ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIGI

Authors

  • Umi Kalsum Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Munir Salham Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Zhanaz Tasya Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55066

Keywords:

kepatuhan minum obat, komorbiditas, pengawas minum obat, penyakit penyerta, tuberculosis

Abstract

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi penyebab kematian utama di dunia, di mana penyakit penyerta (komorbid) secara signifikan meningkatkan risiko kegagalan pengobatan dan kematian. Di wilayah kerja Puskesmas Parigi, kasus TB terus meningkat hingga mencapai 47 kasus pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan minum obat serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada pasien TB dengan penyakit penyerta. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan model concurrent embedded. Populasi penelitian adalah 177 pasien TB dengan penyakit penyerta di Puskesmas Parigi periode 2020–2024, di mana seluruh populasi dijadikan sampel kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 11 informan. Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara keparahan komorbid (p=0,039), jenis komorbid (p=0,001), dan status pengobatan (p=0,032) terhadap kepatuhan minum obat. Analisis regresi logistik mengonfirmasi bahwa jenis dan keparahan komorbid merupakan prediktor signifikan terhadap kepatuhan. Sebaliknya, tingkat pengetahuan (p=0,622) dan dukungan PMO (p=0,775) tidak memiliki hubungan signifikan. Temuan kualitatif mengungkap bahwa hambatan kepatuhan meliputi efek samping obat, kejenuhan mental akibat polifarmasi, serta kendala ekonomi terkait biaya transportasi. Kepatuhan minum obat lebih dipengaruhi oleh faktor klinis terkait komorbiditas dan faktor praktis harian dibandingkan tingkat pengetahuan pasien. Dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan yang proaktif menjadi faktor kunci dalam menjaga keteraturan pengobatan.

References

Alemayehu, A., Tadesse, M., Mekonnen, Z., & Bekele, A. (2024). Treatment interruption and its impact on medication adherence among pulmonary tuberculosis patients: Implications for comprehensive patient management. BMC Infectious Diseases, 24(1), 1–10.

Alvarez, J. L., Martinez, R. P., & Gomez, F. A. (2020). Factors associated with adherence to tuberculosis treatment among patients with comorbid conditions. International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 24(6), 620–627.

Amiruddin, A., Rahman, F., & Putri, D. (2020). Pengaruh pengetahuan terhadap kepatuhan pasien TB dalam menghadapi pengobatan jangka panjang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 101–110.

Ananta, R., Putri, N., & Wibowo, A. (2021). Pengaruh komorbiditas terhadap kepatuhan pengobatan tuberculosis paru di Indonesia: studi kohort retrospektif. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 120–128.

Anggiani, R., Setiawan, A., & Putri, D. (2020). Effect of family-based DOTS on tuberculosis treatment adherence in Indonesia. Journal of Infection and Public Health, 13(12), 1865–1872.

Arifin, R. (2023). Efektivitas edukasi berkelanjutan pada pengobatan TB jangka panjang. Jakarta: Penerbit Kesehatan Nusantara.

Astuti, D., Wijaya, I., & Rahman, S. (2021). The role of treatment observers in TB medication adherence: Evidence from East Java. BMC Infectious Diseases, 21(1), 1023.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. (2023). Laporan penemuan kasus Tuberkulosis di Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

Fadhilah, R., & Wulandari, S. (2024). Hubungan pengetahuan pasien dengan kepatuhan minum obat TB di Puskesmas Kombos Manado. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 18(1), 55–63.

Getahun, B., Ameni, G., Medhin, G., & Biadgilign, S. (2020). Treatment adherence and associated factors among tuberculosis patients with previous treatment history in Ethiopia. PLOS ONE, 15(6), e0234926.

Gunawan, R., & Santoso, B. (2022). Motivasi pasien TB menjelang akhir masa pengobatan. Jurnal Kesehatan Indonesia, 11(2), 33–42.

Hasanah, N. (2022). Aspek psikis pasien tuberkulosis dan peran dukungan spiritual dalam kepatuhan pengobatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 45–56.

Hidayat, M. (2024). Faktor sosial-ekonomi dalam kepatuhan pasien TB. Yogyakarta: Media Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020–2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Koesoemadinata, R. C., Supardi, S., & Kusnanto, H. (2022). The impact of comorbidity severity on tuberculosis treatment adherence in Indonesia. BMC Public Health, 22(1), 1–9.

Moyo, S., Daniels, J., & Naidoo, P. (2022). Chronic comorbidities and medication adherence among tuberculosis patients: A mixed-methods study. PLOS ONE, 17(4).

