ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GONENGGATI DONGGALA KABUPATEN DONGGALA

Authors

  • Sy. Rugaiyah Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Rajindra Rajindra Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Finta Amalinda Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.56281

Keywords:

efek samping obat, kepatuhan minum obat, pengawas menelan obat, tuberkulosis paru

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan tingkat kepatuhan pengobatan yang belum optimal, sehingga berisiko menyebabkan kegagalan terapi dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Gonenggati Donggala. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 dengan populasi sebanyak 95 penderita TB paru periode Januari–September 2025 dan menggunakan teknik sampling jenuh. Variabel independen meliputi pengetahuan, jumlah obat, efek samping obat, peran Pengawas Menelan Obat (PMO), dan akses layanan kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan minum obat. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,4% responden tidak patuh minum obat. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,043), efek samping obat (p=0,045), dan peran PMO (p=0,012) dengan kepatuhan minum obat, sedangkan jumlah obat (p=0,670) dan akses layanan kesehatan (p=0,658) tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa efek samping obat merupakan faktor paling dominan (p=0,036; Exp(B)=0,859) dengan arah hubungan negatif. Disimpulkan bahwa pengelolaan efek samping obat secara optimal, disertai penguatan edukasi dan pendampingan, sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan pengobatan TB paru.

References

Andriani, R., & Putra, H. (2022). Edukasi, dukungan sosial, dan akses layanan kesehatan: Faktor penentu kepatuhan pengobatan TB. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 15–23.

Arisara, & Rasyiddin. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(2), 145–152.

Aristiana, I. (2018). Hubungan kepatuhan minum obat dengan kejadian tuberculosis multidrug resistant (TB-MDR). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 145–152.

Fauzia, D. (2015). Faktor program dan sistem kesehatan terhadap kejadian TB multidrug resistant. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 1(2), 89–97.

Fauziah, S., Nugroho, T., & Handayani, P. (2024). Implementasi DOTS, ketersediaan obat gratis, dan pengaruh akses layanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien TB. Jurnal Keperawatan dan Terapi Farmakologi, 15(1), 30–38.

Gebremariam, A. (2021). Pengaruh faktor perilaku dan sosial terhadap kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Global, 10(2), 87–94.

Hasanah, S., & Prabowo, B. (2021). Hubungan efek samping obat TB dengan kepatuhan pasien di era PMO. Jurnal Kesehatan Komunitas, 13(3), 78–85.

Hidayat, M., Putri, A., & Handayani, S. (2020). Peran PMO dalam kepatuhan pengobatan TB: Analisis bivariat dan multivariat di Surabaya. Jurnal Keperawatan dan Terapi Farmakologi, 14(3), 110–118.

Kalsum, N. (2025). Tinjauan literatur: Faktor determinan kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 18(1), 55–63.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Petunjuk teknis penatalaksanaan tuberkulosis. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan situasi terkini tuberkulosis di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kurniawan, B., Setiawan, A., & Indah, P. (2023). Efektivitas PMO dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan TB: Studi multi-lokasi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(3), 112–120.

Masting. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan berobat pada penderita tuberkulosis paru. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 9(1), 55–63.

Munawwarah, R., Ahmad, L. O. A. I., & Syamsul, M. (2013). Faktor risiko kejadian tuberculosis multidrug resistant (TB-MDR). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 12(2), 101–108..

Nadillah, F. (2023). Pengaruh efek samping terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 17(1), 45–52.

Nurdin. (2021). Pengaruh kepatuhan minum obat terhadap kejadian MDR-TB. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 20(3), 215–223.

Pamungkas, R. A. (2019). Faktor yang berhubungan dengan kejadian TB MDR pada pasien TB paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 33–41.

Prabowo, B., Setiawan, A., & Indah, P. (2021). Faktor perilaku vs faktor akses geografis dalam kepatuhan pasien TB. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Terapan, 13(2), 45–53.

