This is an outdated version published on 2022-02-27. Read the most recent version.

PEMBERDAYAAN PEMUDA-PEMUDI DALAM MENGATASI BANJIR DI KOTA SERANG BANTEN (STUDI KASUS PONDOK WINAYA)

Authors

  • Irwanto Irwanto Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.31004/cdj.v3i1.4149

Keywords:

Pemberdayaan, Pemuda-Pemudi, Mengatasi, Banjir, Pondok Winaya

Abstract

Kota Serang-Banten merupakan salah satu bagian dari provinsi yang ada di Indonesia, yang mengalami banjir pada tanggal 1 Maret 2020 di sebagian kota Serang Banten. Padahal dikenal kota Serang Banten ini memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir, terutama di kawasan yang merupakan hulu dari sungai-sungai besar. Bendungan Sindang Heula di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, disebut menjadi penyebab banjir di Kota Serang sehingga kerentanan fisik karena faktor alam yang bersifat berkelanjutan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak banjir adalah dengan cara pemberdayaan pemuda pemudi yang di masyarakat pondok winaya, yang salah satu bentuknya berupa pemberian pemberdayaan kepada pemuda pemudi dalam mengatasi banjir. Adapun tujuan penulisan artikel ini yaitu memberikan informasi mengenai upaya pemberdayaan pemuda pemudi dalam upaya mengurangi dampak terjadinya banjir pondok winaya di kota Serang Banten. Metode penelitian yang dilakukan adalah: a) studi pustaka; b) wawancara terstruktur serta diskusi bersama para pihak mengenai upaya pemberdayaan pemuda pemudi dalam mengatasi banjir dan, c) analisis data yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Masyarakat membuang sampah secara sembarangan, sehingga tingkat kepedulian masyarakat di pondok winaya masih sangat kurang terlihat beberapa sampah dalam got yang mengakibatkan air tidak mengalir.  2) belum ada peraturan mengenai buangan sampah yang jelas di pondok winaya.  3) Pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan sampah sudah dilaksanakan di tingkat kecamatan bahkan di tingkat RT dan RW. Kepedulian mengenai sampah memang sangat serius untuk ditangani secara bersama sehingga dapat mengurangi banjir di sekitar halaman rumah. Dalam jangka pendek dan menengah sangat diperlukan pelatihan hidup sehat yang harmonis dalam lingkungan hidup yang sehat akan sadar mengenai bencana yang akan terjadi di musim hujang maupun di musing panas. Serta pemilihan sampah yang akan dijadikan sebagai teman hidup dalam masyarakat misalnya memila sampah yang bisa didaur ulang supaya dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pemberdayaan yang diberikan kepada pemuda pemudi di daerah pondok winaya mengenai penanganan lingkungan yang sehat sehingga tidak terjadi banjir yang mengakibatkan kerusakan beberapa sarana dan prasarana jalan. Memberikan konsep mengenai pembuangan sampah, sehingga selokan terjaga dengan bersih dan airnya pun bisa mengalir. Saran dari penulis adalah sangat diharapkan adanya kepedulian bersama dalam menangani sampah sehingga lingkungan kita dapat terhindar dari namanya banjir. Selokan air pun selalu kita jaga bersama supaya saluran airnya dapat di manfaatkan oleh masyarakat yang berkebun.    

References

Afif Hidayatul Arham, Rickiy Akbaril, Della Lisia Putri, & Diana Indah Putri. 2021. Screening Dan Penyuluhan Kesehatan Pada Korban Bencana Banjir Di Desa Bandar Kedungmulyo Kecamatan Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang. Jurnal Abdi Medika Jurnal Pengabdian Masyarakat. Jurnal Abdi Medika, Vol. 1, No. 1, Mei 2021. Hlm. 8-14.

Andre Yudha Pratama Dewantoro, Endah Pujiastuti, & Dewi Tuti Muryati. 2021. Implementasi Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Dalam Situasi Terdapat Potensi Terjadinya Bencana Oleh Bpbd Kota Semarang. Dinamika Sosial Budaya, Vol 23, No.1, Juni 2021, pp 134 – 147 p-ISSN: 1410-9859& e-ISSN: 2580-8524 http://journals.usm.ac.id/index.php/jdsb.

Anwas, E. O. M. 2013. Pemberdayaan masyarakat di era global. Bandung: Alfabeta.

BNPB. 2014. Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2015-2019. Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2015-2019. RINGKASAN, 115.

