HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENGUBUR, MENGURAS DAN MENUTUP DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v10i1.53938Keywords:
DBD, Upaya 3M, Perilaku, Sikap, Tingkat PengetahuanAbstract
Peningkatan kasus DBD setiap tahunnya berkaitan dengan sanitasi lingkungan. Kondisi ini diperburuk dengan pemahaman masyrakat yang kurang tentang DBD dan juga partisipasi Masyarakat yang sangat rendah, terlihat dari kondisi lingkungan yang buruk dan mempermudah pertumbuhan nyamuk DBD. Keberhasilan program pencegahan DBD bergantung pada cara Masyarakat memandang nyamuk sebagai penyebab serta memahami pentingnya Upaya pelaksanaan pemberantasan jentik nyamuk di lingkungan masing-masing, terutama dengan langkah langkah 3M. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Dalam Mengubur, Menguras dan Menutup dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Puskesmas Plumbon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 96 sampel. Data yang telah dikumpulkan diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,028 (p ≤ 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,035 (p ≤ 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,047 (p ≤ 0,05),References
Alley, W., & Copelin, T. (2023). Hypertensive crisis: Urgency versus emergency management. International Journal of Cardiology, 374, 22–30.
Amanda, N., Andolina, N., & Adhyatma, A. A. (2023). Hubungan pola pemberian makan terhadap kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Puskesmas Botania. Jurnal Promotif Preventif, 6, 486–493.
Candra, A. (2020). Patofisiologi stunting. Journal of Nutrition and Health, 8.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. (2021). Profil Kesehatan Kabupaten Cirebon Tahun 2020. Dinkes.
Habibie, M. M., Mutiara, H., & Berawi, K. (2023). Hubungan perilaku 3M Plus dengan kejadian demam berdarah dengue. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Tahunan Demam Berdarah Dengue 2022. KEMENKES RI.
Pakpahan, M., Siregar, D., Susilawaty, A., Tasnim, Ramdany, M. R., et al. (2021). Promosi Kesehatan & Perilaku Kesehatan. Yayasan Kita Menulis.
Rinarto, N., Yuliastuti, C., & Astuti, N. (2023). Community empowerment in prevention of dengue hemorrhagic fever in coastal areas. Journal of Community Engagement in Health.
Salikunna, N. A., Badaruddin, R., Ramadhan, M. Z., Towidjojo, V. D., & Widhiastu, A. (2022). Edukasi tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap pencegahan demam berdarah dengue. Jurnal Pengabdian Farmasi dan Sains, 1(1), 31–35.
Setiati, S., Alwi, I., Sudoyo, A., et al. (2017). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Edisi ke-6, Jilid I). Interna Publishing.
Suryani, S. D. O. (2023). Hubungan perilaku 3M dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Stikes Tri Mandiri Sakti Bengkulu.
Sutjiato, M. (2023). Pengaruh penyuluhan 3M terhadap kepatuhan pelaksanaan pemberantasan jentik nyamuk di Desa Tolong Kabupaten Pulau Taliabu. Universitas Pembangunan Manado.
World Health Organization. (2024). Dengue and severe dengue. Retrieved January 29, 2024, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nazib Mohamad Yassir, Nanang Ruhyana, Ade Yusuf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







