TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI RSIA SITTI KHADIJAH 1 MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54759Keywords:
anemia, ibu hamil, kehamilan, pengetahuan, RSIA Sitti Khadijah 1 MakassarAbstract
Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang perlu perhatian serius karena dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin, termasuk risiko persalinan prematur dan berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dalam kehamilan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar selama periode penelitian dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang pengetahuan anemia dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil berusia 17–25 tahun (47,8%), memiliki pendidikan terakhir strata 1 (47,8%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (53,9%). Sebagian besar memiliki pengetahuan tinggi tentang anemia (86,1%). Analisis hubungan karakteristik ibu menunjukkan bahwa pendidikan terakhir memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan tentang anemia (p = 0,038), sedangkan usia dan pekerjaan tidak signifikan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang anemia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar umumnya tinggi, dipengaruhi oleh pendidikan terakhir, dan dapat menjadi dasar perencanaan edukasi kesehatan ibu hamil.References
Ali, A., & Crowther, N. (2009). Factors predisposising to obesity: A review of literature. JEMDSA, 14, 81–84.
Assis, Z., Aleem, M., & Enawgaw, B. (2014). Prevalence of anemia and associated risk factors among pregnant women attending antenatal care in Azezo Health Gondar Town, Northwest Ethiopia. Ankara: J Interdiscipl Histopathol.
Badurosy, T., & Jeewon, R. (2014). Overweight and obesity epidemic in developing countries: A problem with diet, physical activity, or socioeconomic status? The Scientific World Journal, 2014, 1–7.
Bakta, I. M. (2006). Hematologi klinik ringkas. Jakarta: EGC.
Bakta, I. M. (2014). Pendekatan terhadap pasien anemia. In S. Setiati, I. Alwi, A. P. Sudoyo, M. Simadibrata, B. Setiyohadi, & A. F. Syam (Eds.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Vol. 2, 6th ed., p. 2575). Jakarta: Interna Publishing.
Bobak, L. (2005). Keperawatan maternitas (Edisi 4). Jakarta: EGC.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. (2008). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2007. Jakarta: Kemenkes RI.
Cunninggham, F., Leveno, K., Bloom, S., Hauth, J., Rouse, D., & Spong, C. (2013). Obstetri Williams. Jakarta: EGC.
Dahlan, M., & Sopiyudin. (2018). Besar sampel dan cara pengambilan sampel. Jakarta: Salemba Medika.
Farsi, Y., Brooks, D., Werler, M., Cabral, H., Al-Shafei, M., & Wallenbrurg, H. (2011). Effect of high parity on occurrence of anemia in pregnancy: A cohort study. BMC Pregnancy and Children, 11(7).
Filius Chandra, D. J. (2019). Tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil dengan status anemia. Journal, 9(4), 653–659.
Hastuti, I. (1996). Pengaruh tingkat pengetahuan gizi dan tingkat pendidikan ibu terhadap pola konsumsi makanan balita kelompok Posyandu Dusun Kepitu Desa Trimulyo Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman. IKIP Negeri Yogyakarta.
Hidayah, W., & Anasari. (2012). Hubungan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Bidan Prada, 3(2).
Hidayat, A. A. A. (2017). Metode penelitian kebidanan dan teknik analisis data. Jakarta: Salemba Medika.
Hidayat, A. A. Z. (2019). Metode penelitian kebidanan teknik analisis data. Jakarta: Salemba Medika.
Kennelly, P. J., & Rodwell, V. W. (2009). Protein: Mioglobin dan hemoglobin. Dalam R. K. Murray, D. K. Granner, & V. W. Rodwell (Eds.), Biokimia Harper (Edisi ke-27, pp. 44–52). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Khoirunnisa, H. (2019). XIV Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia di Puskesmas Pakualaman Kota Yogyakarta Tahun 2019. Journal, 3(2), 22–29.
Laflamme, E. (2010). Maternal hemoglobin concentration and pregnancy outcome: A study of the effects of elevation in El Alto, Bolivia. MJM, 13(1), 47–55.
Manuaba, I. B. G. (2010). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan KB untuk pendidikan bidan (Edisi 2). Jakarta: EGC.
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. (2017). Panduan penulisan skripsi sarjana terapan. Yogyakarta: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Sarwono, P. (2009). Ilmu kebidanan (Edisi ke-4, hlm. 183–184). Jakarta: PT Bina Pustaka.
Sastroasmoro, S., Sudigdo, & Sofyan. (2018). Dasar-dasar metodologi klinis. Jakarta: Sagung Seto.
Supariasa, I. D. N., dkk. (2001). Penilaian status gizi. Jakarta: EGC.
Wulandari, I. A. (2018). Hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di. Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia, 2(2).
World Health Organization. (2016). Obesity and overweight. June [cited 2017 August].
World Health Organization (WHO). (2008). Worldwide prevalence of anemia 1993–2005: WHO global database on anemia. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wira Dharma Pratiwi, Irmayanti Haidir Bima, Andi Mursyid Achmad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







