Keterkaitan Antara Usia, Paritas, dan Anemia dengan Jumlah Kasus KPD Pada Ibu Hamil di Desa Gunungsari Kabupaten Serang

Authors

  • Riza Anriyani STIKES Abdi Nusantara Jakarta
  • Melisa Putri STIKES Abdi Nusantara Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/jn.v7i2.16979

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) disebut kehamilan prematur jika terjadi sebelum 37 minggu kehamilan. KPD pada kehamilan prematur sendiri disebabkan oleh elemen eksternal, seperti infeksi yang menjalar dari vagina.Polihidramnion, inkompeten serviks, dan solusio plasenta adalah contoh KPD prematur lainnya. Usia ibu di bawah 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, multiparitas, anemia, dan jumlah janin lebih dari satu atau gemeli adalah faktor risiko yang berkontribusi pada terjadinya KPD. Komplikasi yang dapat ditimbulkan persalinan prematur, infeksi maternal maupun neonatal, persalinan prematur, hipoksia karena kompresi tali pusat, deformitas janin, peningkatan insiden seksio sesarea, atau gagalnya persalinan normal adalah semua komplikasi yang dapat ditimbulkan persalinan prematur (KPD). Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif analitik dengan cross-sectional karena hipotesisnya adalah untuk menemukan hubungan antara usia ibu, paritas, dan anemia dengan jumlah kasus ketuban pecah dini. Hasilnya menunjukkan bahwa paritas memiliki hubungan yang signifikan dengan p value 0.001 (p<0,05) dan primipara memiliki kemungkinan kejadian ketuban pecah dini sebanyak 4,681 (5) kalilipat.

Downloads

Published

2023-08-06

How to Cite

Anriyani, R. ., & Putri, M. . (2023). Keterkaitan Antara Usia, Paritas, dan Anemia dengan Jumlah Kasus KPD Pada Ibu Hamil di Desa Gunungsari Kabupaten Serang. Jurnal Ners, 7(2), 1275–1279. https://doi.org/10.31004/jn.v7i2.16979