PEREMPUAN 40 TAHUN DENGAN KERATITIS OCULI SINISTRA : LAPORAN KASUS

Authors

  • Nethania Kenli Untoro Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta
  • Kantika Prinandita Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi, Bogor
  • Meriana Rasyid Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.56917

Keywords:

antibiotik topikal, infeksi kornea, infiltrat kornea, keratitis, kortikosteroid

Abstract

Keratitis adalah kondisi inflamasi pada kornea yang dapat disebabkan oleh infeksi atau faktor non-infeksi. Kejadian keratitis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang permanen. Di Indonesia, kelainan kornea menempati urutan kelima sebagai penyebab kebutaan, dengan trauma pada mata sebagai salah satu faktor risiko utama. Penulisan ini bertujuan untuk membahas kasus keratitis yang disebabkan oleh trauma uap masakan dan pentingnya diagnosis serta penatalaksanaannya yang tepat. Secara klinis, keratitis ditandai dengan gejala seperti mata merah, perih, berair, dan pandangan kabur, serta ditemukan infiltrat pada kornea yang dapat memperburuk penglihatan. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik dan oftalmologi, dengan menggunakan slit lamp dan fluorescein untuk menilai kedalaman infiltrat pada kornea. Terapi yang diberikan meliputi antibiotik topikal, kortikosteroid, dan antibiotik sistemik. Pemantauan yang ketat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi jangka panjang, seperti jaringan parut kornea yang dapat mengancam penglihatan permanen. Deteksi dan penanganan yang cepat dan akurat sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada kornea dan gangguan penglihatan yang berkelanjutan.

References

Austin, A., Lietman, T., & Rose-Nussbaumer, J. (2017). Update on the management of infectious keratitis. Ophthalmology, 124(11), 1678–1689.

BPOM. 2016. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Acuan Label Gizi. Jakarta.

BPOM. 2016. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan. Jakarta.

Budiani, D.R., et al. (2020). Buku Saku: Pemanfaatan Tepung Daun Kelor sebagai Komponen Makanan Pendamping ASI (MPASI) Padat Nilai Gizi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Chairunnisa, E., Kusumastuti, A.C., & Panunggal, B. (2018). Asupan Vitamin D, Kalsium dan Fosfor pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia 12-24 Bulan di Kota Semarang. Universitas Diponegoro, Semarang.

Dewi, Devillya Puspita. (2018). Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) pada Cookies Terhadap Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Kadar Proksimat, dan Kadar Fe. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 1(2): 104-112

Dianti, R., Simanjuntak, B.Y., W, T.W. (2023). Formulasi Nugget Ikan Gaguk (Arius Thalassinus) dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera). Jurnal Media Gizi Indonesia, 18(2): 157-163. https://doi.org/10.20473/mgi.v18i2.157-163

Fahliani, N., & Septiani. (2020). Pengaruh Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Terhadap Sifat Organoleptik dan Kadar Kalsium Snack Bar. Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman, 4(2): 216-228. https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jgps

Firdanti E., et al. (2021). Permasalahan Stunting pada Anak di Kabupaten yang Ada di Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Indra Husada, hlm, 126-133. https://ojs.stikesindramayu.ac.id/index.php/JKIH/article/view/333

Hardiansyah, M., & Supriasa, I.D.N. (2016). Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Heluq, D.Z., & Mundiastuti, L. (2018). Daya Terima dan Zat Gizi Pancake Substitusi Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Alternatif Jajanan Anak Sekolah. Jurnal Media Gizi Indonesia, 13(2): 133-140. https://doi.org/10.20473/mg.v13i2.133-140

Ilyas, H. S., et al. (2018). Ilmu Penyakit Mata (5th ed.). Universitas Indonesia Publishing.

Mittal, S. K., & Agarwal, R. K. (2021). Textbook of Ophthalmology. Thieme Medical and Scientific Publishers Pvt. Ltd.

Remeijer, L., Osterhaus, A. D. M. E., & Verjans, G. M. G. M. (2004). Human herpes simplex virus keratitis: The pathogenesis revisited. Ocular Immunology and Inflammation, 12(4), 255–285.

Salmon, J. F. (2020). Kanski’s Clinical Ophthalmology (9th ed.). Elsevier.

Sitorus, R. S., et al. (2017). Buku Ajar Oftalmologi (1st ed.). BP FK UI.

Singh, P., Gupta, A., & Tripathy, K. (2022). Keratitis. In StatPearls. StatPearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559014/

Ting, D. S. J., Ho, C. S., Deshmukh, R., et al. (2024). Infectious keratitis: An update on epidemiology, causative microorganisms, risk factors, and antimicrobial resistance. Eye: The Scientific Journal of The Royal College of Ophthalmologists. Retrieved September 28, 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8102486/

Upadhyay, M. P., Srinivasan, M., & Whitcher, J. P. (2015). Diagnosing and managing microbial keratitis. Community Eye Health Journal, 28(89), 3–6.

Downloads

Published

2026-04-10

How to Cite

Untoro, N. K., Prinandita, K., & Rasyid, M. (2026). PEREMPUAN 40 TAHUN DENGAN KERATITIS OCULI SINISTRA : LAPORAN KASUS. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 1155–1160. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.56917

Issue

Section

Articles