GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TERKAIT VAKSIN HPV PADA ANAK PEREMPUAN USIA SEKOLAH DASAR KELAS 4 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASEMBAGUS
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.56153Keywords:
human papilloma virus, pengetahuan, sikap,vaksinasiAbstract
Infeksi Human papilloma virus (HPV) merupakan masalah kesehatan yang dapat menyerang kulit dan mukosa serta berpotensi menyebabkan lesi pra-kanker hingga kanker serviks. Pencegahan primer yang paling efektif dilakukan melalui pemberian vaksin HPV pada anak perempuan usia sekolah sebelum terpapar aktivitas seksual. Namun, pelaksanaan program vaksinasi HPV masih menghadapi kendala berupa rendahnya penerimaan orang tua, yang berkaitan dengan pengetahuan dan sikap terhadap vaksin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap orang tua terkait vaksin HPV pada anak perempuan kelas IV sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Asembagus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua dari anak perempuan kelas IV sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Asembagus. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan sikap orang tua terhadap vaksin HPV. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2025 menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai vaksin HPV sebesar 62%, sedangkan 38% responden memiliki pengetahuan kurang. Namun, mayoritas responden menunjukkan sikap negatif terhadap pemberian vaksin HPV, yaitu sebesar 89%, dan hanya 11% yang memiliki sikap positif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun sebagian besar orang tua memiliki pengetahuan yang baik tentang vaksin HPV, sikap terhadap vaksinasi HPV masih cenderung negatif, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan penerimaan vaksin HPV.References
Anavelda, L., dkk. (2025). Penularan dan upaya pencegahan HPV.
Basaria, V. F. (2024). Hubungan pengetahuan, persepsi dan motivasi orang tua siswi sekolah dasar dengan vaksinasi HPV di wilayah kerja Puskesmas PB Selayang II.
Chairunnisa, E., Kusumastuti, A.C., & Panunggal, B. (2018). Asupan Vitamin D, Kalsium dan Fosfor pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia 12-24 Bulan di Kota Semarang. Universitas Diponegoro, Semarang.
Dewi, Devillya Puspita. (2018). Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) pada Cookies Terhadap Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Kadar Proksimat, dan Kadar Fe. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 1(2): 104-112
Dianti, R., Simanjuntak, B.Y., W, T.W. (2023). Formulasi Nugget Ikan Gaguk (Arius Thalassinus) dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera). Jurnal Media Gizi Indonesia, 18(2): 157-163. https://doi.org/10.20473/mgi.v18i2.157-163
Fahliani, N., & Septiani. (2020). Pengaruh Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Terhadap Sifat Organoleptik dan Kadar Kalsium Snack Bar. Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman, 4(2): 216-228. https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jgps
Firdanti E., et al. (2021). Permasalahan Stunting pada Anak di Kabupaten yang Ada di Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Indra Husada, hlm, 126-133. https://ojs.stikesindramayu.ac.id/index.php/JKIH/article/view/333
GLOBOCAN. (2022). Global cancer observatory: Cervical cancer statistics.
Gultom, A. D. (2021). Patogenitas HPV dan pencegahan kanker serviks.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2022 tentang pedoman imunisasi nasional.
Kuntari, S., Widiyanto, A., Arradini, D., Handayani, R. T., & Atmojo, J. T. (2021). Pengetahuan dan perilaku terhadap HPV dan vaksin HPV.
Puskesmas Asembagus. (2025). Data wawancara pelaksanaan vaksinasi HPV di wilayah kerja Puskesmas Asembagus.
Rahmadini, F. A., Kusmiati, M., & Sunarti. (2022). Faktor yang berhubungan dengan perilaku remaja terhadap pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi.
Saragih, N. L., Purwarini, J., & Prabawati, F. D. (2023). Hubungan pengetahuan dengan sikap orang tua terhadap vaksin HPV.
Susanto, T., dkk. (2020). The acceptability of human papillomavirus vaccination among parents of junior high school girls in Bali, Indonesia.
TKPI. (2019). Tabel Komposisi Pangan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan
Viani, T.O., dkk. (2023). Formulasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Tepung Terigu Terhadap Mutu Sensori, Fisik, dan Kimia Cupcake. Jurnal Agroindustri Berkelanjutan, 2(1): 147-159
Wang, R., dkk. (2020). Human papillomavirus vaccine against cervical cancer: Opportunity and challenge.
WHO. (2023). Human papillomavirus (HPV).
Zulfa, L., Lismidiati, & Kustanti. (2023). Gambaran pengetahuan, sikap, dan penerimaan orang tua terhadap vaksin HPV.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zabrina Abigail Louisa, Hanna Tabita Hasianna Silitonga, Mellyanawati Mellyanawati, Minarni Wartiningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







