PENGEMBANGAN APLIKASI CEKAS MANJUR DALAM PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN CIANJUR
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55414Keywords:
Digitalisasi kesehatan, Cekas Manjur, telekonsultasi, pemantauan kesehatan, layanan kesehatan digital, transformasi digital, Standar Pelayanan Minimal (SPM)..Abstract
Transformasi digital dalam sektor kesehatan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan. Di Kabupaten Cianjur, pengembangan aplikasi Cekas Manjur dilakukan sebagai inovasi dalam meningkatkan efektivitas layanan kesehatan, terutama dalam deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Namun, implementasi aplikasi ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti literasi digital yang rendah, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kurangnya integrasi dengan sistem rekam medis elektronik, yang menyulitkan pemanfaatan aplikasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Cekas Manjur dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode iteratif, mencakup analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi fitur aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan fitur telekonsultasi, pengingat jadwal pemeriksaan, dan pemetaan fasilitas kesehatan dalam Cekas Manjur dapat meningkatkan efisiensi layanan kesehatan dan mempermudah masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan secara digital. Selain itu, aplikasi ini membantu tenaga kesehatan dalam pencatatan pasien dan pemantauan data kesehatan secara lebih sistematis. Implementasi aplikasi ini diharapkan dapat mendukung transformasi digital sektor kesehatan, sejalan dengan program nasional Satu Sehat dari Kementerian Kesehatan.penelitian menekankan bahwa Cekas Manjur berpotensi menjadi alat digital yang efektif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, namun masih memerlukan penyempurnaan antarmuka pengguna (UI/UX), peningkatan pelatihan tenaga kesehatan, serta optimalisasi infrastruktur teknologi.References
Eze, S. C., Chinedu-Eze, V., & Olatunji, S. (2017). Revisiting ICT Adoption Theories and Charting a Progressive Path for Future ICT Adoption Research in SMEs. International Journal of Management Technology, 4(2), 41–63. https://doi.org/10.37745/ijmt.vol4.no2.p41-63.2017
Haleem, A., Javaid, M., Singh, R. P., & Suman, R. (2021). Telemedicine for healthcare: Capabilities, features, barriers, and applications. Sensors International, 2, 100117. https://doi.org/10.1016/j.sintl.2021.100117
Hundao, S. D., Bouty, Abd. A., & Pakaya, N. (2023). Evaluasi Penerimaan Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA) Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM). Journal of Systems and Information Technology Department of Information System, Universitas Negeri Gorontalo, Vol 3, No 2(2023), 122–131. https://doi.org/https://doi.org/10.37031/diffusion.v3i2.19970
Indonesia, B. P. K. R. (2019, July 30). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 Tahun 2019 Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine Antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/138613/permenkes-no-20-tahun-2019
Indonesia, B. P. K. R. (2021, December 24). Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 59 Tahun 2021 Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/196234/permendagri-no-59-tahun-2021
Liu, S., Chen, Z., Han, L., Dong, W., Li, H., Koplan, J., Wu, J., & Li, X. (2020). Integrated multisectoral non-communicable disease prevention and control in China: A review of agencies and policies. Journal of Global Health, 10(2). https://doi.org/10.7189/jogh.10.020304
Noratama Putri, R., Setiawan, D., & Marwan, D. (2021). Implementasi Aplikasi PosyanduQ Berbasis Mobile Pada Kader dan Masyarakat Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan. JDISTIRA, 1(1), 18–24. https://doi.org/10.58794/jdt.v1i1.30
Organization, W. H. (2021, August 18). Global strategy on digital health 2020-2025. World Health Organization.
Rahimi, B., Nadri, H., Lotfnezhad Afshar, H., & Timpka, T. (2018). A Systematic Review of the Technology Acceptance Model in Health Informatics. Applied Clinical Informatics, 09(03), 604–634. https://doi.org/10.1055/s-0038-1668091
Renawati, A., Paramita, F., Adi, S., & Supriyadi, S. (2025). Analisis implementasi standar pelayanan minimal (SPM) bidang pelayanan kesehatan hipertensi di Puskesmas X Kabupaten Malang. Tropical Public Health Journal, 5(1), 36–45. https://doi.org/10.32734/trophico.v5i1.20161
Siswoyo, A., & Irianto, B. S. (2023). Analisis Technology Acceptance Model (TAM) Terhadap Pengguna Aplikasi Mobile Banking. Owner, 7(2), 1196–1205. https://doi.org/10.33395/owner.v7i2.1440
Sudaryono. (2021). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mix Method (4th ed.). PT. RajaGrafindo Persada.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian dan Pengembangan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. ALFABETA.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Kombinasi (Mixed Methods) (11th ed.). Alfabeta.
Warti, W., Suparman, R., & Mamlukah, M. (2025). Evaluasi pelaksanaan fungsi manajemen standar pelayanan minimal (SPM) pada bidang kesehatan. Journal of Midwifery Care, 5(02), 379–385. https://doi.org/10.34305/jmc.v5i02.1695
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aldio Aprisal Lazuardi, Risky Kusumo Hartono, Irvan Nur Fauzy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