Donie, S., F.Falah, dan E.Savitri. 2015. Banjir Bandang di Kabupaten Lima Puluh Kota: Suatu Pembelajaran Pentingnya Koordinasi Kelembagaan. Prosiding Seminar Nasional Kemandirian Daerah dalam Mitigasi Bencana Menuju Pembangunan Berkelanjutan. Program Studi S2 PKLH Universitas Sebelas Maret, Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Solo, Indonesia.

Faiqotul Falah dan Endang Savitri. 2016. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mitigasi Banjir Bandang Di Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional Geografi Ums 2016 Upaya Pengurangan Risiko Bencana Terkait Perubahan Iklim 612. ISBN: 978-602-361-044-0. Hlm. 612-625

Giri Putra, I. B, Alit Karyawan, IDM, Yusron Saadi, L. Wirahman Wiradarma, Ery Setiawan. 2020. Pemberdayaan Masyarakat Daerah Aliran Sungai Jangkok Hulu Dalam Menanggulangi Bencana Banjir. Prosiding PEPADU 2020 e-ISSN: 2715-5811 Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2020 Vol. 2, 2020 LPPM Universitas Mataram. Hlm. 1-4.

John W. Creswell. 2016. Research Design. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Lucia, A., Comiti, F., Borga, M., Cavalli, M., & Marchi, L. 2015. Dynamics of Large Wood During a Flash Flood in Two Mountain Catchments. Natural Hazards and Earth System Sciences (NHESS) 3:1643-1680.

Maarif, S. 2012. Pikiran dan Gagasan Penanggulangan Bencana di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Jakarta.

Mulyanto, H. R., Parikesit, N. A., & Utomo, H. 2012. Petunjuk Tindakan dan Sistem Mitigasi Banjir Bandang. Semarang: Direktorat Sungai dan Pantai, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan JICA Project on Integrated Disaster Mitigation Management for Banjir Bandang.

Neuman, W. L. (2017). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches (Seventh). United States of America: Pearson. Retrieved from http://letrunghieutvu.yolasite.com/resources/w-lawrence-neuman-social-research-methods_-qualitative-and-quantitative-approaches-pearson-education-limited-2013.pdf

Novi Oktavianti & Dwi Rahmah Fitriani. 2021. Hubungan Pengetahuan dengan Kesiapsiagaan Remaja dalam Menghadapi Banjir di Samarinda. Borneo Student Research eISSN: 2721-5725, Vol 2, No 2, 2021. Hlm. 909-914.

Nursalam. 2012. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Oky Subrata & William M. Putuhena. 2012. Pengelolaan Banjir Berbasis Masyarakat (Studi Kasus: Kabupaten Bojonegoro). Jurnal Sumber Daya Air Vol. 8 No. 2, November 2012: 125-140.

Putera, R. E. 2007. Analisis terhadap Program-program Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia. Jurnal Demokrasi, 6(1).

Putera, R. E., Nurasa, H., & Suganda, S. 2019. The implementation of earthquake management policies (Vol. 030032). https://doi.org/10.1063/1.5094030.

Rahma, A. 2018. Implementasi Program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Melalui Pendidikan Formal. Jurnal VARIDIKA, 30 (1), 1– 11. https://doi.org/10.23917/varidika.v30i1.6537.

Sujarwani, R., Wulandari, F. D., Husni, A., & Rianto, F. 2018. Pemberdayaan masyarakat komunitas adat terpencil (kat) oleh pemerintah kabupaten lingga, kepulauan riau, 20(1), 17–31.

Triana Anggun, Roni Ekha Putera, dan Roza Liesmana. 2020. Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengurangan Risiko Bencana Banjir di Kecamatan Padang Selatan. Jurnal Desentralisasi Dan Kebijakan Publik (Jdkp) E-ISSN: 2722-5259 Vol. 01 No. 02 (September 2020) DOI: https://doi.org/10.30656/jdkp.v1i2.2415. Hlm. 123-137.

UNISDR. 2012. Making Cities Resilient Report 2012. Inter-Agency Secretariat of the International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR).

Downloads

Published

2022-02-27

Versions

How to Cite

Irwanto, I. (2022). PEMBERDAYAAN PEMUDA-PEMUDI DALAM MENGATASI BANJIR DI KOTA SERANG BANTEN (STUDI KASUS PONDOK WINAYA) . Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 345–355. https://doi.org/10.31004/cdj.v3i1.4149