HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LAKI-LAKI PENDERITA HIV : STUDI CROSS -SECTIONAL
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55563Keywords:
HIV, kepatuhan ARV, kualitas hidup, laki-laki, ODHIVAbstract
Human Immunodeficiency Virus (HIV) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang serius dengan 40,8 juta orang hidup dengan HIV pada tahun 2024. Kota Padang memiliki kasus HIV yang tinggi dengan 86,2% penderita adalah laki-laki. Kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) merupakan faktor kunci keberhasilan terapi HIV yang berdampak pada kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup pada laki-laki penderita HIV di Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 87 responden laki-laki penderita HIV yang terdaftar di Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Parintang Hati dan menjalani terapi ARV di layanan PDP Kota Padang. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Kepatuhan minum obat ARV diukur menggunakan instrumen MMAS-8 dan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-HIV BREF. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70,1% responden patuh minum obat ARV dan 72,4% memiliki kualitas hidup baik. Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup (p-value <0,001), dengan nilai POR = 20,6 (95% CI: 6,70–73,2), yang menunjukkan bahwa laki-laki penderita HIV yang tidak patuh minum obat ARV memiliki risiko 20,6 kali lebih besar untuk memiliki kualitas hidup buruk dibandingkan yang patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup pada laki-laki penderita HIV di Kota Padang.References
Arianti, F. R., Markolinda, Y., & Putri, A. P. (2025). Faktor risiko kejadian HIV/AIDS pada laki-laki seks laki-laki di Kota Bukittinggi. Jurnal Kesehatan Komunitas (KESKOM), 11(3), 486–494. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol11.Iss3.2203
Databoks. (2023, Desember 1). Most people with HIV in Indonesia are aged 25-49 as of September 2023. Databoks Katadata. https://databoks.katadata.co.id/en/employment/statistics/4ab2257f5e768d2/most-people-with-hiv-in-indonesia-are-aged-25-49-as-of-september-2023
Dinas Kesehatan Kota Padang. (2024). Profil Kesehatan Kota Padang tahun 2024. Dinas Kesehatan Kota Padang.
Febriani, D. M., Lukas, S., & Murtiani, F. (2019). Evaluasi penggunaan antiretroviral (ARV) berdasarkan indikator CD4 pada pasien HIV di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. The Indonesian Journal of Infectious Diseases, 5(2), 21–30. https://doi.org/10.32667/ijid.v5i2.85
Frontiers in Public Health. (2024, Januari 15). HIV/AIDS in Indonesia: Current treatment landscape, future therapeutic horizons, and herbal approaches. Frontiers in Public Health. https://www.frontiersin.org/journals/public-health/articles/10.3389/fpubh.2024.1298297/full
Hasan, M., Jamil, K. F., Darmawi, D., Syukri, M., Liansyah, T. M., Beočanin, A., & Erianza, D. (2023). Quality of life and its predictors among people living with HIV in Muslim majority region: A cross-sectional study in Aceh. Narra Journal, 3(2), e202. https://doi.org/10.52225/narra.v3i2.202
Hasanah, U., Ibrahim, K., & Sriati, A. (2019). Effects of spiritual counseling on spiritual health-quality of life in patients with HIV/AIDS. Nurse Media Journal of Nursing, 9(1), 13. https://doi.org/10.14710/nmjn.v9i1.21636
Jahro, U. U., & Mulyana, D. S. (2023). Analisis faktor yang mempengaruhi kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Puskesmas Serang Kota. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 9(Suppl-1), 137–147.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana HIV. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Laporan penilaian risiko cepat 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Khairunniza, & Saputra, N. (2020). Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup ODHA di Yayasan Pelita Ilmu tahun 2020. AN-Nur: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, 1(1), 15–18.
Manopo, N. A., Pakaya, N., & Rahim, N. K. (2025). Hubungan kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup penderita HIV/AIDS. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(8), 5504–5512. https://doi.org/10.56338/jks.v8i8.8471
Monasel, A. H., Susanto, H. S., Yuliawati, S., & Sutiningsih, D. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Yayasan Sehat Peduli Kasih, Kota Semarang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 7(1), 444–457.
Morisky, D. E., Ang, A., Krousel-Wood, M., & Ward, H. J. (2008). Predictive validity of a medication adherence measure in an outpatient setting. Journal of Clinical Hypertension, 10(5), 348–354. https://doi.org/10.1111/j.1751-7176.2008.07572.x
Nurfalah, F., Yona, S., & Waluyo, A. (2019). The relationship between HIV stigma and adherence to antiretroviral (ARV) drug therapy among women with HIV in Lampung, Indonesia. Enfermería Clínica, 29, 234–237. https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2019.04.034
Nurjanah, N. A. L., Haryanto, J., & Lindayani, L. (2023). Hubungan kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso. Jurnal Kesehatan Indonesia, 12(3), 101–110.
PLOS ONE. (2023, Juli 13). Understanding the quality of life of people living with HIV in rural and urban areas in Indonesia. PLOS ONE, 18(7), e0280087. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0280087
Rihaliza, R., Murni, A. W., & Alfitri, A. (2020). Hubungan kepatuhan minum obat dan jumlah CD4 terhadap kualitas hidup orang dengan HIV AIDS di Poliklinik Voluntary Counseling and Testing RSUP Dr M Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4), 190–197. https://doi.org/10.25077/jka.v8i4.1135
Saktina, P. U., & Satriyasa, B. K. (2017). Karakteristik penderita AIDS dan infeksi oportunistik di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar periode Juli 2013 sampai Juni 2014. E-Jurnal Medika, 6(3), 1–6.
Saputra, M. H., Mochartini, T., Pertiwi, I., Rusli, A., & Murtiani, F. (2023). Pengaruh infeksi oportunistik, kepatuhan ARV dan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup ODHA. The Indonesian Journal of Infectious Diseases, 9(1), 13–22. https://doi.org/10.32667/ijid.v9i1.173
Seitz, R. (2016). Human Immunodeficiency Virus (HIV). Transfusion Medicine and Hemotherapy, 43(3), 203–222. https://doi.org/10.1159/000445852
Shimels, T., Kassu, R. A., Bogale, G., Bekele, M., Getnet, M., Getachew, A., Shewamene, Z., & Abraha, M. (2023). Adherence to antiretroviral medications among people living with HIV in the era of COVID-19 in Central Ethiopia and perceived impact of the pandemic. Community Health Equity Research and Policy, 44(1), 44–53. https://doi.org/10.1177/0272684X221094151
Taniguchi, T. (2019). Metabolic complications in people living with HIV. Nihon Naika Gakkai Zasshi, 108(4), 715–721. https://doi.org/10.2169/naika.108.715
UNAIDS. (2025). Global HIV & AIDS statistics — 2025 fact sheet. Joint United Nations Programme on HIV/AIDS. https://www.unaids.org/en/resources/fact-sheet
WHO. (2023). WHOQOL-HIV BREF instrument. World Health Organization.
WHO. (2025). HIV statistics, globally and by WHO region, 2025. World Health Organization. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/hq-hiv-hepatitis-and-stis-library/who-ias-hiv-statistics_2025-new.pdf
Widyawati, D., Nuraeni, A., & Nurhasanah, N. (2024). Gambaran karakteristik penderita HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya tahun 2022. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 3(2), 1–8.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Afadhil Arnandes Putra, Vivi Triana, Sri Siswati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







