INOVASI PENDAMPINGAN MINUM OBAT TB PARU MELALUI ALARM TERSETTING

Authors

  • Bella Dwi Lailaqodriana Program Studi Magister Administrasi Kesehatan, Mahasiswa Universitas Noor Huda Mustofa
  • Novi Anggraeni Magister Administrasi Kesehatan Universitas Noor Huda Mustofa
  • M. Hasinuddin Magister Administrasi Kesehatan Universitas Noor Huda Mustofa
  • Eny Susanti Magister Administrasi Kesehatan Universitas Noor Huda Mustofa

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53560

Keywords:

Kepatuhan, alarm tersetting, minum obat, TB paru

Abstract

Secara global, jumlah kasus TB paru diperkirakan mencapai 10 juta orang, terdiri atas 5,6 juta laki-laki, 3,3 juta perempuan, dan 1,1 juta anak-anak Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis perbedaan kepatuhan minum obat TB sebelum dan sesudah pendampingan minum obat TB Melalui  alarm tersetting berbasis. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy-eksperimental dengan uji coba satu kelompok (pre-test dan post-test). Populasi penelitian ini adalah adalah penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kokop sebanyak 38 pasien dan sampel sejumlah 34 pasien. Analisis data menggunakan uji statistik wilcoxon signed ranks test menggukan SPSS menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000, Maka nilai p (signifikansi) 0,000 lebih kecil dari nilai α (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan secara statistik nilai tingkat kepatuhan minum obat pasien sebelum menggunakan alarm tersetting dan setelah menggunakan alarm tersetting.    

References

Adrian, M. M. (2021). Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 Dalam Penanggulangan Tuberkulosis Di Kota Yogyakarta. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Aini, N., Ramadiani, R., & Hatta, H. R. (2017). Sistem pakar pendiagnosa penyakit tuberkulosis. Informatika Mulawarman: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 12(1), 56–63.

Fang, X.-H., Guan, S.-Y., Tang, L., Tao, F.-B., Zou, Z., Wang, J.-X., Kan, X.-H., Wang, Q.-Z., Zhang, Z.-P., & Cao, H. (2017). Effect of short message service on management of pulmonary tuberculosis patients in Anhui Province, China: a prospective, randomized, controlled study. Medical Science Monitor: International Medical Journal of Experimental and Clinical Research, 23, 2465.

Fitria, C. N., & Mutia, A. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Tuberkulosis dengan Kepatuhan Minum Obat di Puskesmas. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 7(1).

Kemenkes, R. I. (2014). Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kumar, A., Harakuni, S., Paranjape, R., Korabu, A. S., & Prasad, J. B. (2024). Factors determining successful treatment outcome among notified tuberculosis patients in Belagavi district of North Karnataka, India. Clinical Epidemiology and Global Health, 25, 101505.

MANAN, I. I. (2018). Gambaran Dukungan Dan Peran Keluarga Sebagai PMO Dalam Pencegahan TB MDR di Wilayah Kerja Puskesmas Gang Kelor Kota Bogor Tahun 2017. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 10(2), 23–32.

Maulidya, Y. N., Redjeki, E. S., & Fanani, E. (2017). Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis (TB) Paru pada Pasien Pasca Pengobatan di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Preventia: The Indonesian Journal of Public Health, 2(1), 44–57.

Murni, D. C. (n.d.). Gambaran keberhasilan pengobatan pada pasien TB Paru BTA (+) di wilayah Kecamatan Ciputat Tahun 2015. FKIK UIN JAKARTA.

Organization, W. H. (2021). WHO consolidated guidelines on tuberculosis. Module 2: screening-systematic screening for tuberculosis disease. World Health Organization.

Rahayu, S., & Basry, S. (2023). Hubungan Pengetahuan Penderita Tuberkulosis Paru Dengan Kepatuhan Dalam Program Pengobatan Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Cijagra Lama. Jurnal Kesehatan & Disiplin Ilmu, 1(02), 135–150.

Sari, I. D. (2011). Studi Monitoring Efek Samping Obat Antituberkulosis.

Setyowati, I., Aini, D. N., & Retnaningsih, D. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di RSI Sultan Agung Semarang. Proceeding Widya Husada Nursing Conference, 2(1).

Suharno, S., Retnaningsih, D., & Kustriyani, M. (2022). Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tbc Dimasa Pandemik Covid-19. Jurnal Ners Widya Husada, 9(2).

Warjiman, W., Berniati, B., & Unja, E. E. (2022). Hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Sungai Bilu. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (Jksi), 7(2), 163–168.

Wijayanti, W., Pamangin, L. O. M., & Wopari, B. (2023). Hubungan Dukungan Keluarga Sebagai Pengawas Menelan Obat (Pmo) dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis. Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community, 7(2), 240–251.

Yunita, F., Veronica, R. I., Ratnasari, L., Suhendra, A., Basuki, H., Kedokteran, F., Gunadarma, U., Ilmu, F., Universitas, K., Ilmu, F., Universitas, P., & Depok, T. C. (2019). Rancang Bangun Aplikasi Kepatuhan Pengobatan TBC. Informatika Kedokteran, 2(1), 54–68.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Dwi Lailaqodriana, B., Anggraeni, N., Hasinuddin, M., & Susanti, E. (2025). INOVASI PENDAMPINGAN MINUM OBAT TB PARU MELALUI ALARM TERSETTING. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 10121–10130. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53560