HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PERUT, INDEKS MASSA TUBUH DAN KOLESTEROL TOTAL TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS KARANG PULE
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55206Keywords:
hipertensi, IMT, kolesterol total, lingkar perutAbstract
Prevalensi usia produktif yang menderita hipertensi di Provinsi Nusa Tenggara Barat semakin meingkat setiap tahunnya. Hipertensi pada usia produktif dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain lingkar perut, indeks massa tubuh dan kolesterol total. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara lingkar perut, indeks massa tubuh dan kolesterol total terhadap kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Karang Pule. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis analitik observasional menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran langsung terhadap responden menggunakan instrumen penelitian yaitu timbangan badan, microtoise, alat pengukur kolesterol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji Rank Spearman). Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden usia produktif mengalami hipertensi tahap 2 yaitu 63,7%. Terdapat hubungan signifikan antara lingkar perut terhadap kejadian hipertensi (rs = 0,58; p-value = 0,000), indeks massa tubuh (IMT) terhadap kejadian hipertensi (rs = 0,47; p-value = 0,000), dan kolesterol total terhadap kejadian hipertensi (rs = 0,51; p-value = 0,000). Responden dengan lingkar perut beresiko, berpeluang mengalami hipertensi sebanyak 14,131 kali dibandingkan dengan responden dengan lingkar perut normal (OR=14,131; 95%CI:2,623-76,135). Responden dengan kolesterol total tinggi, berpeluang mengalami hipertensi sebanyak 7,597 kali dibandingkan dengan responden dengan kolesterol total normal (OR=7,597; 95%CI:1,369-42,137). Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar perut, indeks massa tubuh dan kolesterol total terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Karang Pule.References
Anies. (2018). Penyakit degeneratif: Mencegah & mengatasi penyakit degeneratif dengan perilaku & gaya hidup modern yang sehat. Ar-Ruzz Media.
Anita, F., Hermawan, D., & Andoko, A. (2015). Hubungan kadar kolesterol dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Gedung Air Kota Bandar Lampung. Holistik Jurnal Kesehatan, 9(3).
Anisya, W., & Husna, I. (2016). Hubungan lingkar perut dengan kejadian hipertensi. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 5(2).
Dinas Kesehatan Provinsi NTB. (2022). Profil kesehatan Provinsi NTB tahun 2022.
Faran Khalid, A. S. (2020). Correlation between body mass index and blood pressure levels among hypertensive patients: A gender-based comparison. Journal Article. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7575319/
Hafid, M. A. (2018). Hubungan antara lingkar pinggang terhadap tekanan darah dan asam urat di Dusun Sarite’ne Desa Bili-Bili. Jurnal Kesehatan, 3(1), 54–61.
Harefa, M. V., Rasmaliah, & Jemadi. (2021). Hubungan kadar kolesterol dengan derajat hipertensi pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Hiliweto Gido, Kabupaten Nias. Jurnal FKM USU, 5(1), 1–6.
Harbuwono, D. S., Laurentius, A. P., Em, Y., & Imam, S. (2018). Obesity and central obesity in Indonesia: Evidence from a national health survey. Medical Journal of Indonesia, 27(2), 114–120.
Hasanuddin, I., Zainab, Z., & Purnama, J. (2024). Hubungan pola makan, aktivitas fisik, dan faktor stres terhadap kejadian hipertensi. Jurnal Ners.
Herdiani, N. (2019). Hubungan indeks massa tubuh dengan hipertensi pada lansia di Kelurahan Gayungan Surabaya. Medical Technology and Public Health Journal, 3(2), 183–189.
Hidayati, S., Kumalasari, M. L. F., Kusumawati, E., & Andyarini, E. N. (2020). Hubungan kadar kolesterol dengan hipertensi pada pegawai di Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel. Indonesian Journal for Health Sciences, 4(1), 10–15.
Hossain, F. B., Adhikary, G., Chowdhury, A. B., & Shawon, M. S. R. (2019). Association between body mass index (BMI) and hypertension in South Asian population: Evidence from nationally representative surveys. Clinical Hypertension, 25(1), 1–9.
Jonathan, C., & Yasa, S. (2020). Hubungan obesitas dengan hiperkolesterolemia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal Media Udayana, 9(1), 57–69.
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset kesehatan dasar tahun 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kautsar, F., Syam, A., & Salam, A. (2014). Obesitas, asupan natrium dan kalium terhadap tekanan darah. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 10(4), 187–192.
Li, M., et al. (2019). Analysis of dose–response relationship between BMI and hypertension in people in Northeast China. Scientific Reports, 9, 18208.
Naue, S. H., Doda, V., & Wungouw, H. (2016). Hubungan kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada guru di SMP 1 & 2 Eben Haezar dan SMA Eben Haezar Manado. Jurnal e-Biomedik, 4(2).
Nugroho, P. S., & Sari, Y. (2019). Hubungan tingkat pendidikan dan usia dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Palaran. Jurnal Dunia Kesmas, 8(4), 219–225.
Paulina, N. R., & Wulandari, I. S. M. (2024). Hubungan pola makan dan kejadian peningkatan tekanan darah pada wanita dewasa. Nutrix Journal. https://doi.org/10.37771/nj.v9i2.1326
Permatasari, R., Suriani, E., & Kurniawan, K. (2022). Hubungan kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada pasien hipertensi usia ≥ 40 tahun. Jurnal Labora Medika, 6(1), 16–21.
Praningsih, S., Maryati, H., Siswati, S., Priyanti, R. P., & Sugiharti, N. (2023). Hubungan indeks massa tubuh dan kadar kolesterol dengan tekanan darah di PROLANIS Puskesmas Perak Jombang. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 9(2), 470–476.
Purnamasari, R. P., & Indriastuti, D. (2020). Kadar kolesterol total pada penderita hipertensi usia pra lansia di Puskesmas Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur. Jurnal Keperawatan, 3(3), 5–9.
Ramya. (2017). Hubungan lingkar pinggang dengan hipertensi [Skripsi]. STIKes Elisabeth Medan.
Rahma, A., & Baskari, P. S. (2019). Pengukuran indeks massa tubuh, asupan lemak, dan asupan natrium kaitannya dengan kejadian hipertensi. Ghidza Media Journal, 1(1), 53–62.
Rahmadhani, R. (2015). Analisis hubungan kadar kolesterol total dan ukuran lingkar perut dengan kejadian hipertensi. Al-Sihah: Public Health Science Journal, 7, 99–105.
Rupang, J. G., Warouw, S. M., & Masloman, N. (2016). Hubungan antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada remaja obes. e-CliniC, 4(2).
Safitri, Y. (2020). Hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi. Jurnal Ners, 4(1), 13–20.
Sulastri, D., & Astuti, Y. (2020). Hubungan kadar kolesterol dengan derajat hipertensi. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI), 1(2), 1–12.
World Health Organization. (2023). Hypertension. World Health Organization. https://www.who.int/newsroom/factsheets/detail/hypertension
Yogeswara, P. A., Setyowati, E. R., Ruqayyah, S., & Wiatma, D. S. (2023). Pengaruh indeks massa tubuh (IMT) dan kadar kolesterol dengan hipertensi di Puskesmas Gerung Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ners, 7(1), 744–752.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putu Depirda Rosandiyasa Wijaya, Rohmania Setiarini, Rizki Mulianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







