam [email protected] Novarita M Koch [email protected] Anneke A Tahulending [email protected] Youla Karamoy [email protected] Oksfriani Jufri Sumampouw [email protected] <p>The skin of the mangosteen fruit (<em>Garcinia mangostana </em>Linn.) contains higher pharmacological properties than other parts of the mangosteen fruit as antibacterial, anti-inflammatory, antioxidant and anticancer. Some studies show that a decoction of mangosteen peel can lower the debris index. The purpose of the study was to determine the effectiveness of gargling mangosteen peel boiled water on reducing the debris index in adolescents in the city of Manado. This is an experimental research with a one-group pretest-posttest approach. The study was conducted at SMP Negeri 8 Manado in April 2024 on 80 respondents. The instruments of this study are oral diagnostic tools, mangosteen peel boiled water ingredients and debris index assessment format. Analysis results through <em>Wilcoxson statistical tests</em>. The results showed that <em>the positive ranks </em>or difference between <em>pretest</em> and <em>postest </em>effectiveness of gargling mangosteen peel boiled water against the decrease in debris index&nbsp; obtained a <em>negative ranks value </em>&nbsp;of 62, meaning that out of 80 respondents there were 62 respondents who experienced a decrease in index debris with a mean rank of 31.50. In addition, a value of p = 0.000 (p &lt;0.05) was obtained so that it was stated that a significant difference in the debris index value was obtained on the <em>pretest</em> and <em>posttest</em>. It can be concluded that gargling with boiled water of mangosteen peel is effective in reducing the debris index in adolescents in Manado city.</p> 2024-06-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/16980 Hubungan Penggunaan Media Sosial Tiktok dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja di SMP N 8 Batam 2024-05-08T07:24:44+00:00 Septi Maisyaroh Ulina Panggabean [email protected] Tinta Julianawati [email protected] Annisa Annisa [email protected] <p>Saat ini penggunaan media sosial TikTok di Indonesia mencapai angka 92,2 juta pengguna,di hitung dari bulan juli jumlahnya meningkat dengan mayoritas pengguna usia 14-34 tahun. Membicarakan masalah seksualitas dan kesehatan reproduksi masih menjadi hal yang tabu bagi remaja, sehingga anak akan mencari dari berbagai sumber salah satunya media sosial tiktok, yang kebenarannya tidak semuanya dapat dipertanggung jawabkan dan mempengaruhi perilaku seksual remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuatitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII di SMPN 8 Batam sebesar 128 orang. Pengambilan sampel secara Purposive Sampling (Teknik Slovin) Pengumpulan data dengan observasi dan pembagian kuisioner. Uji statistik menggunakan uji parametrik Chi-square. Hasil analisis univariat mayoritas pengguna TikTok aktif sejumlah 32 orang (57,1%) dan mayoritas perilaku seksual pranikah remaja beresiko dengan jumlah 30 orang (53,6%). Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara penggunaan media sosial tiktok dengan dampak perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi kelas VII SMP N 8&nbsp; Batam. (p.value 0.009). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara penggunaan media sosial tiktok dengan dampak perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi kelas VII SMP N 8&nbsp; Batam. Diharapkan agar pihak instusi pendidikan melakukan tindakan preventif dengan melakukan edukasi mengenai perilaku seksual pranikah pada siswa.</p> 2024-06-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/29482 Asma Menjadi Predisposisi Infeksi Paru – Laporan Kasus 2024-06-12T00:58:29+00:00 Vira Geraldine Arliska [email protected] Hartono Hartono [email protected] <p>Asma dan pneumonia merupakan kondisi yang umum ditemui pada anak-anak dan telah ditemukan berhubungan satu sama lain dalam kemunculan dan progresivitasnya. Laporan kasus ini melaporkan kasus pneumonia dengan asma pada seorang anak berusia 3 tahun, yang terdiagnosis berdasarkan adanya keluhan khas pneumonia dan adanya ronkhi dan wheezing pada pemeriksaan fisik, didukung oleh gambaran pemeriksaan penunjang foto thorax. Asma merupakan proses inflamasi kronis yangmenyebabkan kerusakan yang bervariasi di seluruh epitel saluran napas: dapat terjadi penebalan epitel permukaan, metaplasia, hiperplasia sel goblet, peningkatan sekresi mukus dengan perubahan kepadatan, dan hipertrofi otot polos. Namun, proses infeksi juga ditemukan dapat menyebabkan mengi. Meskipun kasus tertangani dengan baik, pasien perlu ditindaklanjuti untuk menilai dan menatalaksana asma secara berkelanjutan bila dibuktikan merupakan penyebab mengi yang muncul saat proses penyakit akut.</p> 2024-06-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/23232 Hubungan Status Pekerjaan dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu yang Memiliki Bayi Usia 7-12 Bulan Di Wilayah Puskesmas Mamajang Makassar 2024-01-31T13:02:34+00:00 Nurul Fitrahminarsih Natsir [email protected] Nirwana Nirwana [email protected] <p>ASI Eksklusif menurut <em>World Health Organization</em> (WHO) adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain baik susu formula, air putih, air jeruk, atau pun makanan tambahan lain sebelum mencapai usia 6 bulan. Faktor penghambat menyusui pada ibu bekerja adalah pendeknya waktu cuti kerja dan ibu merasa lelah setelah bekerja seharian sehingga tidak cukup waktu untuk memerah ASInya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan <em>cross sectional study</em>.Populasi dalam penelitian ini sebanyak 234 ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan. Sampel&nbsp; dalam penelitian ini 44 responden&nbsp; dengan teknik pengambilan sampel yaitu <em>accidental sampling.</em>Berdasarkan hasil uji statistic <em>Chi-Square </em>diperoleh nilai(?) <em>value</em> = 0,021 &lt; ? 