LICHEN SIMPLEX CHRONICUS

Authors

  • Felda Felda Pendidikan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara ,Jakarta Barat
  • Novia Yudhitiara Rumah Sakit Umum Daerah DR.K.H.Idham Chalid, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
  • Sukmawati Tansil Tan Pendidikan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara ,Jakarta Barat

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54178

Keywords:

Chronic pruritus, lichenification, lichen simplex chronicus, neurodermatitis, pruritus

Abstract

Lichen simplex chronius biasa disebut juga sebagai neurodermatitis adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang karena rangsangan pruritogenic. Patogenesisnya melibatkan siklus gatal–garuk yang memperburuk kondisi kulit dan memperkuat keinginan untuk terus menggaruk, sehingga memperparah lesi dan mempertahankan peradangan. Terdapat hubungan antara jaringan saraf pusat dan perifer dengan mediator inflamasi dalam persepsi gatal dan perubahan yang terjadi pada lichen simplex chronicus . Penulisan ini adalah untuk melaporkan gambaran klinis dan penatalaksanaan lichen simplex chronicus. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun yang datang ke poliklinik Kulit dan Kelamin dengan keluhan gatal hilang timbul pada kedua lutut sejak satu tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dermatologis dengan variabel yang dinilai meliputi karakteristik pruritus, morfologi dan distribusi lesi, serta respons terhadap terapi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pemeriksaan menunjukkan plak eritematosa disertai hiperpigmentasi, likenifikasi, dan skuama kasar pada regio genu bilateral, dengan gatal memberat saat kepanasan dan berkurang setelah konsumsi antihistamin. Berdasarkan gambaran klinis tersebut, pasien didiagnosis lichen simplex chronicus. Dari laporan kasus ini menunjukkan bahwa lichen simplex chronicus merupakan penyakit kulit kronis yang dapat terjadi pada usia lanjut dan dipertahankan oleh siklus gatal–garuk, sehingga penegakan diagnosis dini, edukasi pasien, serta terapi farmakologis dan nonfarmakologis yang tepat diperlukan untuk mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan.  

References

Altunay, İ. K., Özkura, E., Uğurer, E., Baltan, E., Aydın, Ç., & Serin, E. (2021). More than a skin disease: Stress, depression, anxiety levels, and serum neurotrophins in lichen simplex chronicus. Anais Brasileiros de Dermatologia, 96(5), 580–586. https://doi.org/10.1016/j.abd.2021.04.001

BMJ Best Practice. (2024, March 27). Lichen simplex chronicus – Symptoms, diagnosis and treatment. Retrieved November 23, 2025, from https://bestpractice.bmj.com/topics/en-gb/625

Charifa, A., Badri, T., & Harris, B. W. (2023). Lichen simplex chronicus. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459151/fitz

Duran, J., & Plaza, J. A. (2021). Skin nontumor: Spongiotic, psoriasiform and pustular reaction patterns – Lichen simplex chronicus. PathologyOutlines.com. https://www.pathologyoutlines.com/topic/skinnontumorlichenSC.html

Ju, T., Vander Does, A., Mohsin, N., & Yosipovitch, G. (2022). Lichen simplex chronicus itch: An update. Acta Dermato-Venereologica, 102, adv00796. https://doi.org/10.2340/actadv.v102.4367

Kang, S., Amagai, M., Bruckner, A. L., Enk, A. H., Margolis, D. J., McMichael, A. J., & Orringer, J. S. (2019). Fitzpatrick’s dermatology (9th ed.). McGraw-Hill Education.

Menaldi, S. L., et al. (2017). Ilmu penyakit kulit dan kelamin (Edisi ke-6). Balai Penerbit FKUI.

Nurladira, S. T., & Utama, W. T. (2024). Penatalaksanaan holistik wanita usia 50 tahun dengan neurodermatitis melalui prinsip pendekatan kedokteran keluarga di wilayah kerja Puskesmas Sumur Batu. Medula, 14(1), 155.

Parekh, P. (2025, July 17). Pruritus dan penyakit sistemik. Medscape. https://www.medscape.com

Patel, M., Simpson, J., Stuart, B., Thamban, S., & Ekeowa-Anderson, A. (2024). Differences in frequency of vulvar dermatoses according to ethnicity: A study of a cohort of patients in a large diverse UK teaching hospital. JEADV Clinical Practice, 3, 1708–1710.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). (2011). Buku ajar ilmu kesehatan kulit dan kelamin (Edisi ke-2). Badan Penerbit Ikatan Dokter Indonesia

Downloads

Published

2026-03-06

How to Cite

Felda, F., Yudhitiara, N., & Tan, S. T. (2026). LICHEN SIMPLEX CHRONICUS. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 10(1), 634–639. https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54178

Issue

Section

Articles