LAPORAN KASUS : FIMOSIS PADA ANAK DI RSUD HAJI MAKASSAR

Authors

  • Mika Rahayu Departemen Profesi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Berry Erida Hasbi Departemen Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad. Sidharta Krisna Divisi Urologi, Departemen Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Abduh Departemen Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55441

Keywords:

fimosis, gangguan berkemih, preputium, sirkumsisi

Abstract

Fimosis merupakan kondisi ketidakmampuan retraksi preputium penis yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Pada anak, fimosis umumnya fisiologis dan mengalami resolusi spontan seiring pertambahan usia, namun fimosis patologis dapat menimbulkan keluhan klinis signifikan, termasuk gangguan berkemih, nyeri saat berkemih, pancaran urin lemah, dan meningkatkan risiko infeksi serta komplikasi lainnya, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat. Laporan kasus ini menggambarkan seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dibawa ke Poli Bedah RSUD Haji Makassar dengan keluhan sulit berkemih sejak satu minggu disertai nyeri saat berkemih, pancaran urin lemah, dan distensi preputium saat berkemih. Preputium tidak dapat diretraksi dan pasien tampak kesakitan saat berkemih, tanpa riwayat demam, hematuria, atau sirkumsisi sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi umum sedang sakit dengan tanda vital dalam batas normal, sedangkan pemeriksaan genitalia eksterna menegaskan preputium tidak dapat diretraksi dengan hiperemis pada ujung penis tanpa edema atau nyeri tekan. Pemeriksaan penunjang meliputi darah rutin dalam batas normal dan urinalisis yang mengarah pada infeksi saluran kemih. Berdasarkan temuan klinis dan penunjang, pasien didiagnosis mengalami retensi urin akibat fimosis dan direncanakan menjalani sirkumsisi sebagai tindakan operatif. Kasus ini menegaskan bahwa fimosis patologis dapat menyebabkan gangguan berkemih yang signifikan dan membutuhkan intervensi medis. Sirkumsisi terbukti sebagai terapi definitif yang aman dan efektif, sementara penegakan diagnosis yang tepat serta pemilihan tatalaksana yang sesuai berperan penting dalam mencegah komplikasi dan mencapai luaran klinis optimal.

References

Agus, R.R., & Ismawati, R. (2018). Pengaruh Substitusi Ubi Jalar Kuning, Isolat Protein Kedelai, dan Tepung Daun Kelor Terhadap Kandungan Gizi serta Daya Terima Mi Instan. Jurnal Media Gizi Indonesia, 13(2): 108-116. https://doi.org/10.20473/mgi.v13i2.108-116

Alristina, A. D., et al. (2023). Formulation of Snack Bar Based on White Mussel as TFA (Therapeutic Food for Anemia) to Improve Adolescents Nutrition. Food ScienTech Journal, 5(1): 60-70. https://doi.org/10.33512/fsj.v5i1.17330

Anggryni, Meri., et al. (2021). Faktor Pemberian Nutrisi Masa Golden Age dengan Kejadian Stunting pada Balita di Negara Berkembang. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2): 1764-1776. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.967

BPOM. 2016. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Acuan Label Gizi. Jakarta.

BPOM. 2016. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan. Jakarta.

Budiani, D.R., et al. (2020). Buku Saku: Pemanfaatan Tepung Daun Kelor sebagai Komponen Makanan Pendamping ASI (MPASI) Padat Nilai Gizi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Chairunnisa, E., Kusumastuti, A.C., & Panunggal, B. (2018). Asupan Vitamin D, Kalsium dan Fosfor pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia 12-24 Bulan di Kota Semarang. Universitas Diponegoro, Semarang.

Dewi, Devillya Puspita. (2018). Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) pada Cookies Terhadap Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Kadar Proksimat, dan Kadar Fe. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 1(2): 104-112

Dianti, R., Simanjuntak, B.Y., W, T.W. (2023). Formulasi Nugget Ikan Gaguk (Arius Thalassinus) dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera). Jurnal Media Gizi Indonesia, 18(2): 157-163. https://doi.org/10.20473/mgi.v18i2.157-163

Fahmy, M. (2017). Anomali bawaan penis. Dalam Bedah Anak. Swiss: Penerbitan Internasional Springer.

Gairdner, D. (1949). Nasib kulup: studi tentang sunat. Obstetrics & Gynecology Survey.

Hung, Y. C., Chang, D. C., Westfal, M. L., Marks, I. H., Masiakos, P. T., & Kelleher, C. M. (2019). Analisis populasi longitudinal dari risiko kumulatif sunat. Journal of Surgical Research, 233, 111–117. https://doi.org/10.1016/j.jss.2018.07.069

InformedHealth.org. (2023). Gambaran: Phimosis [Internet]. Cologne, Jerman: Institut Kualitas dan Efisiensi dalam Perawatan Kesehatan (IQWiG). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK326437/

McPhee, S. J., Stormont, G., & McKay, A. C. (2023). Phimosis. Dalam StatPearls [Internet]. Pulau Harta Karun (FL): Penerbitan StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK525972/

Miernik, A., dkk. (2011). Penghapusan kulup sepenuhnya—mengapa? Urologia Internationalis, 86(4), 383–387.

Oster, J. (1968). Nasib kulup lebih lanjut: kejadian adhesi preputial, phimosis, dan smegma di antara anak sekolah Denmark. Archives of Disease in Childhood, 43, 200–203.

Purnomo, B. B. (2014). Dasar-dasar urologi (Edisi ke-3). Jakarta: Sagung Seto.

Radmayr, C., Bogaert, G., Dogan, H. S., Nijman, J. M., Rawashdeh, Y. F., Silay, M. S., dkk. (2025). Pedoman EAU tentang urologi anak. Arnhem: Asosiasi Urologi Eropa.

Rosato, E., Miano, R., Germani, S., & Asimakopoulos, A. D. (2024). Phimosis pada orang dewasa: tinjauan naratif tentang perangkat baru yang tersedia dan perawatan standar. Praktik Clin, 14(1), 361–376. https://doi.org/10.3390/clinpract14010028

Satyagraha, P., Daryanto, B., & Seputra, K. P. (2020). Sirkumsisi. Jakarta: Miswar.

Wahyudi, F., dkk. (2022). Panduan tatalaksana urologi pediatrik di Indonesia (Edisi ke-4). Jakarta: Ikatan Ahli Urologi Indonesia.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Rahayu, M., Hasbi, B. E., Krisna, M. S., & Abduh, M. (2026). LAPORAN KASUS : FIMOSIS PADA ANAK DI RSUD HAJI MAKASSAR. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 580–586. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55441

Issue

Section

Articles