LICHEN SIMPLEX CHRONICUS
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.54178Keywords:
Chronic pruritus, lichenification, lichen simplex chronicus, neurodermatitis, pruritusAbstract
Lichen simplex chronius biasa disebut juga sebagai neurodermatitis adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang karena rangsangan pruritogenic. Patogenesisnya melibatkan siklus gatal–garuk yang memperburuk kondisi kulit dan memperkuat keinginan untuk terus menggaruk, sehingga memperparah lesi dan mempertahankan peradangan. Terdapat hubungan antara jaringan saraf pusat dan perifer dengan mediator inflamasi dalam persepsi gatal dan perubahan yang terjadi pada lichen simplex chronicus . Penulisan ini adalah untuk melaporkan gambaran klinis dan penatalaksanaan lichen simplex chronicus. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun yang datang ke poliklinik Kulit dan Kelamin dengan keluhan gatal hilang timbul pada kedua lutut sejak satu tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dermatologis dengan variabel yang dinilai meliputi karakteristik pruritus, morfologi dan distribusi lesi, serta respons terhadap terapi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pemeriksaan menunjukkan plak eritematosa disertai hiperpigmentasi, likenifikasi, dan skuama kasar pada regio genu bilateral, dengan gatal memberat saat kepanasan dan berkurang setelah konsumsi antihistamin. Berdasarkan gambaran klinis tersebut, pasien didiagnosis lichen simplex chronicus. Dari laporan kasus ini menunjukkan bahwa lichen simplex chronicus merupakan penyakit kulit kronis yang dapat terjadi pada usia lanjut dan dipertahankan oleh siklus gatal–garuk, sehingga penegakan diagnosis dini, edukasi pasien, serta terapi farmakologis dan nonfarmakologis yang tepat diperlukan untuk mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan.References
Altunay, İ. K., Özkura, E., Uğurer, E., Baltan, E., Aydın, Ç., & Serin, E. (2021). More than a skin disease: Stress, depression, anxiety levels, and serum neurotrophins in lichen simplex chronicus. Anais Brasileiros de Dermatologia, 96(5), 580–586. https://doi.org/10.1016/j.abd.2021.04.001
BMJ Best Practice. (2024, March 27). Lichen simplex chronicus – Symptoms, diagnosis and treatment. Retrieved November 23, 2025, from https://bestpractice.bmj.com/topics/en-gb/625
Charifa, A., Badri, T., & Harris, B. W. (2023). Lichen simplex chronicus. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459151/fitz
Duran, J., & Plaza, J. A. (2021). Skin nontumor: Spongiotic, psoriasiform and pustular reaction patterns – Lichen simplex chronicus. PathologyOutlines.com. https://www.pathologyoutlines.com/topic/skinnontumorlichenSC.html
Ju, T., Vander Does, A., Mohsin, N., & Yosipovitch, G. (2022). Lichen simplex chronicus itch: An update. Acta Dermato-Venereologica, 102, adv00796. https://doi.org/10.2340/actadv.v102.4367
Kang, S., Amagai, M., Bruckner, A. L., Enk, A. H., Margolis, D. J., McMichael, A. J., & Orringer, J. S. (2019). Fitzpatrick’s dermatology (9th ed.). McGraw-Hill Education.
Menaldi, S. L., et al. (2017). Ilmu penyakit kulit dan kelamin (Edisi ke-6). Balai Penerbit FKUI.
Nurladira, S. T., & Utama, W. T. (2024). Penatalaksanaan holistik wanita usia 50 tahun dengan neurodermatitis melalui prinsip pendekatan kedokteran keluarga di wilayah kerja Puskesmas Sumur Batu. Medula, 14(1), 155.
Parekh, P. (2025, July 17). Pruritus dan penyakit sistemik. Medscape. https://www.medscape.com
Patel, M., Simpson, J., Stuart, B., Thamban, S., & Ekeowa-Anderson, A. (2024). Differences in frequency of vulvar dermatoses according to ethnicity: A study of a cohort of patients in a large diverse UK teaching hospital. JEADV Clinical Practice, 3, 1708–1710.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). (2011). Buku ajar ilmu kesehatan kulit dan kelamin (Edisi ke-2). Badan Penerbit Ikatan Dokter Indonesia
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Felda Felda, Novia Yudhitiara, Sukmawati Tansil Tan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







