HUBUNGAN POLA ASUH DAN PEMBERIAN MAKAN DENGAN STUNTING DI PUSKESMAS NELAYAN CIREBON
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55562Keywords:
balita, pemberian makan, pola asuh, stuntingAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia. Prevalensi stunting di Indonesia masih relatif tinggi, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon. Berbagai faktor berperan dalam terjadinya stunting, di antaranya pola asuh dan praktik pemberian makan yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon, dengan jumlah sampel sebanyak 81 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola asuh dan pemberian makan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh dan pemberian makan, serta data status stunting yang diperoleh dari catatan antropometri balita. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dan Spearman, serta multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian makan dengan kejadian stunting (p = 0,000; r = -0,663) serta antara pola asuh dengan kejadian stunting (p = 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pemberian makan memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kejadian stunting dibandingkan pola asuh. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara pola asuh dan pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon, dengan pemberian makan sebagai faktor yang paling berpengaruh.References
Alley, W., & Copelin, T. (2023). Hypertensive crisis: Urgency versus emergency management. International Journal of Cardiology, 374, 22–30.
Amanda, N., Andolina, N., & Adhyatma, A. A. (2023). Hubungan pola pemberian makan terhadap kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Puskesmas Botania. Jurnal Promotif Preventif, 6, 486–493.
Candra, A. (2020). Patofisiologi stunting. Journal of Nutrition and Health, 8.
Giuseppe, R., Lombardi, F., & Ferrara, L. (2023). Management of hypertensive urgency: Evidence-based recommendations. Journal of Clinical Hypertension, 25(1), 34–42.
Hardani, M., & Zuraida, R. (2019). Penatalaksanaan gizi buruk dan stunting pada balita usia 14 bulan dengan pendekatan kedokteran keluarga. Medula, 9.
Henny, M. (2021). Gambaran praktik ibu dalam pemberian makan pada balita dengan stunting di wilayah Puskesmas Sungai Kakap. Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2017). Buku saku desa dalam penanganan stunting (hlm. 9–12). Jakarta.
Lukman, F., Pratama, H., & Wulandari, D. (2023). Pengaruh pola asuh terhadap status gizi balita: Studi pada keluarga di wilayah urban. Jurnal Ilmiah Kesehatan Anak, 12(2), 101–110.
National Heart, Lung, and Blood Institute. (2004). The seventh report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure. Bethesda, MD: NHLBI.
Nirmalasari, D. (2020). Dampak stunting terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 10(1), 25–32.
Rani, P. (2019). Hubungan pola asuh dengan perilaku makan balita di Kota Bandung. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(3), 211–218.
Sonia, L., & Apsari, R. (2020). Peran pola asuh orang tua dalam mencegah stunting pada balita. Jurnal Nutrisi dan Masyarakat, 5(1), 45–53.
Vidiningsih, E., Kurniawan, F., & Purnama, R. (2022). Komplikasi kardiovaskular akibat hipertensi pada anak dan dewasa muda: Tinjauan literatur. Jurnal Kedokteran Indonesia, 15(2), 78–86.
World Health Organization. (2025a). Global report on hypertension: Prevention and control. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2025b). Guidelines for the management of high blood pressure. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zulfikar Rahadian, Thysa Thysmelia Afandi, Mustika Weni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







