DIAGNOSIS KOMUNITAS SEBAGAI DASAR INTERVENSI PROMOTIF DAN PREVENTIF DALAM UPAYA PENURUNAN KASUS BARU TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X

Authors

  • Verren Isella Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta
  • Leni Yuliani Dokter Umum, Puskesmas Kresek Kabupaten Tangerang
  • Clement Drew Departemen Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.56029

Keywords:

diagnosis komunitas, puskesmas, tuberkulosis paru

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular akibat Mycobacterium tuberkulosis dengan angka kematian global mencapai 1,30 juta . Indonesia menempati urutan kedua jumlah kasus TBC tertinggi di dunia dengan 889.000 kasus pada tahun 2025. Permasalah ini masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas X, dengan peningkatan kasus baru dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini berkaitan erat dengan faktor perilaku, lingkungan serta rendanya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan kepatuhan pengobatan. Diperlukan diagnosis komunitas supaya dapat mengidentifikasi prioritas masalah kesehatan masyarakat serta memberikan intervensi yang tepat sasaran. Merancang dan mengevaluasi intervensi kesehatan masyarakat dalam upaya menurunkan angka kasus baru tuberkulosis paru. Diagnosis komunitas dianalisis menggunakan Paradigma Blum, penetapan prioritas masalah melalui metode Delphi dan penilaian USG (Urgency, Seriousness, Growth). Analisis akar masalah menggunakan diagram Fishbone. Pelaksanaan intervensi dimonitor dan dievaluasi dengan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) serta pendekatan sistem agar intervensi yang dilakukan efektif dan berkelanjutan. Analisis Fishbone menunjukkan faktor utama masalah kesehatan terletak pada aspek perilaku khususnya rendanya kesadaran terhadap perilaku pencegahan dan pengobatan. Setelah intervensi dilakukan, didapatkan 90% peserta mengalami peningkatan nilai pre-test ke post-test dengan nilai ≥ 80 poin dan lima perwakilan peserta berhasil memperagakan etika batuk dengan benar. Perilaku masyarakat ditetapkan sebagai faktor utama meningkatnya kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas X. Intervensi yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai TBC serta masyarakat berhasil melakukan etika batuk yang benar.

References

Arredondo-soto, K., Blanco-Fernandez, J., & Miranda-Ackerman, M. (2017). A Plan-Do-Check-Act based Process Improvement Intervention for Quality Improvement. IEEE Access.

BPOM. 2016. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Acuan Label Gizi. Jakarta.

BPOM. 2016. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan. Jakarta.

Budiani, D.R., et al. (2020). Buku Saku: Pemanfaatan Tepung Daun Kelor sebagai Komponen Makanan Pendamping ASI (MPASI) Padat Nilai Gizi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Chairunnisa, E., Kusumastuti, A.C., & Panunggal, B. (2018). Asupan Vitamin D, Kalsium dan Fosfor pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia 12-24 Bulan di Kota Semarang. Universitas Diponegoro, Semarang.

Departement of Health. (2019). Basic Principles of Healthy Cities : Community Diagnosis. Departement of Health .

Dewi, K., & Wahyuni, D. (2023). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 112–120.

Istiqomah, N., & Mafruhah, I. (2023). Determinants of Payment Compliance of the National Health Insurance among Non-Salaried Participants. Corporate & Business Strategy Review, 4(4).

Juwita, C. (2021). Modul konsep sehat dan sakit. Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia.

Kamalam, S. (2017). Community Diagnosis. Essentials in Community Health Nursing Practice, 153–153.

Said, F. (2023). Literature review on factors associated with the incidence of pulmonary TB. International Journal of Health Science and Technology , 4(3).

Saktiawati, A., & Probandari, A. (2025). Tuberculosis in Indonesia: challenges and future directions. The Lancet Respiratory Medicine, 13(8).

Sari, M., & Handayani, N. (2022). fektivitas Edukasi Kesehatan terhadap Perilaku Pencegahan dan Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Promkes Indonesia, 10(1), 45–53.

TKPI. (2019). Tabel Komposisi Pangan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan

Viani, T.O., dkk. (2023). Formulasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Tepung Terigu Terhadap Mutu Sensori, Fisik, dan Kimia Cupcake. Jurnal Agroindustri Berkelanjutan, 2(1): 147-159

World Health Organization. (2025a). Global Tuberculosis Report 2025 .

World Health Organization. (2025b). Memperkuat Surveilans TB untuk Mempercepat Pencapaian Eliminasi di Indonesia. World Health Organization .

Wulandari, H., Lazuardi, L., Majid, N., Yokota, F., Sanjaya, G., & Dewi, T. (2023). International Journal of Health and Pharmaceutical. Applied Sciences .

Downloads

Published

2026-03-13

How to Cite

Isella, V., Yuliani, L., & Drew, C. (2026). DIAGNOSIS KOMUNITAS SEBAGAI DASAR INTERVENSI PROMOTIF DAN PREVENTIF DALAM UPAYA PENURUNAN KASUS BARU TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 775–784. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.56029

Issue

Section

Articles