PERBEDAAN AKTIVITAS ANTI FUNGAL DARI EKSTRAK KULIT DAN DAGING BUAH MARKISA UNGU (PASSIFLORA EDULIS SIMS) 5% DAN 40% DENGAN NYSTATIN DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS

Authors

  • Cindy Denhara Wijaya Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia Universitas Prima Indonesia
  • Shirley Adriana Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia Universitas Prima Indonesia
  • Sharfina Siregar Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia Universitas Prima Indonesia
  • Elizabeth Gloria Surbakti Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia Universitas Prima Indonesia
  • Carol Annastacia Haylie Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia Universitas Prima Indonesia
  • Regina Alexandra Wijaya Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia Universitas Prima Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53758

Keywords:

Candida albicans , antijamur, markisa ungu, nystatin

Abstract

Kandidiasis oral merupakan infeksi jamur oportunistik yang umumnya disebabkan oleh Candida albicans . Terapi standar menggunakan nistatin berpotensi menimbulkan efek samping dan risiko resistensi, sehingga diperlukan alternatif antijamur berbasis bahan alam. Markisa ungu ( Passiflora edulis Sims) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antijamur. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan efektivitas daya hambat Candida albicans antara nistatin dan ekstrak kulit serta daging markisa ungu pada konsentrasi 5% dan 40%. Penelitian ini merupakan true eksperimental dengan desain posttest only with control group menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daging markisa ungu konsentrasi 40% menghasilkan zona hambat terbesar. Disimpulkan bahwa ekstrak kulit dan daging markisa ungu berpotensi dikembangkan sebagai agen antijamur alami terhadap Candida albicans .

References

Agustina, R., Sari, DP, & Nugroho, RA (2021). Mekanisme kerja flavonoid sebagai agen antijamur terhadap Candida albicans . Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia , 19(3), 201–208.

Ahmad, A., Khan, A., & Akhtar, F. (2024). Flavonoid sebagai agen antijamur baru: Menargetkan biosintesis ergosterol. Phytomedicine , 124, 155095.

Balouiri, M., Sadiki, M., & Ibnsouda, SK (2016). Metode untuk mengevaluasi aktivitas antimikroba secara in vitro: Sebuah tinjauan. Jurnal Analisis Farmasi , 6(2), 71–79.

Creswell, JW, & Creswell, JD (2018). Desain penelitian: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran (edisi ke-5). SAGE Publications.

Dahlan, MS (2014). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan (edisi ke-6). Salemba Medika.

Federer, WT (1963). Desain eksperimental: Teori dan aplikasi . Oxford & IBH Publishing.

Harborne, JB (1998). Metode fitokimia: Panduan teknik analisis tanaman modern (edisi ke-3). Springer.

Jusuf, AA, Rahman, F., & Hasanah, U. (2020). Aktivitas antimikroba ekstrak markisa ungu terhadap mikroorganisme patogen. Jurnal Biologi Tropis , 20(1), 55–62.

Kusumah, RW, Pratiwi, D., & Hidayat, T. (2021). Aktivitas antioksidan daging buah markisa ungu ( Passiflora edulis Sims). Jurnal Farmasi Indonesia , 18(2), 89–96.

Liu, F., & Ng, TB (2016). Aktivitas antioksidan dan antimikroba senyawa fenolik tumbuhan. Food Chemistry , 214, 587–594.

Millsop, JW, & Vila, T. (2016). Kandidiasis oral: Diagnosis dan penanganan. Klinik Dermatologi , 34(4), 470–477.

Nur'aeny, N., Rahayu, RP, & Dewi, FK (2017). Efektivitas nistatin topikal pada pasien kandidiasis oral. Majalah Kedokteran Gigi Indonesia , 3(2), 67–73.

Pargaputri, AF, Lestari, S., & Ramadhani, A. (2023). Efek samping dan potensi resistensi penggunaan nistatin jangka panjang pada kandidiasis oral. Jurnal Kedokteran Gigi , 15(1), 45–52.

Rahman, MM, Hossain, MA, & Islam, MS (2020). Komposisi fitokimia dan potensi antijamur ekstrak buah Passiflora edulis . Jurnal Pengobatan Herbal , 21, 100331.

Richardson, MD, & Pankhurst, CL (2013). Kandidiasis oral . Wiley-Blackwell.

Silva, AR, Ferreira, MA, & Costa, JG (2018). Aktivitas antijamur ekstrak Passiflora edulis terhadap spesies Candida . Jurnal Ilmu Farmasi Terapan , 8(5), 45–50.

Wijaya, A., & Lokanata, P. (2020). Skrining fitokimia dan aktivitas antimikroba kulit buah markisa ungu ( Passiflora edulis Sims). Jurnal Kimia Terapan Indonesia , 22(1), 12–19.

Zeraik, ML, Queiroz, EF, & Bolzani, VS (2016). Senyawa fenolik dari spesies Passiflora : Distribusi dan aktivitas biologis. Phytochemistry Reviews , 15(1), 65–82.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Wijaya, C. D., Adriana, S., Siregar, S., Surbakti, E. G., Haylie, C. A., & Wijaya, R. A. (2025). PERBEDAAN AKTIVITAS ANTI FUNGAL DARI EKSTRAK KULIT DAN DAGING BUAH MARKISA UNGU (PASSIFLORA EDULIS SIMS) 5% DAN 40% DENGAN NYSTATIN DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 10372–10379. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53758