DIAGNOSIS KOMUNITAS DALAM UPAYA PENURUNAN INSIDEN TUBERKULOSIS : STUDI DI SALAH SATU PUSKESMAS DI KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN

Authors

  • Kezia Azaria Nursalim Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia
  • Alister Garcia Himawan Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia
  • Angela Aprilia Adinda Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia
  • Siti Dian Meylani Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia
  • Ernawati Ernawati Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54490

Keywords:

diagnosis komunitas, faktor risiko, intervensi kesehatan masyarakat, penemuan kasus, tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di salah satu puskesmas di Kabupaten Tangerang karena terjadi peningkatan kasus secara signifikan dari 90 kasus pada 2021 menjadi 206 kasus pada 2023. Hal ini menunjukkan adanya kekurangan dalam penemuan kasus, kepatuhan pengobatan, serta edukasi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil diagnosis komunitas untuk mengidentifikasi faktor risiko, menentukan prioritas masalah, dan merancang intervensi berbasis masyarakat dalam upaya pengendalian TBC. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pendekatan diagnosis komunitas, dengan populasi seluruh masyarakat wilayah kerja puskesmas dan sampel berupa data sekunder program TBC tahun 2021–2023 yang diambil melalui total sampling. Variabel penelitian mencakup faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan kondisi sosial; data dikumpulkan melalui telaah dokumen, observasi lapangan, dan wawancara dengan petugas kesehatan. Analisis dilakukan menggunakan Paradigma Blum, metode USG dan Delphi untuk penetapan prioritas, serta diagram fishbone untuk identifikasi akar masalah. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kasus dipengaruhi terutama oleh rendahnya pengetahuan masyarakat, perilaku berisiko, kondisi rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan, serta keterbatasan deteksi dini. Intervensi yang disusun, berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan dahak gratis, dan pelatihan kader TBC, terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat, menemukan suspek baru, dan memperkuat kapasitas kader. Simpulan penelitian menegaskan bahwa diagnosis komunitas merupakan pendekatan efektif dalam mengidentifikasi determinan masalah dan menyusun intervensi terarah guna mendukung upaya penurunan insiden TBC di wilayah kerja salah satu puskesmas, di Kabupaten Tangerang.

References

Amelia, A. (2025). Analisis determinan kepatuhan program minum obat pada pasien tuberkulosis.Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 8–20.

Chriswanto, A. W., Ayuningtyas, D., & Karima, K. (2024). Meningkatkan upaya penanggulangan tuberkulosis melalui penguatan strategi berbasis komunitas: Tinjauan sistematis. Journal of Syntax Literate, 9(4).

Fawwaz, F., Susanto, A., & Sukmaningtyas, W. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan dengan pencegahan penularan tuberculosis paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Purwokerto. Jurnal Sehat Mandiri, 17(2), 69–77.

Ginting, D., & Fentiana, N. (2023). Hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan risiko penularan TB paru. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi, 1(4), 88–93.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020–2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Buku panduan kader tuberkulosis: Langkah praktis dalam pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan pasien TBC di masyarakat. https://www.tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2025/01/Buku-Panduan-Kader- Kemenkes.pdf

Latief, M., Perdana, S., & Kahar, K. (2025). Sosialisasi dan edukasi program TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh) Tuberkulosis (TB) di wilayah kerja Puskesmas Bontonompo 1 Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(2), 213–223.

Lestari, A. A., Makful, M. R., & Okfriani, C. (2023). Analisis spasial kepadatan penduduk terhadap kasus tuberkulosis di Provinsi Jawa Barat 2019–2021. Jurnal Cahaya Mandalika, 3(2), 577– 584.

Massie, A. C., Pangesti, R. D., Ardianto, S., & Tirtasari, S. (2024). Laporan kegiatan diagnosis komunitas dalam upaya menurunkan jumlah kasus baru kejadian tuberkulosis paru di Desa Teluknaga, wilayah kerja Puskesmas Teluknaga Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten periode 14 Oktober 2023–10 November 2023. Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic, 4(1), 1–7.

Muin, S., Dora, R., & Rahesi, I. D. (2023). Efektivitas penyuluhan metode ceramah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tuberkulosis. MAP (Midwifery and Public Health) Journal, 3(1). https://doi.org/10.52031/map.v3i1.597

Nurannisyah, R., Najmah, N., Apritama, F., Dianita, N. R., Waruwu, P. D. K., Khoirunnisa, K., ... & Ruliansyah, D. (2025). Distribusi kasus tuberkulosis paru menurut usia, jenis kelamin, dan capaian program di Puskesmas Bukit Sangkal, Palembang tahun 2024. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 4(1), 475–483.

Permadi, Y. W., Irnawat, I., & Maharani, V. (2025). Pemberdayaan pasien dengan risiko penyakit TBC melalui pengabdian masyarakat di lingkungan Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 87–96.

Pralambang, S. D., & Setiawan, S. (2021). Faktor risiko kejadian tuberkulosis di Indonesia. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan, 2(1).

Pratama, I. M. A., & Setiyadi, N. A. (2023). Hubungan peran kader kesehatan dengan perilaku penemuan kasus TBC. Jurnal Keperawatan, 15(4), 213–222. https://doi.org/10.32583/keperawatan.v15i4.1985

Putri, N. A., Tahlil, T., & Abdullah, A. (2021). Peningkatan pengetahuan siswa SMA tentang penyakit tuberkulosis (TB) melalui metode penyuluhan di Lhoknga Aceh Besar. Jurnal KANAKA, 3(1), 37–45.

Sabir, M. (2023). Analisis faktor risiko tingginya kasus tuberkulosis paru di Indonesia: Literatur review. Jurnal Kolaboratif Sains, 6(6), 453–468.

Septiani, F., Pohan, S. D., Ginting, H. B., Sinurat, L. N., Sinaga, M. T., & Pangaribuan, W. K. (2025). Analisis faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian tuberkulosis paru di masyarakat: Studi epidemiologis dan implikasinya dalam pencegahan. Polygon: Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam, 3(2), 32–43.

Downloads

Published

2026-02-13

How to Cite

Nursalim, K. A., Himawan, A. G., Adinda, A. A., Meylani, S. D., & Ernawati, E. (2026). DIAGNOSIS KOMUNITAS DALAM UPAYA PENURUNAN INSIDEN TUBERKULOSIS : STUDI DI SALAH SATU PUSKESMAS DI KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 209–219. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54490

Issue

Section

Articles