MANAJEMEN GENERAL ANESTHESIA NASAL INTUBATION (GANI) PADA PASIEN FRAKTUR MANDIBULA DENGAN DIFFICULT AIRWAY : LAPORAN KASUS

Authors

  • Adelia Dwi Resti Program Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar
  • Wirawan Harahap , Departement Ilmu Anestesiologi, Terapi Intensif & Manajemen Nyeri, RSP Ibnu Sina Makassar, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Haizah Nurdin , Departement Ilmu Anestesiologi, Terapi Intensif & Manajemen Nyeri, RSP Ibnu Sina Makassar, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54701

Keywords:

Kata kunci : fraktur mandibula, General Anesthesia Nasal Intubation (GANI), kesulitan intubasi, LEMON score

Abstract

Fraktur mandibula merupakan salah satu bentuk trauma maksilofasial yang paling sering dijumpai dan memiliki implikasi signifikan terhadap manajemen jalan napas. General Anesthesia Nasal Intubation (GANI) adalah teknik intubasi dengan memasukkan pipa endotrakeal melalui kavum nasi ke dalam trakea sehingga memungkinkan ventilasi anestesi yang adekuat tanpa mengganggu akses intraoral, sehingga banyak digunakan dalam pembedahan dental, orofaringeal, dan maksilofasial. Laporan kasus ini membahas seorang pria berusia 46 tahun yang datang dengan keluhan nyeri rahang sejak satu hari setelah terjatuh, nyeri memberat saat mengunyah, tanpa perdarahan maupun gejala sistemik, serta memiliki kebersihan gigi yang buruk. Pemeriksaan fisik menunjukkan deformitas mandibula, mukosa gingiva hiperemis, dan karies luas. Pemeriksaan MSCT mandibula mengonfirmasi adanya fraktur korpus mandibula terfragmentasi, fraktur ramus posterior kanan dan ramus anterior kiri, serta fraktur maksila kiri disertai laserasi lidah. Pasien direncanakan menjalani operasi rekonstruksi disertai prosedur tongue flap dengan anestesi umum menggunakan teknik GANI. Evaluasi jalan napas praoperatif dilakukan menggunakan kriteria LEMON (Look externally, Evaluate 3-3-2 rule, Mallampati, Obstruction, Neck mobility) yang menunjukkan risiko jalan napas sulit akibat trauma maksilofasial, keterbatasan pembukaan mulut, Mallampati kelas IV, dan keterbatasan mobilitas leher. Berdasarkan temuan tersebut, dipilih teknik awake nasotracheal intubation dalam anestesi umum. GANI memberikan stabilitas jalan napas yang lebih baik, meningkatkan visualisasi dan akses pembedahan, serta menurunkan risiko aspirasi dan obstruksi jalan napas dibandingkan pendekatan orotrakeal pada kasus trauma wajah.

References

Abdul, R., & Uun, U. (2025). Perbandingan kombinasi bupivakain 0,25 % dan epinefrin 1:10.000 dengan epinefrin 1:10.000 terhadap perdarahan intranasal setelah intubasi nasotrakeal. Journal Anestesi Perioperatif.

Akhmad, R., Ruli, H., & Indriasari. (2019). Chula formula sebagai prediktor ketepatan kedalaman endotracheal tube pada intubasi nasotrakea. Journal Anestesi Perioperatif.

Craig, B., Maxime, Y., dkk. (2024). Review of anesthesia in maxillofacial trauma. Journal of Oral and Maxillofacial Anesthesia.

Dewi, Devillya Puspita. (2018). Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) pada Cookies Terhadap Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Kadar Proksimat, dan Kadar Fe. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 1(2): 104-112

Dianti, R., Simanjuntak, B.Y., W, T.W. (2023). Formulasi Nugget Ikan Gaguk (Arius Thalassinus) dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera). Jurnal Media Gizi Indonesia, 18(2): 157-163. https://doi.org/10.20473/mgi.v18i2.157-163

Fahliani, N., & Septiani. (2020). Pengaruh Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Terhadap Sifat Organoleptik dan Kadar Kalsium Snack Bar. Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman, 4(2): 216-228. https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jgps

Firdanti E., et al. (2021). Permasalahan Stunting pada Anak di Kabupaten yang Ada di Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Indra Husada, hlm, 126-133. https://ojs.stikesindramayu.ac.id/index.php/JKIH/article/view/333

Hardiansyah, M., & Supriasa, I.D.N. (2016). Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Heluq, D.Z., & Mundiastuti, L. (2018). Daya Terima dan Zat Gizi Pancake Substitusi Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Alternatif Jajanan Anak Sekolah. Jurnal Media Gizi Indonesia, 13(2): 133-140. https://doi.org/10.20473/mg.v13i2.133-140

Istiqomah, Finda. (2020). Pengaruh Substitusi Wijen Giling (Sesamum Indicum), Putih Telur dan Susu Skim Terhadap Mutu Organoleptik, Daya Terima, Kandungan Gizi dan Nilai Ekonomi Gizi pada Es Krim. Universitas Airlangga, Surabaya.

Jie, C., dkk. (2025). Construction and evaluation of a nomogram prediction model for the risk of epistaxis following nasotracheal intubation: A single-center retrospective cohort study. Springer Nature.

Justin, R. (2025). An EM resident’s guide to basic airway management.

Monica, M. (2025). Anaesthesia and common oral and maxillo-facial emergencies. British Journal of Anaesthesia.

Shailendra, N., dkk. (2025). A study of nasotracheal intubation using bougie technique and video laryngoscope: An observational study. Birat Journal of Health Sciences.

Sung, M., dkk. (2018). Correlation between modified LEMON score and intubation difficulty in adult trauma patients undergoing emergency surgery. World Journal of Emergency Surgery.

Takehiko, I. (2025). Tips for naso-tracheal intubation: A clinical practice review. Journal of Oral and Maxillofacial Anesthesia.

Thomas, B., George, M., dkk. (2022). Nasotracheal intubation. StatPearls.

Downloads

Published

2026-02-15

How to Cite

Resti, A. D., Harahap, W., & Nurdin, H. (2026). MANAJEMEN GENERAL ANESTHESIA NASAL INTUBATION (GANI) PADA PASIEN FRAKTUR MANDIBULA DENGAN DIFFICULT AIRWAY : LAPORAN KASUS. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 300–305. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54701

Issue

Section

Articles