PENGARUH BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI : SYSTEMATIC REVIEW

Authors

  • Aulia Aryani Program Studi Profesi Dokter, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Mochammad Erwin Rachman Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Nadra Maricar Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55356

Keywords:

bawang putih (allium sativum) , hipertensi, tekanan darah

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Peningkatan prevalensi hipertensi menjadikannya penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Selain terapi farmakologis, pendekatan nonfarmakologis berperan penting dalam pengendalian tekanan darah. Bawang putih (Allium sativum) diketahui mengandung senyawa bioaktif, terutama allicin, yang memiliki efek vasodilatasi dan mampu menghambat angiotensin-converting enzyme (ACE), sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed dan Google Scholar pada periode 2020–2025 menggunakan kerangka PICOS. Hasil seleksi memperoleh 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Seluruh studi menunjukkan bahwa pemberian bawang putih dalam berbagai bentuk sediaan, seperti perasan, seduhan, rebusan, minuman, dan ekstrak, berhubungan dengan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik. Penurunan sistolik cenderung lebih dominan dibandingkan diastolik. Beberapa penelitian juga melaporkan perbaikan fungsi endotel, penurunan stres oksidatif, serta perbaikan parameter biokimia kardiovaskular. Ekstrak dengan dosis terstandarisasi memberikan hasil lebih konsisten. Secara keseluruhan, bawang putih berpotensi sebagai terapi nonfarmakologis atau komplementer pada hipertensi ringan hingga sedang, namun diperlukan uji klinis berskala besar untuk memastikan dosis optimal dan keamanan jangka panjang.

References

Abidin, L. A., & Kainama, N. (2024). Panduan pengkajian faktor risiko hipertensi di masyarakat. Media Pustaka Indo.

American Heart Association. (2018). 2017 guideline for the prevention, detection, evaluation, and management of high blood pressure in adults. Hypertension, 71(6), e13–e115. https://doi.org/10.1161/HYP.0000000000000065

Asnuddin, Tahir, M., & Sahariah. (2023). The effect of garlic extract on reducing blood pressure in hypertension patients. Journal of Nursing Practice.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI.

Khomsah, I. Y., & Ferry. (2022). Efektivitas pemberian ekstrak bawang putih untuk menurunkan nilai tekanan darah pada pasien hipertensi. Jurnal Keperawatan Bunda Delima.

Kristiananda, D., Allo, J. L., Widyarahma, V. A., et al. (2022). Aktivitas bawang putih (Allium sativum L.) sebagai agen antibakteri. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (JIFFK).

Laila, W., & Pardede, P. T. (2020). Pengaruh pemberian air rebusan jahe (Zingiberaceae) dan bawang putih (Allium sativum L.) terhadap tekanan darah pasien hipertensi. Prosiding Seminar Kesehatan Perintis.

Lukitaningtyas, D., & Cahyono, E. A. (2023). Hipertensi: Artikel review. Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan.

Mahadewi, I. A., & Yowani, S. C. (2023). Aktivitas kandungan bioaktif allicin pada bawang putih (Allium sativum L.) sebagai anti hipertensi. Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi.

Melinda, S., & Rosalina. (2022). Pengaruh air rebusan bawang putih (Allium sativum) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan.

Mutaqqin, S., Syamsudin, M., et al. (2023). Pengaruh pemberian seduhan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Ventilator: Jurnal Riset Ilmu Kesehatan dan Keperawatan.

Octavianie, G., Nina, & Pakpahan, J. (2021). Promosi kesehatan hipertensi pada usia produktif sampai lansia di wilayah Desa Lulut RT 04 RW 02 Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor. Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas.

Oktarina, A., & Ayu, M. S. (2024). Analisis faktor risiko kejadian hipertensi di Puskesmas Amplas Kota Medan. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan.

Pamungkas, P., & Mahyunidar, et al. (2023). Pengaruh rebusan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Bulangan Dukun Gresik. Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer.

Pamungkas, P., & Mahyunidar, et al. (2025). Pengaruh rebusan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Bulangan Dukun Gresik. Penelitian Keperawatan Kontemporer.

Putri, M., Ludiana, & Ayubbana, S. (2022). Penerapan pemberian relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Yosomulyo Kota Metro tahun 2021. Jurnal Cendikia Muda.

Rahayuningrum, D. C., & Herlina, A. (2020). Pengaruh pemberian air perasan bawang putih (Allium sativum) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory.

Rahmawati, & Kasih, R. P. (2023). Hipertensi usia muda. GALENICAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh.

Rahmayani, Kunoli, F. H., & Yulianus. (2024). Pengaruh seduhan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi di wilayah kerja Kelurahan Mamboro. Jurnal Kolaboratif Sains.

Restia, Pintaningrum, Y., & Warnaini, C. (2023). The effect of food on the incident of hypertension. Jurnal Biologi Tropis.

Ried, K. (2016). Garlic lowers blood pressure in hypertensive individuals, regulates serum cholesterol, and stimulates immunity: An updated meta-analysis and review. Journal of Nutrition, 146(2), 389S–396S. https://doi.org/10.3945/jn.114.202192

Ried, K., Travica, N., & Sali, A. (2020). The effect of aged garlic extract on blood pressure and other cardiovascular risk factors in uncontrolled hypertensives: The AGE at Heart trial. Integrative Medicine Research, 9(3), 100–106. https://doi.org/10.1016/j.imr.2020.100–106

Setiana, N. R., Istiana, N., Saputri, R. K., et al. (2022). Upaya pencegahan hipertensi remaja melalui pendidikan kesehatan dan pemeriksaan faktor risiko hipertensi di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat.

Simbala, I., & Syamsudin, F. (n.d.). Pengaruh pemberian seduhan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Griya Lansia Jannati Provinsi Gorontalo. Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana.

Sridevi, B., Sree, V., et al. (2024). Effect of Allium sativum (garlic) intake on biochemical parameters among type I hypertensive clients: A randomized controlled trial. Texila International Journal of Public Health.

Sudirman, A. N., & Monoarfa, S. C. (2024). Efektivitas metode edukasi terstruktur terhadap perubahan perilaku penderita hipertensi di Desa Bulotalangi. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako).

Suryana, R., Rasyid, M. A., et al. (2024). Perbandingan nyeri dan tekanan darah pada pasien hipertensi sebelum dan setelah diberikan terapi Sujok. Media Karya Kesehatan.

Wulandari, F. W., Ekawati, D., et al. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Jurnal ‘Aisyiyah Palembang.

World Health Organization. (2021). Guideline for the pharmacological treatment of hypertension in adults. World Health Organization.

World Health Organization. (2023). Hypertension fact sheets. World Health Organization.

Zuhana, Pahrul, D., & Sepriyanti, E. (2022). Pengaruh pemberian seduhan air bawang putih terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Babul Ilmi: Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan.

Zhang, X., Li, Y., & Wang, Q. (2022). Effects of garlic supplementation on blood pressure in hypertensive patients: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Pharmacology, 13, 1–12.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Aryani, A., Rachman, M. E., & Maricar, N. (2026). PENGARUH BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI : SYSTEMATIC REVIEW. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 551–560. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55356

Issue

Section

Articles