LITERATUR REVIEW : PERUBAHAN IKLIM DAN PENINGKATAN RISIKO PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.56575Keywords:
kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat, penyakit berbasis lingkungan, perubahan iklimAbstract
Perubahan iklim merupakan tantangan global yang berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, terutama melalui peningkatan risiko penyakit berbasis lingkungan. Peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, serta meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem berkontribusi terhadap perubahan pola epidemiologi berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis publikasi ilmiah periode 2020–2025 mengenai hubungan antara perubahan iklim dan peningkatan risiko penyakit berbasis lingkungan pada masyarakat. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait perubahan iklim dan kesehatan. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa variabel iklim seperti peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, kelembapan tinggi, serta kejadian bencana hidrometeorologi berkorelasi signifikan dengan meningkatnya penyakit tular vektor, penyakit berbasis air, gangguan pernapasan, dan penyakit kulit. Dampak tersebut diperkuat oleh faktor lingkungan dan sosial seperti sanitasi yang kurang memadai, kepadatan penduduk tinggi, serta kerentanan kelompok rentan. Kesimpulan literature review ini menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan determinan lingkungan yang berperan penting dalam dinamika epidemiologi penyakit berbasis lingkungan, sehingga diperlukan penguatan sistem kesehatan adaptif, peningkatan surveilans penyakit sensitif iklim, serta kebijakan mitigasi dan adaptasi berbasis bukti untuk meminimalkan dampak kesehatan di masa mendatang.References
Darwis, A., & Rahma, S. (2025). Hubungan variabilitas iklim dengan kejadian DBD. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(2), 120–128.
Fitriani, D., & Kurniawan, R. (2024). Iklim dan kesehatan perkotaan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Perkotaan, 20(1), 55–63.
Hidayati, L., & Nugroho, E. (2023). Curah hujan ekstrem dan penyakit air. Jurnal Kesehatan Air dan Sanitasi, 15(1), 33–42.
Indriyati, L., & Mahanani, U. (2024). Pengaruh La Nina dan El Nino Terhadap Penyakit Demam Berdarah Dengue dan Malaria di Indonesia. EnviroScienteae, 20(1), 90-99.
Intergovernmental Panel on Climate Change. (2021). Climate change 2021: The physical science basis. Cambridge University Press.
Intergovernmental Panel on Climate Change. (2022). Climate change 2022: Impacts, adaptation and vulnerability. Cambridge University Press.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia 2022. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Transformasi sistem kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.
Lestari, R., & Saputra, I. (2020). Curah hujan dan sanitasi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 11(4), 250–258.
Melo, R., & Rahmadani, D. (2022). Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 45–53.
Nugraha, D., & Fitri, A. (2022). Iklim dan penyakit kulit tropis. Jurnal Dermatologi Tropis, 9(2), 89–97.
Pambayun, G., & Pramana, C. (2026). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Pencegahan Dampak Perubahan Iklim pada Kesehatan Pernapasan : Systematic Literature Review. 15(2), 134–141.
Putra, A., Handayani, T., & Yusuf, M. (2022). Suhu dan polusi udara terhadap ISPA. Jurnal Kesehatan Perkotaan, 13(2), 150–159.
Romanello, M., Mcgushin, A., Napoli, C. Di, Drummond, P., Hughes, N., Jamart, L., Kennard, H., Lampard, P., Chambers, J., Chu, L., Ciampi, L., Dalin, C., Dasandi, N., Dasgupta, S., Davies, M., Dominguez-salas, P., Dubrow, R., Ebi, K. L., Eckelman, M., … Hamilton, I. (2021). Review The 2021 report of the Lancet Countdown on health and climate change : code red for a healthy future.
Sari, M., & Wibowo, A. (2021). Perubahan iklim dan penyakit air. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 12(3), 210–218.
Subiyanto, A., Prasetyo, B., & Hadi, R. (2022). Pengaruh perubahan iklim terhadap bencana hidrometeorologi. Jurnal Lingkungan dan Bencana, 10(3), 201–210.
Suryadi, E., & Lestari, P. (2021). Perubahan iklim dan kerentanan kesehatan. Jurnal Kesehatan Global, 8(3), 140–149.
Wirdatul, N., Sari, P., & Amalia, R. (2025). Dampak banjir terhadap kesehatan lingkungan. Jurnal Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan, 18(1), 75–84.
World Health Organization. (2021). Climate change and health. World Health Organization.
World Health Organization. (2022). Strengthening health systems to improve health outcomes. WHO.
World Health Organization. (2023). Patient experience and health service quality: Global report 2023. WHO.
World Health Organization. (2023). Climate-resilient health systems. World Health Organization.
Wulandari, S., Prabowo, T., & Kurniati, L. (2023). Climate variability and health risk. Journal of Environmental Health Research, 16(2), 112–121.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sukri Sukri, Elsafitri Muin Rayani, Annisa Juliarsih, Sudirman Sudirman, Ahmad Yani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







