PENGEMBANGAN APLIKASI CEKAS MANJUR DALAM PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN CIANJUR

Authors

  • Aldio Aprisal Lazuardi Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju
  • Risky Kusumo Hartono Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju
  • Irvan Nur Fauzy Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55414

Keywords:

Digitalisasi kesehatan, Cekas Manjur, telekonsultasi, pemantauan kesehatan, layanan kesehatan digital, transformasi digital, Standar Pelayanan Minimal (SPM)..

Abstract

Transformasi digital dalam sektor kesehatan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan. Di Kabupaten Cianjur, pengembangan aplikasi Cekas Manjur dilakukan sebagai inovasi dalam meningkatkan efektivitas layanan kesehatan, terutama dalam deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Namun, implementasi aplikasi ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti literasi digital yang rendah, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kurangnya integrasi dengan sistem rekam medis elektronik, yang menyulitkan pemanfaatan aplikasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Cekas Manjur dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode iteratif, mencakup analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi fitur aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan fitur telekonsultasi, pengingat jadwal pemeriksaan, dan pemetaan fasilitas kesehatan dalam Cekas Manjur dapat meningkatkan efisiensi layanan kesehatan dan mempermudah masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan secara digital. Selain itu, aplikasi ini membantu tenaga kesehatan dalam pencatatan pasien dan pemantauan data kesehatan secara lebih sistematis. Implementasi aplikasi ini diharapkan dapat mendukung transformasi digital sektor kesehatan, sejalan dengan program nasional Satu Sehat dari Kementerian Kesehatan.penelitian menekankan bahwa Cekas Manjur berpotensi menjadi alat digital yang efektif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, namun masih memerlukan penyempurnaan antarmuka pengguna (UI/UX), peningkatan pelatihan tenaga kesehatan, serta optimalisasi infrastruktur teknologi.

References

Eze, S. C., Chinedu-Eze, V., & Olatunji, S. (2017). Revisiting ICT Adoption Theories and Charting a Progressive Path for Future ICT Adoption Research in SMEs. International Journal of Management Technology, 4(2), 41–63. https://doi.org/10.37745/ijmt.vol4.no2.p41-63.2017

Haleem, A., Javaid, M., Singh, R. P., & Suman, R. (2021). Telemedicine for healthcare: Capabilities, features, barriers, and applications. Sensors International, 2, 100117. https://doi.org/10.1016/j.sintl.2021.100117

Hundao, S. D., Bouty, Abd. A., & Pakaya, N. (2023). Evaluasi Penerimaan Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA) Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM). Journal of Systems and Information Technology Department of Information System, Universitas Negeri Gorontalo, Vol 3, No 2(2023), 122–131. https://doi.org/https://doi.org/10.37031/diffusion.v3i2.19970

Indonesia, B. P. K. R. (2019, July 30). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 Tahun 2019 Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine Antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/138613/permenkes-no-20-tahun-2019

Indonesia, B. P. K. R. (2021, December 24). Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 59 Tahun 2021 Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/196234/permendagri-no-59-tahun-2021

Liu, S., Chen, Z., Han, L., Dong, W., Li, H., Koplan, J., Wu, J., & Li, X. (2020). Integrated multisectoral non-communicable disease prevention and control in China: A review of agencies and policies. Journal of Global Health, 10(2). https://doi.org/10.7189/jogh.10.020304

Noratama Putri, R., Setiawan, D., & Marwan, D. (2021). Implementasi Aplikasi PosyanduQ Berbasis Mobile Pada Kader dan Masyarakat Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan. JDISTIRA, 1(1), 18–24. https://doi.org/10.58794/jdt.v1i1.30

Organization, W. H. (2021, August 18). Global strategy on digital health 2020-2025. World Health Organization.

Rahimi, B., Nadri, H., Lotfnezhad Afshar, H., & Timpka, T. (2018). A Systematic Review of the Technology Acceptance Model in Health Informatics. Applied Clinical Informatics, 09(03), 604–634. https://doi.org/10.1055/s-0038-1668091

Renawati, A., Paramita, F., Adi, S., & Supriyadi, S. (2025). Analisis implementasi standar pelayanan minimal (SPM) bidang pelayanan kesehatan hipertensi di Puskesmas X Kabupaten Malang. Tropical Public Health Journal, 5(1), 36–45. https://doi.org/10.32734/trophico.v5i1.20161

Siswoyo, A., & Irianto, B. S. (2023). Analisis Technology Acceptance Model (TAM) Terhadap Pengguna Aplikasi Mobile Banking. Owner, 7(2), 1196–1205. https://doi.org/10.33395/owner.v7i2.1440

Sudaryono. (2021). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mix Method (4th ed.). PT. RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian dan Pengembangan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. ALFABETA.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Kombinasi (Mixed Methods) (11th ed.). Alfabeta.

Warti, W., Suparman, R., & Mamlukah, M. (2025). Evaluasi pelaksanaan fungsi manajemen standar pelayanan minimal (SPM) pada bidang kesehatan. Journal of Midwifery Care, 5(02), 379–385. https://doi.org/10.34305/jmc.v5i02.1695

Downloads

Published

2026-03-20

How to Cite

Lazuardi, A. A., Hartono, R. K., & Fauzy, I. N. (2026). PENGEMBANGAN APLIKASI CEKAS MANJUR DALAM PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN CIANJUR. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 792–804. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55414

Issue

Section

Articles