Prasetya, A., Nugroho, T., & Wulandari, R. (2021). Pengaruh efek samping obat anti-TB terhadap kepatuhan minum obat di Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Paru Indonesia, 16(1), 50–58.

Pratama, R., & Hidayati, S. (2022). Hubungan jumlah obat dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis. Jurnal Keperawatan dan Terapi Farmakologi, 14(3), 120–128.

Pratiwi, L., & Wahyuni, D. (2021). Hubungan keberadaan PMO dengan kepatuhan pasien TB di era pengawasan terbatas. Jurnal Kesehatan Paru Indonesia, 14(1), 35–42.

Putri, A., & Handayani, S. (2023). Dampak pendampingan aktif PMO terhadap angka putus obat pasien TB. Jurnal Kesehatan Komunitas, 16(1), 45–53.

Rahmawati, F., & Lestari, A. (2020). Kemudahan akses layanan kesehatan dan kepatuhan pengobatan TB: Studi di layanan primer. Jurnal Kesehatan Komunitas, 12(3), 70–78.

Rahmawati, F., & Sulastri, N. (2022). Efek samping OAT dan akses layanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien TB di Makassar. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 17(2), 75–84.

Rahmawati, F., Nugroho, T., & Lestari, P. (2022). Pengawasan dan pendampingan PMO terhadap kepatuhan pengobatan TB paru. Jurnal Keperawatan dan Terapi Farmakologi, 14(2), 90–98.

Riyadi, Fauziah, & Kaaffah. (2024). Hubungan pengetahuan pasien dengan kepatuhan minum obat TB di pelayanan kesehatan primer. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 15(3), 210–218.

Rumimpunu, F. (2018). Hubungan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan dengan kepatuhan pengobatan penderita tuberkulosis paru. Jurnal Ilmu Keperawatan, 6(2), 120–128.

Sahputri, L., Nugroho, T., & Lestari, P. (2025). Efek samping obat sebagai faktor dominan menurunkan kepatuhan pasien TB paru. Jurnal Keperawatan dan Terapi Farmakologi, 15(1), 12–21.

Sari, N., & Nugroho, T. (2021). Pengaruh akses layanan kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(2), 120–128.

Siregar, D., & Lubis, M. (2021). Peran PMO aktif dalam meningkatkan kepatuhan pasien tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(3), 200–208.

Syahrina, R., Putri, A., & Rahmawati, D. (2024). Hubungan tingkat keparahan efek samping obat anti-tuberkulosis dengan kepatuhan pasien. Jurnal Kesehatan Paru Indonesia, 16(2), 101–110.

Utami, R., Hidayat, F., & Lestari, P. (2022). Jarak ke fasilitas kesehatan dan frekuensi kunjungan terhadap kepatuhan pengobatan TB. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 16(1), 55–63.

Wati, Kurniawan, & Abdurrahman. (2024). Pemahaman pasien tentang terapi tuberkulosis dan pengaruhnya terhadap kepatuhan pengobatan. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 12(1), 33–41.

Wijayanti, D., & Prakoso, R. (2023). Peran dukungan keluarga dan kesadaran pasien dibandingkan akses layanan kesehatan dalam kepatuhan TB paru. Jurnal Kesehatan Paru Indonesia, 17(2), 88–95.

World Health Organization. (2021). Global tuberculosis report 2021. Geneva: WHO.

Yanti, R., Wijaya, H., & Fauzi, M. (2023). Pengaruh efek samping obat terhadap kepatuhan pasien TB: Studi di layanan primer. Jurnal Kesehatan Masyarakat Terapan, 11(2), 33–40.

Yuliana, R., Wijaya, H., & Fauzi, M. (2024). Peran dominan PMO dalam kepatuhan minum obat TB: Studi di layanan primer. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Terapan, 12(2), 70–79.

Downloads

Published

2026-04-06

How to Cite

Rugaiyah, S., Rajindra, R., & Amalinda, F. (2026). ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GONENGGATI DONGGALA KABUPATEN DONGGALA. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 908–922. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.56281

Issue

Section

Articles