ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA CAKUPAN KUNJUNGAN RUMAH UNTUK TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS (TPT) DI UPT PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA KABUPATEN INDRAGIRI HILIR TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53323Keywords:
tuberkulosis, kunjungan rumah, terapi pencegahan tuberkulosisAbstract
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, termasuk di Kabupaten Indragiri Hilir, di mana Puskesmas Tembilahan Kota mencatat kasus tertinggi pada 2022–2023. Pengendalian melalui investigasi kontak (IK) dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) penting untuk memutus penularan, namun cakupan kunjungan rumah TPT tahun 2024 hanya mencapai 28%, jauh dari target nasional 68%. Kondisi ini menunjukkan perlunya memahami penyebab rendahnya capaian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai faktor penyebab rendahnya cakupan kunjungan rumah untuk TPT di UPT Puskesmas Tembilahan Kota tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP). Informan dipilih secara purposive, terdiri dari informan kunci (penderita TBC), informan utama (penanggung jawab program TBC), dan informan pendukung (kader TBC). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi kegiatan IK. Analisis data menggunakan pendekatan problem solving cycle yang mencakup analisis situasi, identifikasi dan prioritas masalah melalui metode USG, serta penentuan alternatif solusi melalui fish bone analysisHasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya cakupan kunjungan rumah untuk TPT disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga, keterbatasan tenaga kesehatan terlatih, serta rendahnya dukungan keluarga. Hambatan lain meliputi terbatasnya media edukasi dan anggaran, akses rumah sasaran yang sulit dijangkau, belum adanya kebijakan khusus TB, serta promosi dan edukasi TPT yang belum optimal dan belum didukung SOP yang seragam. Temuan ini menekankan perlunya penguatan edukasi, peningkatan kapasitas petugas, perbaikan sarana, dan dukungan kebijakan untuk meningkatkan cakupan TPT. Rendahnya cakupan kunjungan rumah untuk TPT dipengaruhi oleh stigma, kurangnya pengetahuan, minimnya edukasi, keterampilan petugas yang belum merata, serta kunjungan rumah yang belum optimal. Upaya penguatan edukasi dan kapasitas petugas diperlukan untuk meningkatkan capaian TPT.References
Alvi, Y., Philip, S., Anand, T., Chinnakali, P., Islam, F., Singla, N., Thekkur, P., Khanna, A., & Vashishat, B. (2024). Situation analysis of early implementation of programmatic management of tuberculosis preventive treatment among household contacts of pulmonary TB patients in Delhi, India. Tropical Medicine and Infectious Disease, 9(1), 24.
Aminah, S., Sampurna, R. H., & Nur, T. (2025). Evaluation of the implementation of tuberculosis control policies at the Puskesmas Selabatu, Sukabumi City. Proceedings of the International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (IICIS), 1, 216–235.
Ayuningtyas, T. A. P. (2024). A case study of tuberculosis control policy in Depok City. International Journal of Health Policy and Administration.
Campbell, J., et al. (2020). The role of digital health in improving workforce distribution. Global Health Action.
Chihota, V. (2025). Tuberculosis preventive treatment in high TB-burden settings: A state-of-the-art review. Pediatrics and Child Health, 12(1), 1–20.
Dameria, D., Hulu, V., Siregar, S., Manalu, P., Samosir, F., Rambe, F., & Hasibuan, N. (2023). Improvement of patients’ knowledge, attitude, and practice on tuberculosis treatment using video and leaflet. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(2), 79–88. https://doi.org/10.14710/jpki.18.2.79-88
Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir. (2023). Laporan tahunan Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir 2022-2023.
Give, C., Morris, C., Murray, J., José, B., Machava, R., & Wayal, S. (2024). Sociocultural understanding of tuberculosis and implications for care-seeking among adults in Zambézia, Mozambique: Qualitative research. PLoS ONE, 19(1), e0289928.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Petunjuk teknis investigasi kontak terintegrasi terapi pencegahan tuberkulosis. Kemenkes RI.
Pratiwi, G. D., Lucya, V., & Paramitha. (2024). Efektivitas penggunaan media leaflet dalam peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan tuberkulosis. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 8(3).
Putri, B. I., Alamsah, N., & Kartini, D. S. (2025). Triangular framework for tuberculosis reduction policy in Serang Regency 2021–2023. Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review, 10(1), 1–17.
Qomariyah, F. N., Susanti, I. A., & Basri, A. A. (2021). Health education to improve medication adherence among tuberculosis patients: A systematic review. Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (INJEC).
Saragih, S., Simatupang, A., Purba, M., & Sitohang, R. (2024). Estimating the budget impact of a tuberculosis strategic purchasing model: Evidence from Indonesia. Health Economics Review. https://doi.org/10.1186/s13561-024-00518-2
Sugiarto, E. (2025). Spatial distribution of tuberculosis cases and access to healthcare among patients in West Akim Municipality. Jurnal Kesehatan Global, 7(1), 1–9.
Syaharuddin, S., Sasarari, Z. A., Gustini, G., & Lontaan, A. (2023). Pulmonary TB prevention through information and education to the community. Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi Indonesia, 2(1), 65.
World Health Organization. (2024). Global tuberculosis report 2024. World Health Organization.
Yuniar, I., Dewi, Y. L. R., Setyowati, R., Sugihardjo, S., Darojah, N., & Supriyanto, S. (2023). Needs analysis of health promotion media on latent tuberculosis. Healthy Behavior Journal, 3(1), 1550.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wira Oktovia, Oktavia Dewi, Rosdinah Rosdinah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







