METODE PHYSIOEX®️ DAN KOMBINASI DENGAN KONVENSIONAL DALAM PRAKTIKUM FISIOLOGI RESPIRASI MAHASISWA KEDOKTERAN : SUATU PERBANDINGAN

Authors

  • Devi Aulia Putri Nurindah Rahman Program Studi Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo
  • Sri Manovita Pateda Program Studi Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo
  • Sefry M. Pantow Program Studi Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo
  • Muhamad Nur Syukriani Yusuf Program Studi Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo
  • Edwina Rugaiah Monayo Program Studi Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54495

Keywords:

fisiologi respirasi, physioex®, praktikum

Abstract

Penguasaan praktikum fisiologi respirasi sangat penting bagi mahasiswa kedokteran karena berhubungan langsung dengan pemahaman fungsi vital sistem pernapasan. Laboratorium virtual PhysioEx® telah digunakan sebagai media utama praktikum, namun hasil evaluasi menunjukkan tingkat kelulusan dan rata-rata nilai praktikum masih rendah. Praktikum konvensional memberikan penjelasan konseptual dam pengalaman langsung dalam pengukuran parameter fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pembelajaran praktikum fisiologi respirasi yang lebih efektif, dengan membandingkan penggunaan PhysioEx® saja dengan kombinasi praktikum konvensional dan PhysioEx® pada mahasiswa kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan rancangan true experimental dengan desain pretest–posttest control group pada 58 mahasiswa yang dibagi secara acak menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Penguasaan praktikum diukur menggunakan tes pilihan ganda pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan uji paired t-test, Wilcoxon, independent t-test, dan Mann–Whitney U sesuai hasil uji normalitas. Kedua kelompok menunjukkan peningkatan skor yang signifikan antara pretest dan posttest, menunjukkan bahwa baik PhysioEx® tunggal maupun kombinasi metode mampu meningkatkan penguasaan praktikum. Namun, uji perbandingan antar kelompok pada nilai posttest menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Kombinasi praktikum konvensional dan PhysioEx® lebih efektif dibandingkan penggunaan PhysioEx® saja dalam meningkatkan penguasaan praktikum fisiologi respirasi mahasiswa kedokteran.

References

Ariana, R. (2016). Introduction to human physiology (International ed., pp. 1–23).

Bakar, A., Haryanto, H., Afrida, A., & Sanova, A. (2020). Implementasi pembelajaran sains kimia berbasis eksperimen menggunakan aplikasi virtual lab authoring tool ChemCollective. Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak, 1(2), 40–47

Flegr, S., Kuhn, J., & Scheiter, K. (2023). When the whole is greater than the sum of its parts: Combining real and virtual experiments in science education. Computers & Education, 197, 104745. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2023.104745

Iqbal, T. (2019). Doctors’ training in a medical physiology laboratory. 15(3), 1–2.

Kurniawan, A. M., Maulana, N. M., Argarini, R., Putri, E. A. C., & Rimbun, D. (2023). Physiology education in the Indonesian medical curriculum: Current progress and future perspective. International Journal of Research Publications, 140(1), 206–213.

Moya-Salazar, J. (2019). Limitations and perspectives of the physiology laboratory PhysioEx V9.1 during single-center Peruvian medical education. 4, 1–6.

Mulia, S., & Murni, S. (2022). Implikasi pembelajaran praktikum ilmu pengetahuan alam dalam kemajuan kognitif siswa. SEARCH: Science Education Research Journal, 1(1), 1. https://e-jurnal.iainsorong.ac.id/index.php/jaser

Prastiwi, D., Lestari, W., Utami, R. T., Rinarto, N. D., Chabibah, N., Fitriyani, N. L., et al. (2023). Pengantar biomedik: Panduan komprehensif (Vol. 1, pp. 1–23).

Puluhulawa, T. G., Pateda, S. M., Abbas, J. N. I., & Paramata, N. R. (2024). The efficiency of utilizing the PhysioEx® application through e-learning among students in the field of health at Universitas Negeri Gorontalo. 3, 62–72.

Saleh, F. M., Riandi, R., & Surtikanti, H. K. (2024). Laboratorium konvensional vs laboratorium virtual dalam efektivitas dan motivasi pembelajaran biologi: Studi literatur. Jurnal Jeumpa, 11(1), 13–24.

Tufts, M. A., & Higgins-Opitz, S. B. (2025). What makes the learning of physiology in a PBL medical curriculum challenging? Student perceptions. 187–195.

Widayat, E., Ardianik, & Kadar, S. (2019). Indeks prestasi mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Dr. Soetomo ditinjau dari asal daerah. 4(2), 147–162.

Wörner, S., & Scheiter, K. (2022). The best of two worlds: A systematic review on combining real and virtual experiments in science education. 92(6), 911–952.

Yih, Y., Hui, K., Er, M., & Devi, V. (2021). An analysis of health science students’ preparedness and perception of interactive virtual laboratory simulation. Medical Science Educator, 1919–1929. https://doi.org/10.1007/s40670-021-01364-1

Zante, B., Hautz, W. E., & Schefold, J. C. (2020). Physiology education for intensive care medicine residents: A 15-minute interactive peer-led flipped classroom session. PLoS ONE, 15(1), 1–12.

Downloads

Published

2026-02-13

How to Cite

Rahman, D. A. P. N., Pateda, S. M., Pantow, S. M., Yusuf, M. N. S., & Monayo, E. R. (2026). METODE PHYSIOEX®️ DAN KOMBINASI DENGAN KONVENSIONAL DALAM PRAKTIKUM FISIOLOGI RESPIRASI MAHASISWA KEDOKTERAN : SUATU PERBANDINGAN. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 220–228. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54495

Issue

Section

Articles