PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP ERUPSI GIGI TETAP PREMOLAR KEDUA RAHANG ATAS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55198Keywords:
anak, erupsi gigi, status giziAbstract
Kondisi gizi memiliki peran penting dalam perkembangan anak, termasuk dalam pertumbuhan tubuh dan erupsi gigi, terutama pada masa krisis gizi usia 10 hingga 12 tahun. Kondisi gizi yang tidak normal pada periode ini dapat memengaruhi waktu erupsi gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap erupsi gigi tetap premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan jumlah sampel 107 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, dan pemeriksaan klinis rongga mulut, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi normal (63,6%), dengan mayoritas telah mengalami erupsi gigi (57,0%). Status gizi kurang ditemukan pada 25,2% siswa, dengan 11,2% telah mengalami erupsi dan 14,0% belum mengalami erupsi gigi. Pada kelompok status gizi lebih (11,2%), sebanyak 9,3% telah mengalami erupsi dan 1,9% belum mengalami erupsi. Uji korelasi menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara status gizi dan erupsi gigi premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun (p = 0,000). Hasil analisis odds ratio menunjukkan nilai OR sebesar 10,893 dengan interval kepercayaan 95% (3,663–32,396). Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara status gizi dengan erupsi gigi premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun, dan anak dengan status gizi kurang memiliki peluang mengalami keterlambatan erupsi gigi sekitar 10,9 kali lebih besar dibandingkan anak dengan status gizi normal.References
Abdi, J. M., Aldilawati, S., & Wijaya, F. M. (2022). Peningkatan perilaku sadar periodontal sehat pada ibu hamil melalui edukasi dan pemeriksaan indeks CPITN. *An Idea Health Journal, 2*(3), 130–133.
Arini, P. D. K. N., Sutiari, K. N., & Sudirman, L. P. (2025). Hubungan status gizi dengan waktu erupsi gigi permanen pada anak usia 7–8 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara. *Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9*(1), 150–160.
Ilmianti, Mattulada, K. I., Aldilawati, S., Aslan, S., Febriany, M., & Hamka, M. M. (2020). Media komunikasi, informasi, dan edukasi terhadap pengetahuan anak sekolah dasar tentang kesehatan gigi dan mulut. *Sinnun Maxillofacial Journal, 2*(1), 26–33.
Indra, A., Maryam, A., & Haris, R. (2021). Determinan status gizi murid sekolah dasar Islam terpadu Wahdah Islamiyah 01 Kota Makassar. *Pancasakti Journal of Public Health Science and Research, 2*(1), 100–110.
Jasmine, B. A., Zulkarnain, M., & Sitorus, J. R. (2021). Faktor risiko status gizi dan erupsi gigi tetap premolar kedua pada anak usia 10 tahun di Kecamatan Tuah Negeri. *Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, 16*(1), 15–21.
Kamilah, S. N., Supriati, R., Haryanto, H., Sipriyadi, & Atmaja, V. Y. (2022). Pemeriksaan status gizi berdasarkan nilai indeks massa tubuh pada anak usia 10–12 tahun di SDN 159 Bengkulu Utara. *Indonesian Journal of Community Empowerment and Service, 2*(2), 95–100.
Kartika, I., Zainur, A. R., & Deylinisa, S. (2022). Hubungan status gizi terhadap erupsi gigi insisivus sentralis permanen mandibula pada anak usia 6–7 tahun. *Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM), 3*(1), 25–30.
Kartika, I., Zainur, A. R., & Deynilisia, S. (2021). Hubungan status gizi terhadap erupsi gigi insisivus sentralis permanen mandibula pada anak usia 6–7 tahun. *Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM), 3*(1), 25–30.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). *Survei kesehatan Indonesia tahun 2023*. Kemenkes RI.
Lantu, R. A., Kawengian, S. E., & Wowor, S. N. (2015). Hubungan status gizi dengan erupsi gigi permanen siswa SD Negeri 70 Manado. *Jurnal e-GiGi, 3*(1), 189–196.
Lestari, N., Abdi, J. M., & Yunus, N. M. (2025). Hubungan status gizi terhadap erupsi gigi permanen pada anak usia 6–12 tahun. *Indonesian Journal of Public Health (IJOH), 3*(4), 895–902.
Sulastri, Nopiyanto, E. Y., Nevitasari, D., Muklis, J., & Marlina, L. (2022). Sosialisasi kesehatan diri pada anak-anak di Sekolah Dasar Negeri 62 Lebong. *Jurnal Dharma Pendidikan dan Keolahragaan, 2*(1), 28–34.
Wrottesley, S. V., Mates, E., Brennan, E., Bijalwan, V., Menezes, R., Ray, S., Ali, Z., et al. (2022). Nutritional status of school-age children and adolescents in low- and middle-income countries across seven global regions: A synthesis of scoping reviews. *Public Health Nutrition, 26*(1), 63–95.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ilmianti Ilmianti, Aditya Hari Asmara, Abdullah HD Lasari, Muhammad Jayadi Abdi, Thysyah Shabrina Aulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







