HUBUNGAN PARTISIPASI PESERTA EDUKASI PROLANIS TERHADAP KADAR GULA DARAH DI KLINIK WISMA HUSADA SURABAYA

Authors

  • Lintang Dyah Ayu Putri Mandira Universitas Ciputra Surabaya
  • Imelda Ritunga Universitas Ciputra Surabaya
  • Hanna Tabita Hasianna Silitonga Universitas Ciputra Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.56151

Keywords:

diabetes mellitus, edukasi kesehatan, kadar gula darah, partisipasi, prolanis

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah terjadinya komplikasi. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) menyediakan kegiatan edukasi kesehatan rutin sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit kronis, namun tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan edukasi masih bervariasi sehingga dapat memengaruhi keberhasilan pengendalian kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi peserta edukasi Prolanis terhadap kadar gula darah puasa pada pasien Diabetes Mellitus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh peserta Prolanis penderita Diabetes Mellitus di Klinik Wisma Husada Surabaya, dengan jumlah sampel sebanyak 78 peserta. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah partisipasi peserta edukasi Prolanis berdasarkan frekuensi kehadiran selama satu tahun terakhir, sedangkan variabel terikat adalah kadar gula darah puasa yang diperoleh dari rekam medis. Data dikumpulkan melalui daftar kehadiran dan hasil pemeriksaan laboratorium, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki tingkat partisipasi rendah dan kadar gula darah puasa yang tidak terkontrol. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi peserta edukasi Prolanis dan kadar gula darah puasa. Simpulan penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan edukasi Prolanis, semakin besar kecenderungan kadar gula darah puasa berada dalam kondisi terkontrol.

References

Agustika, R., Syari, M., & Chotimah, I. (2023). Hubungan keaktifan peserta Prolanis dengan pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 112–120.

American Diabetes Association. (2014). Diagnosis and classification of diabetes mellitus. Diabetes Care, 37(Suppl. 1), S81–S90. https://doi.org/10.2337/dc14-S081

BPJS Kesehatan. (2015). Panduan praktis Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). BPJS Kesehatan.

Fadila, N., & Ahmad Nurmalizah. (2021). Hubungan kepatuhan mengikuti Prolanis dengan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(1), 45–52.

Hardianto, D. (2021). Edukasi kesehatan dan pengendalian diabetes mellitus di pelayanan kesehatan primer. Jurnal Keperawatan Klinis, 6(1), 33–41.

International Diabetes Federation. (2025). IDF diabetes atlas (10th ed.). International Diabetes Federation.

Jasmani, J., & Rihiantoro, T. (2016). Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan Program Pengelolaan Penyakit Kronis. Jurnal Kesehatan, 7(2), 98–105.

Kaluku, S. (2021). Peran edukasi kesehatan terhadap kepatuhan pengelolaan diabetes mellitus. Jurnal Promosi Kesehatan, 4(1), 21–28.

Kharroubi, A. T. (2015). Diabetes mellitus: The epidemic of the century. World Journal of Diabetes, 6(6), 850–867. https://doi.org/10.4239/wjd.v6.i6.850

Kusumaningrum, D., & Nasrudin, N. (2024). Evaluasi pelaksanaan Prolanis terhadap kontrol glikemik pasien diabetes mellitus. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 12(1), 1–9.

Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Kementerian Kesehatan RI.

Moerland, P., Retnaningsih, D., & Tamrin, T. (2017). Kepatuhan mengikuti Prolanis dan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(3), 201–208.

PERKENI. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.

Rohmah, N., Waskito, L. A., & Haryanti, D. (2023). Partisipasi Prolanis dan stabilitas kadar gula darah pasien diabetes mellitus. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 11(2), 87–95.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Syntyal, A., Adi, A.C., Atmaka, D.R. (2022). Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor dan Eucheuma Cottonii serta Substitusi Tepung Tulang Ikan Lele pada Nugget Ayam Terhadap Daya Terima serta Kandungan Kalsium dan Fosfor. Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(1): 25-34. http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM

TKPI. (2019). Tabel Komposisi Pangan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan

Viani, T.O., dkk. (2023). Formulasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Tepung Terigu Terhadap Mutu Sensori, Fisik, dan Kimia Cupcake. Jurnal Agroindustri Berkelanjutan, 2(1): 147-159

Wadu, J., et al. (2021). Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Bahan Dasar Produk Olahan Makanan di Kelurahan Kambaniru. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(2): 87-90. https://journal.ummat.ac.id/index.php/jpmb/article/download/4270/2520

Zaif, R.M., Wijaya, M., & Hilmanto, D. (2017). Hubungan antara Riwayat Status Gizi Ibu Masa Kehamilan dengan Pertumbuhan Anak Balita di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Jurnal Sistem Kesehatan, 2(3)

Downloads

Published

2026-03-20

How to Cite

Mandira, L. D. A. P., Ritunga, I., & Silitonga, H. T. H. (2026). HUBUNGAN PARTISIPASI PESERTA EDUKASI PROLANIS TERHADAP KADAR GULA DARAH DI KLINIK WISMA HUSADA SURABAYA. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 825–831. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.56151

Issue

Section

Articles