HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KALIUM DENGAN KADAR KREATININ PADA PASIEN PGK HEMODIALISA DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
DOI:
https://doi.org/10.31004/s-jkt.v4i4.45792Keywords:
Asupan Protein, Asupan Kalium, Kadar kreatininAbstract
Penyakit ginjal kronik (PGK) dengan hemodialisa memerlukan pengelolaan diet yang ketat untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan produk limbah. Hemodialisa dilakukan terhadap pasien dengan penurunan fungsi ginjal berat, kondisi ginjal tidak mampu lagi mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme, mempertahankan keseimbangan cairan elektrolit serta memproduksi hormon-hormon, mengakibatkan penumpukan bahan buangan dalam tubuh sehingga perlu di perhatikan dalam asupan protein dan kalium yang dapat memperburuk kondisi ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan protein dan kalium dengan kadar kreatinin pada pasien PGK dengan Hemodialisa di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode Penelitian ini mengunakan desain penelitian cross sectional. Data yang diambil meliputi data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang menjalani hemodialisa sebanyak 80 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dianalisa secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square . Pengambilan data menggunakan formulir food recall 2x24 jam. Hasil penelitian terdapat 56 orang (70%) memiliki asupan energi protein tinggi , 43 orang (53,8%) memiliki asupan kalium tinggi dan 78 orang (97,5%) memiliki kadar kreatinin tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara asupan protein dengan kadar kreatinin (p = < 0,05) . Tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan kalium dengan kadar kreatinin (P>0,005). Diharapkan kepada responden untuk menjadikan penelitian ini bahan masukan dan pengetahuan pasien hemodialisa dengan lebih memperhatikan asupan protein dan kaliumReferences
Bello, A. K., Okpechi, I. G., Levin, A., Ye, F., Damster, S., Arruebo, S., Donner, J. A., Caskey, F. J., Cho, Y., Davids, M. R., Davison, S. N., Htay, H., Jha, V., Lalji, R., Malik, C., Nangaku, M., See, E., Sozio, S. M., Tonelli, M.,Zaidi, D. (2024). An Update On The Global Disparities In Kidney Disease Burden And Care Across World Countries And Regions. The Lancet Global Health, 12(3), E382–E395. Https://Doi.Org/10.1016/S2214-109X(23)00570-3
Eka Putri, M., Ria Kurniati, S., Rahman, Z., Agustiar, E., Keperawatan, J., & Hang Tuah Tanjungpinang, S. (2023). Article Hubungan Fatigue Terhadap Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Yang Menjalani Hemodialisa. Https://Stikes-Nhm.E-Journal.Id/NU/Index
Hermansyah, Y., Ayu, D., Supriatiningsih, W., & Hermansyah, B. (2019). Perbedaan Kadar Kalium Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium 5 Yang Menggunakan Hemodialyzer Baru Dan Re-Use Di RSD Dr. Soebandi Jember The Difference Of Potassium Level In Stage 5 Kidney Chronic Disease Patients Whose Using New And Re-Use Hemodialyzer In RSD Dr. Soebandi Jember. In Journal Of Agromedicine And Medical Sciences (Vol. 5, Issue 3).
Jannah, M., Afrinis, N., & Lasepa, W. (2023). Hubungan Pengetahuan Gizi Seimbang Dan Asupan Zat Gizi Makro Dengan Gizi Kurang Pada Remaja Di Mts-Muhammadiyah Penyasawan. Jurnal Kesehatan Terpadu, 2, 74–83.
KEMENKES RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023 In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Https://Pusdatin.Kemkes.Go.Id/Resources/Download/Pusdatin/Profil-Kesehatan-Indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-Tahun-2020.Pdf
Maria Ertina Seja, & Yustina Yantiana Guru. (2024). Manajemen Diet Rendah Kalium Pada Pasien Dengan Diangnosa Medis Chronic Kidney Disease (CKD) E. C Hiieperkalemia Di Ruangan Matahari RSUD Dr. TC. HILERS Maumere. JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN, 3(1), 264–270. Https://Doi.Org/10.55606/Jurrikes.V3i1.2790
Naomi, I., & Ningrum, P. (2023). Pemeriksaan Kadar Kalium Pada Serum Penderita Gagal Ginjal Kronik Karya Tulis Ilmiah Program Studi D-Iii Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta.
Novelia, E., Afrinis, N., & Dita Puteri, A. (2023). Hubungan Asupan Energi, Protein, Lemak Dan Karbohidrat Dengan Kebugaran (Vo2 Max) Pada Siswa Ssb D’socs Kota Dumai Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Terpadu, 2, 321–329.
Picard, K., Barreto Silva, M. I., Mager, D., & Richard, C. (2020). Dietary Potassium Intake And Risk Of Chronic Kidney Disease Progression In Predialysis Patients With Chronic Kidney Disease: A Systematic Review. In Advances In Nutrition (Vol. 11, Issue 4, Pp. 1002–1015). Oxford University Press. Https://Doi.Org/10.1093/ADVANCES/NMAA027
Selviani, I. (2018). Hubungan Asupan Protein Dan Kalium Dengan Kadar Hemoglobin, Ureum Dan Kreatinin Pasien Gagal Ginjal Dengan Hemodialisa Di Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Kota Tegal. Http://Repository.Unimus.Ac.Id
Suryawan, D., Arjani, I., & Sudarmanto, I. (2016). Gambaran Kadar Ureum Dan Kreatinin Serum Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Terapi Hemodialisis Di Rsud Sanjiwani Gianyar. Meditory, 4(2), 145–153.
Yuni Damayanti Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Darussalam Gontor -Kampus Mantingan Jl Raya Maospati-Solo, A., Rejo, S., Ngawi, K., & Timur, J. (2017). Hubungan Asupan Protein Dan Kadar Kreatinin Penderita Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisis (Intake Of Protein And Creatinin Level In Cronic Renal Failure On Hemodialysis). 1(1), 33.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tiwi Nedi Amelia, Widawati Widawati, Ade Dita Puteri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



