FAKTOR RISIKO RIWAYAT INFEKSI, ASUPAN MAKAN, PENGETAHUAN IBU DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDERE

Authors

  • Tirta Sari Putri Hutama Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako
  • Abd. Hakim Laenggeng Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako
  • Made Tangkas Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55087

Keywords:

asupan makan, pengetahuan ibu, riwayat infeksi, sanitasi lingkungan, stunting

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kejadian stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti riwayat penyakit infeksi, asupan makan, pengetahuan ibu, dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh riwayat infeksi, asupan makan, pengetahuan ibu, dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pandere. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case–control. Sampel berjumlah 72 balita, terdiri dari 36 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 36 balita tidak stunting sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran antropometri, serta penilaian asupan makan menggunakan metode food recall 2×24 jam. Pengukuran antropometri dilakukan dengan mengukur panjang badan menggunakan infantometer dan tinggi badan menggunakan stadiometer, kemudian status stunting ditentukan berdasarkan indikator PB/U atau TB/U menggunakan standar WHO dengan kriteria Z-score < -2 SD. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat penyakit infeksi (p=0,000), asupan protein (p=0,001), asupan lemak (p=0,029), asupan karbohidrat (p=0,004), pengetahuan ibu (p=0,008), dan sanitasi lingkungan (p=0,000) dengan kejadian stunting. Hasil multivariat menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,004). Kesimpulan penelitian ini adalah kejadian stunting dipengaruhi oleh riwayat infeksi, asupan makan, pengetahuan ibu, dan sanitasi lingkungan, dengan sanitasi lingkungan sebagai faktor dominan.

References

Arini, D., Nursalam, N., Mahmudah, M., & Faradilah, I. (2020). The incidence of stunting, the frequency/duration of diarrhea and acute respiratory infection in toddlers. Journal of Public Health Research, 9(2). https://doi.org/10.4081/jphr.2020.1816

Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R., & Uauy, R. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.

Fatimah, S., Junaidi, & Erminawati. (2024). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Satu Tahun 2024. Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ).https://ipssj.com

Faujannor, A., Nurjazuli, & Suhartono, S. (2025). Analisis faktor risiko WASH terhadap kejadian stunting pada bayi <23 bulan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 24(2), 214–218. https://doi.org/10.14710/mkmi.24.2.214-218

Nasrin, D., et al. (2021). Pathogens associated with linear growth faltering in children with diarrhea. The Journal of Infectious Diseases, 224(Supplement_7), S848–S856. https://academic.oup.com/jid/article/224/Supplement_7/S848/6373451

Natara, A. I., Siswati, T., & Sitasari, A. (2023). Asupan zat gizi makro dan mikro dengan kejadian stunting pada balita usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Radamata. Journal of Nutrition College, 12(3), 192–197.

Putri, M., Handayani, T., & Yusuf, A. (2023). Infant and young child feeding practices and stunting in rural communities. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 32(4), 450–458.

Timo, B. N., Landi, S., & Liufeto, M. (2024). Hubungan pola asuh ibu dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Nulle Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal PAZIH, 13(2).

Wahid, N. K. (2020). Analisis WASH (water, sanitation and hygiene) terhadap kejadian stunting pada baduta di Kabupaten Mamuju (Tesis). Universitas Hasanuddin.

Wahyuni, F. C., Karomah, U., Basrowi, R. W., Sitorus, N. L., & Lestari, L. A. (2023). Hubungan literasi gizi dan pengetahuan gizi terhadap kejadian stunting: A scoping review. Amerta Nutrition, 7(3SP), 71–85. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i3SP.2023.71-85

World Health Organization. (2006). WHO child growth standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: Methods and development. World Health Organization.

Yunus, M. A., Triawanti, & Skripsiana, N. S. (2023). Hubungan asupan karbohidrat, lemak dan protein dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala. Health and Medical Sciences Journal. https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/hms/article/download/13236/7249

Downloads

Published

2026-02-24

How to Cite

Hutama, T. S. P., Laenggeng, A. H., & Tangkas, M. (2026). FAKTOR RISIKO RIWAYAT INFEKSI, ASUPAN MAKAN, PENGETAHUAN IBU DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDERE. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 464–473. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55087

Issue

Section

Articles