Muture, B. N., Keraka, M. N., Kimuu, P. K., Kabiru, E. W., Ombeka, V. O., & Oguya, F. O. (2021). Factors associated with default from treatment among tuberculosis patients in Kenya. Journal of Clinical Tuberculosis and Other Mycobacterial Diseases, 22, 100215.

Nindrea, R. D., Aryandono, T., & Lazuardi, L. (2018). Family support and adherence to tuberculosis treatment in Indonesia: A cross-sectional study. BMC Research Notes, 11(1), 531.

Pradana, R. (2023). Tantangan fisik dan efek samping obat dalam kepatuhan pengobatan pasien TB. Jurnal Ilmu Kesehatan, 12(1), 78–89.

Priyatno, A., Susanto, H., & Widodo, R. (2023). Dominant role of family DOTS supporters on TB treatment adherence in patients with comorbidities. International Journal of Mycobacteriology, 12(1), 34–41.

Putri, A., & Santoso, D. (2024). Fenomena sembuh semu pada pasien TB: Implikasi terhadap kepatuhan minum obat. Jurnal Kedokteran Indonesia, 18(3), 112–123.

Putri, R. A., Sari, N. P., & Handayani, D. (2021). Pengaruh penyakit penyerta terhadap keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(3), 187–195.

Rahman, A., Yusuf, M., & Hidayat, R. (2024). Integrated care approach for tuberculosis patients with comorbidities and its effect on treatment adherence. Journal of Public Health Research, 13(1), 245–253.

Rahman, F. (2024). Peran faktor eksternal dalam kepatuhan pasien TB: Ketersediaan obat dan akses transportasi. Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan, 9(1), 34–46.

Razali, G., et al. (2023). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi. Dalam S. Bahri (Ed.), Media Sains Indonesia (Edisi Maret). CV Media Sains Indonesia.

Riyadi, F. (2021). Peran keluarga dan risiko tekanan psikologis pada pasien TB. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12(3), 55–63.

Setiawan, H., Nugroho, A., & Sari, P. (2023). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan TB di RSUD Kabupaten Bekasi. Jurnal Penelitian Kesehatan Indonesia, 12(3), 45–53.

Sihombing, M. (2023). Peran dukungan sosial dalam keberhasilan pengobatan TB jangka panjang. Jurnal Keperawatan Masyarakat, 11(3), 58–67.

Singh, A., Patel, R., & Kumar, S. (2021). Treatment adherence among tuberculosis patients with and without comorbidities in an integrated health system. Journal of Clinical Tuberculosis and Other Mycobacterial Diseases, 23.

Siregar, M. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien TB di Puskesmas Sei Rampah. Jurnal Kesehatan Prima, 10(2), 78–88.

Susila, R., Hartono, J., & Lestari, A. (2024). Peran dukungan sosial dalam meningkatkan kepatuhan pasien TB di Puskesmas. Jurnal Kesehatan Komunitas, 9(1), 22–30.

Wahyuni, S. (2022). Pengaruh beban kerja petugas kesehatan terhadap komunikasi interpersonal dan edukasi pasien TB. Surabaya: Pustaka Medika.

Wijaya, T. (2024). Motivasi pasien dalam kepatuhan pengobatan TB: Peran rasa takut dan kualitas pelayanan. Bandung: Akademika Sehat.

Willem, W., Rukmana, N. M., Hermawan, N. S. A., & Rinfilia, I. (2023). Dukungan keluarga dan PMO yang mempengaruhi kepatuhan pasien TB dalam mengonsumsi obat. Jurnal Sains dan Kesehatan, 2(2), 58–62.

World Health Organization. (2024). Global tuberculosis report 2024. WHO.

Wulandari, P., Nugroho, T., & Hartono, B. (2023). Pengaruh sistem pengawasan ketat terhadap kepatuhan pasien TB dengan efek samping berat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 11(2), 56–67.

Yansyah, E. J. (2024). Faktor kepatuhan minum obat pasien dengan tuberkulosis. Lentera Perawat, 5(1), 44–50.

Zhang, Q., Li, Y., Xia, Y., & Wang, L. (2020). Impact of diabetes mellitus on tuberculosis treatment outcomes and medication adherence. BMC Infectious Diseases, 20(1), 1–8.

Zielonka, T., Kowalski, J., & Nowak, M. (2023). Comorbidities and tuberculosis treatment outcomes: A national cohort study. Frontiers in Public Health, 11, 1253615.

Downloads

Published

2026-03-06

How to Cite

Kalsum, U., Salham, M., & Tasya, Z. (2026). ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIGI. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 652–662. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.55066

Issue

Section

Articles