DETERMINAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERCULOSIS DI KABUPATEN PASANGKAYU
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.56396Keywords:
dukungan keluarga, Kabupaten Pasangkayu, kepatuhan minum obat, PMO, tuberkulosisAbstract
Penyakit Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Kabupaten Pasangkayu, di mana kepatuhan minum obat berperan penting dalam keberhasilan pengobatan dan pencegahan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB menggunakan desain kuantitatif cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien TB dengan jumlah sampel 69 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan skala MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale), kemudian dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dukungan Pengawas Minum Obat (PMO) berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat (p = 0,036), sedangkan variabel umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dan peran petugas kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Analisis multivariat menegaskan bahwa dukungan PMO merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran PMO melalui pendampingan dan edukasi berkelanjutan oleh petugas kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan, efektivitas terapi, dan angka kesembuhan pasien Tuberkulosis.References
Abebe, T., Bekele, D., & Mekonnen, A. (2024). Patient knowledge and adherence to tuberculosis treatment: A community-based study. International Journal of Tuberculosis Research, 12(1), 45–56.
Alipanah, N., Jarlsberg, L., Miller, C., Linh, N., Falzon, D., Jaramillo, E., ... & Menzies, D. (2018). Adherence interventions and outcomes of tuberculosis treatment: A systematic review and meta-analysis of trials and observational studies. PLoS Medicine, 15(7), e1002595.
Arifin, F., & Lestari, P. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien tuberkulosis dalam minum obat.Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 123–134.
Choi, S., Lee, M., & Kim, H. (2021). Knowledge, attitude, and adherence in tuberculosis patients: Implications for education programs. BMC Public Health, 21(1), 1023.
Fadilah, A., Santoso, B., & Nugroho, D. (2018). Faktor psikososial dan kepatuhan pengobatan tuberkulosis di Indonesia.Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(1), 77–85.
Gebremedhin, S., Gebretekle, G., & Abrha, H. (2022). Impact of educational level on tuberculosis treatment adherence: Evidence from Ethiopia. Tuberculosis Research and Treatment, 2022, 1–10.
Gebreweld, A., Mengistu, Y., & Alemu, G. (2021). Patient education and tuberculosis treatment compliance. Ethiopian Journal of Health Sciences, 31(5), 1021–1032.
Hasan, M., & Ramli, R. (2021). Determinants of tuberculosis treatment adherence in resource-limited settings. Indonesian Journal of Clinical Medicine, 9(2), 56–64.
Hidayat, R., & Nuraini, L. (2023). Pengaruh pendidikan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru.Jurnal Kesehatan Indonesia, 18(1), 88–97.
Hidayat, R., Nugroho, D., & Putri, A. (2023). Peran petugas kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 10(2), 45–55.
Jones, C., Smith, A., & Roberts, P. (2015). Health behavior theories: Implications for adherence to tuberculosis treatment. Journal of Health Psychology, 20(12), 1605–1616.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kurniawan, R., Sari, D., & Lestari, T. (2022). Pengaruh pengetahuan dan sikap pasien terhadap kepatuhan minum obat TB. Jurnal Ilmu Kesehatan, 14(3), 201–212.
Kurniawati, N., & Saputra, H. (2022). Peran pengawas minum obat (PMO) terhadap kepatuhan pasien tuberkulosis.Jurnal Epidemiologi Indonesia, 8(1), 33–42.
Kvarnström, K., Thu, H., & Soe, K. (2021). Social support and treatment adherence among tuberculosis patients.International Journal of Public Health, 66, 1604211.
Lestari, P., & Suryani, R. (2021). Supervisi langsung dan kepatuhan pasien tuberkulosis: Studi berbasis DOT. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(1), 15–25.
Lestari, R., Putri, A., & Nugroho, B. (2022). Pengaruh pendidikan dan peran petugas kesehatan terhadap kepatuhan pasien TB. Jurnal Kesehatan Global, 9(2), 67–77.
Mustikawati, D., & Putri, L. (2019). Efektivitas supervisi harian dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(3), 134–142.
Muture, B., Keraka, M., Kimuu, P., Kabiru, E., & Ombeka, V. (2019). Factors associated with non-adherence to tuberculosis treatment in Kenya. BMC Public Health, 19, 77.
NIH (National Institutes of Health). (2020). Behavioral and psychosocial factors affecting tuberculosis treatment adherence. Washington, DC: NIH.
Nurhidayah, S., & Setiawan, A. (2020). Peran petugas kesehatan dalam kepatuhan pengobatan TB di wilayah perkotaan.Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 55–63.
Phillips, C., & Wang, X. (2017). Theory of planned behavior and patient adherence in chronic disease treatment. Health Psychology Review, 11(2), 112–125.
Prasetyo, D., & Mulyani, E. (2020). Peran pengawas minum obat terhadap kepatuhan pasien tuberkulosis. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(2), 88–96.
Prasetyo, D., et al. (2021). Kepatuhan pengobatan tuberkulosis dan supervisi PMO. Jurnal Kesehatan Indonesia, 16(4), 201–212.
Putra, F., Hidayat, A., & Ramli, S. (2023). Implementasi PMO dan kepatuhan pasien tuberkulosis di wilayah terbatas sumber daya. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 9(2), 77–86.
Putri, A., Sari, D., & Nugroho, H. (2020). Hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat TB. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 34–42.
Rahman, F., & Sulastri, N. (2021). Faktor determinan kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(2), 101–110.
Ramadhan, M., & Siregar, R. (2023). Pengaruh pengetahuan terhadap kepatuhan pengobatan TB paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 99–108.
Rosenstock, I. M., Strecher, V. J., & Becker, M. H. (1988). Social learning theory and the Health Belief Model. Health Education Quarterly, 15(2), 175–183.
Sari, P., & Handayani, L. (2020). Peran petugas kesehatan terhadap kepatuhan pasien TB. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 8(1), 21–29.
Sari, T., & Hidayati, R. (2018). Supervisi langsung sebagai faktor utama kepatuhan pasien TB. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(4), 210–218.
Sari, W., et al. (2020). Hubungan pengetahuan pasien dengan kepatuhan minum obat TB. Jurnal Kesehatan Global, 7(2), 89–98.
Suryani, N., et al. (2020). Hubungan pendidikan dengan kepatuhan minum obat TB. Jurnal Ilmu Kesehatan, 14(1), 44–53.
Thoits, P. A. (2011). Mechanisms linking social ties and support to physical and mental health. Journal of Health and Social Behavior, 52(2), 145–161.
Widodo, D., & Kurniawati, R. (2021). Pengaruh pendidikan terhadap kepatuhan pasien tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Indonesia, 16(3), 123–132.
Wahyudi, F., et al. (2020). Pengaruh PMO terhadap kepatuhan pengobatan TB di wilayah perkotaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(3), 145–154.
Wahyuni, N., et al. (2020). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan minum obat TB. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 99–108.
Widodo, D., & Kurniawati, R. (2021). Faktor pendidikan dan kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Global, 8(3), 101–110.
WHO (World Health Organization). (2010). Guidelines for treatment of tuberculosis, 4th edition. Geneva: WHO.
WHO (World Health Organization). (2022). Global tuberculosis report 2022. Geneva: WHO.
WHO (World Health Organization). (2023). Treatment adherence for tuberculosis: Evidence and recommendations.Geneva: WHO.
Yuliana, R., et al. (2022). Hubungan pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan TB. Jurnal Kesehatan Indonesia, 17(2), 67–76.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Moh. Rifki, Sudirman Sudirman, Zhanaz Tasya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







