SPEAKING FOR DEBATE “MEMBANGUN KECAKAPAN BERBICARA, BERFIKIR KRITIS, DAN BERDAYA ANALITIS PADA GEN Z”

Authors

  • Isumarni Isumarni Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • Nuraini Kasman Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • Suhartini Khalik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • Suardi Zain Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • samhermansyah Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • Ryandi Ryandi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • Jumali Jumali Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

DOI:

https://doi.org/10.31004/cdj.v5i1.23975

Keywords:

Keterampilan Berbicara, Debat, Berpikir Kritis.

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan berbicara, berpikir kritis, dan berdaya analitis para siswa melalui teknik debat dan meningkatkan kemampuan para siswa dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar melalui praktik debat di SMKN 2 Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini dilakukan dalam bentuk kegiatan pelatihan. Adapun teknis pelaksaanaan pelatihan yakni sebelum pelatihan ini dilaksanakan, terlebih dahulu mahasiswa mengambil data proses belajar mengajar di SMKN 2 Sidenreng Rappang melalui kegiatan PLP (Pengenalan Lingkungan Persekolahan), dan ditemukan bahwa beberapa siswa tidak aktif berbicara di dalam kelas. Karena alasan itu dan berdasarkan ilmu pengetahuan serta pengalaman praktis yang dimiliki  tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang dalam debat maka pelatihan ini diadakan, sebagai harapan siswa di SMKN 2 Sidenereng Rappang dapat meningkatkan kemapuan berbicaranya dan menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara.  Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 15 orang. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 2 Sidenreng Rappang dalam waktu  1 hari. Selanjutnya, pelatihan keterampilan debat ini akan menerapkan pelatihan aktif, yakni seluruh peserta turut belajar melalui pengalamannya sehingga tujuan yang telah direncanakan dapat diperoleh secara optimal. Pelatihan ini akan menggunakan pendekatan praktik melalui pelatihan terbimbing. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi.

References

Aris shoimin. (2014). Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013. Yokyakarta: AR-ruz media.

Aries Mintaraga. (2002). Buku Panduan Praktis Debat Bahasa Indonesia Format Parlemen Australia. Magelang: Komunitas Debat FPA Regional Jawa Tengah-DIY.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2011). Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Arifudin, O. (2018). Pengaruh Pelatihan Dan Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Tenaga Kependidikan STIT Rakeyan Santang Karawang. MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi), 2(3), 209–218.

Arifudin, O. (2021). Manajemen Strategik Teori Dan Implementasi. Banyumas?: Pena Persada.

Hall, Dawn. 2011. Debate: Innovative Teaching to Enhance Critical Thinking and Communication Skill in Healthcare Professional. The Internet Journal of Allied Health Science and Practice Vol.9 No.3.

Saddhono, Kandharu dan St, Y. Slamet. (2012). Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Indonesia (Teori dan Aplikasi). Bandung: Karya Putra Darwati.

Tarigan, H. G. (2015). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Downloads

Published

2024-01-15

How to Cite

Isumarni, I., Kasman, N. ., Khalik, S. ., Zain, S. ., samhermansyah, Ryandi, R., & Jumali, J. (2024). SPEAKING FOR DEBATE “MEMBANGUN KECAKAPAN BERBICARA, BERFIKIR KRITIS, DAN BERDAYA ANALITIS PADA GEN Z”. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 427–431. https://doi.org/10.31004/cdj.v5i1.23975