PERBEDAAN AKTIVITAS ANTI FUNGAL DARI EKSTRAK KULIT DAN DAGING BUAH MARKISA UNGU (PASSIFLORA EDULIS SIMS) 5% DAN 40% DENGAN NYSTATIN DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53758Keywords:
Candida albicans , antijamur, markisa ungu, nystatinAbstract
Kandidiasis oral merupakan infeksi jamur oportunistik yang umumnya disebabkan oleh Candida albicans . Terapi standar menggunakan nistatin berpotensi menimbulkan efek samping dan risiko resistensi, sehingga diperlukan alternatif antijamur berbasis bahan alam. Markisa ungu ( Passiflora edulis Sims) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antijamur. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan efektivitas daya hambat Candida albicans antara nistatin dan ekstrak kulit serta daging markisa ungu pada konsentrasi 5% dan 40%. Penelitian ini merupakan true eksperimental dengan desain posttest only with control group menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daging markisa ungu konsentrasi 40% menghasilkan zona hambat terbesar. Disimpulkan bahwa ekstrak kulit dan daging markisa ungu berpotensi dikembangkan sebagai agen antijamur alami terhadap Candida albicans .References
Agustina, R., Sari, DP, & Nugroho, RA (2021). Mekanisme kerja flavonoid sebagai agen antijamur terhadap Candida albicans . Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia , 19(3), 201–208.
Ahmad, A., Khan, A., & Akhtar, F. (2024). Flavonoid sebagai agen antijamur baru: Menargetkan biosintesis ergosterol. Phytomedicine , 124, 155095.
Balouiri, M., Sadiki, M., & Ibnsouda, SK (2016). Metode untuk mengevaluasi aktivitas antimikroba secara in vitro: Sebuah tinjauan. Jurnal Analisis Farmasi , 6(2), 71–79.
Creswell, JW, & Creswell, JD (2018). Desain penelitian: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran (edisi ke-5). SAGE Publications.
Dahlan, MS (2014). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan (edisi ke-6). Salemba Medika.
Federer, WT (1963). Desain eksperimental: Teori dan aplikasi . Oxford & IBH Publishing.
Harborne, JB (1998). Metode fitokimia: Panduan teknik analisis tanaman modern (edisi ke-3). Springer.
Jusuf, AA, Rahman, F., & Hasanah, U. (2020). Aktivitas antimikroba ekstrak markisa ungu terhadap mikroorganisme patogen. Jurnal Biologi Tropis , 20(1), 55–62.
Kusumah, RW, Pratiwi, D., & Hidayat, T. (2021). Aktivitas antioksidan daging buah markisa ungu ( Passiflora edulis Sims). Jurnal Farmasi Indonesia , 18(2), 89–96.
Liu, F., & Ng, TB (2016). Aktivitas antioksidan dan antimikroba senyawa fenolik tumbuhan. Food Chemistry , 214, 587–594.
Millsop, JW, & Vila, T. (2016). Kandidiasis oral: Diagnosis dan penanganan. Klinik Dermatologi , 34(4), 470–477.
Nur'aeny, N., Rahayu, RP, & Dewi, FK (2017). Efektivitas nistatin topikal pada pasien kandidiasis oral. Majalah Kedokteran Gigi Indonesia , 3(2), 67–73.
Pargaputri, AF, Lestari, S., & Ramadhani, A. (2023). Efek samping dan potensi resistensi penggunaan nistatin jangka panjang pada kandidiasis oral. Jurnal Kedokteran Gigi , 15(1), 45–52.
Rahman, MM, Hossain, MA, & Islam, MS (2020). Komposisi fitokimia dan potensi antijamur ekstrak buah Passiflora edulis . Jurnal Pengobatan Herbal , 21, 100331.
Richardson, MD, & Pankhurst, CL (2013). Kandidiasis oral . Wiley-Blackwell.
Silva, AR, Ferreira, MA, & Costa, JG (2018). Aktivitas antijamur ekstrak Passiflora edulis terhadap spesies Candida . Jurnal Ilmu Farmasi Terapan , 8(5), 45–50.
Wijaya, A., & Lokanata, P. (2020). Skrining fitokimia dan aktivitas antimikroba kulit buah markisa ungu ( Passiflora edulis Sims). Jurnal Kimia Terapan Indonesia , 22(1), 12–19.
Zeraik, ML, Queiroz, EF, & Bolzani, VS (2016). Senyawa fenolik dari spesies Passiflora : Distribusi dan aktivitas biologis. Phytochemistry Reviews , 15(1), 65–82.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Cindy Denhara Wijaya, Shirley Adriana, Sharfina Siregar, Elizabeth Gloria Surbakti, Carol Annastacia Haylie, Regina Alexandra Wijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