0,05, ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan status pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif pada ibu yang memiliki bayi usia 7-12 di Wilayah Kerja Puskesmas Mamajang Makassar Tahun.</p> 2024-06-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/29481 Eludicating The Human Immune Response To Hookworm Infecions: Literature Review 2024-06-12T00:58:39+00:00 Ellyta Shafira [email protected] Yohanes Firmansyah [email protected] <p>Parasitic infections, particularly those caused by hookworms, pose a significant challenge to global health, affecting millions in developing regions. Understanding the human immune response to such infections is crucial for developing effective interventions. This review provides a comprehensive overview of the innate and adaptive immune responses mobilized against hookworms, emphasizing the roles of various immune cells and the interplay between different immune mechanisms. A systematic literature review was conducted, focusing on studies published from January 2010 to the present. Databases such as PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar were searched using terms related to parasitic infections, immune responses, and hookworm pathology. Both experimental and review articles were included to extract detailed information on cellular and molecular immune responses to parasitic infections. The review highlights the dual role of innate and adaptive immunity in combating hookworm infections. Innate immunity acts as the first line of defense through mechanisms like inflammation and the production of antimicrobial peptides. Adaptive immunity provides a more targeted response, involving T and B cells and the production of specific antibodies. The interaction between these immune components and the modulation of immune responses, including the Th1/Th2 balance, are critical for the host's defense and the pathogenesis of hookworm infections. The intricate immune responses to hookworm infections underscore the complexity of host-parasite interactions. Understanding these responses is essential for developing novel therapeutic and preventive strategies against hookworm and other parasitic infections. Future research should focus on unraveling the detailed mechanisms of immunity and exploring the potential for vaccine development and immune-based therapies.</p> 2024-06-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/27015 Studi Kasus Stunting di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan Berdasarkan Analisa Pemeriksaan Darah Rutin 2024-05-12T14:52:11+00:00 Hana Anindya Chairunnisa [email protected] Wan Nedra [email protected] Harliansyah Harliansyah [email protected] <p>Stunting masih menjadi masalah gizi yang utama, khususnya di negara berkembang. Pada tahun 2020, diperkirakan 22% atau 149,2 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6%. Penyebab stunting multifaktoral, salah satunya adalah kekurangan gizi kronik yaitu ion besi. Besi merupakan salah satu elemen penting dalam memenuhi nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Defisiensi besi juga merupakan penyebab terbanyak anak mengalami anemia. Sekitar 36,8% balita di Indonesia mengalami anemia dan sekitar 50-60% disebabkan karena kekurangan besi. Studi ini bertujuan untuk melihat gambaran kadar sel darah merah (eritrosit) pada anak stunting dan mengetahui hubungan antara anemia pada anak dengan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan case control dengan mengobservasi rekam medis dan hasil pemeriksaan darah lengkap pasien stunting di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan periode Januari – Oktober 2023. Hasil univariat dan bivariat diuji dengan menggunakan Chi-square. Dari 35 responden, didapatkan 16 anak pendek (stunting) dan 19 anak sangat pendek (severely stunted) dan 22 responden dengan anemia. Analisis bivariat hubungan stunting dengan angka kejadian anemia pada anak didapatkan hasil p-value 1,00 (p&gt;0,05). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara stunting dengan angka kejadian anemia pada anak balita di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan</p> 2024-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/28670 Karakteristik Penggunaan Obat Gastroprotektor Pada Pasien Kritis di ICU RSUD Dr M. Haulussy Ambon 2024-05-30T06:46:32+00:00 Marsya Y Lopppies [email protected] Ony W. Angkejaya [email protected] Christina R Titaley [email protected] <p>Pasien kritis yang masuk ke dalam ruang ICU beresiko mengalami <em>stress ulcer</em> yang dapat menyebabkan perdarahan pada sistem gastrointestinal atas, oleh sebab itu pemberian obat gastroprotektor sebagai profilaksis penekan asam lambung sangat diperlukan. Gastroprotektor terdiri dari empat golongan yaitu antasida, sukralfat, <em>histamine 2 receptors blocker </em>dan <em>proton pump inhibitors. </em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penggunaan gastroprotektor pada pasien kritis di ICU RSUD Dr. M. Haulussy Ambon tahun 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif berdasarkan data sekunder dari rekam medis yang diambil di ruang ICU RSUD Dr. M. Haulussy Ambon tahun 2018. Populasi dan sampel berjumlah 138 pasien (<em>total sampling</em>). Berdasarkan hasil penelitian, pasien kritis di ICU RSUD Dr. M. Haulussy Ambon tahun 2018 tertinggi usia 30-39 tahun (28%), berjenis kelamin perempuan (66%), jenis penyakit <em>post op cesarean section et causa </em>preeklamsia berat (31%), karakteristik gastroprotektor yang tertinggi adalah golongan <em>histamine 2 receptors blocker</em> yaitu ranitidin 2 x 50 mg/hari (57%), golongan <em>proton pump inhibitors</em> yaitu omeprazol 2 x 40 mg/hari (18%), golongan sukralfat 1 gr/hari (1%) dan kombinasi ranitidin 2x50 mg dan omeprazol 1x40 mg (6%).</p> 2024-06-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Ners