LAPORAN KASUS : PERDARAHAN SUBKONJUNGTIVA BERULANG PADA WANITA MUDA AKIBAT EOSINOFILIA

Authors

  • Ratna Febirianti Department of Medical Profession, Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia
  • Sri Irmandha Kusumawardhani Departement of Ophtalmology, Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia
  • Sulmiawati Sulmiawati Departement of Ophtalmology, Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia
  • Hikmah Hiromi Razak Datu Departement of Ophtalmology, Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia
  • Hanna Aulia Namirah Departement of Ophtalmology, Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55440

Keywords:

eosinofilia, kerapuhan kapiler, perdarahan subkonjungtiva, rhinitis alergi

Abstract

Perdarahan subkonjungtiva merupakan kondisi keluarnya darah ke ruang subkonjungtiva akibat ruptur kapiler superfisial yang umumnya bersifat jinak dan sembuh spontan. Namun, kejadian berulang memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor etiologi yang mendasari, terutama bila tidak ditemukan faktor risiko klasik seperti trauma, hipertensi, atau penggunaan antikoagulan. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah proses inflamasi alergi yang dimediasi oleh eosinofil. Penelitian ini melaporkan kasus seorang perempuan berusia 27 tahun dengan perdarahan subkonjungtiva berulang pada mata kanan setiap bulan selama lima bulan, tanpa riwayat trauma, hipertensi, atau penggunaan antikoagulan. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan oftalmologis, dan pemeriksaan darah rutin, termasuk kadar eosinofil dan riwayat alergi. Hasil pemeriksaan menunjukkan eosinofilia sebesar 12,8% dan riwayat rinitis alergi sejak kecil. Pemeriksaan oftalmologi menunjukkan perdarahan subkonjungtiva dengan batas tegas, sementara struktur mata lainnya dalam batas normal. Kasus ini menunjukkan bahwa perdarahan subkonjungtiva berulang berhubungan dengan eosinofilia dan kondisi alergi kronik yang mendasari, di mana inflamasi yang dimediasi eosinofil diduga meningkatkan kerapuhan kapiler konjungtiva. Evaluasi faktor alergi dan hematologis penting dalam penatalaksanaan serta pencegahan kekambuhan perdarahan subkonjungtiva.

References

Cagini, C., et al. (2020). Subconjunctival hemorrhage epidemiology. Eye and Vision.

Dominguez, S. (2023). Endothelial dysfunction in eosinophilic inflammation. Journal of Immunology Research.

Doshi, R. (2023). Subconjunctival hemorrhage. StatPearls Publishing.

El Hadiri, R., El Hachimi, R., Boutimzine, N., Amazouzi, A., & Cherkaoui, L. O. (2023). Lacrimal prolapse secondary to ocular allergy: About a case. IOSR Journal of Dental and Medical Sciences (IOSR-JDMS), 22(4), 33–34.

Faucher, Q., et al. (2022). Ocular surface inflammation in allergic conjunctivitis. Experimental Eye Research.

Hsu, H., et al. (2021). Clinical significance of non-traumatic subconjunctival hemorrhage. Clinical Ophthalmology.

Leonardi, A. (2021). Pathogenesis of ocular allergy. Current Opinion in Allergy and Clinical Immunology, 21(5), 442–447.

McMonnies, C. W. (2021). Eye rubbing and ocular complications. Contact Lens & Anterior Eye.

Mejia, R., & Nutman, T. B. (2012). Evaluation and differential diagnosis of marked, persistent eosinophilia. Clinical Microbiology Reviews, 25(2), 247–274.

Mimura, T., Usui, T., Yamagami, S., Funatsu, H., Noma, H., Honda, N., & Amano, S. (2010). Recent causes of subconjunctival hemorrhage. Ophthalmologica, 224(3), 133–137.

Nabilla, D.Y., dkk. (2022). Pengembangan Biskuit “Prozi” Tinggi Protein dan Kaya Zat Besi untuk Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Amerta Nutrition, Vol. 6(1SP): 79-84. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i1SP.2022.79-84

Nisa, Latifa Suhada. (2018). Kebijakan Penanggulangan Stunting di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 13(2): 173-179

Olo, A., Mediani, H.S., & Rakhmawati, W. (2021). Hubungan Faktor Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2): 1113-1126. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.521

Priyanto, A.D., & Nisa, F.C. (2016). Formulasi Daun Kelor dan Ampas Daun Cincau Hijau sebagai Tepung Komposit pada Pembuatan Mie Instan. Jurnal Teknologi Pangan, 17(1): 29-36

Ramdhani, Awa., Handayani, Hani., & Setiawan, Asep. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting. Tasikmalaya: Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Republik Indonesia.

Rustamaji, G.A.S., & Ismawati, R. (2021). Daya Terima dan Kandungan Gizi Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Makanan Selingan Balita Stunting. Jurnal Gizi Universitas Negeri Surabaya, 1(1): 31-37

Santos, A. S., et al. (2025). Eosinophils: Old cells, new directions. Frontiers in Immunology.

Taketani, Y. (2021). Tissue remodeling in allergic eye disease. Ocular Immunology and Inflammation.

Tariq, F. (2024). Allergic conjunctivitis: Review of current types, treatments, and pathogenesis. Journal of Ophthalmic Inflammation and Infection.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Febirianti, R., Kusumawardhani, S. I., Sulmiawati, S., Datu, H. H. R., & Namirah, H. A. (2026). LAPORAN KASUS : PERDARAHAN SUBKONJUNGTIVA BERULANG PADA WANITA MUDA AKIBAT EOSINOFILIA. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 574–579. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55440

Issue

Section

Articles