PENGETAHUAN, PERSEPSI, DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA KESIMAN PETILAN, KECAMATAN DENPASAR TIMUR, KOTA DENPASAR
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53710Keywords:
DBD, Pengetahuan, Persepsi, PerilakuAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kota Denpasar. Meskipun berbagai program pencegahan seperti PSN 3M Plus, COMBI, dan fogging telah dilaksanakan selama beberapa dekade, angka kejadian DBD tetap menunjukkan fluktuasi dan tidak mengalami penurunan yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, persepsi, dan perilaku masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD yang telah dan belum dilakukan pemerintah, khususnya pada masyarakat Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 100 sampel yang diambil di Desa Kesiman Petilan. Dari 100 sampel, didapatkan bahwa rata-rata pengetahuan, persepsi, dan perilaku masyarakat terhadap upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah lebih tinggi dari yang belum dilakukan oleh pemerintah. Diketahui juga adanya perbedaan dari pengetahuan, persepsi, dan perilaku berdasarkan masing-masing karakteristik demografi seperti grup umur, pekerjaan, dan pendidikan terakhir. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang didapatkan yaitu pengetahuan, persepsi, dan perilaku masyarakat terhadap pencegahan DBD yang belum dilakukan oleh pemerintah lebih rendah jika dibandingkan dengan pencegahan DBD yang telah dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan upaya pencegahan DBD di masyarakat sangat bergantung pada peningkatan pengetahuan yang merata, pembentukan persepsi positif terhadap program kesehatan, serta penguatan perilaku preventif yang konsisten. Upaya edukasi berbasis komunitas dan strategi komunikasi risiko yang lebih efektif diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pencegahan DBD di Desa Kesiman Petilan.References
Badan Pusat Statistik Kota Denpasar. (2022). Kota Denpasar Dalam Angka (Denpasar Municipality In Figure) 2022 Volume 30,2022. 96.
Badan Pusat Statistik Kota Denpasar. (2023). Kota Denpasar Dalam Angka (Denpasar Municipality In Figure) 2023 Volume 31,2023. 96.
Badan Pusat Statistik Kota Denpasar. (2024). Kota Denpasar Dalam Angka (Denpasar Municipality In Figure) 2024 Volume 32,2024. 98.
Deng, S. Q., Yang, X., Wei, Y., Chen, J. T., Wang, X. J., & Peng, H. J. (2020). A review on dengue vaccine development. Vaccines, 8(1), 1–13. https://doi.org/10.3390/vaccines8010063
Fitriani, D., Suyasa, I. N. G., & Putra, I. W. G. (2021). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 123–131.
Fox, T., Sguassero, Y., Chaplin, M., Rose, W., Doum, D., & Villanueva, G. (2023). Wolbachia-carrying mosquitoes for preventing dengue infection (Review). https://doi.org/10.1002/14651858.CD015636.pub2.Copyright
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). Jossey-Bass.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Situasi Penyakit Demam Berdarah di Indonesia Tahun 2017. In Journal of Vector Ecology. https://doi.org/10.3376/1081-1710(2006)31[71:aomtva]2.0.co;2
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2022) Membuka Lembaran Baru, Laporan Tahunan 2022 Demam Berdarah Dengue. Jakarta. Available at: http://p2p.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2023/06/FINAL_6072023_Layout_DBD-1.pdf.
Kusumo, R. A., Setiani, O., & Budiyono. (2014). Evaluasi program pengendalian demam berdarah dengue di tingkat puskesmas. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 13(1), 1–8.
Lambrechts, L. et al. (2015) ‘Assessing the epidemiological effect of Wolbachia for dengue control’, The Lancet Infectious Diseases, 15(7), pp. 862–866. Available at: https://doi.org/10.1016/S1473-3099(15)00091-2.
Ooi, E. E. (2020). The re-emergence of dengue in Singapore. The Lancet Infectious Diseases, 20(4), 396–397.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
Susmaneli, H., Machmud, R., & Semiarty, R. (2021). Evaluasi pelaksanaan fogging fokus dalam pengendalian demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Andalas, 10(1), 45–53.
Utarini, A., Indriani, C., Ahmad, R. A., Tantowijoyo, W., Arguni, E., Ansari, M. R., … O’Neill, S. L. (2020). Efficacy of Wolbachia-infected mosquito deployments for the control of dengue. New England Journal of Medicine, 384(23), 2177–2186.
Wilder-Smith, A. (2020). Dengue vaccine development by the year 2020: challenges and prospects. Current Opinion in Virology, 43, 71–78. https://doi.org/10.1016/j.coviro.2020.09.004
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Gede Brian Nugraha Dena, Anak Agung Sagung Sawitri, Wayan Citra Wulan Sucipta Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







