EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TUBERCULOSIS KABUPATEN PANIAI TAHUN 2025

Authors

  • Nurhayati Nurhayati Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju
  • Astrid Novita Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54251

Keywords:

efektivitas program TB, pengobatan TB, tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat global dan nasional, termasuk di Indonesia. Meskipun telah diterapkan berbagai program seperti strategi End TB 2030, prevalensi TB, khususnya TB paru, tetap tinggi. Di Kabupaten Paniai, Papua, angka kasus TB menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Tantangan besar terlihat pada tingginya jumlah pasien yang putus berobat dan hilang kontak, serta keterbatasan fasilitas layanan TB yang hanya tersedia di dua titik layanan, yakni RSUD Paniai dan Puskesmas Enarotali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pencegahan dan penanganan TB di Kabupaten Paniai serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan TB di Kabupaten Paniai Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus analitik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan kunci terdiri dari petugas TB (programer), dokter, dan kepala puskesmas, sedangkan informan pendukung meliputi pasien TB dan anggota keluarga pasien. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahap reduksi, kategorisasi, interpretasi, hingga penarikan kesimpulan. Penelitian ini dapat memberikan gambaran mendalam mengenai pelaksanaan program TB di Kabupaten Paniai, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan rekomendasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas program dan keberhasilan pengobatan TB, khususnya dalam aspek pemantauan pasien, aksesibilitas layanan, dan edukasi masyarakat. Secara umum, program pengendalian Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Paniai dapat dikatakan belum berjalan optimal. Hal ini terlihat dari masih tingginya angka keterlambatan diagnosis, rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, serta belum meratanya akses layanan TB di seluruh puskesmas.

References

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (1980). Health promotion planning: An educational and environmental approach. Mayfield Publishing Company.

IIsmail, A., Rahmawati, D., & Pratama, R. (2021). Pendanaan program tuberkulosis dan implikasinya terhadap cakupan layanan kesehatan. Urnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 123–131.

Kemenkes RI. (2020). Petunjuk teknis pelayanan puskesmas pada masa pandemi COVID-19.

Lubis, R., & Arifin, S. (2021). Ketersediaan obat tuberkulosis dan kepatuhan pasien dalam menyelesaikan pengobatan. Jurnal Farmasi Dan Kesehatan, 8(1), 45–53.

Nafitri, A., & Safrizal. (2022). Tuberkulosis sebagai masalah kesehatan global: Tantangan dan strategi pengendalian. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(1), 1–9.

Permatasari, D., & Yuliana, E. (2020). Peran alat diagnostik modern dalam percepatan penanganan tuberkulosis di daerah terpencil. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 9(3), 152–160.

Sulidah. (2017). Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang tuberkulosis sebagai faktor terbentuknya stigma negatif. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat, 12(2), 89–96.

Van Meter, D. S., & Van Horn, C. E. (1975). The policy implementation process: A conceptual framework. Administration & Society, 6(4), 445–488.

Wicaksi, A., Sari, M., & Hidayat, T. (2022). Tuberkulosis paru sebagai tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(1), 25–34.

World Health Organization. (2020). The End TB strategy.

World Health Organization. (2022a). Global tuberculosis report 2022.

World Health Organization. (2022b). WHO consolidated guidelines on tuberculosis: Module 3 – Diagnosis.

Yuliani, N., & Rachmawati, D. (2022). Aksesibilitas layanan kesehatan sebagai determinan keberhasilan program kesehatan di daerah tertinggal. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 10(2), 101–110.

Downloads

Published

2026-02-13

How to Cite

Nurhayati, N., & Novita, A. (2026). EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TUBERCULOSIS KABUPATEN PANIAI TAHUN 2025. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 108–117. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54251

Issue

Section

Articles