PENATALAKSANAAN DAN TARGET TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI URGENSI : LAPORAN KASUS

Authors

  • Calista Haniifa Elviani Program Studi Profresi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta
  • Leni Yuliani Dokter Umum, Puskesmas Kresek Kabupaten Tangerang
  • Clement Drew Departemen Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumangara Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55474

Keywords:

hipertensi urgensi, krisis hipertensi, penatalaksanaan hipertensi, target tekanan darah

Abstract

Hipertensi urgensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah tanpa kerusakan organ target akut. Kondisi ini sering ditangani secara agresif sehingga berpotensi menimbulkan gangguan perfusi organ. Beberapa pedoman menekankan fokus pada penurunan tekanan darah bertahap dengan terapi oral dan target tekanan darah yang aman. Laporan kasus ini menyoroti pemahaman yang tepat mengenai prinsip tatalaksana dan target penurunan tekanan darah pada hipertensi urgensi. Seorang pasien laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan pegal pada leher belakang menjalar hingga ke bahu sejak satu bulan lalu, disertai dengan nyeri kepala berdenyut hilang timbul pada seluruh kepala sejak dua minggu yang lalu. Pasien memiliki riwayat batu ginjal dan batu kandung kemih yang telah dioperasi pada tahun 2019. Pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah tinggi, tanpa adanya kelainan neurologis dengan kadar gula sewaktu dalam batas normal. Dari hasil pemetaan Mandala of Health menunjukkan faktor biologis yaitu riwayat keluarga hipertensi, perilaku personal seperti pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, dan ketidakpatuhan berobat, adanya faktor psikologis berupa stress ekonomi, serta faktor sosial ekonomi dengan status ekonomi menengah ke bawah serta tingkat Pendidikan rendah. Diagnosis holistik mencakup aspek personal nyeri kepala dan leher, aspek klinis hipertensi urgensi, aspek internal berupa kurangnya pengetahuan dan kesadaran untuk rutin kontrol, dan aspek eksternal berupa keterbatasan ekonomi. Penatalaksanaan medis yang sesuai dan edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga, disertai dengan observasi tekanan darah oleh tenaga kesehatan. Penatalaksanaan hipertensi urgensi dilakukan secara bertahap menggunakan antihipertensi oral dan diperlukan evaluasi serta pemantauan rutin untuk mencegah komplikasi serta progresi menjadi hipertensi emergensi.

References

Alley, W., & Copelin, E. (2023). Hypertensive Urgency. National Library of Medicine.

American Heart Association. (2017). 2017 ACC/AHA/AAPA/ABC/ACPM/AGS/APhA/ ASH/ASPC/NMA/PCNA Guideline for the Prevention, Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure in Adults. American Heart Journal.

European Society of Cardiology. (2018). 2018 ESC/ESH Guidelines for the management of arterial hypertension. European Heart Journal , 39, 3021–3104.

Giuseppe, M., Reinhold, K., Mattias, B., Michel, B., Guido, G., & Andrzej, J. (2023). 2023 ESH Guidelines for the management of arterial hypertension The Task Force for the management of arterial hypertension of the European Society of Hypertension Endorsed by the International Society of Hypertension (ISH) and the European Renal Association (ERA). Journal of Hypertension, 41(12), 1874–2071.

International Society of Hypertension. (2020). 2020 International Society of Hypertension Global Hypertension Practice Guidelines. American Heart Journal , 75(6), 1334–1357.

Kementerian Kesehatan. (2019, May 17). Hipertensi Penyakit Paling Banyak Diidap Masyarakat. Kementerian Kesehatan . https://kemkes.go.id/id/%20hipertensi-penyakit-paling-banyak-diidap-masyarakat?

Mako, K., Ureche, C., & Jeremias, Z. (2018). An Updated Review of Hypertensive Emergencies and Urgencies. Journal of Cardiovascular Emergencies , 4(2), 73–83.

Masenga, S., & Sijumbila, G. (2020). Hypertensive Urgency in Low- and Middle-Income Countries. American Journal of Hypertension, 33(12).

Muharram, F., Widyahening, I., & Danaei, G. (2025). Hypertension care performance in Indonesia: evidence from three waves of nationally representative cross-sectional surveys. British Medical Journal, 15.

National Heart, L. and B. I. (2004). The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure. National High Blood Pressure Education Program.

Panggabean, M. (2023). Penatalaksanaan Hipertensi Urgensi. Cermin Dunia Kedokteran, 50(2).

Peixotoo, A. (2019). Acute Severe Hypertension. The New England Journal of Medicine , 381(19).

Salsabila, S. (2026). Tinjauan Manajemen Terkini Krisis Hipertensi: Perbedaan Pendekatan Diagnostik Antara Hipertensi Emergensi Dan Urgensi . Integrative Perspective Of Social And Science Journal, 3(1).

Vidiningsih, P. P., Ama, P. G., & Fajarwati, D. (2022). Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat di RW 008 Kampung Areman, Kota Depok. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(2), 216–227.

World Health Organization. (2025a, September 23). Uncontrolled high blood pressure puts over a billion people at risk. World Health Organization. https://www.who.int/news/item/23-09-2025-uncontrolled-high-blood-pressure-puts-over-a-billion-people-at-risk

World Health Organization. (2025b, September 25). Hypertension. Wolrd Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Downloads

Published

2026-03-03

How to Cite

Elviani, C. H., Yuliani, L., & Drew, C. (2026). PENATALAKSANAAN DAN TARGET TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI URGENSI : LAPORAN KASUS . PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 593–600. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55474

Issue

Section

Articles