FAKTOR RISIKO TUBERKULOSIS PADA ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54924Keywords:
imunisasi BCG, riwayat kontak TB, status gizi ,tuberkulosis anak, usiaAbstract
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronik yang masih menjadi permasalahan kesehatan utama di Indonesia, termasuk pada populasi anak. Provinsi Jawa Barat menempati posisi tinggi dalam jumlah kasus TB, termasuk di Kabupaten Cirebon. Anak-anak merupakan kelompok rentan terhadap infeksi TB, terutama apabila terdapat faktor risiko tertentu di lingkungan dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, status gizi, imunisasi BCG, riwayat kontak TB dewasa, paparan asap rokok, serta tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua dengan kejadian TB pada anak, sekaligus mengidentifikasi faktor risiko yang paling dominan. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Mei–Juni 2024 di RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon dengan jumlah sampel 135 anak yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan kelompok usia 12–59 bulan merupakan yang terbanyak (53,3%). Sebagian besar anak memiliki status gizi baik, telah menerima imunisasi BCG, dan terpapar asap rokok. Terdapat hubungan bermakna antara usia (p=0,005) dan riwayat kontak TB dewasa (p<0,001) dengan kejadian TB. Riwayat kontak dengan penderita TB dewasa merupakan faktor risiko paling dominan (OR=6,211). Disimpulkan bahwa usia dan riwayat kontak TB dewasa berhubungan signifikan dengan kejadian TB anak.References
Baun, A. H., Picauly, I., & Paun, R. (2023). Analisis faktor risiko kejadian tuberkulosis pada anak di wilayah Kota Kupang. Public Health Risk Assessment Journal, 1(1), 101–118.
Brajadenta, G. S., Laksana, A. S. D., & Peramiarti, I. D. S. A. P. (2018). Faktor risiko tuberkulosis paru anak: Studi pada Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Purwokerto. STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan, 7(2), 1–6.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. (2020). Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.
Dinas Kesehatan Kota Cirebon. (2022). Profil kesehatan Kota Cirebon tahun 2021. Dinas Kesehatan Kota Cirebon.
Ekawati, E. (2022). Faktor risiko TB paru pada anak di wilayah kerja Puskesmas Karangampel. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(2), 35–44.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2021). Pedoman nasional tuberkulosis anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia 2021. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk teknis tata laksana tuberkulosis anak dan remaja Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kliegman, R. M., Blum, N. J., Shah, S. S., Tasker, R. C., & Wilson, K. M. (2020). Nelson textbook of pediatrics (21st ed., Vol. 1). Elsevier.
Lönnroth, K., Jaramillo, E., Williams, B. G., Dye, C., & Raviglione, M. (2023). Drivers of tuberculosis epidemics: The role of risk factors and social determinants. Social Science & Medicine, 68(12), 2240–2246.
Mao, L., Xu, L., Wang, X., Xing, Y., Zhang, H., & Liu, J. (2022). Enhanced immunogenicity of the tuberculosis subunit Rv0572c vaccine delivered in DMT liposome adjuvant as a BCG-booster. Tuberculosis, 134, 102186.
Munseri, P., Said, J., Amour, M., Magohe, A., Matee, M., Reilly, M., … von Reyn, C. F. (2020). DAR-901 vaccine for the prevention of infection with Mycobacterium tuberculosis among BCG-immunized adolescents in Tanzania: A randomized controlled, double-blind phase 2b trial. Vaccine, 38(46), 7239–7245.
Nabilla, D.Y., dkk. (2022). Pengembangan Biskuit “Prozi” Tinggi Protein dan Kaya Zat Besi untuk Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Amerta Nutrition, Vol. 6(1SP): 79-84. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i1SP.2022.79-84
Nevita, Sutomo, R., & Triasih, R. (2024). Faktor risiko kejadian sakit tuberkulosis pada anak yang kontak serumah dengan penderita tuberkulosis dewasa. Sari Pediatri, 16(1), 1–6Nisa, Latifa Suhada. (2018). Kebijakan Penanggulangan Stunting di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 13(2): 173-179
Olo, A., Mediani, H.S., & Rakhmawati, W. (2021). Hubungan Faktor Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2): 1113-1126. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.521
Priyanto, A.D., & Nisa, F.C. (2016). Formulasi Daun Kelor dan Ampas Daun Cincau Hijau sebagai Tepung Komposit pada Pembuatan Mie Instan. Jurnal Teknologi Pangan, 17(1): 29-36
Ramdhani, Awa., Handayani, Hani., & Setiawan, Asep. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting. Tasikmalaya: Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Republik Indonesia.
Rustamaji, G.A.S., & Ismawati, R. (2021). Daya Terima dan Kandungan Gizi Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Makanan Selingan Balita Stunting. Jurnal Gizi Universitas Negeri Surabaya, 1(1): 31-37
Saleh, N. A. A., Hengky, H. K., Umar, F., & Majid, M. (2023). Studi kasus determinan kejadian tuberkulosis pada anak di Kota Parepare. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(12), 2469–2477.
World Health Organization. (2022). Global tuberculosis report 2022. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andriana Aulia Fitriani, Imam Syakhrudin, Uswatun Khasanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







