PENGARUH EDUKASI PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) BERBAHAN PANGAN LOKAL RONO TAPA TERHADAP BERAT BADAN BALITA DENGAN GIZI KURANG DI UPTD PUSKESMAS SINGGANI

Authors

  • Asrianti Asrianti Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tadulako
  • I Made Tangkas Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tadulako
  • Sumarni Sumarni Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54283

Keywords:

Edukasi PMBA, Ikan Teri, Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), Stunting, Pangan Lokal

Abstract

Gizi kurang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat pada balita di Indonesia dan berkaitan erat dengan praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang belum optimal. Berdasarkan laporan kinerja UPTD Puskesmas Singgani bulan Agustus 2025, masih ditemukan 93 kasus gizi kurang (4,8%). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa terhadap berat badan balita dengan gizi kurang di wilayah kerja UPTD Puskesmas Singgani. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan one-group pretest–posttest. Sampel terdiri atas 32 ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan dengan gizi kurang, dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa diberikan melalui sesi edukasi terstruktur selama tiga minggu. Variabel yang diukur meliputi pengetahuan, sikap, dan praktik PMBA ibu, asupan zat gizi makro balita, serta perubahan berat badan balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada pengetahuan, sikap, dan praktik PMBA ibu, peningkatan asupan zat gizi makro, serta perubahan positif berat badan balita setelah intervensi (p < 0,05). Edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa berbasis digital efektif dalam memperbaiki praktik PMBA dan meningkatkan berat badan balita dengan gizi kurang, serta berpotensi menjadi model intervensi gizi berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan di layanan kesehatan primer.

References

Abdillah, F. M., Sulistiyawati, S., & Paramashanti, B. A. (2020). Edukasi gizi pada ibu oleh kader terlatih meningkatkan asupan energi dan protein pada balita. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 5(2), 313–318.

Afriani, D., Mentari, W. D., & Azahra, Z. (2024). Pengaruh Promosi Kesehatan Melalui Media Sosial Whatsapp terhadap Pemahaman Ibu tentang Menu MPASI Bergizi di Kabupaten Sumedang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 8(1), Article 3. https://doi.org/10.7454/epidkes.v8i1.1096

Anjomshoa, A., Majdzadeh, R., & Nedjat, S. (2018). The Application of Social Cognitive Theory on Mothers’ Feeding Practices for Children Aged 6 to 24 Months in Iran. Journal of Pediatrics Review, 6(1), 47–56.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Astria, N., Dkk. (2024). Pengaruh Pemberian Makanan Bayi, Anak (pmba) dan Edukasi Gizi Seimbang terhadap Peningkatan Berat Badan pada Balita Gizi kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Pandan. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory.

Bandura, A. (2004). Health promotion by social cognitive means. Health Education & Behavior, 31(2), 143–164.

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: W. H. Freeman.

Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., ... & Group, M. P. S. (2019). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427-451.

Contento, I. R. (2016). Nutrition education: Linking research, theory, and practice (3rd ed.). Burlington, MA: Jones & Bartlett Learning.

Dawes, J. (2008). Do data characteristics change according to the number of scale points used? International Journal of Market Research, 50(1), 61–77. https://doi.org/10.1177/147078530805000106

De Onis, M., Garza, C., Victora, C. G., Onyango, A. W., & Frongillo, E. A. (2004). The WHO Multicentre Growth Reference Study: Planning, study design, and methodology. Food and Nutrition Bulletin, 25(1_suppl_1), S15–S26.

https://doi.org/10.1177/15648265040251S103

Dewi, R. K., Sari, M., & Lestari, P. (2020). Faktor risiko berat badan rendah pada baduta. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 16(2), 67–75.

Dewi, R. K., Sari, M., & Lestari, W. (2021). Pengaruh edukasi gizi berbasis Social Cognitive Theory melalui media WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita. Aceh Nutrition Journal, 6(2), 87–95.

Dewi, R. K., Anwar, F., & Khomsan, A. (2022). Pengaruh edukasi pemberian makan bayi dan anak terhadap status gizi balita. Jurnal Gizi dan Pangan, 17(1), 45–53.

Dewi, F.A., dkk. (2022). Pola Asuh Makan dan Konsumsi Pangan Balita Anemia di Kabupaten Cirebon. Amerta Nutrition, 6(3), 227-234.

Dewi, M., Aminah, M. (2016). Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Feeding Practice Ibu Balita Stunting Usia 6-24 Bulan. Indonesian Journal of Human Nutrition.

Dewey, K. G., & Begum, K. (2011). Long-term consequences of stunting in early life. Maternal & Child Nutrition, 7(Suppl 3), 5–18. https://doi.org/10.1111/j.1740-8709.2011.00349.x

DeVellis, R. F. (2017). Scale development: Theory and applications (4th ed.). Sage Publications.

Direktorat Gizi Masyarakat. (2018). Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Fitriani, N., Sari, D. K., & Lestari, W. (2020). Praktik pemberian makan dan status gizi balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(2), 85–93.

Fitri, S., Adriansyah, M. A., & Zulfahmi. (2023). Analisis Kandungan Gizi Ikan Teri Nasi (Stolephorus sp). Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, 9(2), 1-8.

Galang Muhammad. (2020). Kuasi Eksperimen. Pertama. Edited by Sudirman. Kabupaten Lombok Barat, Prov.NTB : Nashir Al-Kutub Indonesia.

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Guo, P. J., Kim, J., & Rubin, R. (2014). How video production affects student engagement: An empirical study of MOOC videos. Proceedings of the First ACM Conference on Learning @ Scale, 41–50. https://doi.org/10.1145/2556325.2566239

Hasanah, U., Handayani, R., & Setyo, H. (2024). A Systematic Review of Dried Fish Powder Consumption and Its Effects on Malnourished Children's Growth. Iranian Journal of Medical Sciences, 25(3), 45-56.

Hardinsyah, & Supariasa, I. D. N. (2017). Ilmu Gizi: Teori dan Aplikasi. Jakarta: EGC.

Jati, D. K. dan Nindya, T. S. (2017). Asupan Energi dan Protein Berhubungan dengan Gizi kurang pada Anak Usia 6-24 Bulan. Amerta Nutrition, 1(2).

Kementerian Kesehatan RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Litbang Kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja dan Wanita Usia Subur. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Standar Alat Antropometri dan Alat Deteksi Dini Perkembangan Anak. Jakarta: Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI. Retrieved from https://keslan.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1660894423_735923.pdf

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak. Jakarta.

Kompas.com. (2024, 11 Februari). Gaji UMR Palu 2024 dan seluruh Sulawesi Tengah. Kompas.com.

Kurniawati, R., dkk. (2022). Fortifikasi Ikan Teri Nasi pada Makanan Pendamping ASI untuk Peningkatan Status Gizi Balita. Jurnal Gizi dan Pangan, 17(1), 22-31.

Laporan PKP UPTD Puskesmas Singgani. (2024). Laporan Pencapaian Kinerja Program UPTD Puskesmas Singgani Tahun 2024. Palu: Dinas Kesehatan Kota Palu.

Downloads

Published

2026-02-13

How to Cite

Asrianti, A., Tangkas, I. M., & Sumarni, S. (2026). PENGARUH EDUKASI PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) BERBAHAN PANGAN LOKAL RONO TAPA TERHADAP BERAT BADAN BALITA DENGAN GIZI KURANG DI UPTD PUSKESMAS SINGGANI. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 145–156. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54283

Issue

Section

Articles