FAKTOR-FAKTOR KETIDAKIKUTSERTAAN PASANGAN USIA SUBUR MENJADI AKSEPTOR KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR TAHUN 2021

Authors

  • YENNY SAFITRI Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai https://orcid.org/0000-0003-4720-8186
  • DEWI SULASTRI JUWITA Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai https://orcid.org/0000-0003-4720-8186
  • REZA DESRIANTI Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • ISLAMIATI ISLAMIATI Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/jn.v5i2.1773

Keywords:

Keluarga Berencana, PUS, Unmeet Need

Abstract

Keluarga berencana memiliki peranan dalam menurunkan resiko kematian ibu melalui pencegahan kehamilan, menunda kehamilan atau membatasi kehamilan. Pasangan usia subur (PUS) merupakan pasangan yang aktif melakukan hubungan seksual dan setiap kegiatan seksual dapat mengakibatkan kehamilan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakikutsertaan pasangan usia subur menjadi akseptor KB di wilayah Kerja Puskesmas Kampar. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di 3 (tiga) desa di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur (PUS) di 3 (tiga) Desa wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar Tahun 2019 dengan jumlah 3.571 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasangan usia subur (PUS) di 3 (tiga) Desa wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar yang berjumlah 174 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa ada hubungan antara umur dengan keikutsertaan responden menjadi akseptor KB, ada hubungan antara jumlah anak dengan keikutsertaan responden menjadi akseptor KB, ada hubungan antara pengetahundengan keikutsertaan responden menjadi akseptor KB, ada hubungan antara dukungan suamidengan keikutsertaan responden menjadi akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar. Bagi Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana Kecamatan Kampar untuk diharapkan meningkatkan upaya menanggulangi ketidakikutsertaan pasangan usia subur untuk menjadi akseptor Keluarga Berencana (KB) dengan cara mengadakan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi dan efek samping KB pada PUS di seluruh wilayah Kecamatan Kampar

Author Biography

YENNY SAFITRI, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Nursing

References

Agustina, Desy. 2013.Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Kader Posyandu Dalam Wilayah Kerja Pukesmas Peusangan Siblah Krueng Bireuen. Banda Aceh : STIK U’budiyah.

Aryanti, Hery, dkk. 2014.Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi Pada Wanita Kawin Usia Dini di Kecamatan Aikmel , Kabupaten Lombok Timur, Factors Associated With Contraceptive Use Among Early Married Couples In Aikmel Subdistrict , East Lombok District. Public Health and Preventive Medicine Archive (PHPMA) 2014, Vol. 2, No. 2: 146-152.

BAPPENAS RI. 2010. Keluarga Berencana Bagi Masyarakat Prasejahtera/KPS dan Keluarga. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI, Jakarta.

BKKBN RI. 2015. Rencana Strategis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Tahun 2015-2019. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Jakarta.

_________. 2016.Kebijakan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI, Jakarta.

Dinkes Riau. 2017. Profil Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2016. Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Pekanbaru.

_________. 2018. Profil Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2017. Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Pekanbaru.

Dinkes Rohil. 2019. Profil Kesehatan Kabupaten Kampar Tahun 2018. Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Bagansiapiapi.

Endriyas, Misganu, dkk. 2017. Contraceptive Utilization And Associated Factors Among Women Of Reproductive Age Group In Southern Nations Nationalities And Peoples ’ Region , Ethiopia : Cross- Sectional Survey, Mixed-Methods. Contracept. Reprod. Med. 1–9 (2017). Doi:10.1186/S40834-016-0036-Z

Green, L. W. & Kreuter, M. W. Health Promotion And Planning: An Educational And Enviornmental Approach. Mt. View (1999). Doi:10.1007/S13280-010-0034-3.

Hanafi, H. 2010.Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta Timur.

Handayani, Fitri. 2017. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Unmet Need KB di Desa TR. Bangun Kabupaten Kampar.Jurnal Doppler Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Vol 1, No. 2 Tahun 2017. Kampar.

Huda, Andari Nurul, dkk. 2016.Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Jombang-Kota Tangerang Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol.4, No. 1 Tahun 2016.

Istiqomah, Arifah, Yuliasri, Tita Restu, Ernawati. 2014.Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakikutsertaan Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur. Jurnal Akademi Kebidanan Ummi Khasanah.

Jurisman, Abrar, dkk. 2016. Hubungan Karakteristik Ibu dengan Pemilihan Kontrasepsi di Puskesmas Padang Pasir Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, Vol. 5, No. 1 Tahun 2016. Universitas Andalas, Padang.

Kemenkes RI. 2017. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016.Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

__________. 2018.Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Maswihardo, Aldi. 2013, Hubungan Lingkungan Belajar Klinik Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Program Profesi Ners Di Rsud Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Purwokerto : Universitas Jenderal Soedirman.

Najmah. 2011, Managemen dan Analisis Data Kesehatan Kombinasi Teori dan Aplikasi SPSS. Yogyakarta : Nuha Medika.

Nations, United. 2017.World Family Planning 2017. Department of Economics and Social Affairs: New York.

Notoatmodjo, S. Promosi Kesehatan, Teori & Aplikasi, Ed. Revisi 2010. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta (2010). Doi:10.1108/Jmtm-03-2018-0075.

Rosita, Niken. 2019.Faktor yang Berhubungan dengan Ketidakikutsertaan Pasangan Usia Subur dalam Program Keluarga Berencana di Kecamatan Kraton Tahun 2018. [Proposal penelitian] Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta, Yogyakarta.

Satroasmoro, S., Sofyan. 2011.Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Binaarupa Aksara, Jakarta.

Setyawan, Dodiet Aditya. 2011, Populasi dan Sampel Session 1. Surakarta : Politeknik Kesehatan.

Sitopu SD. 2012. Hubungan Akseptor Keluarga Berencana dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi di Puskesmas Helvetia Medan 2012.[Proposal penelitian]Fakultas Ilmu KeperawatanUniversitas Darma Agung, Medan.

Sumantri. 2013. Factor That Affect The Husband Decision In Determining The Contraceptive Family Planning In Klaten District. Julnal Ilmu Kesehatan STIKes Duta Gama Klaten, Vol. 5, No. 1 Tahun 2013, Klaten.

Sugiyono. 2014, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Downloads

Published

2021-10-30

How to Cite

SAFITRI, Y., JUWITA, D. S., DESRIANTI, R., & ISLAMIATI, I. (2021). FAKTOR-FAKTOR KETIDAKIKUTSERTAAN PASANGAN USIA SUBUR MENJADI AKSEPTOR KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR TAHUN 2021. Jurnal Ners, 5(2), 1–10. https://doi.org/10.31004/jn.v5i2.1773