FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN

Authors

  • Muhayan Muhayan Master’s Program in Public Health, Faculty Program in Public Health,Tadulako University

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55442

Keywords:

akses layanan kesehatan, stunting, layanan ANC, pantangan makanan tabu, pemberian kolostrum, perilaku positive deviance, tablet tambah darah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan, Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan. Sampel berjumlah 132 responden yang terdiri dari 66 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 66 balita tidak stunting sebagai kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi riwayat akses layanan kesehatan, perilaku positive deviance, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), kunjungan antenatal care (ANC), pemberian kolostrum, dan pantangan makanan tabu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat akses layanan kesehatan, perilaku positive deviance, kepatuhan konsumsi TTD, kunjungan ANC, pemberian kolostrum, dan pantangan makanan tabu berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kepatuhan konsumsi TTD merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,001; OR=15,9; 95% CI: 3,288–(atas). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku ibu dan pemanfaatan layanan kesehatan ibu dan anak berperan penting dalam pencegahan stunting. Upaya peningkatan kepatuhan konsumsi TTD serta optimalisasi pelayanan kesehatan ibu dan anak perlu diperkuat untuk menurunkan kejadian stunting.

References

Bhutta, Z. A., Das, J. K., Rizvi, A., Gaffey, M. F., Walker, N., Horton, S., … & Black, R. E. (2013). Evidence-based interventions for improvement of maternal and child nutrition: What can be done and at what cost? The Lancet, 382(9890), 452–477. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60996-4

Dangour, A. D., Watson, L., Cumming, O., Boisson, S., Che, Y., Velleman, Y., … & Uauy, R. (2013). Interventions to improve water quality and supply, sanitation and hygiene practices, and their effects on the nutritional status of children. Cochrane Database of Systematic Reviews, 8, CD009382. https://doi.org/10.1002/14651858.CD009382.pub2

Gibson, R. S. (2018). Principles of nutritional assessment (3rd ed.). Oxford University Press.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI.

Prado, E. L., & Dewey, K. G. (2014). Nutrition and brain development in early life. Nutrition Reviews, 72(4), 267–284. https://doi.org/10.1111/nure.12102

Rachmadewi, A., Nirmala, T., & Gunardi, H. (2022). Pantangan makanan dan risiko stunting pada anak. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 11(2), 95–104.

Ruel, M. T., & Alderman, H. (2018). Nutrition-sensitive interventions and programmes: How can they help to accelerate progress in improving maternal and child nutrition? The Lancet, 382(9891), 536–551. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60843-0

Titaley, C. R., Ariawan, I., Hapsari, D. N., Muasyaroh, A., & Dibley, M. J. (2019). Determinants of stunting in Indonesian children. Public Health Nutrition, 22(11), 2061–2070. https://doi.org/10.1017/S1368980019000920

UNICEF. (2020). The State of the World’s Children 2020: Children, food and nutrition. UNICEF.

Victora, C. G., Christian, P., Vidaletti, L. P., Gatica-Domínguez, G., Menon, P., & Black, R. E. (2021). Revisiting maternal and child undernutrition in low-income and middle-income countries: Variable progress towards an unfinished agenda. The Lancet, 397(10282), 1388–1399. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)00394-9

World Health Organization. (2020). WHO guideline: Daily iron and folic acid supplementation in pregnant women. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2021). Guideline: Updates on the management of severe acute malnutrition in infants and children. WHO.

Yuliana, D., Setyowati, H., & Wahyuni, A. (2022). Hubungan pemberian kolostrum dengan kejadian stunting. Media Gizi Indonesia, 17(2), 85–93.

Zeitlin, M., & Ghassemi, H. (2020). Positive deviance in nutrition research and practice. Food and Nutrition Bulletin, 41(3), S5–S10. https://doi.org/10.1177/0379572120933021

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Muhayan, M. (2026). FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 587–592. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55442

Issue

Section

Articles