HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DAN MASA KERJA DENGAN NILAI AMBANG DENGAR PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT. ROYAL COCONUT KAWANGKOAN MINAHASA UTARA
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53540Keywords:
Intensitas Kebisingan, Masa Kerja, Nilai Ambang DengarAbstract
Kecelakaan akibat kerja masih sering terjadi bahkan tiap tahunnya terdapat kasus pekerja cedera dan meninggal saat bekerja. Salah satu faktor lingkungan kerja antara lain kebisingan. Kebisingan sering terjadi di tempat kerja, apalagi di tempat seperti sektor perindustrian dan sektor lainnya yang memerlukan alat atau mesin. Kebisingan yang berlebih dapat menyebabkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja yang jika ditindaklanjuti dan dicegah akan berdampak tidak hanya bagi pekerja tetapi juga bagi instansi atau perusahaan yang menaungi. Adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas kebisingan dan masa kerja dengan nilai ambang dengar pada pekerja bagian produksi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional-study. Sampel penelitian ini adalah pekerja bagian produksi di PT. Royal Coconut Kawangkoan Minahasa Utara sebanyak 56 responden dan instrumen penelitian yang digunakan yaitu noise dosimeter dan audiometer. Teknik pengambilan sampel diambil menggunakan metode simple random sampling dengan analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil uji antara intensitas kebisingan dengan nilai ambang dengar kanan dan kiri pada pekerja bagian produksi di PT. Royal Coconut Kawangkoan Minahasa Utara menunjukkan nilai p-value > 0,05 (p = 0,0968 (kanan); P = 0,711 (kiri)) yang berarti tidak ada hubungan, sedangkan masa kerja dengan nilai ambang dengar kanan dan kiri pada pekerja bagian produksi di PT. Royal Coconut Kawangkoan Minahasa Utara menunjukkan nilai p-value < 0,05 (p = 0,030 (kanan); p = 0,013 (kiri)) yang berarti ada hubungan. Kesimpulan yang didapatkan yaitu tidak ada hubungan antara intensitas kebisingan dengan nilai ambang dengar kanan dan kiri, akan tetapi ada hubungan antara masa kerja dengan nilai ambang dengar kanan dan kiri.References
Abdullah, R.P.I., Purnomo, S.D. and Ihsani, I.P. (2020) “Hubungan Kebisingan dan Masa Kerja terhadap Jenis Ketulian dan Stres pada Pekerja PT. Semen Tonasa,” UMI Medical Journal, 5(1), pp. 69–80. Available at: https://doi.org/10.33096/umj.v5i1.77.
Adhi, A., Martono, W. and Fuad, W. (2023) “Analisis Faktor Risiko Noise Induced Hearing Loss (NIHL) Kerja pada Pekerja Pabrik PT Kayu Perkasa Raya,” 10(3), pp. 1635–1642.
Chayandari H. R. D., Harahap S. P. dan Harianto I. (2023) "Hubungan Intensitas Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran pada Pekerja Wood Preparation di PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry tahun 2021" Jurnal Inovasi Penelitian, 3(12), hal. 8023.
Darnoto, S. (2021) Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Satu. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Hamid, N., Gafur, A. and Mutthalib, N. (2021) “Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Pendengaran Pada Pekerja di PT. Maruki International Indonesia Makassar,” Window of Public Health Journal, 2(4), pp. 745–756. Available at: https://doi.org/10.33096/woph.v2i4.236.
International Labour Organization. (2013) Kesehatan dan Keselamatan Kerja Sarana untuk Produktivitas, Handbook of Institutional Approaches to International Business. Jakarta. Available at: https://doi.org/10.4337/9781849807692.00014.
Marwanto, A. and Mualim, M. (2020) “Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Pendengaran Pekerja di Industri Pengolahan Karet PT. X Kabupaten Seluma Bengkulu,” Mitra Raflesia (Journal of Health Science), 12(2). Available at: https://doi.org/10.51712/mitraraflesia.v12i2.33.
Putri, W. W. dan Martiana T. (2016) "Hubungan Usia dan Masa Kerja dengan Nilai Ambang Dengar Pekerja yang Terpapar Bising di PT. X. Sidoarjo" The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 5(2), hal. 177-181.
Putri, Z.I. dan Nayoan, C.R. (2023) “Pengaruh Intensitas Kebisingan Terhadap Nilai Ambang Dengar Pada Pekerja Di Pt. X Dan Pt. Y Palu,” Unram Medical Journal, 12(1), pp. 1265–1271. Available at: https://doi.org/10.29303/jk.v12i1.4286.
Rahmatunnisa, D., Duma, K. and Tresnasari, P. (2023) “Hubungan Masa Kerja dan Dosis Pajanan Kebisingan Harian dengan Gangguan Pendengaran Pekerja Tambang Batubara PT.X di Kalimantan Timur,” Medika Karya Ilmiah Kesehatan, 8(1), pp. 2–9.
Tambuwun, J.H., Malonda, N.S.H. and Kawatu, P.A.T. (2020) “Hubungan Antara Usia dan Masa Kerja dengan Keluhan Muskulo-skeletal pada Pekerja Mebel di Desa Leilem Dua Kecamatan Sonder,” Medical Scope Journal, 1(2), pp. 1–6. Available at: https://doi.org/10.35790/msj.1.2.2020.27201.
Tasik, Y.I. (2018) “Analisis Hubungan Tingkat Kebisingan terhadap Penurunan Ambang Dengar (Hearing Loss) pada Nelayan Kelurahan Pontap Kota Palopo Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016,” Jurnal Kesehatan Mega Buana, 4(1), pp. 1–9.
Wahyu, A. (2011) Pengaruh Intensitas Kebisingan Terhadap Ambang Dengar Pada Tenaga Kerja Di PT Sekar Bengawan Kabupaten Karangnyar, Universitas Sebelas Maret.
Warta K3 RSUP Dr. Sardjito. (2023). "Gangguan Pendengaran akibat Bising di Indonesia" . Edisi 115. Yogyakarta: RSUP Dr. Sardjito.
Wiyanti, S.W., Prawesthi, E. and Mujiwati, M. (2021) “the Relationship Between Noise Intensity and Worker Characteristics With Hearing Disorders in Dental Laboratory Jakarta,” Journal of Vocational Health Studies, 5(2), p. 80. Available at: https://doi.org/10.20473/jvhs.v5.i2.2021.80-86.
World Health Organization and International Telecommunication Union. (2019). New WHO-ITU Standard Loss Among 1.1 Billion Young People. Tersedia pada: https://www.who.int/news/item/12-02-2019-new-who-itu-standard-aims-to-prevent-hearing-loss-among-1.1-billion-young-people.
World Health Organization. (2025). Tersedia pada: https://www.who.int/health-35 topics/hearing-loss?#tab=tab_1
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sesilia Angel Papa, Woodford B. S. Joseph, Paul A. T. Kawatu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







